Home > Documents > ARTIKEL PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL...

ARTIKEL PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL...

Date post: 25-Aug-2019
Category:
Author: ngonguyet
View: 228 times
Download: 0 times
Share this document with a friend
Embed Size (px)
of 18 /18
ARTIKEL PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PERUSAHAAN TERHADAP AUDIT REPORT LAG PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2012-2015 Oleh: VIEZA YULIEKA PUTRI 13.1.02.01.0210 Dibimbing oleh : 1. Hestin Sri Widiawati, S.Pd., M. Si. 2. Dyah Ayu Paramitha, M.Ak. PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2017 Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB
Transcript
  • ARTIKEL

    PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PERUSAHAAN TERHADAP AUDIT REPORT LAG PADA PERUSAHAAN

    PERBANKAN YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2012-2015

    Oleh:

    VIEZA YULIEKA PUTRI

    13.1.02.01.0210

    Dibimbing oleh :

    1. Hestin Sri Widiawati, S.Pd., M. Si.

    2. Dyah Ayu Paramitha, M.Ak.

    PROGRAM STUDI AKUNTANSI

    FAKULTAS EKONOMI

    UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

    2017

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 1||

    SURAT PERNYATAAN

    ARTIKEL SKRIPSI TAHUN 2017

    Yang bertanda tangan di bawah ini:

    Nama Lengkap : Vieza Yulieka Putri

    NPM : 13.1.02.01.0210

    Telepon/HP : 085736221828

    Alamat Surel (Email) : [email protected]

    Judul Artikel :Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan

    terhadap Audit Report Lag pada Perusahaan Perbankan

    yang Listing di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2015

    Fakultas – Program Studi : Ekonomi-Akuntansi

    Nama Perguruan Tinggi : Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Alamat Perguruan Tinggi : Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 76 Kota Kediri

    Dengan ini menyatakan bahwa :

    a. Artikel yang saya tulis merupakan karya saya pribadi (bersama tim penulis) dan

    bebas plagiarisme;

    b. Artikel telah diteliti dan disetujui untuk diterbitkan oleh Dosen Pembimbing I dan II.

    Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari

    ditemukan ketidaksesuaian data dengan pernyataan ini dan atau ada tuntutan dari pihak lain, saya

    bersedia bertanggungjawab dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Mengetahui Kediri,

    Pembimbing I

    Hestin Sri Widiawati, S.Pd., M. Si.

    NIDN. 0708037605

    Pembimbing II

    Dyah Ayu Paramitha, M.Ak.

    NIDN. 0728068702

    Penulis,

    Vieza Yulieka Putri

    NPM. 13.1.02.01.0210

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 2||

    PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PERUSAHAAN

    TERHADAP AUDIT REPORT LAG PADA PERUSAHAAN PERBANKAN

    YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2012-2015

    Vieza Yulieka Putri

    13.1.02.01.0210

    Ekonomi - Akuntansi

    [email protected]

    Hestin Sri Widiawati, S.Pd., M.Si., Dyah Ayu Paramitha, M.Ak.

    UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

    ABSTRAK

    Perusahaan yang go public di Indonesia diwajibkan menyampaikan laporan keuangan tahunan

    yang disertai dengan laporan auditor kepada Bapepam dan LK. Laporan tersebut diumumkan kepada

    masyarakat paling lambat pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Proses

    audit oleh auditor independen terkendala oleh waktu proses yang lama biasa disebut Audit Report Lag

    (ARL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas

    perusahaan, ukuran Kantor Akuntan Publik dan opini auditor secara parsial terhadap Audit Report Lag.

    Sebagai tambahan, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan,

    profitabilitas perusahaan, ukuran Kantor Akuntan Publik dan opini auditor secara simultan terhadap

    Audit Report Lag. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik penelitian expost

    facto. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 21

    perusahaan dari 31 perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2015. Teknik

    analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda yang dianalisis menggunakan

    program IBM SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan ukuran perusahaan, dan opini auditor secara

    parsial berpengaruh signifikan terhadap Audit Report Lag. Sedangkan, profitabilitas perusahaan dan

    ukuran Kantor Akuntan Publik secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Report Lag.

    Selanjutnya ukuran perusahaan, profitabilitas perusahaan, ukuran Kantor Akuntan Publik, dan opini

    auditor secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Audit Report Lag.

    KATA KUNCI : Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Ukuran Kantor Akuntan Publik, Opini

    Auditor, Audit Report Lag.

    I. LATAR BELAKANG

    Perusahaan yang go public di

    Indonesia saat ini berkembang pesat.

    Semua perusahaan go public tersebut

    diwajibkan menyampaikan laporan

    keuangan yang disusun sesuai dengan

    prinsip akuntansi berterima umum yang

    berlaku di Indonesia, dan telah diaudit

    oleh auditor yang terdaftar di Bapepam

    dan LK. Laporan keuangan merupakan

    salah satu media bagi investor maupun

    kreditor untuk memantau kinerja

    perusahaan. Agar dapat digunakan

    dengan baik, laporan keuangan harus

    memenuhi karakteristik kualitatif laporan

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 3||

    keuangan yaitu, dapat dipahami, relevan,

    keandalan, dan dapat diperbandingkan.

