Home >Documents >Anti Amuba Dan Anti Malaria

Anti Amuba Dan Anti Malaria

Date post:29-Jan-2016
Category:
View:179 times
Download:45 times
Share this document with a friend
Description:
medis
Transcript:
  • ANTIPROTOZOAdr Hany Yusmaini., MKesDepartemen Farmakologi dan TerapiFK UPN Veteran Jakarta

  • Protozoa : eukariotik Proses metabolisme menyerupai pejamuEfek toksik pada pejamu

  • OBAT ANTIPROTOZOAANTI AMOEBIASISANTIMALARIAANTITRIPANOSOMIASISANTIGIARDIASIS

  • ANTI AMOEBIASISAmoebiasis : infeksi saluran cerna yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica

    Siklus hidup : 2 bentuk Kista : dapat hidup diluar tubuh- Tropozoit : hidup di dlm tubuh, labil, invasif

  • Siklus hidup Entamoeba hystolityca

  • Klinis : disentry ringan sampai dengan berat bab berdarah lendir akut kronis

    Amubiasis sistemik : abses hati abses paru abses otak

  • Sesuai tempat kerjanya antiamuba dibagi :

    1. AMUBISID LUMINAL diloksanid furoat, paromomisin, tetrasiklin2. AMUBISID SISTEMIK emetin, dihidroemetin, kloroquin3. AMUBISID CAMPURANmetronidazol

  • METRONIDAZOLEObat pilihan untuk

    E hystolitica, Giardia lamblia, Trichomonas vaginalisKokkus anaerobBasil anaerob (bacteroides, clostridia)

  • FARMAKOKINETIKA : peroral baikD : ke seluruh cairan dan jaringan tubuhM : interaksi dengan inducer dan inhibitor enzim metabolisme di hatiE : urine

    ESO : mual, muntah, nyeri epigastrium, kram perut, rasa logam, vertigo, parestesi

  • AMUBISID LUMINALDILOKSANID FUROATIndikasi : amubiasis intestinalPemberian p.oESO : ringan : flatulen, urtikaria, mulut kering

    2. PAROMOMISINTrmsk aminoglikosidHampir tidak diabsorpsi

  • Menurunkan populasi flora intestinalAmubisid langsung : efek pd membran sel amubaESO : ggn sal cerna

  • AMUBISID SISTEMIKKLOROKUINAntimalariaDigunakan jg sbg amubisid sistemikMencegah abses hati amuba (bersama metronidazol)Tidak bermanfaat untuk amubiasis intestinal

  • Obat Antimalaria

  • MALARIAInfeksi akut yang disebabkan oleh 4 spesies plasmodium.Plasmodium falciparum : malaria tropikaPlasmodium vivaxPlasmodium ovalePlasmodium malariae : malariae kuartana

    - Plasmodium knowlesi : primataMalaria tersiana

  • SIKLUS HIDUP PLASMODIUMSiklus aseksual : pada hospes antara : manusia- Erythrocytic cycle- Exoerythrocytic cycle

    Siklus seksual : pada hospes definitif : nyamuk anopheles- Sporogonic cycle

  • Life cycle of the malarial parasite Sporogeny (sexual) Schizogony (asexual) Man : Intermediate hostMosquito : Definitive host True causal prophylactics Causal prophylactics Supressives Gametocidal Sporonticide

  • Tantangan terbesar : menurunnya efikasi obat2 anti malaria dan masalah resistensiThn 2004 di Indonesia digunakan obat kombinasi ACTs : artesunat + amodiaquin SKRT 2001, dari 484 kab/kota 338 nya mrpkn daerah endemis malaria, 15 juta kasus, 38rb kematian per tahun

  • TERAPI MALARIAPROFILAKSIS : klorokuin, hidroksiKlorokuin, meflokuin, primakuin, pirimetamin, doksisiklinPirimetamin + sulfadoksin, proguanilTREATMENT : Klorokuin, hidroksiklorokuinMeflokuin, primakuin, pirimetamin, kininPirimetamin + sulfadoksin, proguanil, Artemisinin (ACT)

