Home >Documents >Anton Jimmi, General Manager Marketing Planning Toyota ... Â· Ia di-kenal sebagai investor bisnis...

Anton Jimmi, General Manager Marketing Planning Toyota ... Â· Ia di-kenal sebagai investor bisnis...

Date post:03-Feb-2018
Category:
View:217 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • INDUSTRI 15Kontan Jumat, 10 Juni 2016

    Yang penting bagi kami saat ini adalah mempertahankan market share.Anton Jimmi, General Manager Marketing Planning Toyota Astra Motor

    MANUFAKTUR

    Mark Cuban dikenal sebagai pebisnis yang mendisrupsi hampir semua bidang. Ia menyebut diri sebagai "the luckiest per-son in the world" alias orang paling beruntung di dunia. Ia memulai bisnisnya melalui Internet di era Dotcom 1.0 yang meletus pada 2001. Gol-nya adalah menjadi anggota BBC, "Billionaire Boys Club."

    Berbagai sepak terjang-nya sangat menginspirasi. Dari strategi sebagai "first mover" hingga konglomerasi ke berbagai bidang. Antusias-menya masih sangat menetes hingga hari ini. Salah satu bisnisnya yang paling dike-nal adalah tim bola basket NBA Dallas Maverick.

    Kakek Cuban adalah imigran asal Rusia berdarah Yahudi dan ayahnya adalah penjahit kursi mobil. Cuban memiliki jiwa entrepreneur sejak kanak-kanak dengan menjual kantong sampah, suratkabar, dan perangko. Ia pernah bekerja sebagai bar-tender, instruktur disko, pro-motor pesta, dan pemilik bar.

    Salah satu sepak terjang-nya sebagai entrepreneur muda belia adalah sebagai pemilik bar. Bar yang dina-mai "Motleys" dibelinya se-harga US$ 15.000 dengan uang pinjaman dari seorang

    sahabat. Para dosen bisnis-nya sangat terkesan karena Cuban saat itu masih bersta-tus mahasiswa di Indiana University at Bloomington.

    Model kepemilikan dalam Motleys adalah 51% bagi Cu-ban dan 49% bagi investor. Padahal Cuban sama sekali tidak memasukkan uang se-bagai investor. Model kepemi-likan seperti ini digunakan-nya pada awal karier bisnis-nya, mengingat lemahnya situasi cash fl ow saat itu.

    Kini Cuban dikenal lebih dari sekedar pemilik tim bola basket profesional dan seo-rang dotcom-er sukses. Ia di-kenal sebagai investor bisnis aktif yang juga memproduksi fi lm, menulis buku, dan sele-briti media. Film-fi lmnya di-produksi oleh Magnolia Pictu-res dan diputar di grup bios-kop Landmark Theaters yang sama-sama dia miliki.

    Awal keterlibatan Cuban di dunia teknologi dimulai tahun 1982 ketika ia mendi-rikan MicroSolutions sebagai integrator sistem dan penjual reseller aplikasi komputer. Dalam beberapa tahun, ia menjual MicroSolutions US$ 6 juta ke CompuServe.

    Di awal era Internet 1995, Cuban mendirikan Broad-cast.com, salah satu situs yang menayangkan secara

    streaming berbagai acara fa-vorit dunia, termasuk pertan-dingan bola Super Bowl, per-tandingan bola antaruniver-sitas, dan fashion show Victorias Secret.

    Di Broadcast.com, ada 500 stasiun radio dan 100 stasiun televisi yang siap untuk dinikmati oleh pemir-sa. Ide sederhana ini dahsyat efeknya. Terbukti saat initial public offering (IPO) harga saham awal US$ 18 dan ditu-tup di opening day senilai US$ 62.75, terbesar kala itu.

    Pada 1999, Broadcast.com diakuisisi Yahoo! sebesar US$ 5,7 miliar dalam bentuk saham Yahoo! Di masa itu,

    akuisisi miliaran (bukan "jutaan") dollar Amerika Se-rikat masih sangat langka. Ini adalah akuisisi Yahoo! terbesar di masa itu.

    Pasva pelepasan Broad-cast.com, Cuban dikenal seba-gai salah satu orang terkaya versi Forbes (tahun 2011 pe-ringkat 459 dengan net worth US$ 2,6 miliar).