    Guna menghasilkan laporan

    keuangan yang memberikan informasi

    sesuai dengan karakteristik kualitataif

    pokok, terdapat beberapa kendala, salah

    satunya adalah ketepatan waktu dalam

    penyampaian laporan keuangan yang

    dipublikasikan. Tanggal 5 Juli 2011,

    Bapepam dan LK mengeluarkan

    lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan

    LK Nomor: Kep-346/BL/2011 tentang

    Kewajiban Penyampaian Laporan

    Keuangan Berkala Emiten atau

    Perusahaan Publik yang menyatakan

    bahwa Laporan keuangan tahunan wajib

    disertai dengan laporan Akuntan dalam

    rangka audit atas laporan keuangan.

    Laporan keuangan tahunan wajib

    disampaikan kepada Bapepam dan LK

    dan diumumkan kepada masyarakat

    paling lambat pada akhir bulan ketiga

    setelah tanggal laporan keuangan.

    Pemeriksaan laporan keuangan

    oleh auditor independen bertujuan untuk

    menilai kewajaran penyajian laporan

    keuangan yang sesuai dengan Standar

    Profesional Akuntan Publik

    memerlukan waktu yang lama. Kendala

    karena adanya proses audit ini biasa

    disebut Audit Report Lag (ARL).

    Menurut Afify (2009) dalam Swami,

    dan Latrini (2013), Audit Report Lag

    adalah rentang waktu penyelesaian audit

    dari tanggal tutup buku perusahaan

    sampai dengan tanggal yang tercantum

    dalam laporan audit. Semakin lama

    Audit Report Lag menunjukkan semakin

    lamanya auditor menyelesaikan

    pekerjaan audit, sehingga berdampak

    pada lamanya penerbitan laporan

    keuangan auditan ke Bapepam dan LK.

    Apabila laporan keuangan tidak

    disajikan tepat waktu maka laporan

    keuangan tersebut akan kehilangan nilai

    informasi, karena tidak tersedia saat

    pemakai laporan keuangan

    membutuhkan pertimbangan dalam

    pengambilan keputusan. Oleh karena

    itu menurut Dewangga (2015), auditor

    harus memperhatikan hal-hal yang

    mampu memengaruhi penyelesaian

    waktu audit terhadap laporan keuangan

    perusahaan klien. Istilah Audit Report

    Lag juga sering disebut dengan Audit

    Delay.

    Penelitian-penelitian terdahulu

    telah dilakukan untuk mengetahui

    faktor-faktor yang berpengaruh terhadap

    Audit Report Lag, dan pengaruh Audit

    Report Lag terhadap reaksi pasar modal.

    Salah satu faktor yang memengaruhi

    Audit Report Lag adalah ukuran

    perusahaan. Hasil penelitian yang telah

    dilakukan oleh Ariyani, dan Budiartha

    (2014) serta Ayushabrina, dan Rahardjo

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 4||

    (2014) menunjukkan bahwa ukuran

    perusahaan memiliki pengaruh yang

    signifikan terhadap Audit Report Lag.

    Semakin besar ukuran perusahaan maka

    Audit Report Lag semakin pendek, dan

    sebaliknya semakin kecil ukuran

    perusahaan maka Audit Report Lag

    semakin panjang. Menurut Subekti, dan

    Widiyanti (2004) dalam Putri (2014),

    perusahaan besar umumnya memiliki

    sistem pengendalian internal yang baik

    sehingga dapat memudahkan auditor

    dalam melakukan proses audit. Hal

    tersebut tidak sesuai dengan hasil

    penelitian yang dilakukan Dewangga

    (2015), Lucyanda, dan Nura’ni (2013)

    yang menyatakan bahwa ukuran

    perusahaan tidak berpengaruh secara

    signifikan terhadap Audit Report Lag.

    Berikutnya faktor Profitabilitas.

    Menurut hasil penelitian Ariyani, dan

    Budiartha (2014), dan Karang (2015)

    disimpulkan bahwa profitabilitas

    berpengaruh signifikan terhadap Audit

    Report Lag. Menurut Putri (2014),

    profitabilitas menunjukkan kemampuan

    perusahaan untuk dapat menghasilkan

    keuntungan sehingga pihak manajemen

    cenderung untuk segera menyampaikan

    good news secepatnya ke publik Hal ini

    tidak sesuai dengan hasil penelitian

    Indriyani, dan Supriyati (2012) yang

    menunjukkan bahwa profitabilitas tidak

    berpengaruh signifikan terhadap Audit

    Report Lag.

    Faktor lain yang memengaruhi

    Audit Report Lag adalah ukuran Kantor

    Akuntan Publik. Hasil penelitian

    Ariyani, dan Budiartha (2014), serta

    Lestari (2010) menyimpulkan bahwa

    ukuran Kantor Akuntan Publik

    berpengaruh terhadap Audit Report Lag.

    Kantor Akuntan Publik besar, dalam hal

    ini Big Four cenderung lebih cepat

    menyelesaikan tugas audit dibandingkan

    Kantor Akuntan Publik non-Big Four.

    Hasil penelitian tersebut tidak konsisten

    dengan penelitian yang dilakukan

    Kartika (2011), serta Ayushabrina, dan

    Rahardjo (2014) yang menunjukkan

    bahwa ukuran Kantor Akuntan Publik

    tidak berpengaruh signifikan terhadap

    Audit Report Lag.

    Faktor yang diteliti selanjutnya

    adalah jenis opini auditor. Menurut

    Soltani (2002) dalam Ayushabrina, dan

    Rahardjo (2014), perusahaan yang

    mendapatkan opini unqualified

    menunjukkan sistem manajemen, dan

    pengendalian internal yang baik

    sehingga dapat mengurangi waktu

    proses, dan prosedur audit. Hasil

    penelitian Ayushabrina, dan Rahardjo

    (2014) menunjukkan bahwa opini

    auditor berpengaruh signifikan terhadap

    Audit Report Lag. Hasil penelitian

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 5||

    tersebut tidak konsisten dengan

    penelitian Kartika (2011), dan Lucyanda

    dan Nura’ni (2013) yang menunjukkan

    bahwa opini auditor tidak berpengaruh

    terhadap Audit Report Lag.