  • OBAT ANTI MALARIA

    Skizontosid Jaringan : Primakuin, Proguanil, Skizontosid Darah : Klorokuin, Kuinin, Meflokuin, Pirimetamin, artemisininSporontozid : PirimetaminGametositosid : Primakuin, Proguanil, Klorokuin, Kina

    Skizontosid darah mengendalikan serangan klinikSkizontosid jaringan mencegah relaps..Kombinasi keduanya : pengobatan radikal

  • SKIZONTOSID JARINGAN (LIVER STAGES) : Primakuin, ProguanilSKIZONTOSID DARAH (BLOOD STAGES) :Klorokuin, Kuinin, Meflokuin, Pirimetamin, Artemisinin

    SPORONTOSID :Pirimetamin

    GAMETOSITOSID :Primakuin Proguanil, Klorokuin, Kina

  • Tidak ada satu obat yang bekerja pada semua stages, complete elimination membutuhkan lebih dari satu obat

  • KLOROKUIN

    4-Aminoquinolin, drug of choice utk terapi dan profilaksis malaria sejak tahun 1940 an, Skrg resistensi meningkatSkrg digunakan untuk infeksi plasmodium vivax, ovale dan falciparum (yang sensitif), lebih baik drpd kinaEfektif untuk fase eritrosit (skizontosid darah), tidak efektif untuk fase eksoeritrosit (liver stage)

    Untuk P vivax : perlu kombinasi dengan primakuin untuk mencegah relaps

  • Chloroquine: Synthesized by Germans in 1934 ( resochin)

    d & l isomers, d isomer is less toxic Cl at position 7 confers maximal antimalarial efficacy

  • Mekanisme kerja : - menghambat aktivitas polimerase heme plasmodia yang merubah heme (toksik) menjadi hemozoin (non toksik)- mempengaruhi sintesis DNA plasmodium

    Resistensi >>> t.u terhadap plasmodium falciparum

    Warning G6PD : hemolisis

  • Hemoglobin Globin utilized by malarial parasite Heme (highly toxic for malaria parasite)Chloroquine Quinine, (-) (+) Heme Polymerase mefloquine Hemozoin (Not toxic to plasmodium)

    Mechanism of action

  • Pharmacological ActionsAntimalarial activity: High against erythrocytic forms of vivax, ovale, malariae & sensitive strains of falciparum Gametocytes of vivaxNo activity against tissue schizonts Resistance develops due to efflux mechanism Other parasitic infections: Giardiasis, taeniasis, extrainstestinal amoebiasis Other actions:Depressant action on myocardium, direct relaxant effect on vascular smooth muscles, antiinflammatory, antihistaminic , local anaesthetic

  • PharmacokineticsWell absorbed, tmax 2-3 hrs , 60 % protein bound Concentrated in liver , spleen, kidney, lungs , leucocytes Selective accumulation in retina: occular toxicity T1/2 = 3-10 days increases from few days to weeks

  • Adverse drug reactionsIntolerance: Nausea, vomiting, anorexia skin rashes, angioneurotic edema, photosensitivity, pigmentation, exfoliative dermatititisLong term therapy may cause bleaching of hair Rarely thrombocytopenia, agranulocytosis, pancytopenia

  • Adverse drug reactionsOccular toxicity: High dose prolonged therapyTemporary loss of accommodation Lenticular opacities, subcapsular cataract Retinopathy: constriction of arteries, edema, blue black pigmentation , constricted field of vision. CNS: Insomnia, transient depression seizures, rarely neuromyopathy & ototoxicityCVS: ST & T wave abnormalities, abrupt fall in BP

