Home >Documents >ANALISIS PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN UKURAN...

ANALISIS PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN UKURAN...

Date post:14-Apr-2020
Category:
View:1 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • ANALISIS PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN UKURAN

    PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN

    PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

    (Studi Kasus Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Indeks Saham Syariah

    Indonesia (ISSI))

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

    Disusun oleh

    ALFIN ARDIANSYAH

    NIM: 63020150057

    PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

    2019

  • i

    ANALISIS PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN UKURAN

    PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN

    PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

    (Studi Kasus Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Indeks Saham Syariah

    Indonesia (ISSI))

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

    Disusun oleh

    ALFIN ARDIANSYAH

    NIM: 63020150057

    PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

    2019

  • ii

  • iii

  • iv

  • v

  • vi

  • vii

  • viii

    MOTTO dan PERSEMBAHAN

    MOTTO

    Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu telah selesai (dari

    suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada

    Allah lah hendaknya kamu berharap.

    (Q.S Al-Insyirah :6-8)

    PERSEMBAHAN

    Dengan Rahmat Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

    Ku persembahkan karya sederhanaku ini untuk

    Kedua orang tuaku bapak Suhirlan dan ibu Tukiyem yang selalu ikhlas dan tetap

    tersenyum di dhadapanku meski dalam keseharianmu tak pernah luput dari tamparan sinar

    matahari.

    Untuk kakakku Lia Riska Oktavia yang jauh disana, semoga Allah selau melindungimu

    dan keluarga kecilmu.

  • ix

    KATA PENGANTAR

    Bismillahirrohmaanirrohiim

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat,

    taufiq dan hidayah-Nya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi

    Muhammad SAW sebagai utusan dan penyampai rasalah-Nya. Berkat atas rahmat

    dan karunia Allah SWT penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

    Penyusunan skripsi ini bukanlah hasil usaha dari penulis semata, namun semua

    berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis

    menyampaikan ucapan terimakasih kepada.

    1. Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri

    Salatiga.

    2. Dr. Anton Bawono, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

    Islam.

    3. Qi Mangku Bahjatullah, Lc.,M.SI. selaku ketua Program Studi Ekonomi

    Syariah yang telah memberi arahan.

    4. Taufikur Rahman, M.Si. selaku pembimbing skripsi yang telah

    memberikan bimbingan dan pengarahan kepada peneliti sehingga skripsi

    ini dapat terselesaikan.

    5. Bapak/Ibu Dosen dan karyawan di lingkungan Institut Agama Islam

    Negeri (IAIN) Salatiga yang telah memberikan ilmunya dengan tulus dan

    ikhlas.

  • x

    6. Bapak dan Ibu (Bapak Suhirlan dan Ibu Tukiyem) serta kakakku (Lia

    Riska Oktavia) yang dengan sepenuh hati memberikan dukungan dan doa

    dalam perkuliahan ini. Semoga Allah memeberikan keberkahan kepada

    mereka Aamiin.

    7. Sahabat-sahabatku M.F.D. Prastiwi, dan para penghuni kontrakan yang

    selalu memberikan semangat, motivasi, berbagi tawa dan selalu membantu

    dalam segala kesusahan. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah SWT.

    Aamiin.

    8. Teman-teman pengururs HMJ Ekonomi Syariah tahun 2017 dan DEMA

    FEBI 2018 yang telah memberi banyak pengalaman berharga.

    9. Teman-teman kontrakan JNCK dan keluarga besar Ekonomi Syariah 2015

    yang telah memberikan motivasi serta dukungan yang tidak akan pernah

    terlupakan.

    10. Teman-teman di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Salatiga

    yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan tugas skripsi ini.

    Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari

    kesempurnaan, sehingga kritik dan saran sangat penulis harapkan demi

    kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua, Aamiin

    Ya Robbal Alamin.

    Wassalamualaikum, Wr.Wb.

    Salatiga, 12 Agustus 2019

    Penulis

  • xi

    ABSTRAK

    Ardiansyah, Alfin. 2019. Analisis Pengaruh Struktur Modal Dan Ukuran

    Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas

    Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada Perusahaan Yang

    Terdaftar Di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Dosen

    Pembimbing: Taufikur Rahman, M.Si.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur modal dan

    ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan yang di mediasi oleh pada

    perusahaan yang terdaftar di indeks saham syariah indonesia (ISSI) periode tahun

    2016-2018.

    Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data

    sekunder dengan sampel 34 perusahaan yang selalu terdaftar di indeks saham

    LQ45 dalam kurun waktu tahun 2016-2017. Metode pengumpulan data dilakukan

    dengan mengakses laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan oleh Bursa

    Efek Indonesia (BEI). Data yang diperoleh kemudian diolah dengan

    menggunakan alat bantu EViews 9 version. Analisis ini meliputi uji stasioner, uji

    asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji heterokedastisitas), uji

    statistik (uji t, uji F dan uji R2) dan path analysis. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan menunjukkan bahwa secara simultan

    variabel struktur modal, ukuran perusahaan dan profitabilitas mempunyai pengaruh

    positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Struktur modal (DER)

    berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PER), ukuran

    peruahaan (Ln) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan

    (PER), profitabilitas (ROE) berpengaruh positif namun tidak signifikan

    terhanadap nilai perusahaan (PER), struktur modal berpengaruh positif namun

    tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROE), ukuran perusahaan berpengaruh

    positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROE), profitabilitas (ROE) tidak

    mampu memediasi pegaruh strutur modal (DER) dan ukuran perusahan (Ln)

    terhadap nilai perusahaan.

    Kata Kunci : struktur modal, ukuran perusahaan, profitabilitas, nilai

    perusahaan

  • xii

    DAFTAR ISI

    JUDUL ........ ............................................................................................................. i

    PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................... Error! Bookmark not defined.

    PENGESAHAN ..................................................... Error! Bookmark not defined.

    PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.............. Error! Bookmark not defined.

    PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ..................... Error! Bookmark not defined.

    PERNYATAAN PUBLIKASI SKRIPSI ................................................................. v

    DECLARATION ................................................... Error! Bookmark not defined.

    MOTTO dan PERSEMBAHAN ........................................................................... vii

    KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix

    ABSTRAK ..............................................................................................................xi

    DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii

    DAFTAR TABEL .................................................................................................. xv

    DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xvi

    BAB I PENDAHULUAN.......... .............................................................................. 1

    A. Latar Belakang........................................................................................... 1

    A. Rumusan Masalah ..................................................................................... 8

    B. Tujuan Penelitian ....................................................................................... 8

    C. Manfaat Penelitian ..................................................................................... 9

    D. Sistematika Penulisan .............................................................................. 10

    BAB II LANDASAN TEORI............ .................................................................... 12

    A. Telaah Pustaka ......................................................................................... 12

    B. Kerangka Teori ........................................................................................ 20

    1. Nilai Perusahaan .................................................................................. 21

  • xiii

    2. Struktur Modal ..................................................................................... 28

    3. Ukuran perusahaan .............................................................................. 34

    4. Profitabilitas ......................................................................................... 38

    C. Kerangka Penelitian................................................................................. 41

    D. Hipotesis .................................................................................................. 42

    BAB III METODE PENELITIAN ........................................................................ 50

    A. Jenis penelitian ........................................................................................ 50

    B. Lokasi dan waktu penelitian .................................................................... 50

    C. Populasi dan sampel ................................................................................ 51

    D. Teknik pengumpulan data ....................................................................... 52

    E. Definisi Konsep dan Operasional ............................................................ 52

    F. Instrumen Penelitian ................................................................................ 54

    G. Uji Instrument Penelitian ......................................................................... 55

    1. Uji Stasioner ........................................................................................ 55

    2. Uji Asumsi Klasik ................................................................................ 55

    3. Uji Statistik .......................................................................................... 57

    4. Analisis Jalur (Path Analysis) .............................................................. 59

    H. Alat Analisis ............................................................................................ 61

    BAB IV ANALISIS DATA........ ........................................................................... 62

    A. Deskripsi Obyek Penelitian ..................................................................... 62

    B. Analisis Deskriptif ................................................................................... 62

    C. Anilisis Data ............................................................................................ 66

    1. Uji Stasioner ........................................................................................ 66

    2. Uji Regresi ........................................................................................... 67

    3. Uji Asumsi Klasik ................................................................................ 72

  • xiv

    4. Uji Statistik .......................................................................................... 76

    5. Analisis Jalur (Path Analysis) ................................................................. 79

    6. Tahap Uji Hipotesis dan Pembuatan Kesimpulan ................................... 86

    BAB V PENUTUP .......... ...................................................................................... 94

    A. Kesimpulan .............................................................................................. 94

    B. Saran ........................................................................................................ 95

    DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 96

    LAMPIRAN ......................................................................................................... 103

  • xv

    DAFTAR TABEL

    Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ............................................................................ 962

    Tabel 4.1 Statistik Deskriptif Nilai Perusahaan Yang Terdaftar Di ISSI Tahun

    2016-2018............................................................................................ 63

    Tabel 4.2 Statistik Deskriptif Struktur Modal Yang Terdaftar Di ISSI Tahun 2016-

    2018 ..................................................................................................... 64

    Tabel 4.3 Statistik Deskriptif Ukuran Perusahaan Yang Terdaftar Di ISSI Tahun

    2016-2018............................................................................................ 65

    Tabel 4.4 Statistik Deskriptif Profitabilitas Perusahaan Yang Terdaftar Di ISSI

    Tahun 2016-2018 ................................................................................ 65

    Tabel 4.5 Hasil Uji Stasioner ................................................................................. 66

    Tabel 4.6 Hasil Uji Regresi Common Effect ......................................................... 67

    Tabel 4.7 Hasil Uji Regresi Fixed Effect ............................................................... 68

    Tabel 4.8 Hasil Uji Chow Test ............................................................................... 69

    Tabel 4.9 Hasil Uji Random Effect ........................................................................ 70

    Tabel 4.10 Hasil Uji Hausman Test ....................................................................... 71

    Tabel 4.11 Hasil Uji Multikolinieritas ................................................................... 74

    Tabel 4.12 Hasil Uji Hetroskedastisitas ................................................................. 75

    Tabel 4.13 Hasil Uji Statistik ................................................................................. 76

    Tabel 4.14 Analisis Regresi Linier Pertama .......................................................... 80

    Tabel 4.5 Analisis Regresi Linier Ke-Dua ............................................................. 81

    file:///E:/SKRIPSI/SKRIPSI%20ALFIN%20fix.docx%23_Toc15470880file:///E:/SKRIPSI/SKRIPSI%20ALFIN%20fix.docx%23_Toc15470880file:///E:/SKRIPSI/SKRIPSI%20ALFIN%20fix.docx%23_Toc15470880file:///E:/SKRIPSI/SKRIPSI%20ALFIN%20fix.docx%23_Toc15470880file:///E:/SKRIPSI/SKRIPSI%20ALFIN%20fix.docx%23_Toc15470880file:///E:/SKRIPSI/SKRIPSI%20ALFIN%20fix.docx%23_Toc15470880file:///E:/SKRIPSI/SKRIPSI%20ALFIN%20fix.docx%23_Toc15470880file:///E:/SKRIPSI/SKRIPSI%20ALFIN%20fix.docx%23_Toc15470880file:///E:/SKRIPSI/SKRIPSI%20ALFIN%20fix.docx%23_Toc15470880file:///E:/SKRIPSI/SKRIPSI%20ALFIN%20fix.docx%23_Toc15470880file:///E:/SKRIPSI/SKRIPSI%20ALFIN%20fix.docx%23_Toc15470880

  • xvi

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1.1 Jumlah Saham Syariah Dalam Daftar Efek Syariah (DES) Per

    Agustus 2018 ......................................................................................... 2

    Gambar 2.1 Kerangka Penelitian ........................................................................... 41

    Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas........................................................................... 73

    Gambar 4.2 Sobel Test ........................................................................................... 83

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Semakin banyaknya perusahaan dalam dunia industri telah

    membuat persaingan semakin ketat, sehingga setiap perusahaan dituntut

    untuk senantiasa berproduksi secara efisien bila ingin tetap memiliki

    keunggulan. Suatu perusahaan umumnya tidak hanya berorientasi pada

    pencapaian laba maksimal, tetapi juga berusaha meningkatkan nilai

    perusahaan dan kemakmuran pemiliknya. Untuk itu, perusahaan memiliki

    rencana strategis yang disusun dalam rangka pencapaian tujuan yang telah

    ditetapkan.