    Hasil penelitian tentang Audit

    Report Lag masih menghasilkan temuan

    yang tidak konsisten. Sehingga perlu

    adanya penelitian lebih lanjut mengenai

    Audit Report Lag untuk mengetahui

    konsistensi temuan. Penelitian ini akan

    menganalisis dan menemukan bukti

    empiris mengenai faktor internal dan

    eksternal perusahaan yang

    mempengaruhi Audit Report Lag. Yang

    termasuk dalam faktor internal adalah

    ukuran perusahaan, dan profitabilitas.

    Sedangkan faktor eksternal yang akan

    diteliti adalah ukuran Kantor Akuntan

    Publik, dan opini auditor. Berdasarkan

    uraian di atas peneliti mengambil judul

    sebagai berikut: “PENGARUH

    FAKTOR INTTERNAL DAN

    EKSTERNAL PERUSAHAAN

    TERHADAP AUDIT REPORT LAG

    PADA PERUSAHAAN PERBANKAN

    YANG LISTING DI BURSA EFEK

    INDONESIA TAHUN 2012-2015”

    II. METODE PENELITIAN

    A. Definisi Operasional Variabel

    Berikut akan dijelaskan definisi

    operasional variabel yang terkait

    dengan penelitian ini :

    1. Variabel Terikat (Dependent)

    Variabel terikat dalam

    penelitian ini adalah Audit Report

    Lag. Audit Report Lag adalah

    rentang waktu penyelesaian audit

    dari tanggal tutup buku perusahaan

    yaitu tanggal 31 Desember sampai

    dengan tanggal yang tercantum

    dalam laporan audit.

    2. Variabel Bebas (Independent)

    Dalam penelitian ini, peneliti

    menduga bahwa yang menjadi

    penyebab perubahan pada variabel

    terikat yaitu Audit Report Lag

    adalah Ukuran perusahaan,

    profitabilitas perusahaan, Ukuran

    KAP, dan opini auditor. Berikut

    uraian dari variabel bebas dalam

    penelitian ini:

    a. Ukuran Perusahaan

    Ukuran perusahaan adalah

    gambaran mengenai besar

    kecilnya perusahaan yang dapat

    dilihat salah satunya melalui

    total aset yang dimiliki oleh

    perusahaan tersebut. Log total

    aset dinilai lebih stabil

    dibandingkan dengan proksi lain

    ukuran perusahaan. Hal ini

    dibuktikan dengan banyaknya

    peneliti yang menggunakan Log

    total aset dalam mengukur nilai

    ukuran perusahaan. Adapun

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 6||

    rumus yang digunakan untuk

    mengukur nilai ukuran

    perusahaan menurut

    Hermuningsih (2012: 237)

    adalah:

    SIZE t = Ln (Total Aset t)

    b. Profitabilitas Perusahaan

    Profitabilitas perusahaan

    perbankan ini dapat diukur

    menggunakan ROA. Rasio ini

    digunakan untuk mengukur

    kemampuan perusahaan dalam

    memperoleh keuntungan dari

    total aset yang dimiliki oleh

    perusahaan. Berdasarkan Surat

    Edaran Bank Indonesia Nomor

    13/24/DPNP/ tanggal 25

    Oktober 2011 tentang Penilaian

    Tingkat Kesehatan Bank Umum,

    Return On Asset (ROA) dapat

    dihitung dengan rumus sebagai

    berikut:

    ROA = Laba Sebelum Pajak

    Rata-rata Total Aset x 100%

    c. Ukuran Kantor Akuntan Publik

    Ukuran KAP dalam

    penelitian ini merupakan besar

    kecilnya Kantor Akuntan Publik

    yang digunakan perusahaan

    dalam mengaudit laporan

    keuangannya. Variabel ini

    diukur menggunakan variabel

    dummy dengan kategorinya

    adalah jika perusahaan diaudit

    oleh KAP Big Four maka

    diberikan nilai 1. Sedangkan jika

    perusahaan diaudit oleh KAP

    non Big Four, maka akan

    diberikan nilai 0.

    d. Opini Auditor

    Menurut Mulyadi (2013:

    20), opini auditor terdiri dari 5

    jenis yaitu wajar tanpa

    pengecualian, wajar tanpa

    pengecualian dengan dengan

    tambahan bahasa penjelasan,

    wajar dengan pengecualian,

    tidak wajar dan tidak

    memberikan pendapat. Variabel

    ini diproksikan dengan variabel

    dummy. Jika perusahaan

    mendapat opini wajar tanpa

    pengecualian (unqualified

    opinion) maka diberi nilai 1, dan

    sebaliknya jika mendapat opini

    selain unqualified opinion diberi

    nilai 0.

    B. Pendekatan Penelitian

    Pendekatan penelitian yang

    digunakan dalam penelitian ini adalah

    pendekatan penelitian kuantitatif

    C. Teknik Penelitian

    Teknik penelitian yang

    digunakan dalam penelitian ini adalah

    penelitian Expost Facto.

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 7||

    D. Populasi Penelitian

    Dalam penelitian ini yang

    menjadi populasi adalah seluruh

    perusahaan jasa Perbankan yang

    listing atau terdaftar di Bursa Efek

    Indonesia selama periode 2012 sampai

    dengan 2015 yaitu sebanyak 31

    perusahaan.