  • DosageDosis awal 10 mg/kg BB dilanjutkan 5 mg/kg BB pada 6, 12, 24 dan 36 jam berikutnya sehingga tercapai dosis total 30 mg/kgBB dalam 2 hari

    Posologi :Tablet p.o klorokuin fosfat 500 mg dan 250 mg dan syrup klorokuin fosfat 50mg/5ml

  • Tahun 1973 pertama kali ditemukan kasus resisten p falciparum thd klorokuin di Indonesia (Kalimantan Timur)Tahun 1990, dilaporkan telah tjd resistensi P falciparum thd klorokuin dan fansidar (P-S) di seluruh provinsi di Indonesia

    2001 : WHO merekomendasikan penggunaan ACT (Artemisinin based Combination Therapy) : sbg first line therapy menggantikan klorokuinObat kombinasi : artesunat + amodiakuin

  • Drugs used in chloroquine resistant malaria Mefloquine Quinine Sulfadoxine pyrimethamine ACT

  • Di Indonesia ada 2 regimen ACT

    Artesunate + amodiakuinDihydroartemisinin + piperakuin

  • KININ DAN KUINIDINBerasal dari kulit pohon cinchona , obat tradisional org IndianAbad ke -18 alkaloid cinchona diekstraksi , dan sejak itu digunakan untuk profilaksis dan treatment malariaSkizontosid darah semua plasmodium, gametositosid P vivax dan P ovaleKurang efektif dibandingkan klorokuin, dan lebih toksikRapid onset, t1/2 lama

    Kuinidin adalah dekstro isomer dari Kinin, sama efektif dengan Kinint1/2 lebih cepatIndikasi : treatment severe infection plasmodium falciparum

  • KININ DAN KUINIDINESO : - dosis terapi mybbkan tinitus, headache, nausea, dizzines, flushing, visual disturbance Cinchonism- Black Water Fever : hemolisis, hemoglobinuria krn reaksi hipersensitivitas

    Indikasi : Severe Infection by Plasmodium Falciparum Tidak digunakan untuk profilaksis

  • PIRIMETAMINSkizontosid darah kerja lambat dengan waktu paruh lebih lamaSering dikombinasi dengan sulfadoksin (fansidar) : efek sinergis- Mekanisme kerja : menghambat dihidrofolat reduktase- ESO : anemia makrositik akibat def asam folat, trombositopenia, agranulositosis

  • Sulfadoxine-pyrimethamine FansidarSulfadoxine 500 mg + pyrimethamine 25 mg, 3 tablets once for acute attack Not recommended for prophylaxisUse:single dose treatment of uncomplicated chloroquine resistant falciparum malaria patients intolerant to chloroquineFirst choice treatment for toxoplasmosis

  • PRIMAKUINSkizontosid jaringanMengeradikasi bentuk laten dari plasmodium vivax dan ovaleTidak efektif untuk fase eritrositerMencegah relapsBiasanya dikombinasi dengan klorokuinESO : anemia hemolitik pada G6PD : ras asia, mediterania >> ras afrika

  • AMODIAKUINAntimalaria derivat 4-aminokuinolinEfektifitasnya sama dengan klorokuin thd p. falciparum yg sensitif thd klorokuin dan efektif untuk strain yg resisten klorokuin

    Tidak untuk profilaksis ; efek samping agranulositosis

  • Absorpsi peroral baikMetabolisme di hati : konversi menjadi metabolit aktif (desetilamodiakuin) mempunyai efek terapi lebih besar dari parent drugnya

    Mekanisme kerja : menghambat polimerisasi haem yg bersifat toksik pd plasmodium

  • ARTEMISININ & derivativesSesquiterpen lacton endoperoxide berasal dari tanaman obat : Qing Hao (Artemisia annua), dikenal dlm pengobatan cina > 2000thn yg lalu, thn 1596 digunakan utk malaria, 1972 diidentifikasi senyawa aktifnya : Qing haosu : Artemisinin

    Skizontosid darah y

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended