Home > Documents > analisis pengaruh ukuran perusahaan dan struktur modal terhadap ...

analisis pengaruh ukuran perusahaan dan struktur modal terhadap ...

Date post: 19-Jan-2017
Category:
Author: lamtram
View: 216 times
Download: 3 times
Share this document with a friend
Embed Size (px)
of 26 /26
1 ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI Oleh Wenty Agrestya NPM: 0641031099 Telepon: 085366716868 Email: [email protected] Pembimbing I : Kiagus Andi, S.E.,M.Si.,Akt Pembimbing II : Yuztitya Asmaranti.S.E.,M.Si ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik perusahaan ukuran perusahaan dan struktur modal terhadap kinerja keuangan pada perusahaan manufactur yang terdaftar di BEI. Penelitian ini difokuskan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2008-2010 dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 83 perusahaan. Metode analisis pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROA dan struktur modal yang di proksikan dengan DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan yang di proksikan dengan ROA. Kata kunci : ROA, Ukuran Perusahaan, DER, Perusahaan Manufaktur
Transcript
  • 1

    ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN STRUKTUR

    MODAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN

    MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI

    Oleh

    Wenty Agrestya

    NPM: 0641031099

    Telepon: 085366716868

    Email: [email protected]

    Pembimbing I : Kiagus Andi, S.E.,M.Si.,Akt

    Pembimbing II : Yuztitya Asmaranti.S.E.,M.Si

    ABSTRAK

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik perusahaan

    ukuran perusahaan dan struktur modal terhadap kinerja keuangan pada perusahaan

    manufactur yang terdaftar di BEI.

    Penelitian ini difokuskan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa

    Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2008-2010 dengan menggunakan metode

    purposive sampling sehingga diperoleh 83 perusahaan. Metode analisis pada

    penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda.

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif

    dan signifikan terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROA dan

    struktur modal yang di proksikan dengan DER berpengaruh negatif dan signifikan

    terhadap kinerja keuangan yang di proksikan dengan ROA.

    Kata kunci : ROA, Ukuran Perusahaan, DER, Perusahaan Manufaktur

    mailto:[email protected]

  • 2

    ANALYSIS OF EFFECT SIZE OF ITS CAPITAL STRUCTURE AND

    FINANCIAL PERFORMANCE IN MANUFACTURING COMPANIES

    LISTED IN BEI

    by

    WENTY AGRESTYA

    NPM: 0641031099

    Telepon: 085366716868

    Email: [email protected]

    Pembimbing I : Kiagus Andi, S.E.,M.Si.,Akt

    Pembimbing II : Yuztitya Asmaranti.S.E.,M.Si

    ABSTRACT

    This study aimed to determine the effect of firm characteristics firm size and

    capital structure of the company's financial performance in manufactur listed on

    the Stock Exchange.

    This study focused on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock

    Exchange (BEI) for the period 2008-2010 by using purposive sampling to obtain

    83 companies. The method of analysis in this study is multiple regression

    analysis.

    The results of this study indicate that company size and significant negative effect

    on financial performance is proxied by ROA and capital structure in a DER

    proksikan negative and significant impact on the financial performance proksikan

    with ROA.

    Keywords: ROA, Company Size, DER, Manufacturing

    mailto:[email protected]

  • 3

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Kinerja keuangan didefinisikan sebagai prestasi manajemen dalam mencapai

    tujuan perusahaan yaitu menghasilkan keuntungan untuk meningkatkan nilai

    perusahaan dan merupakan alat ukut keberhasilan perusahaan untuk menghasilkan

    laba suatu perusahaan ( Brigham & Houston, 2001). Kinerja merupakan hasil dari

    banyak keputusan individual yang dibuat secara terus menerus oleh manajemen.

    Oleh karena itu untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan, perlu dilibatkan

    analisis dampak keuangan komulatif dari keputusan dan mempertimbangkannya

    dengan menggunakan ukuran komparatif

    Dalam beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terdapat perbedaan

    hasil penelitian. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Niken (2009)

    menemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap ROA. Namun

    hasilnya tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Olufemi I. Falope

    dan Lubanjo T. Ajilore (2009) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan

    berpengaruh negatif terhadap ROA.

    Dalam penelitian yang dilakukan oleh Kusuma (2011) ditemukan bahwa capital

    structure yang diukur dengan menggunakan DER berpengaruh negatif terhadap

    ROA. Namun hasilnya tidak konsisten dengan penelitian yangdilakukan oleh

    Priharyanto (2009), yang menyatakan bahwa DER dan Ukuran perusahaan

    berpengaruh positif terhadap ROA.

    Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian

    dengan judul Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Struktur

    Modal terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang

    listing di Bursa Efek Indonesia.

