Home >Documents >Arab Menindas Palestina

Arab Menindas Palestina

Date post:05-Apr-2018
Category:
View:212 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 7/31/2019 Arab Menindas Palestina

    1/13

    Penindasan Orang

    Palestina di Dunia Arab :Mengapa Muslim Diam Saja ?

    Oleh: Khaled Abu Toameh20 Juli, 2010

    ernahkah Dewan Keamanan PBB mengadakan rapat untuk

    mengecam sebuah pemerintah Arab karena menindas warga

    Palestina?

    Mengapa berbagai organisasi dan orang di seluruh dunia yang

    menyebut diri mereka pro-Palestina DIAM SAJA ketika Yordania

    mencabut kewarganegaraan ribuan orang Palestina?

    [Lihat artikel dibawah : Human Rights Watch mengatakan bahwa 2.700

    orang Yordania asal 'Palestina' tiba2 dicabut kewarganegaraan

    Yordania mereka dan kini terkatung2 karena tidak lagi berhak memiliki

    tanah, rumah, bantuan kesehatan, sekolah atau apapun.]

    P

  • 7/31/2019 Arab Menindas Palestina

    2/13

    CONTOH LAIN LAGI : nasib keluarga generasi ke-empat pengungsi

    Palestina di Lebanon (foto atas) yang hidup diantara reruntuhan kamp

    pengungsi Shatila di pinggir Beirut, yang sama sekali tidak dipedulikan

    oleh pemerintah Lebanon http://www.time.com/time/nation/article ...

    51,00.html

    Sementara itu sesama saudara Arab mereka tinggal di gedung2 mewah di

    Shomron, Yerusalem Utara! Lihat foto2 dibawah ini!!

    http://shilohmusings.blogspot.com/2007/ ... art-1.html

    [Jangankan orang Indonesia yang tertimpa musibah tsunami, bahkan

    antar sesama Arab saja enggan saling menolong.]

    Nasib orang Palestina yang hidup di negara Arab pada umumnya, dan

    Lebanon pada khususnya, tampak jelas tidak dipedulikan oleh media.

    Mengapa media membutakan mata pada fakta bahwa Mesir, Syria,

    Lebanon, Yordania, dan banyak negara Arab lainnya terus-menerus

    menerapkan larangan bepergian secara ketat terhadap warga Palestina?

    Dan mana yaahhh ... organisasi dan orang pro-Palestina tatkala

    Lebanon tidak juga memberikan hak azasi, termasuk lapangan kerja,keamanan sosial, perawatan medis, pada warga Palestina?

    http://www.time.com/time/nation/article/0,8599,1881651,00.htmlhttp://www.time.com/time/nation/article/0,8599,1881651,00.htmlhttp://shilohmusings.blogspot.com/2007/03/arab-mansions-part-1.htmlhttp://www.time.com/time/nation/article/0,8599,1881651,00.htmlhttp://www.time.com/time/nation/article/0,8599,1881651,00.htmlhttp://shilohmusings.blogspot.com/2007/03/arab-mansions-part-1.html
  • 7/31/2019 Arab Menindas Palestina

    3/13

    Apakah mereka pura tidak tahu akan masalah ini? Mungkin saja karena

    kasus ini tidak pernah dibahas di media dan pengamat utama Timur

    Tengah.

    Berita tentang warga Palestina yang tidak ada hubungannya dengan

    Israel sama sekali tidak menarik perhatian massa, sehingga tidak pernah

    tercantum di halaman depan koran.

    Penghancuran gedung liar milik warga Arab di Yerusalem tentunya lebih

    menarik bagi media daripada membahas berita tentang naasnya nasib

    ratusan ribu warga Palestina di Lebanon atau Yordania.

    Warga Palestina di Lebanon tidak hanya tak punya hak untuk memiliki

    kekayaan mereka sendiri, tapi juga dianggap tidak layak untuk

    mendapatkan perawatan kesehatan. Selain itu, mereka juga dilarang

    bekerja di berbagai lapangan pekerjaan.

    Bayangkan bagaimana reaksi dunia internasional jika Israel besok

    mengeluarkan Undang-Undang yang melarang warga Arab bekerja

    sebagai supir taxi, jurnalis, dokter, koki, pelayan restoran, insinyur, dan

    pengacara di Israel? Atau bayangkan andaikata Menteri PendidikanIsrael mengeluarkan peraturan yang melarang warga Arab belajar di

    perguruan tinggi dan sekolah Israel.

    Tapi siapa bilang Pemerintah Lebanon tidak melakukan apapun untuk

    memperbaiki keadaan? Malah sebenarnya, warga Palestina harus

    bersyukur pada Pemerintah Lebanon. Hal ini karena sejak tahun 2005,

    hukum Lebanon melarang warga Palestina bekerja di 72 jenis profesi dan

    sekarang daftar larangan hanya bagi 50 profesi saja. Meskipun begitu,

    warga Palestina tetap saja tidak boleh bekerja sebagai dokter,wartawan, farmasis, atau pengacara di Lebanon.

    Ironisnya, lebih mudah bagi seorang Palestina untuk mendapatkan

    kewarganegaraan AS dan Kanada daripada mendapatkan passport dari

    sebuah negara Arab. Di waktu lampau, warga Palestina yang hidup di

    Tepi Barat dan Jalur Gaza bisa otomatis mendapatkan kewarganegaraan

    Israel jika mereka menikah dengan warga Israel, atau jika mereka

    dipersatukan kembali dengan keluarga mereka yg hidup dan menjadi

    warga negara Israel.