    Sepak terjang Cuban ber-ikutnya sebagai seorang mili-arder jelas berbeda. Ia tidak lagi sebagai pemegang saham aktif dan tidak juga memulai bisnis dengan modal dengkul seperti sebuah situs Web.

    Di tahun 2003, Cuban mengakuisisi grup bioskop Landmark Theaters yang ter-diri dari 58 bioskop bergaya rumah seni. Ia juga mencip-takan acara televisi mirip American Idol bernama Star Search di stasiun CBS.

    Perusahaan fi lmnya 2929 Entertainment memproduksi Bubble, fi lm animasi oleh Ste-ven Soderberg. Jadilah ia pe-milik bisnis fi lm vertikal yang menggabungkan acara televi-si dengan fi lm-fi lm bioskop.

    Selain itu, ia juga men-ciptakan acara realitas di stasiun ABC dengan nama The Benefactor. Di bidang teknologi, ia berinvestasi di Distributed Networking In-dustries, HDNet, IceRocket,

    RedSwoosh (diakuisisi oleh Akamai), Weblogs (diakuisisi AOL), Brondell, Goowy Me-dia, dan Sharesleuth.com, Mamma.com, Motionloft (diakuisisi CISCO), dan lain-nya. Ia juga berinvestasi di berbagai tim bola basket, ba-seball, dan gulat.

    Yang paling memukau adalah posisinya sebagai pe-megang saham terbesar tim basket Dallas Maverick yang dibelinya dari Ross Perrot, jr. Menurut Komisioner NBA David Stern, Cuban sangat berambisi sebagai pemenang dalam setiap pertandingan Dallas Maverick. Di beberapa pertandingan, ia sangat "ga-duh" di tepi arena sambil meneriakkan berbagai strate-gi untuk timnya, padahal ini melanggar peraturan tata tertib pertandingan.

    Mark Cuban punya sema-ngat memulai dan eksekusi yang meluap-luap tanpa ke-nal lelah. Strategi sebagai "fi rst mover" di bidang Web, teknologi, stasiun televisi, perfi lman, bioskop, acara tele-visi, dan olah raga berhasil mendisrupsi status quo.

    Sebagai pemimpin, ia adalah eksekutor yang tidak cuma di belakang, namun juga menjadi pemain utama di ujung tombak. Anda berani seperti Mark Cuban?

    Sepak Terjang Mark Cuban

    Jennie M. Xue, Kolumnis internasional serial entrepreneur dan pengajar, bisnis, berbasis di California

    OTOMOTIF

    Toyota Astra Fokus Pertahankan PasarJAKARTA. Persaingan indus-tri otomotif makin ketat. Mes-kipun pasar saat ini masih te-rasa lesu, Agen Pemegang Merek (APM) seperti PT To-yota Astra Motor (TAM) te-ngah berupaya mempertahan-kan pangsa pasar mereka agar tidak tergerus oleh pesaing.

    Asal tahu saja, hingga tahun 2015 lalu, Toyota masih kokoh ada di peringkat teratas pen-jualan mobil di Indonesia. Namun, dari sisi penguasaan pasar sempat tertekan menja-di 31,7%. Beruntung dengan aktif mengeluarkan produk baru sejak awal tahun, sampai dengan Mei 2016, Toyota kembali meraih pangsa pasar terbesar dengan porsi 35%.

    Penguasaan pasar inilah yang ingin dipertahankan oleh manajemen TAM. Karena itu manajemen TAM akan me-manfaatkan momentum jual-an pada Ramadan dan Lebar-an ini untuk memenuhi per-mintaan masyarakat yang ingin mudik dengan mobil baru. "Soal berapa unit yang nanti terjual tergantung dari demand. Yang penting bagi kami saat ini mempertahan-kan market share," Anton Jimmi, General Manager Marketing Planning TAM.

    Menurut Anton, lonjakan penjualan mobil menjelang Lebaran ini merupakan kegi-atan musiman. Hanya saja, tahun ini ia berharap bisa le-bih baik dari tahun lalu.

    Untuk menjaga pangsa pa-sar 35% tersebut, Anton bi-lang, Toyota menyusun berba-gai strategi. Mulai dari mem-persiapkan produk baru hingga memperkuat promosi dan penjualan. "Kami mengin-tegrasikan kombinasi produk, harga kompetitif, peningkatan

    komunikasi dan jaminan pa-sokan," imbuh Anton.