  • 4

    1.2 Perumusan Masalah

    Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut, maka yang menjadi

    permasalahan dalam penelitian ini adalah:

    1. Bagaimanakah pengaruh ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan?

    2. Bagaimanakah pengaruh struktur modal terhadap kinerja keuangan?

    1.3 Pembatasan Masalah

    Penelitian ini memiliki batasan-batasan sebagai berikut:

    1. Penelitian dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa

    Efek Indonesia

    2. Analisis dilakukan pada laporan keuangan perusahaan manufaktur periode

    2008-2010

    3. Perusahaan sampel dilakukan berdasarkan metode purposive sampling

    1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian

    1.4.1 Tujuan Penelitian

    Berdasarkan latar belakang dan permasalahan yang disajikan maka tujuan dari

    penelitian ini adalah:

    1. Untuk mengetahui apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap

    kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa

    Efek Indonesia.

    2. Untuk mengetahui apakah struktur modal berpengaruh terhadap kinerja

    kuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek

    Indonesia.

    1.4.2 Manfaat Penelitian

    Manfaat penelitian ini adalah:

    a. Bagi Peneliti

    Kegiatan penelitian ini merupakan penerapan untuk mengaplikasikan

    pengetahuan teoritis yang telah dipelajari selama kuliah ke dalam dunia

    penelitian.

    b. Bagi Manajemen Perusahaan

  • 5

    Bagi manajemen perusahaan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan

    manajemen dalam mengelola perusahaan agar dapat menghasilkan kinerja

    yang baik dan mampu meberikan keuntungan bagi perusahaan

    c. Bagi Akademisi

    Bagi akademisi penelitian ini diharapkan dapat menjadi literatur bagi

    teman-teman mahasiswa dan pihak-pihak lain yang akan menyusun skripsi

    atau melakukan penelitian selanjutnya.

  • 6

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    2.1 Karakteristik Perusahaan

    Perusahaan Manufaktur memiliki kontribusi yang cukup besar dalam masalah-

    masalah polusi, limbah, keamanan produk dan tenaga kerja. Hal ini disebabkan

    karena perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang paling banyak berinteraksi

    dengan masyarakat.

    2.2. Ukuran Perusahaan

    Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat

    dinyatakan dengan total aktiva. Semakin besar total aktiva maka semakin besar

    pula ukuran suatu perusahaan, Semakin besar total aktiva maka semakin besar

    modal yang ditanam, sementara semakin banyak penjualan maka semakin banyak

    juga perputaran uang dalam perusahaan. Dengan demikian ukuran perusahaan

    merupakan ukuran atau besarnya aset yang dimiliki oleh perusahaan.

    2.3. Struktur Modal

    Struktur modal adalah pembelanjaan permanen didalam mencerminkan

    perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Struktur modal

    tercermin pada hutang jangka panjang dan unsur-unsur modal sendiri, dimana

    kedua golongan tersebut merupakan dana permanen atau dana jangka panjang.

    Dengan demikian maka struktur modal hanya merupakan sebagian saja dari

    struktur financial.

    Struktur modal perusahaan merupakan komposisi dana jangka panjang yang

    berbeda dari segi jenis maupun biayanya. Alasan perusahaan memerlukan lebih

    dari satu jenis dana adalah karena kombinasi resiko atau sifat biaya modal yang

    berbeda akan menghasilkan biaya modal rata-rata yang lebih rendah daripada

    menggantungkan diri sepenuhnya pada satu sumber saja.

  • 7

    2.4. Kinerja Keuangan

    Kinerja keuangan adalah prestasi kerja dibidang keuangan yang telah dicapai

    perusahaan dan tertuang dalam laporan keuangan perusahaan. Kinerja keuangan

    dapat diukur dengan return on assets (ROA), karena ROA merupakan rasio yang

    dapat mengukur efektivitas perusahaan didalam menghasilkan keuntungan dengan

    memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Penilaian kinerja suatu perusahaan dapat

    digunakan sebagai alat untuk melakukan analisis yang tergantung dari sudut

    pandang pemilik, kreditur dan menejer. Jika dilihat dari sudut pandang pemilik,

    maka kinerja perusahaan dinilai dari segi kemampuan perusahaan dalam

    menghasilkan laba bagi pemegang saham perusahaan. Jika dari sudut pandang

    kreditur, kinerja keuangan dinilai dari segi efisiensi dan efektivitas

    perusahaan.Pengukuran kinerja merupakan analisis data serta pengendalian bagi

    perusahaan. Pengukuran kinerja digunakan perusahaan untuk melakukan

    perbaikan diatas kegiatan operasionalnya agar dapat bersaing dengan perusahaan

    lain. Bagi investor informasi mengenai kinerja perusahaan dapat digunakan untuk

    melihat apakah mereka mempertahankan investasi mereka diperusahaan tersebut

    atau mencari alternatif lain. Selain itu pengukuran juga dilakukan untuk

    memperlihatkan kepada penanam modal maupun pelanggan atau masyarakat

    secara umum bahwa perusahaan memiliki kredibilitas yang baik (Munawir, 1995).