  • 7/31/2019 Arab Menindas Palestina

    4/13

    Para politisi Lebanon sekarang lagi berdebat tentang UU baru tentang

    apakah akan memberikan hak dasar sipil bagi warga Palestina, untuk

    pertama kalinya dalam 62 tahun. UU baru termasuk hak untuk memiliki

    kekayaan, pembayaran keamanan sosial dan juga perawatan medis.

    Banyak masyarakat Lebanon yang menentang usulan UU ini karena takut

    hal ini akan membuka jalan untuk integrasi masyarakat Palestina ke

    dalam masyarakat Lebanon dan ini akhirnya akan jadi beban ekonomi.

    Perdebatan sengit terjadi di Parlemen Lebanon untuk menunda

    pemungutan suara sampai bulan depan.

    Nadim Khoury, direktur Human Rights Watch di Beirut, berkata,

    Lebanon telah membuat miskin para pengungsi Palestina terlalu lama.

    Parlemen seharusnya menggunakan kesempatan ini untuk mengakhiri

    diskriminasi terhadap warga Palestina.

    Rami Khouri, wartawan terkemuka Lebanon, menulis di koran The Daily

    Startbahwa semua negara Arab menindas jutaan pekerja asing Arab,

    Asia, dan Afrika, yang diperlakukan tak lebih daripada barang yang bisa

    dibuang kapan saja... Perlakuan semena-mena, kondisi kehidupan yang

    miskin, tiadanya pekerjaan keamanan sosial dan hak pemilikan yangmemadai bagi warga Palestina di Lebanon merupakan penindasan moral

    yang berlangsung terus-menerus.

    Wartawan asing seringkali beralasan bahwa mereka tidak melaporkan

    penderitaan warga Palestina di dunia Arab karena khawatir akan

    keamanan mereka dan ini bisa membuat mereka sukar mendapatkan

    visa untuk masuk negara Arab.

    Tapi ini hanyalah alasan lemah dan tak dapat diterima karena faktanyakebanyakan wartawan Barat tetap bisa menulis berita apapun di rumah

    atau kantor mereka yang aman di New York, London, atau Paris.

    Bukankah mereka juga berada di tempat itu saat mereka menulis

    keadaan di Tepi Barat dan Jalur Gaza?

    ----------------------------------------------------------

  • 7/31/2019 Arab Menindas Palestina

    5/13

    http://errwhateverz.com/2010/03/26/pale ... -own-good/

    ccording to Human Rights Watch over 2,700 Jordanians of Palestinian origin

    have had their Jordanian citizenship revoked. Imagine waking up one

    morning and suddenly you dont belong anywhere anymore. Sounds crazy,but thats how it went down. The report and ensuing stories have caused a stir and

    elicited official denials in Jordan.

    This is a touchy subject as relationships between Jordanians of Palestinian origin and

    the East Bank Jordanians (also calledTrans-Jordanians i.e. the original inhabitants of

    what is now Jordan) hasnt really been the same since Black September, when a

    bunch of revolutionary Palestinian upstarts (ie the PLO under Yasser Arafat)

    attempted to overthrow the Jordanian monarchy in 1970. Ahhh, the 70s

    http://scottthong.wordpress.com/2010/06 ... palestine/

    Anyway, according to Jordans nationality law, all Palestinians residing in the WestBank in 1949 or thereafter were to receive Jordanian citizenship. This has meant that

    all Palestinians fleeing the 1948 war were given Jordanian passports with the

    exception of those from Gaza (estimated at 120,000) that arrived later, in 1967. The

    influx of Palestinians into Jordan lead to great demographic changes, with the

    percentage of Jordanians of Palestinian origin estimated anywhere between 50 to 70

    percent today. In everyday life people are able to distinguish themselves by their last

    names or accents , and so questioning and re-questioning the national identity issues

    in every social interaction.

    Since Jordan rescinded control over the West Bank in 1988 to the PLO, there havebeen reports of random revoking of citizenship from Jordanians of Palestinian origin.

    A

    http://errwhateverz.com/2010/03/26/palestinians-in-jordan-denying-your-rights-for-your-own-good/http://scottthong.wordpress.com/2010/06/29/jordan-is-palestine/http://errwhateverz.com/2010/03/26/palestinians-in-jordan-denying-your-rights-for-your-own-good/http://scottthong.wordpress.com/2010/06/29/jordan-is-palestine/
  • 7/31/2019 Arab Menindas Palestina

    6/13

    This has been based on a vague interpretation of the severance agreement and

    unwritten conditions that state that Jordanians of Palestinian origin must first renew

    their West Bank residence permit (issued and renewed by Israel) so as to maintain

    their Jordanian nationality. This apparently also applies to Jordanians of Palestinian

    origin that have never been to the West Bank nor had a residence permit there to

    renew in the first place!

    To the average person or family this means, among other things:

    1. Denied access to free primary education (unless it is provided by UNRWA)

    2. Higher non-national university fees.

    3. More expensive health care services.

    4. Denial to work in an organised profession such as law, pharmacy and engineering

    (as you must be a Jordanian to belong to an association so that you can practice)

    5. Restricted ability to drive as renewing a drivers license is at a higher cost and

    shorter duration.

    6. Prohibited or restricted travel.-----

Embed Size (px)
Recommended