    Di era globalisasi yang semakin kompetitif sekarang ini untuk

    mencapai tujuannya, perusahaan dituntut harus meningkatkan daya saing,

    baik di pasar domestik maupun di pasar internasional, terutama perusahaan

    yang telah go public. Pasar modal dapat dimanfaatkan perusahaan yang

    telah go public untuk mendapatkan tambahan modal atau sebagai alternatif

    pembiayaan. Dengan adanya pasar modal, perusahaan dapat merefleksikan

    diri tentang kondisi keuangan dan kinerja keuangan perusahaannya

    (Suranto, 2017).

    Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia,

    Indonesia adalah negara yang memiliki pangsa pasar modal syariah

  • 2

    terbesar di dunia. Di sisi lain, rasio nilai kapitalisasi pasar terhadap GDP

    (Gross Domestic Products) Indonesia masih di bawah 50%. Kondisi

    tersebut menunjukkan bahwa potensi pengembangan pasar modal syariah

    di Indonesia masih sangat besar. Para pelaku di pasar modal telah

    menyadari bahwa perdagangan efek dapat memberikan return yang cukup

    baik bagi mereka. Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan ekonomi

    syariah semakin meningkat tidak terkecuali dalam dunia pasar modal atau

    saham. Menurut data dari OJK jumlah saham syariah dalam Daftar Efek

    Efek terus mengalami peningkatan (www.ojk.go.id).

    Gambar 1.1

    Jumlah Saham Syariah Dalam Daftar Efek Syariah (DES) Per

    Agustus 2018

    Sumber: www.ojk.go.id

    Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang diluncurkan pada

    tanggal 12 Mei 2011 adalah indeks komposit saham syariah yang tercatat

    http://www.ojk.go.id/

  • 3

    di BEI. ISSI merupakan indikator dari kinerja pasar saham syariah

    Indonesia. Konstituen ISSI adalah seluruh saham syariah yang tercatat di

    BEI dan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh

    OJK. Artinya, BEI tidak melakukan seleksi saham syariah yang masuk ke

    dalam ISSI. Konstituen ISSI diseleksi ulang sebanyak dua kali dalam

    setahun, setiap bulan Mei dan November, mengikuti jadwal review DES.

    Oleh sebab itu, setiap periode seleksi, selalu ada saham syariah yang

    keluar atau masuk menjadi konstituen ISSI. Metode perhitungan ISSI

    mengikuti metode perhitungan indeks saham BEI lainnya, yaitu rata-rata

    tertimbang dari kapitalisasi pasar dengan menggunakan Desember 2007

    sebagai tahun dasar perhitungan ISSI (www.idx.co.id).

    Meskipun fatwa sifatnya tidak mengikat, tetapi pada prakteknya

    fatwa DSN-MUI adalah salah satu rujukan dalam mengembangkan pasar

    modal syariah Indonesia. Sampai dengan saat ini, terdapat 17 fatwa DSN-

    MUI yang berhubungan dengan pasar modal syariah. Tiga (3) fatwa DSN-

    MUI yang menjadi dasar pengembangan pasar modal syariah adalah:

    1. Fatwa DSN-MUI No: 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman

    Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa dana Syariah

    2. Fatwa DSN-MUI No: 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan

    Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal

    3. Fatwa DSN-MUI No. 80/DSN-MUI/III/2011 tentang Penerapan

    Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas

    di Pasar Reguler Bursa Efek (www.idx.co.id).

    http://www.idx.co.id/

  • 4

    Tujuan perusahaan didirikan salah satunya ialah untuk memperoleh

    keuntungan. Perusahaan yang memiliki orientasi untuk memperoleh

    keuntungan, umumnya akan memfokuskan kegiatannya untuk

    meningkatkan nilai perusahaan hingga mencapai maksimum (Rahmawati,

    2015). Menurut Salvatore (2005) tujuan utama perusahaan yang telah go

    public adalah meningkatkan kemakmuran pemilik atau para pemegang

    saham melalui peningkatan nilai perusahaan. Nilai perusahaan sangat

    penting karena mencerminkan kinerja perusahaan yang dapat

    mempengaruhi persepsi investor terhadap perusahaan (Pratiwi dkk, 2016).

    Menurut Pratiwi, dkk (2016) nilai perusahaan merupakan nilai

    pasar dari suatu ekuitas perusahaan ditambah nilai pasar hutang. Dua hal

    tersebut akan menetukan harga saham sebuah perusahaan. Dengan

    demikan, penambahan dari jumlah ekuitas perusahaan dengan hutang

    perusahaan dapat mencerminkan nilai perusahaan, karena mempengaruhi

    harga saham sebuah perusahaan. Nilai perusahaan adalah nilai wajar

    perusahaan yang menggambarkan presepsi investor terhadap emiten

    tertentu, sehingga nilai perusahaan merupakan persepsi investor yang

    selalu dikaitkan dengan harga saham (Languju dkk, 2016). Jika harga

    saham meningkat, maka nilai perusahaan pun juga ikut bertambah,

    sehingga berdampak pada peningkatan nilai pemegang saham yang

    dibuktikan melalui tingginya return bagi pemegang saham. Keadaan inilah

    yang akan mencerminkan kemakmuran para pemegang saham perusahaan

    (Setiadewi dan Purbawangsa, 2015).

  • 5

    Salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan dan

    mempertahankan kinerja perusahaan adalah mengukur kemampuan

    struktur modal dan size (ukuran perusahaan) dalam mempengaruhi tingkat

    profitabilitas perusahaan terhadap nilai perusahaan yang dapat

    meningkatkan kemakmuran dari pemilik perusahaan. Struktur modal

    berkaitan dengan jumlah utang dan modal sendiri yang digunakan untuk

    membiayai aktiva perusahaan (Yando, 2016). Dengan mengoptimalkan

    struktur modal akan menciptakan kondisi keuangan yang kuat dan stabil.

    Struktur modal dapat diukur dengan debt to equity ratio (DER), yaitu

    adalah perbandingan total hutang yang dimiliki perusahaan dengan total

    ekuitas perusahaan. Dalam penelitian yang dilakukan Yando (2018)

    didapatkan hasil bahwa struktur modal berpengaruh positif dan signifikan

    terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penilitian yang dilakukan Dewi

    dan Wirajawa (2013) disimpulkan bahwa struktur modal berpengaruh

    negatif dan signifikan pada nilai perusahaan.

    Languju, dkk dalam Riyanto (2001) mengemukakan bahwa ukuran

    perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang

    ditunjukkan pada total aktiva, jumlah penjualan rata-rata penjualan.

    Ukuran perusahaan menunjukkan seberapa besar perusahaan dilihat dari

    total aset yang dimiliki. Ukuran perusahaan dianggap mempengaruhi nilai

    perusahaan karena semakin besar ukuran perusahaan maka semakin

    mudah perusahaan memperoleh sumber pendanaan yang dapat

    dimanfaatkan untuk mencapai tujuan perusahaan (Indriyani, 2017).

  • 6

    Dalam penelitian yang dilakukan Rahayu dan sari (2018)

    didapatkan hasil bahwa Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai

    perusahaan. Hasil penelitian tersebut berbeda dengan penilitian yang

    dilakukan Indiyani (2017), dalam penelitian tersebut ukuran perusahaan

    tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

    Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan mendapatkan

    laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan

    penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya

    (Herawati, 2017). Perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang

    tinggi akan diminati sahamnya oleh investor, sehingga, dengan demikian

    profitabilitas dapat mempengaruhi nilai perusahaan (Rahayu dan Sari,

    2018). Dalam penelitian yang dilakukan Ismail (2015) profitabilitas yang

    diukur dengan variabel Return on Equity (ROE) secara parsial memiliki

    pengaruh yang positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

    Didalam penelitian ini, peneliti menggunakan profitabilitas

    sebagai variable intervening. Variabel intervening merupakan variabel

    penyela/antara yang terletak diantara variabel independen dan dependen,

    sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya

    atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2012). Profitabilitas

    dijadikan sebagai variabel intervening karena profitabilitas bukan

    merupakan tujuan perusahaan, tujun perusahaan adalah kemakmuran

    pemegang saham, dimana bagaimana perusahaan tersebut mampu

  • 7

    berkembang dengan memberikan suatu value bagi perusahaan dalam

    memberikan kemakmuran bagi pemegang saham (Andrian, 2012).