    2.5. Pengembangan Hipotesis

    2.5.1 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan

    Salah satu tolak ukur yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan adalah ukuran

    perusahaan. Penentuan ukuran perusahaan dapat dinyatakan dengan total aktiva.

    Faktor ukuran perusahaan yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan

    merupakan factor penting dalam pembentukan laba. Perusahaan besar yang

    dianggap telah mencapai tahap kedewasaan merupakan suatu gambaran bahwa

    perusahaan tersebut relative lebih stabil dan lebih mampu menghasilkan laba

    dibandingkan perusahaan kecil

    Dengan adanya sumber daya yang besar, maka perusahaan dapat melakukan

    investasi baik untuk aktiva lancar maupun aktiva tetap juga memenuhi permintaan

    produk. Hal ini akan semakin memperluas pangsa pasar. Dengan adanya

  • 8

    penjualan yang semakin meningkat, perusahaan dapat menutup biaya yang keluar

    pada saat proses produksi, dengan begitu laba perusahaan akan meningkat

    ( Hastuti , 2009).Jadi hipotesis yang diambil adalah :

    Ha1 : Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan

    2.5.2 Pengaruh Struktur Modal terhadap Kinerja Keuangan

    Dalam penelitian ini pengukuran struktur modal menggunakan proksi debt to

    equity ratio (DER) yaitu perbandingan antara total hutang dan total equitas yang

    dimiliki perusahaan. Secara logika, nilai rasio ini seharusnya seminimal mungkin

    dengan argumentasi bahwa perusahaan perusahaan tentu akan menghindari

    hutang dan mengutamakan ekuitas perusahaan sebagai sumber pendanaan.

    Sedangkan kinerja keunagan diukur dengan proksi return on asset (ROA), dimana

    nilai ROA memiliki implikasi seberapa baik perusahaan bisa menhasilkan laba

    bersih dari aset-aset yang dimilikinya. Ini berarti rasio ini mengukur tingkat

    efektivitas penggunaan aset-aset perusahaan untuk menghasilkan laba bersih.

    Secara umum semakin besar rasio ini makan akan semakin baik untuk kinerja

    keuangan.

    Jadi hipotesis yang diambil adalah:

    Ha2: Struktur modal berpengaruh negatif terhadap Kinerja keuangan

    2.6 Tinjauan penelitian terdahulu

    Penelitian/judul Variabel Hasil

    1.Hastuti Niken (2009),

    Analisis pengaruh periode

    perputaran persediaan,periode

    perputaran hutang dagang,rasio

    lancar,leverage,pertumbuhan

    penjualan,ukuran perusahaan

    terhadap profitabilitas

    perusahaan

    Variabel Dependen (Y):

    - ROA

    Variabel Independen (X):

    -Peripode perputaran

    persediaan

    -hutang dagang

    -rasio lancar

    -Periode perputaran hutang

    dagang,leverage,ukuran

    perusahaan berpengaruh

    signifikan terhadap ROA

    -Persediaan,rasio

    lancar,pertumbuhan penjualan

    tidak berpengaruh signifikan

  • 9

    -Leverage

    -Pertumbuhan penjualan

    -Size

    2.Andika Kusuma (2011),

    Analisis Capital structure dan

    pengaruh nya terhadap

    performa keuanga

    Variabel dependen (Y) :

    -ROA

    Variabel independen (X):

    -DER

    -Capital structure berpengaruh

    negatif terhadap performa

    keuangan

  • 10

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    3.1 Data Penelitian

    Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

    dokumentasi yaitu memperoleh data dari dokumen berupa laporan keuangan

    tahunan yang diterbitkan oleh perusahaan manufaktur yang go public dan terdapat

    di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD).

    3.2 Populasi dan Penentuan Sampel

    Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh perusahaan

    manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam periode waktu 2008-

    2010. Pemilihan sample dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive

    sampling, yaitu tipe pemilihan sample secara tidak acak yang informasinya

    diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu. Adapun criteria yang di

    gunakan dalam penentuan sample adalah :

    1. Tercatat sebagai perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia pada

    tahun penelitian 2008-2010 .

    2. Perusahaan terdaftar sejak tahun 2008 dan tidak di delisting selama

    periode pengamatan (2008-2010).

    3. Perusahaan telah menyelesaikan kewajibannya dalam menyerahkan

    laporan tahunan periode tahun 2008-2010 yang telah di audit dan berakhir

    pada tanggal 31 desember selama periode pengamatan.

    4. Memiliki data yang lengkap terkait dengan variable-variabel yang

    digunakan dalam penelitian

    5. Perusahaan tidak menghasilkan laba negatif selama periode tahun 2008-

    2010

  • 11

    Berdasarkan criteria diatas maka peneliti memperoleh sample sebanyak 83

    perusahaan dengan perhitungan sebagai berikut:

    Populasi 148

    Kriteria :

    Perusahaan yang tidak lengkap laporan keuangan nya periode 2008-

    2010

    Perusahaan yang menghasilkan laba negative periode 2008-2010

    23

    42

    Total Sampel 83

    3.3 Model Penelitian

    Berdasarkan uraian-uraian yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya

    sebagai dasar yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, berikut ini merupakan

    model penelitian yang tersaji dalam gambar.

    3.4 Operasional Variabel Penelitian

    3.4.1 Variabel dependen (Y)

    Variable dependen dalam penelitian ini adalah Kinerja keuangan. Kinerja

    keuangan adalah prestasi kerja dibidang keuangan yang telah dicapai perusahaan

    dan tertuang dalam laporan keuangan perusahaan. Kinerja keuangan dapat diukur

    dengan return on assets (ROA). ROA dipilih sebagai proxi karena rasio tersebut

    berfungsi untuk mengukur efektivitas perusahaan didalam menghasilkan

    keuangan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Rasio ini merupakan

    rasio yang terpenting diantara rasio profitabilitas yang ada. (Robert Ang, 1997).

    Pada penelitian ini, ROA dihitung dengan menggunakan rumus:

    ROA = Net Income

    Total Asset

  • 12

    3.4.2 Variabel Independen (X)

    Variabel Independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen.

    Variabel independen dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan dan struktur

    modal. Untuk pengukuran masing-masing variabel independen sebagai berikut :

    1. Ukuran Perusahaan (Size)

    Ukuran perusahaan menunjukkan seberapa besar perusahaan dilihat dari total aset

    yang dimiliki. Untuk memberikan kriteria yang pasti mengenai ukuran suatu

    perusahaan, (Hastuti , 2009).

    Ukuran perusahaan = Ln total assets

    2. Struktur modal

    Struktur modal merupakan perbandingan antara total hutang yang dimiliki

    perusahaan terhadap total ekuitas perusahaan. Struktur modal diukur dengan Debt

    to equity ratio (DER), yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan modal sendiri

    untuk memenuhi kewajibannya dan menggambarkan perbandingan antara total

    hutang dan total equitas yang digunakan sebagai sumber pendanaan usaha yang

    menyangkut keputusan pendanaan. (Helfert, 1997).

    DER = Total Debt

    Total Equty

    3.5 Alat Analisis

    3.5.1 Analisis Regresi Linier Berganda

    Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh variable

    independent terhadap variable dependen. Variabel independen dalam penelitian

    ini adalah ukuran perusahaan dan struktur modal. Sedangkan variable

    dependennya adalah kinerja keuangan.

    Adapun persamaan untuk menguji hipotesis secara keseluruhan pada penelitian ini

    adalah sebagai berikut:

    Y = a+biXi+b2X2

    Keterangan:

    Y = ROA

    a = Konstanta

    X1 = Ln ta

    X2 = DER

    e = Error

  • 13

    Pengolahan data dilakukan dengan Microsoft excel,sedangkan pengujian hipotesis

    dilakukan dengan Statiscial Package for Social science (SPSS) versi 17 pada

    tingkat keyakinan 95% dan tingkat kesalahan dalam analisis ( ) 5%.

    3.5.2 Uji Asumsi Klasik

    3.5.2.1 Uji Normalitas

    Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam metode regresi, variable

    terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak

    (Ghozali,2005). Model regresi yang baik adalah data yang berdistribusi normal

    atau mendekati normal.

    3.5.2.2 Uji Multikolinearitas

    Multikolinearitas terjadi jika ada hubungan linear yang sempurna atau hampir

    sempurna antara beberapa anatara beberapa atau semua variabel independen

    dalam model regresi.

    3.5.2.3 Uji Autokorelasi

    Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier

    terjadi korelasi (hubungan) antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan

    kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya).

    Untuk mengetahui apakah terjadi autokorelasi dalam model regresi, digunakan uji

    Durbin Watson (DW Test).

    Hipotesis yang akan di uji adalah :

    H0 : Tidak ada korelasi (r = 0 )

    Ha : Ada Autokorelasi (r 0 )

    Tabel 1.

    Dasar pengambilan keputusn ada tidaknya autokorelasi

    Hipotesis nol Keputusan Jika

    Tidak ada autokorelasi

    positif

    Tolak 0 < d < dl

    Tidak ada autokorelasi

    positif

    No Desicison dl d du

    Tidak ada korelasi

    negative

    TOLAK 4 dl < d < 4

    Tidak ada korelasi

    negative

    No Desicison 4 du d 4 dl

  • 14

    Tidak ada autokorelasi

    positif atau negatif

    Tidak ditolak Du < d < 4 - du

    3.5.2.4 Uji Heterokedastisitas

    Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi

    terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain.

    Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka

    disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedasitas.

    3.5.3 Uji Hipotesis

    3.5.3.1 Koefisien Determinasi

    Koefisian determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan

    model dalam menerangkan variasi variable dependen.

    Data dalam penelitian ini akan diolah dengan menggunakan program Statistical

    Package For Social Science (SPSS). Hipotesis dalam penelitian ini dipengaruhi

    oleh nilai signifikansi koefisien variable yang bersangkutan setelah dilakukan

    pengujian. Kesimpulan hipotesis dilakukan berdasarkan t-test untyuk menguji

    signifikansi variable-variabel independent terhadap variable dependen.

  • 15

    BAB IV

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    4.1 Analisis Data

    Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur

    yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008 , 2009 dan 2010..

    Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Software SPSS (Statistical

    Package For the Social Science ) versi 17.0

    4.2 Statistik Deskriptif

    Tabel 2

    Hasil Perhitungan Descriptive Statistik

    A. Statistik Deskriptif

    (Sumber: Hasil Output SPSS)

    Keterangan :

    ROA : Return On Asset

    Ukuran Perusahaan : Size

    DER : Debt Equity Ratio

    Tabel diatas menunjukkan jumlah observasi yang di olah sebanyak 249 observasi

    dalam 83 sampel yang memenuhi criteria. Dari hasil pengujian dapat dilihat

    bahwa variable dependen yang di wakili ROA memiliki nilai minimum (terkecil)

    yaitu 0,00, nilai minimum tersebut artinya bahwa jumlah laba terendah adalah

    sebesar 0,00 kali dari jumlah total aktiva. Nilai maximum (terbesar) yaitu 0,39

    Descriptive Statistics

    249 13,86 30,36 24,4813 4,31806

    249 ,00 5,18 1,4638 ,87661

    249 ,00 ,39 ,0821 ,07524

    249

    LN Aktiva

    DER

    ROA

    Valid N (listwise)

    N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

  • 16

    artinya bahwa laba terbesar perusahaan sebesar 0,39 kali dari jumlah total aktiva

    nya. Nilai rata-rata sebesar 0,0821 artinya bahwa selama periode penelitian rata-

    rata perusahaan memiliki laba sebesar 0,0821 dari jumlah total aktiva. Sedangkan

    nilai standar deviasi nya yaitu sebesar 0,07524 artinya selama periode penelitian,

    ukuran penyebaran data variable ROA adalah sebesar 0,07524.

    Variabel Ukuran Perusahaan mempunyai nilai minimum (terkecil) yaitu sebesar

    13,86, nilai minimum tersebut artinya jumlah total aktiva terendah adalah sebesar

    13,86 , nilai maksimum yaitu 30,36 artinya bahwa jumlah aktiva terbesar

    perusahaan sebesar 30,36. Nilai rata-rata sebesar 24,4813 artinya bahwa selama

    periode penelitian rata-rata perusahaan memiliki total aktiva sebesar 24,4813.

    Sedangkan nilai standar deviasi nya yaitu sebesar 4,31806 artinya selama periode

    penelitian, ukuran penyebaran data variable ukuran perusahaan adalah sebesar

    4,31806.

    Variabel DER mempunyai nilai minimum (terkecil) yaitu sebesar 0,00, nilai

    tersebut artinta bahwa jumlah total hutang terendah adalah sebesar 0,00 kali dari

    total ekuitas perusahaan. Nilai maksimum (terbesar) yaitu sebesar 5,18 artinya

    bahwa total hutang terbesar perusahaan perusahaan sebesar 5,18 kali dari total

    Equity nya. Nilai rata-rata sebesar 1,4638 artinya bahwa selama periode

    penelitian rata-rata perusahaan memiliki hutang adalah sebesar 1,4638 kali dari

    total Equity nya. Sedangkan standar deviasi nya sebesasr 0,87661 artinya selama

    periode penelitian ukuran penyebaran dari variable DER adalah sebesar 0,87661.

    4.3 Pengujian Asumsi Klasik

    4.3.1 Uji Normalitas

    Uji ini bertujuan menguji apakah dalam metode regresi, variabel terikat dan

    variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali,

    2005).. Dasar pengambilan keputusan dalam uji kolmogorove-smirnove adalah :

    Bila Asymp. Sig (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal

    Bila Asymp. Sig (2-tailed) < 0,05 maka data tidak berdistribusi

    normal

  • 17

    Gambar 2

    Hasil Uji Normalitas

    Hasil Statistik Non Parametrik Kolmogorove-Smirnove

    Tabel 3

    Dari hasil uji normal probability menggambarkan nilai residual atau error term

    terdistribusi secara normal. Di dalam grafik tersebut terlihat plots menyebar

    disekitar garis diagonal dan mengikuti arah diagonal. Sedangkan dari hasil

    pengujian statistic dengan menggunakan analisis non parametric

    kolmogorove-smirnov. Maka bahwa tingkat signifikansi ROA, Ukuran

    perusahaan dan DER lebih dari 0,05 yang berarti nilai residual berdistribusi

    secara normal.

    One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

    249 249 249

    26,8023 ,3584 ,0994

    2,60049 ,19912 ,07172

    ,084 ,081 ,083

    ,084 ,078 ,083

    -,083 -,081 -,083

    1,325 1,280 1,307

    ,060 ,076 ,066

    N

    Mean

    Std. Deviation

    Normal Parameters a,b

    Absolute

    Positive

    Negative

    Most Extreme

    Differences

    Kolmogorov-Smirnov Z

    Asymp. Sig. (2-tailed)

    Ukuran

    Perusahan DER ROA

    Test distribution is Normal.a.

    Calculated from data.b.

  • 18

    4.3.2 Uji Multikolinieritas

    Multikolinearitas terjadi jika ada hubungan linier yang sempurna atau hampir

    sempurna antara beberapa atau semua variabel independen dalam model

    regresi. Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

    ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi

    yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variable bebas (

    Ghozali, 2005).

    Untuk menguji adanya multikolinearitas dapat dilakukan dengan menganalisis

    korelasi antar variable dan perhitungan nilai toleransi serta variance inflation

    factor (VIF). Multikolinearitas terjadi jika nilai tolerance lebih kecil dari 0,1

    yang berarti tidak ada korelasi antar variabel independen yang nilainya lebih

    dari 95%.

    Dan nilai VIF lebih besar dari 10, apabila VIF kurang dari 10 dapat dikatakan

    bahwa variable Independen yang digunakan dalam model adalah dapat

    dipercaya dan objektif. Berikut ini disajikan dalam table

    Tabel 4

    Hasil Uji Multikolinearitas

    Variabel Independen Tolerance VIF Kesimpulan

    Ukuran Perusahaan 0,605 1,653 Tidak ada Multikolinearitas

    DER 0,605 1,653 Tidak ada Multikolinearitas

    Hasil perhitungan nilai tolerance diatas menunjukkan bahwa tidak ada variable

    independent yang memiliki nilai tolerance kurang dari 0,1. Begitu juga dengan

    hasil perhitungan nilai VIF yang menunnjukkan bahwa tidak ada variable

    independent yang memiliki VIF lebih dari 10. Dari analisis diatas dapat

    disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variable independent dalam

    regresi.

  • 19

    4.3.3 Uji Autokorelasi

    Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier

    terjadi korelasi (hubungan) antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan

    kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya).

    Berikut disajikan dalam table hasil uji autokorelasi dalam penelitian ini.

    Tabel 5

    Uji Autokorelasi

    Nilai Durbin-Watson diketahui sebesar 1,945 dan berada diantara nilai dU sebesar

    1,789 dan 4-dU sebesar 2,211. Hal ini berarti tidak adanya auto korelasi antar

    perusahaan dalam periode pengamatan.

    4.3.4 Uji Heterokedastisitas

    Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regrsi terjadi

    ketidaksamaan dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance

    dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut

    homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.

    Berikut ini hasil pengujian heteroskedastisitas yang disajikan dalam gambar

    Model Summaryb

    ,577a ,333 ,328 ,06169 1,945

    Model

    1

    R R Square

    Adjusted

    R Square

    Std. Error of

    the Estimate

    Durbin-

    Watson

    Predictors: (Constant), DER, LN Aktivaa.

    Dependent Variable: ROAb.

  • 20

    Gambar 3

    Uji heteroskedastisitas

    Dari grafik diatas tampak bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar

    baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y sehingga dapat disimpulkan

    bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.

    4.4 Goodness of Fit

    Goodness of Fit Test digunakan untuk mengukur ketepatan fungsi regresi sample

    yang dinyatakan dalam koefisisen determinasi majemuk (R2), dimana koefisien

    determinasi ini berguna untuk mengukur kemampuan model dalam menerangkan

    variasi variable dependen. Nilai R2 berkisar antara 0 dan 1. Jika nilai R

    2 ini 0

    berarti kemampuan variable-variabel independen dalam menjelaskan variasi

    variable dependen amat terbatas. Sedangkan nilai R2

    yang mendekati 1

    menjelaskan bahwa variable-variabel independen memberikan hampir semua

    informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Dari

    tabel 4 di atas dilihat bahwa nilai adjusted R2 sebesar 0,328 yang menunjukan

    bahwa variable independent (ukuran perusahaan dan DER) mampu menjelaskan

    variable dependen (ROA) 32,8 % sedangkan sisanya yaitu 67,19% dipengaruhi

    oleh variable lain yang tidak termasuk dalam model regresi ini.

    Standart Error of Estimates (SEE) sebesar 0,06169. Makin kecil nilai SEE akan

    membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variable dependen.

  • 21

    4.5 Pengujian Hipotesis

    Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji pengaruh signifikan dari variable

    independent terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji

    regresi linier berganda pada tingkat keyakinan 95% dan kesalahan dalam analisis

    5%. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan besarnya nilai

    probabilitas (p-value) masing-masing oefisien regresivariabel independent

    dibandingkan dengan tingkat signifikan ().

    Dengan dasar keputusan probabilitas adalah sebagai berikut

    Jika (p-value) > 0,05 maka Ha ditolak

    Jika (p-value) < 0,05 maka Ha diterima

    Berikut ini hasil pengujian hipotesis yang disajikan dalam tabel:

    Tabel 6

    Hasil Pengujian Hipotesis

    Dari hasil regresi diatas, didapatkan persamaan regresi berikut :

    Y = 0.061+ 0,004 X1-0,060 X2+ e

    4.5.1 Pengaruh ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh secara

    positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, yang dapat dilihat dari nilai

    koefisien regresi ukuran perusahaan sebesar 0,004 dengan signifikansi 0,000.

    Hasil temuan ini terbukti menerima hipotesis satu (H1), yang menyatakan bahwa

    ukuran perusahaan yang diproksikan dengan total aktiva mempunyai pengaruh

    positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROA

    dan sekaligus menjawab rumusan masalah pertama penelitian ini . Hasil penelitian

    Coefficientsa

    ,061 ,024 2,488 ,013

    ,004 ,001 ,257 3,835 ,000 ,605 1,653

    -,060 ,006 -,703 -10,499 ,000 ,605 1,653

    (Constant)

    LN Aktiva

    DER

    Model

    1

    B Std. Error

    Unstandardized

    Coefficients

    Beta

    Standardized

    Coefficients

    t Sig. Tolerance VIF

    Collinearity Statistics

    Dependent Variable: ROAa.

  • 22

    ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Elfianto Nugroho (2011).

    Hasil temuan ini menunjukkan bahwa walaupun penelitian dilakaukan pada

    lokasi, objek dan periode yang berbeda tapi memberikan hasil yang sama

    merupakan suatu indikasi bahwa total aktiva adalah faktor yang menentukkan

    dalam pencapaian tujuan perusahaan yaitu kinerja keuangan

    4.5.2 Pengaruh Struktur Modal terhadap Kinerja Keuangan

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh secara

    negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, yang dapat dilihat dari nilai

    koefisien regresi struktur modal sebesar -0,060 dengan signifikansi 0,000, Hasil

    temuan ini terbukti menerima hipotesis kedua (H2) yang menyatakan bahwa

    struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan yang

    diproksikan dengan ROA, dan sekaligus menjawab rumusan masalah kedua

    penelitian ini. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh

    Andika Kusuma (2011). Hasil temuan ini menunjukkan bahwa apabila terjadi

    penurunan kinerja keuangan maka manajer keuangan akan melakukan kebijakan

    struktur modal, yaitu dengan menaikan hutang.

  • 23

    BAB V

    SIMPULAN DAN SARAN

    5.1 Kesimpulan

    1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan

    berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan yang

    diproksikan dengan ROA dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (kurang dari

    0.05) dan nilai koefisien beta sebesar 0,004. Hal ini menunjukkan bahwa

    semakin besar total aktiva maka semakin besar pula ukuran suatu perusahaan

    dan semakin besar total aktiva maka semakin besar modal yang ditanam dan

    semakin banyak juga perputaran uang dalam perusahaan yang dapat

    meningkatkan kinerja keuangan.

    2. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel struktur modal yang

    di proksikan dengan DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap

    kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROA dengan nilai signifikansi

    sebesar 0,000 (kurang dari 0,05) dan nilai koefisien beta sebesar -0,060. Hal

    ini menunjukkan bahwa apabila terjadi penurunan kinerja keuangan maka

    manajer keuangan akan melakukan kebijakan struktur modal yaitu dengan

    menaikan hutang.

    5.2 Keterbatasan

    Penelitian ini memiliki keterbatasan yang dapat dijadikan pertimbangan bagi

    penelitian berikutnya agar mendapatkan hasil yang lebih baik.

    Keterbatasannya adalah sebagai berikut :

    1. Jumlah sample ini hanya 83 perusahaan manufaktur yang terdaftar di

    Bursa Efek Indonesia pada rentang tahun penelitian yaitu 2008 sampai

    dengan tahun 2010 sehingga kurang mewakili data populasi yang ada.