    E. Sampel Penelitian

    Pengambilan sampel dilakukan

    dengan metode purposive sampling,

    yaitu teknik penentuan sampel dengan

    pertimbangan tertentu. Berikut adalah

    kriteria dalam penentuan sampel:

    1. Perusahaan yang termasuk dalam

    sektor jasa Perbankan yang listing

    di Bursa Efek Indonesia selama

    periode 2012-2015 secara

    berturut-turut.

    2. Perusahaan telah menerbitkan

    laporan keuangan auditan untuk

    tahun buku yang berakhir tanggal

    31 Desember tahun 2012-2015

    secara berturut-turut.

    3. Perusahaan menyajikan secara

    lengkap laporan keuangan disertai

    laporan auditor independen.

    4. Perusahaan menghasilkan laba

    pada setiap periode mulai 2012 -

    2015 secara berturut-turut.

    Berdasarkan kriteria tersebut di

    atas, maka jumlah sampel dalam

    penelitian ini meliputi 21 perusahaan

    perbankan

    F. Teknik Analisis Data

    Pengujian hipotesis dalam

    penelitian ini menggunakan analisis

    regresi linier berganda. Dalam analisis

    regresi linier berganda ini parameter

    yang digunakan adalah koefisien

    determinasi, uji T dan uji F. Sebelum

    uji regresi linier berganda dilakukan,

    terlebih dahulu data diuji dengan uji

    asumsi klasik untuk memastikan

    model regresi yang digunakan tidak

    terdapat masalah normalitas,

    multikolinearitas, heteroskedastisitas,

    dan autokorelasi. Jika terpenuhi,

    model analisis tersebut berarti layak

    digunakan, Ghozali (2013:105).

    Model regresi yang digunakan adalah:

    Keterangan:

    Y = Audit Report Lag

    a = Konstanta

    b1, b2, b3, b4 = Koefisien Regresi

    X1 = Ukuran Perusahaan

    X2 = Profitabilitas Perusahaan

    X3 = Ukuran Kantor Akuntan Publik

    X4 = Opini Auditor

    e = Standart Error

    Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 8||

    III. HASIL DAN KESIMPULAN

    A. Uji Asumsi Klasik

    1.Uji Normalitas

    Uji normalitas bertujuan

    untuk menguji apakah dalam

    model regresi, variabel

    pengganggu atau residual

    mempunyai distribusi normal atau

    tidak, Ghozali (2013:160). Hasil

    uji normalitas dengan

    menggunakan Kolmogrov-

    Smirnov test (K-S) menunjukkan

    bahwa data residual yang diolah

    berdistribusi normal dimana pada

    tabel 1 KolmogrovSmirnov test

    (K-S) nilai Asymp.Sig. 0,200 dan

    lebih besar dari taraf signifikan

    yang ditetapkan yaitu sebesar 0,05

    (0,200 > 0,05).

    Sumber : Sumber: Output IBM

    SPSS Versi 23

    2.Uji Multikolinearitas

    Uji multikolinearitas

    bertujuan untuk menguji apakah

    model regresi ditemukan adanya

    korelasi antara variabel bebas

    (independen), Ghozali,

    (2013:105). Hasil uji

    multikolinearitas menunjukkan

    bahwa model regresi bebas dari

    masalah multikolinieritas. Hal ini

    dibuktikan melalui tabel 2, dimana

    nilai VIF semua variabel < 10 dan

    nilai Tolerance lebih dari 0,1.

    Sumber : Output IBM SPSS Versi

    23

    3.Uji Autokorelasi

    Uji autokorelasi ini bertujuan

    untuk menguji apakah dalam suatu

    model regresi linear ada korelasi

    antara kesalahan pengganggu pada

    periode t dengan kesalahan periode

    t-1 (sebelumnya), Ghozali

    (2013:110). Pada tabel 3 dapat

    dilihat bahwa nilai uji Durbin

    Watson (DW-Test) adalah 1,919.

    Nilai tersebut dibandingkan

    dengan nilai tabel Durbin Watson

    dengan ketentuan du < d < 4 – du,

    maka diperoleh nilai

    1,7462

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 9||

    terdapat autokorelasi positif

    maupun negatif.

    Sumber : Output IBM SPSS Versi

    23

    4.Uji Heteroskedastisitas

    Uji heteroskedastisitas

    bertujuan untuk menguji apakah

    dalam regresi terjadi

    ketidaksamaan variance dari

    residual suatu pengamatan ke

    pengamatan lain, Ghozali

    (2013:139). Berdasarkan gambar

    grafik scatterplot dapat dilihat

    bahwa data menyebar baik di atas

    angka nol (0) pada sumbu Y

    ataupun dibawah angka nol (0)

    pada sumbu Y. dengan demikian

    dapat dikatakan bahwa model

    regresi ini tidak terjadi

    heteroskedastisitas.

    Sumber : Output IBM SPSS Versi

    23

    B. Model Regresi

    Hasil perhitungan analisis

    regresi linier berganda dapat dilihat

    pada tabel 4 berikut:

    Tabel 4

    Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda

    Coefficientsa

    Model

    Unstandardized

    Coefficients

    B

    Std.

