ASESMEN ABK

Date post:21-Nov-2015
Category:
View:60 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Description:
TEST, DIAGNOSTIK, EVALUASI, ASESMEN
Transcript:
  • ASESMEN PEMBELAJARAN ABK

  • KONSEP DASARAPA ITU?TESTDIAGNOSTIKEVALUASIASESMEN

  • TEST: Digunakan untuk mendapatkan data yang bersifat kuantitatif di bawah kondisi yang terkontrol.Hasilnya digunakan untuk membandingkan seorang siswa atau kelompok siswa dengan siswa lain atau kelompok lain. Lebih menekankan tentang apa

  • DIAGNOSTIK: Diadopsi dari bidang medis. Dalam bidang medis kegiatan diagnostic menghasilkan informasi yang mengarah kepada pelabelan. Dalam bidang pendidikan khusus misalnya seorang psikolog melalukan diagnosis terhadap anak. Hasil diagnosis psikolog tadi menginformasikan bahwa anak tersebut mengalami ketunagrahitaan ringan atau sedang.

  • DIAGNOSTIK Diadopsi dari bidang medis, digunakan untuk melihat latar belakang penyebab, dan gejala yang muncul, berdasarkan penyebab dan gejala itu ditentukan kategori atau pemberian nama (labeling)

  • EVALUASI: Suatu kegiatan untuk menggali informasi tentang kemampuan anak di dalam menguasai sesuatu (pelajaran) yang telah dipelajarinya. Artinya, evaluasi dilakukan setelah proses belajar berlangsung.

  • EVALUASI Mengukur dan menilai penguasaan dari apa yang sudah diajarkan, hasilnya digunakan untuk mengukur dan menilai kedudukan seseorang dibandingkan dengan orang lain dalam kelompok, atau dibandingkan dengan patokan. Lebih menekankan tentang apa

  • ASESMEN Proses sistematis dalam mengumpulkan data dan informasi tentang kemampuan yang sudah dimiliki anak, hambatan/kesulitan yang dialami, dan kebutuhan belajar yang dihadapi saat ini secara individual. Data yang diperlukan lebih ditekankan kepada pertanyaan tentang mengapa

  • Asesmen dapat dipandang sebagai upaya yang sistematis untuk mengetahui kemampuan, kesulitan, dan kebutuhan ABK pada bidang tertentu.

    Data hasil asesmen dapat dijadikan bahan penyusunan program dalam mengintervensi ABK.

  • TUJUAN ASESMENMengetahui: Potensi Kelemahan/hambatan Kebutuhan siswadigunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan program pembelajaran atau penempatan seorang anak

  • Tujuan asesmentujuan asesmen dalam hal ini adalah untuk membuat program perencanaan intervensi (pembelajaran) atau instructional planning dan pemantauan kemajuan belajar siswa (monitoring pupil progress).

  • Kapan asesmen dilakukan?Dimana? Bagaimana?

  • Kapan asesmen dilakukan? Untuk menentukan program pembelajaran yang relevan dan fungsional bagi anak, asesmen seyogyanya dilakukan secara terus menerus (kontinyu). Dengan cara ini asesmen dapat memfasilitasi belajar anak dan keterampilan yang diperoleh dari hasil belajar menjadi fungsional..

  • Dimana asesmen dilakukan?asesmen hendaknya dilakukan dalam situasi alamiah (seperti di rumah, di dalam kelas, di kantin, di asrama, dsb. di mana anak tinggal). Proses asesmen pada situasi alamiah ini penting untuk melihat perilaku nyata anak dalam berbagai ragam situasi/lingkungan.

  • TEKNIK ASESMEN YANG DIGUNAKAN

    TesEvaluasiWawancaraObservasiAnalisis pekerjaan anak

  • Ruang Lingkup Asesmen

    Asesmen perkembangan (Developmental Assessment)Asesmen kurikulum /Akademik (Curriculum Assessment)

  • Asesmen perkembanganPerkembangan KognisiPerkembangan PendriaanPerkembangan perilakuPerkembangan EmosiPerkembangan Sosial

  • ASESMEN KURIKULUM

    Bahasa (mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis)Aritmatika/matematika

  • Prosedur pengembangan instrumen asesmen

    Memahami aspek dan ruang lingkup dari bidang yang akan diases (Akademik, mis membaca, menulis, berhitung; Perkembangan kognitif; Perilaku adaptif) . Asesmen hanya akan bermakna, jika guru mengetahui materi kurikulum, jenis keterampilan yang dikembangkan, dan tahap-tahap perkembangan anak. Menetapkan ruang lingkup (memilih komponen/keterampilan yang akan diases dari bidang yang telah dipilih).Menyusun kisi-kisi instrumen asesmen.Mengembangkan butir-butir instrumen yang diturunkan dari kisi-kisi.

  • Langkah-langkah Melakukan Asesmen1. Identifikasi2. Menetapkan Tujuan Asesmen 3. Mengembangkan alat asesmen 4. Pelaksanaan asesmen 5. Penafsiran

  • 3 kelompok kemampuan anak:

    Independent Level): Anak yang menguasai keterampilan tata busana baik dalam teori maupun praktikInstuctional Level: Anak yang menguasai aspek teori tetapi belum mampu dalam praktikFrustation Level: Anak yang gagal dalam penguasaan keterampilan tata busana dalam dimensi kuantitatif

    *********************