    Adapun produk baru yang dipersiapkan Toyota adalah, Sienta yang menyasar segmen pasar multi purpose vehicle (MPV) medium. Mobil ini mu-lai didistribusikan Toyota mulai bulan Juli 2016. Anton mengungkapkan, pesanan Si-enta sampai dengan Mei su-dah mencapai 2.094 unit.

    Anton berharap, target pen-jualan rata-rata Sienta per bu-lan bisa mencapai 3.500 unit. Melihat sisa tahun ini yang berkisar enam bulan dari pen-jualan, maka penjualan Sienta diperkirakan bisa mencapai 21.000 unit. Adapun produk Toyota yang masih merajai pasar sepanjang Januari-Mei tahun ini tetap Avanza, me-nyusul Innova (lihat tabel).

    Issa Almawadi

    JAKARTA. Sukses mencatat pertumbuhan positif tahun fi skal 2015 yang berakhir 31 Januari 2016, membuat PT Ateliers Mecaniques D'Indo-nesie Tbk alias Atmindo opti-mistis merancang target tinggi tahun ini. Kini, emiten berko-de saham AMIN itu mengincar pertumbuhan bisnis 60%.

    Untuk tahun fiskal 2016 yang berakhir 31 Januari 2017, manajemen Atmindo mengin-car pendapatan Rp 250 miliar dengan laba Rp 30 miliar. Ada-pun tahun fi skal 2015, penda-patan Atmindo tercatat Rp 150,33 miliar dengan laba ber-sih Rp 18,77 miliar.

    "Target kami capai walau ekonomi lesu. Kami melihat permintaan boiler atau mesin (pemanas) sawit naik," kata Presiden Direktur Atmindo Rudy Susanto, Kamis (9/6).

    Untuk capai target, Rudy bilang, akan meningkatkan kinerja tim penjualan. Di sisi lain, industri sawit sebagai sektor konsumen terbesar Atmindo, belakangan ini ber-angsur membaik. "Harga sawit mulai ada peningkatan. Apala-gi sawit yang ditanam harus

    diolah," ujar Rudy.Perlu diketahui, setiap pab-

    rik kelapa sawit butuh satu unit boiler. Namun demikian, sebagian besar pabrik menyi-apkan dua boiler sekaligus cadangan jika ada kerusakan.

    Merujuk data Atmindo, pab-rik kelapa sawit di Indonesia diperkirakan berjumlah 1.900 unit tahun 2020. Adapun saat ini, baru 700 pabrik sawit yang berdiri. Artinya, ada 1.200 unit pabrik lagi yang akan membu-tuhkan boiler. "Setiap tahun minimal 300 pabrik berdiri, yang membutuhkan 600 unit boiler," terang Rudy.

    Untuk memenuhi perminta-an, Atmindo memiliki kemam-puan produksi 40 unit boiler per tahun. Dengan kapasitas tersebut, Rudy yakin mampu mencapai target penjualan ta-hun ini. Informasi saja, kuartal pertama yang berakhir April, Atmindo membukukan pen-dapatan Rp 36,59 miliar. Dari jumlah itu, 88,97% berasal dari boiler. Adapun laba bersih Atmindo pada kuartal yang sama tercatat Rp 8,44 miliar.

    Issa Almawadi

    ANTARA/Basri Marzuki

    Harga sawit mulai ada peningkatan. Apalagi sawit yang ditanam harus diolah.

    Bikin Boiler, Atmindo Bidik Tumbuh 60%

    PRODUSEN BOILER INDUSTRI

    JAKARTA. Penjualan amunisi dan senjata yang tumbuh membuat produsen senjata PT Pindad optimistis mene-tapkan target pertumbuhan pendapatan tinggi tahun ini. Jika tahun lalu perusahaan pelat merah tersebut menca-tatkan penjualan Rp 2 triliun, tahun ini manajemen Pindad membidik penjualan Rp 3 trili-un atau naik 50%.

    Untuk mencapai target, Pin-dad andalkan empat jenis senjata berkaliber ringan yang baru diluncurkan. "Ini masih kami perkenalka

Embed Size (px)
Recommended