    Error

    1 (Constant) 314.019 42.240

    Ukuran

    Perusahaan -7.409 1.411

    Profitabilitas -326.445 193.085

    Ukuran KAP -9.306 5.161

    Opini Auditor -12.636 3.632

    Sumber : Output IBM SPSS Versi 23

    Berdasarkan tabel di atas, maka

    dapat diperoleh persamaan regresi

    linier berganda sebagai berikut:

    Persamaan regresi linier

    berganda di atas dapat diartikan

    sebagai berikut:

    1. Konstanta = 314,019 Audit Report

    Lag

    Nilai konstanta 314,019

    mengindikasikan jika variabel

    Ukuran Perusahaan, Profitabilitas

    Perusahaan, Ukuran KAP, dan

    Opini Auditor sama dengan 0, maka

    Audit Report Lag akan bernilai

    sebesar 314,019

    Tabel 3

    Hasil Uji Autokorelasi

    Model Summaryb

    Model Durbin-Watson

    1 1.919

    Y = 314,019 – 7,409X1 – 326,445X2 – 9,306X3 – 12,636X4

    Gambar

    Grafik Scatterplot

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 10||

    2. Koefisien X1 = -7,409 Ukuran

    Perusahaan

    Nilai koefisien regresi negatif,

    hal ini menunjukkan bahwa setiap

    kenaikan 1 satuan variabel Ukuran

    Perusahaan, dengan asumsi

    Profitabilitas Perusahaan, Ukuran

    KAP, dan Opini Auditor tetap,

    maka akan menurunkan Audit

    Report Lag sebesar 7,409. Namun

    jika terjadi penurunan atau

    pengurangan 1 satuan maka akan

    menaikkan Audit Report Lag

    sebesar 7,409.

    3. Koefisien X2 = - 326,445

    Profitabilitas

    Nilai koefisien regresi negatif,

    hal ini menunjukkan bahwa setiap

    kenaikan 1 satuan variabel

    Profitabilitas, dengan asumsi

    Ukuran Perusahaan, Ukuran KAP,

    dan Opini Auditor tetap, maka akan

    menurunkan Audit Report Lag

    sebesar 326,445. Namun jika terjadi

    penurunan atau pengurangan 1

    satuan maka akan menaikkan Audit

    Report Lag sebesar 326,445.

    4. Koefisien X3 = - 9,306 Ukuran KAP

    Nilai koefisien negatif, hal ini

    menunjukkan jika variabel Ukuran

    Kantor Akuntan Publik bernilai 1

    (KAP Big Four), dengan asumsi

    variabel Ukuran Perusahaan,

    Profitabilitas Perusahaan, dan

    Opini Auditor tetap, maka Audit

    Report Lag akan berkurang sebesar

    9,306. Namun apabila variabel

    Ukuran Kantor Akuntan Publik

    bernilai 0 (KAP non Big Four) dan

    variabel lainnya tetap, maka Audit

    Report Lag tidak akan mengalami

    perubahan

    5. Koefisien X4 = -12,636 Opini

    Auditor

    Nilai koefisien negatif, hal ini

    menunjukkan jika variabel Opini

    Auditor bernilai 1 (Unqualified

    Opinion), dengan asumsi variabel

    Ukuran Perusahaan, Profitabilitas

    Perusahaan, dan Ukuran Kantor

    Akuntan Publik tetap, maka Audit

    Report Lag akan berkurang sebesar

    12,636. Namun apabila variabel

    Opini Auditor bernilai 0 (selain

    Unqualified Opinion) dan variabel

    lainnya tetap, maka Audit Report

    Lag tidak akan mengalami

    perubahan

    C. Koefisisen Determinasi

    Berikut ini adalah hasil dari uji

    koefisien determinasi (R2) yang

    digunakan untuk mengukur seberapa

    jauh kemampuan model dalam

    menerangkan variasi variabel terikat

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 11||

    Sumber : Output IBM SPSS Versi 23

    Berdasarkan hasil dari analisis

    koefisien determinasi pada tabel 5 di

    atas, diperoleh nilai Adjusted R2

    sebesar 0,461. Hal ini menunjukkan

    bahwa variabel bebas yaitu Ukuran

    Perusahaan, Profitabilitas, Ukuran

    Kantor Akuntan Publik dan Opini

    Auditor mampu menjelaskan variasi

    perubahan variabel terikat sebesar

    46,1% dan sisanya yaitu 53,9%

    dijelaskan oleh variabel lain yang

    tidak dikaji dalam penelitian ini.

    D. Pengujian Hipotesis

    Pengujian hipotesis pada

    penelitian ini dilakukan dengan dua

    tahap, yaitu uji:

    1. Uji t (Uji Parsial)

    Berikut ini adalah hasil

    pengujian hipotesis secara parsial

    dengan menggunakan uji t yang

    nilainya akan dibandingkan dengan

    taraf signifikansi sebesar 0,05 atau

    5%:

    Sumber : Output IBM SPSS Versi 23

    Berdasarkan hasil

    perhitungan dalam tabel 6 di atas

    diperoleh hasil sebagai berikut:

    a. Pengujian hipotesis 1

    Berdasarkan hasil

    perhitungan pada tabel 6 di atas

    diperoleh nilai signifikansi

    variabel ukuran perusahaan

    adalah 0,000. Hal ini

    menunjukkan bahwa nilai

    signifikansi uji t variabel ukuran

    perusahaan < 0,05 yang berarti H0

    ditolak. Sehingga dapat diartikan

    bahwa ukuran perusahaan secara

    parsial berpengaruh signifikan

    terhadap Audit Report Lag.