    2. Penelitian ini hanya mencari pengaruh ukuran perusahaan dan struktur

    modal terhadap Kinerja keuangan. Sedangkan masih banyak factor-

  • 24

    faktor lain yang termasuk kedalam karakteristik perusahaan yang dapat

    mempengaruhi perusahaan.

    3. Beberapa perusahaan tidak bersedia melakukan publikasi atas laporan

    keuangan.

    5.3 Saran

    Berdasarkan hasil pembahasan serta beberapa kesimpulan dan keterbatasan

    penelitian ini, saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat melengkapi

    keterbatan penelitian ini, adapun saran-saran yang dapat diberikan adalah :

    1. Menambah jumlah sampel pada penelitian dan memperpanjang periode

    penelitian. Selain itu sampel perusahaan juga dapat di ambil dari sector

    lain seperti perbankan ataupun yang lainnya.

    2. Menambah variabel independent lain untuk menambah variabel yang

    dilakukan dalam penelitian ini.

  • 25

    DAFTAR PUSTAKA

    Afrianti, Meilinda. 2011Analisis Pengaruh Curent Ratio, Total Asset Turnover,

    Debt to Equity Ratio, Sales dan Size terhadap ROA. Skripsi Universitas

    Diponegoro

    Brigham, Eugene F and Joel F.Houston, 2001.Manajemen Keuangan, edisi

    kedelapan, Erlangga, Jakarta

    Brigham, Eugene F and Joel F.Houston, 2001. Dasar-Dasar Manajemen

    Keuangan, alih bahasa Ali akbar Yulianto, Nuku satu, Edisi sepuluh,

    PT.Salemba Empat, Jakarta

    Brigham, Eugene F and Louis C. Gapenski, 1997, Financial Management: Theory

    and practice, Fighth Edition, Orlando, Florida : The Dryden Press.

    Campbell, Kevin. 2002, Ownership Structure and the Operating Performance of

    Hungarian Firms, Working Paper, No.9

    Falope, Olufemi I. Lubanjo t. Ajilore. 2009. Working Capital Management and

    Corporate Profitability

    Fitria, Astrisuni. 2011,:Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan terhadap

    Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial dalam Laporan Tahunan

    Perusahaan Manufaktur di BEI . Skripsi Universitas Lampung

    Ghozali, Imam.2005. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.

    Edisi ke-4. Badan Penerbit Universitas Diponegoro

    Helfert, E.A 1997.Teknik Analisis Keuangan. Penerjemah Herman

    Wibowo.Edisi kedelapan. Jakarta:Erlangga

    Kadek, Dewa OS, 2011.Pengaruh Struktur Modal dan Pertumbuhan Perusahaan

    terhadap Profitabilitas dan Nilai Perusahaan pada Perusahaan

    Manufaktur di BEI. Tesis Universitas Udayana Denpasar.

    Kusuma, Andika .2011,Analisis Pengaruh Capital Strukture terhadap Performa

    Keuangan pada perusahaan yang Listing di BEI. Skripsi Universitas

    Lampung.

    Mulianti. Fitri Mega. 2010,Analisi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

    Kebijakan Hutang dan pengaruhnya Terhadap nilai Perusahaan pada

    perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2004-2007.

    Tesis Universitas Diponegoro.

    Mulyadi.2001.Akuntansi Manajemen. Yogayakarta:UPP STIE-YKPN

  • 26

    Munawir, S.2002Analisa Laporan Keuangan, Edisi keempat, Penerbit Liberti,

    Yogyakarta.

    Niken. Hastuti. 2009,Analisis Pengaruh Perputaran Persediaan,Periode

    Perputaran Hutang Dagang,Rasio Lancar,Leverage,Pertumbuhan

    Penjualan dan Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas perusahaan

    pada perusahaaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2006-2008

    Tesis Universitas Diponegoro.

    Nugroho, Elfianto. 2011,Analisis Pengaruh Likuiditas, Pertumbuhan Penjualan,

    Perputaran Modal Kerja, Ukuran Perusahaan dan Leverage terhadap

    Profitabilitas Perusahaan. Skripsi Universitas Diponegoro

    Robert Ang, 1997,Buku Pintar Pasar Modal Indonesia, Mediasoft Indonesia

    Jakarta.

    Safrida, Eli. 2008. Pengaruh Struktur Modal dan Pertumbuhan Perusahaan

    Terhdap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek

    Jakarta. Tesis.Universitas Sumatera Utara.

    Sulistyawati. Nanik 2010.Pengaruh Rasio Keuangan dan Ukuran Perusahaan

    Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Pasar Surya di Surabaya

    Periode 2004-2008. Skripsi Universitas Veteran Jawa Timur.


Recommended