    Semakin besar Ukuran

    Perusahaan yang dilihat dari besar

    total asetnya, maka Audit Report

    Lag pada perusahaan tersebut

    akan semakin pendek. Seperti

    teori yang diungkapkan oleh

    Lianto, dan Kusuma (2010) dalam

    Estrini (2013), mengenai

    hubungan Ukuran Perusahaan

    Tabel 5

    Hasil Uji Analisis Koefisien Determinasi

    Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square

    1 .698a .487 .461

    Tabel 6

    Hasil Uji t (Uji Parsial)

    Model T Sig.

    1 (Constant) 7.434 .000

    Ukuran Perusahaan -5.250 .000

    Profitabilitas -1.691 .095

    Ukuran KAP -1.803 .075

    Opini Auditor -3.480 .001

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 12||

    dengan Audit Report Lag adalah

    sebagai berikut: Semakin besar

    nilai total aktiva yang dimiliki

    oleh suatu perusahaan maka

    semakin pendek proses

    penyelesaian terhadap audit

    report lag. Perusahaan yang besar

    akan cenderung lebih cepat dalam

    proses penyelesaian audit karena

    pada umumnya perusahaan yang

    besar lebih diawasi oleh investor,

    pengawas permodalan, dan

    pemerintah jika dibandingkan

    dengan perusahaan kecil sehingga

    perusahaan besar tersebut

    cenderung meminimalisir adanya

    Audit Report Lag.

    Perusahaan besar akan

    cenderung lebih banyak disorot

    oleh masyarakat dibandingkan

    dengan perusahaan kecil.

    Perusahaan besar juga memiliki

    sistem pengendalian intern yang

    baik sehingga memudahkan

    auditor dalam melaksanakan

    pekerjaannya.

    b.Pengujian hipotesis 2

    Berdasarkan hasil

    perhitungan pada tabel 6 di atas

    diperoleh nilai signifikansi

    variabel profitabilitas perusahaan

    adalah 0,095. Hal ini

    menunjukkan bahwa nilai

    signifikansi uji t variabel

    profitabilitas>0,05 yang berarti

    H0 diterima. Sehingga dapat

    diartikan bahwa profitabilitas

    perusahaan secara parsial tidak

    berpengaruh signifikan terhadap

    Audit Report Lag.

    Ditolaknya hipotesis kedua

    ini menunjukkan ketidaksesuaian

    dengan teori yang ada.

    Perusahaan yang memiliki tingkat

    profitabilitas rendah juga

    cenderung menyampaikan

    laporan keuangan secara tepat

    waktu. Hal ini dikarenakan

    perusahaan yang telah terdaftar di

    Bursa Efek Indonesia harus

    melaporkan laporan keuangannya

    secara tepat waktu sesuai

    peraturan BAPEPAM dan LK

    yaitu selambat-lambatnya 90 hari

    setelah tanggal neraca. Sanksi

    yang diberikan atas

    keterlambatan dapat berupa

    denda, peringatan tertulis,

    pembekuan usaha maupun

    pencabutan usaha. Setiap

    perusahaan, baik yang memiliki

    profitabilitas tinggi maupun

    rendah cenderung tidak ingin

    mengambil risiko dan memilih

    melaporkan laporan keuangannya

    secara tepat waktu. Selain itu,

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 13||

    hasil ini disebabkan karena

    auditor tidak mempermasalahkan

    nilai profitabilitas yang tinggi

    maupun rendah, proses audit akan

    tetap dilaksanakan sesuai dengan

    prinsip dan standar yang berlaku.

    c. Pengujian hipotesis 3

    Berdasarkan hasil

    perhitungan pada tabel 6 di atas

    diperoleh nilai signifikansi

    variabel Kantor Akuntan Publik

    adalah 0,075. Hal ini

    menunjukkan bahwa nilai

    signifikansi uji t variabel ukuran

    Kantor Akuntan Publik > 0,05

    yang berarti H0 diterima.

    Sehingga dapat diartikan bahwa

    ukuran Kantor Akuntan Publik

    secara parsial tidak berpengaruh

    signifikan terhadap Audit Report

    Lag.

    Hal ini dikarenakan pada

    saat ini banyak KAP non Big

    Four di Indonesia yang sudah

    memiliki kualitas sama bahkan

    lebih baik dari KAP Big Four dan

    mereka juga sangat menjaga

    kepercayaan klien dalam hal

    audit. Menurut Darwin (2012)

    dalam penelitiannya menyatakan

    bahwa tidak terdapat hubungan

    antara kualitas audit dengan

    ukuran KAP, menurutnya untuk

    jangkauan lokal, KAP non Big

    Four dapat menjadi pilihan utama

    karena biaya yang lebih rendah

    namun dapat memberikan

    kualitas audit yang tidak berbeda

    dengan KAP Big Four.

    d.Pengujian Hipotesis 4

    Berdasarkan hasil

    perhitungan pada tabel 6 di atas

    diperoleh nilai signifikansi

    variabel opini auditor adalah

    0,001. Hal ini menunjukkan

    bahwa nilai signifikansi uji t

    variabel opini auditor < 0,05 yang

    berarti H0 ditolak. Sehingga dapat

    diartikan bahwa opini auditor

    secara parsial berpengaruh

    signifikan terhadap Audit Report

    Lag.

    Perusahaan yang

    memperoleh pendapat wajar

    tanpa pengecualian (unqualified

    opinion) akan mengalami proses

    audit yang lebih singkat daripada

    perusahaan yang menerima opini

    selain wajar tanpa pengecualian.

    Menurut Subekti dan Widiyanti

    (2004) dalam Iskandar dan

    Trisnawati (2010), perusahaan

    yang menerima opini selain wajar

    tanpa pengecualian cenderung

    menunda penyampaian laporan

    keuangan. Hal ini terjadi karena

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 14||

    proses pemberian pendapat selain

    unqualified opinion melibatkan

    negosiasi dengan klien, konsultasi

    dengan partner audit yang lebih

    senior dan perluasan ruang

    lingkup.

    2. Uji F (Uji Simultan)

    Berikut pengujian secara

    simultan dengan menggunakan uji

    F yang nilainya akan dibandingkan

    dengan tingkat signifikansi sebesar

    5%, akan ditunjukkan pada tabel 7

    di bawah ini:

    Tabel 7

    Hasil Uji F (Simultan)

    Model

    Sum of

    Squares Df F Sig.

    1 Regression 18587.4 4 18.715 .000b

    Residual 19615.5 79

    Total 38202.9 83

    Berdasarkan tabel 7 di atas

    diperoleh nilai signifikansi sebesar

    0,000. Hal ini menunjukkan bahwa

    nilai signifikansi uji F variabel

    Ukuran Perusahaan, Profitabilitas

    Perusahaan, Ukuran KAP, dan

    Opini Auditor < 0,05 yang berarti

    H0 ditolak, atau Ha diterima. Jadi,

    hasil dari pengujian simultan ini

    membuktikan bahwa Ukuran

    Perusahaan, Profitabilitas

    Perusahaan, Ukuran KAP, dan

    Opini Auditor secara bersama-sama

    berpengaruh signifikan terhadap

    Audit Report Lag.

    E. Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelitian dan

    pembahasan yang telah dilakukan,

    maka dapat diambil kesimpulan

    sebagai berikut:

    1. Berdasarkan hasil pengujian

    hipotesis uji statistik (uji t) pada

    tabel 6, diperoleh nilai signifikansi

    untuk variabel Ukuran Perusahaan

    yaitu sebesar 0,000 yang artinya

    lebih kecil dari taraf signifikansi

    sebesar 0,05. Dengan demikian

    Ukuran Perusahaan secara parsial

    berpengaruh signifikan terhadap

    Audit Report Lag pada perusahaan

    perbankan yang listisng di Bursa

    Efek Indonesia tahun 2012-2015.

    2. Berdasarkan hasil pengujian

    hipotesis uji statistik (uji t) pada

    tabel 6, diperoleh nilai signifikansi

    untuk variabel Profitabilitas

    Perusahaan yaitu sebesar 0,095

    yang artinya lebih besar dari taraf

    signifikansi sebesar 0,05. Dengan

    demikian, Profitabilitas

    Perusahaan secara parsial tidak

    berpengaruh signifikan terhadap

    Audit Report Lag pada perusahaan

    perbankan yang listisng di Bursa

    Efek Indonesia tahun 2012-2015.

    Sumber : Output IBM SPSS Versi 23

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 15||

    3. Berdasarkan hasil pengujian

    hipotesis uji statistik (uji t) pada

    tabel 6, diperoleh nilai signifikansi

    untuk variabel Ukuran Kantor

    Akuntan Publik yaitu sebesar

    0,075 yang artinya lebih besar dari

    taraf signifikansi sebesar 0,05.

    Dengan demikian ukuran Kantor

    Akuntan Publik secara parsial

    tidak berpengaruh signifikan

    terhadap Audit Report Lag pada

    perusahaan perbankan yang

    listisng di Bursa Efek Indonesia

    tahun 2012-2015.

    4. Berdasarkan hasil pengujian

    hipotesis uji statistik (uji t) pada

    tabel 6, diperoleh nilai signifikansi

    untuk variabel Opini Auditor yaitu

    sebesar 0,001 yang artinya lebih

    kecil dari taraf signifikansi sebesar

    0,05. Dengan demikian Opini

    Auditor secara parsial berpengaruh

    signifikan terhadap Audit Report

    Lag pada perusahaan perbankan

    yang listisng di Bursa Efek

    Indonesia tahun 2012-2015.

    5. Berdasarkan hasil pengujian

    hipotesis uji statistik (uji F) pada

    tabel 7, diperoleh nilai signifikansi

    sebesar 0,000. Hal ini

    menunjukkan bahwa nilai

    signifikansi uji F variabel Ukuran

    Perusahaan, Profitabilitas, Ukuran

    KAP, dan Opini Auditor < 0,05.

    Dengan demikian Ukuran

    Perusahaan, Profitabilitas

    Perusahaan, Ukuran KAP, dan

    Opini Auditor secara simultan

    berpengaruh signifikan terhadap

    Audit Report Lag pada perusahaan

    perbankan yang listing di Bursa

    Efek Indonesia tahun 2012-2015.

    IV. DAFTAR PUSTAKA

    Afify, H.A.E.. 2009. Determinants of

    Audit Report Lag : Does

    implementing corporate

    governance have any impact ?

    Empirical Evidence from Egypt.

    Journal of Applied Accounting

    Research, Vol.10 No.1 2009, pp 56-

    86.

    Ariyani, N.Y.T.D., Budiartha, I Ketut.

    Pengaruh Profitabilitas, Ukuran

    Perusahaan, Kompleksitas Operasi

    Perusahaan dan Reputasi KAP

    terhadap Audit Report Lag pada

    Perusahaan Manufaktur.

    Universitas Udayana. (Online) 217-

    230, tersedia:

    http://download.portalgaruda.org/a

    rticle.php?article=174444&val.

    Diunduh 9 Oktober 2016

    Ayushabrina, Fina., Rahardjo, Shiddiq

    Nur. 2014. Pengaruh Faktor

    Internal dan Eksternal

    Perusahaan terhadap Audit

    Report Lag. Diponegoro Journal

    of Accounting. (Online). Vol 03.

    No 2:1-12, tersedia:

    http://ejournal-

    s1.undip.ac.id/index.php/accounti

    ng. Diunduh 11 Oktober 2016

    Bank Indonesia. 2011. Surat Edaran

    Bank Indonesia Nomor

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 16||

    13/24/DPNP tentang Penilaian

    Tingkat Kesehatan Bank Umum.

    (Online), tersedia:

    http://www.bi.go.id, diunduh 27

    April 2017.

    Dewangga, Arga. 2015. Faktor-faktor

    yang Berpengaruh terhadap Audit

    Report Lag. Skripsi. Semarang:

    Fakultas Ekonomika dan Bisnis

    Universitas Diponegoro.

    Darwin. 2012. Analisis Perbedaan

    Kualitas Audit KAP Big Four dan

    KAP Second Tier Dinilai dari

    Independensi Auditor, Manajemen

    Laba, dan Nilai Relevansi Laba.

    Skripsi Universitas Indonesia.

    Estrini, Dwi H. 2013. Analisis Faktor-

    Faktor yang Mempengaruhi Audit

    Delay. Skripsi. Semarang:

    Universitas Diponegoro

    Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis

    Multivariate Dengan Program

    SPSS. Edisi Ketujuh. Semarang:

    Badan Penerbit Universitas

    Diponegoro.

    Hermuningsih, S. 2012. Pengaruh

    Profitabilitas, Size Terhadap Nilai

    Perusahaan dengan Struktur

    Modal sebagai Variabel

    Intervening. Jurnal Siasat Bisnis.

    Fakultas Ekonomi Universitas

    Sarjanawiyata Tamansiswa

    Yogyakarta. (Online). Vol. 16 No.

    2:232-242, tersedia:

    http://journal.ustjogja.ac.id/downl

    oad/16_3304-4275-1.pdf.

    Diunduh 13 November 2016

    Indriantoro, Nur, Bambang Supomo,

    2009. Metodologi Penelitian

    Bisnis untuk Akuntansi dan

    Manajemen, Edisi Pertama.

    Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

    Karang, Ni Made D. U. 2015. Pengaruh

    Faktor Internal dan Eksternal

    pada Audit Delay. Thesis.

    Denpasar: Program Pascasarjana

    Universitas Udayana.

    Kartika, Andi. 2011. Faktor-faktor yang

    Mempengaruhi Audit Delay pada

    Perusahaan Manufaktur yang

    Terdaftar di BEI. Universitas

    Sikubank. (Online). Vol. 3 No. 2:

    152-171, tersedia:

    http://www.unisbank.ac.id/ojs/ind

    ex.php/fe1/article/view/469.

    Diunduh 11 Oktober 2016.

    Lianto, N., Kusuma, B. H., 2010.

    Faktor-Faktor yang Berpengaruh

    terhadap Audit Report Lag. Jurnal

    Bisnis dan Akuntansi. Universitas

    Tarumanegara.

    Lucyanda, Jurica. Nura’ni, Sabrina P.

    2013. Pengujian Faktor-faktor

    yang Mempengaruhi Audit Delay.

    Jurnal Akuntansi dan Auditing.

    Jakarta Selatan: Universitas Bakrie

    Vol 9. No. 2:128-149.

    Mulyadi.2013. Auditing. Jakarta:

    Salemba Empat

    Peraturan Bapepam Nomor X.K.2.

    Tahun 2011 tentang Penyampaian

    Laporan Keuangan Berkala

    Emiten atau Perusahaan Publik.

    Indriyani, Rosmawati E., Supriyati.

    2012. Faktor-faktor yang

    Mempengaruhi Audit Report

    Lag Perusahaan Manufaktur di

    Indonesia dan Malaysia. The

    Indonesian Accounting Review.

    STIE Perbanas Surabaya.

    (Online). Vol 2. No. 2:185-202,

    tersedia:

    http://download.portalgaruda.o

    rg/article.php?article=182898

    &val. Diunduh 10 Oktober

    2016

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB

  • Artikel Skripsi

    Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Vieza Yulieka Putri | 13.1.02.01.0210 Ekonomi - Akuntansi

    simki.unpkediri.ac.id || 16||

    Peraturan Menteri Keuangan Nomor:

    17/PMK.01/2008 Tentang Jasa

    Akuntan Publik

    Putri, Alvyra N.I. 2014. Faktor-faktor

    yang Berpengaruh terhadap

    Aaudit Report Lag pda

    perusahaan Manufakktur yang

    Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

    Periode Tahun 2008-2012.

    Skripsi. Semarang: Fakultas

    Ekonomika dan Bisnis Universitas

    Diponegoro.

    Subekti, I., Widiyanti, N.W. 2004.

    Faktor-faktor yang Berpengaruh

    Terhadap Audit Delay di

    Indonesia. Artikel SNA VII. Hlm.

    991-1002

    Swami, Ni P.D., Latrini, Made Y. 2013.

    Pengaruh Karakteristik Corporate

    Governance Terhadap Audit

    Report Lag. Fakultas Ekonomi

    Universitas Udayana. (Online).

    Vol.4 No. 3:530-549, tersedia:

    http://download.portalgaruda.org/

    article.php?article=82266&val=98

    6. Diunduh 10 Oktober 2016.

    Simki-Economic Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : BBBB-BBBB


Recommended