    Selain itu adanya perbedaan dalam penellitian terdahulu juga

    merupakan pertimbangan penulis dalam menggunakan profitabilitas

    sebagai variabel intervening. Dalam penelitian yang dilakukan Adrian

    (2012) didapatkan hasil bahwa profitabilitas dapat memediasi pengaruh

    struktur modal terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian yang

    dilakukan oleh Ardiana dan Chabachib (2018) dimana profitabilitas tidak

    mampu memediasi struktur modal terhadap nilai perusahaan.

    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai perusahaan yang

    terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dilihat dari faktor yang

    mempengaruhi nilai perusahaan, yaitu struktur modal, ukuran perusahaan

    dan profitabilitas. Dengan adanya perbedaan hasil penelitian-penelitian

    yang sudah dilakukan, menjadikan pentingnya dilakukan penelitian ulang

    sehingga dapat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai

    bagaimana pengaruh struktur, modal size (ukuran perusahaan) dan

    profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Untuk itu, peneliti akan

    melakukan penelitian dengan menjadikan perusahaan yang terdaftar di

    Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sebagai populasi penelitian.

    Berdasarkan latar belakang dan research gap di atas maka peneliti

    tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh

    Struktur Modal Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan

    Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus

  • 8

    Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Indeks Saham Syariah Indonesia

    (ISSI))”.

    A. Rumusan Masalah

    Berdasarkan uraian diatas, permasalahan yang akan diuji adalah sebagai

    berikut:

    1. Bagaimana pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan yang

    terdaftar di Jakarta Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ?

    2. Bagaimana pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan

    yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)?

    3. Bagaimana pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan yang

    terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)?

    4. Bagaimana pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas ?

    5. Bagaimana pengaruh ukuran perusahaan terhadap profitabilitas ?

    6. Bagaimana pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan yang

    terdaftar di Jakarta Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang

    dimediasi oleh profitabilitas?

    7. Bagaimana pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan

    yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang

    dimediasi oleh profitabilitas ?

    B. Tujuan Penelitian

    Berdasarkan pada rumusan masalah yang telah disampaikan penelitian ini

    bertujuan sebagai berikut:

  • 9

    1. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh struktur modal terhadap

    nilai perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia

    (ISSI).

    2. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh ukuran perusahaan

    terhadap nilai perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah

    Indonesia (ISSI).

    3. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap

    nilai perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia

    (ISSI).

    4. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh struktur modal terhadap

    profitabilitas.

    5. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh ukuran perusahaan

    terhadap profitabilitas.

    6. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh struktur modal terhadap

    nilai perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia

    (ISSI) yang dimediasi oleh profitabilitas.

    7. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh ukuran perusahaan

    terhadap nilai perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah

    Indonesia (ISSI) yang dimediasi oleh profitabilitas.

    C. Manfaat Penelitian

    Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

    1. Bagi Akademisi

  • 10

    Penelitian ini diharapkan dapat menyajikan informasi dan

    sebagai bahan referensi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan

    struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahan

    melalui variabel profitabilitas.

    2. Bagi Pembaca

    Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan

    pengetahuan serta wawasan yang lebih luas dan mendalam tentang

    pengelolaan suatu perusahaan.

    3. Bagi Perusahaan

    Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu

    bentuk pengambilan keputusan untuk memaksimalkan laba dan

    menjaga kelangsungan hidup perusahaan.

    D. Sistematika Penulisan

    Pada sistematika penulisan ini menguraikan tentang, sebagai berikut:

    Bab I pendahuluan, bab ini ini diawali dengan uraian latar

    belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat dan

    sistematika penulisan.

    Bab II landasan teori, bab ini membahas mengenai telaah pustaka

    yang memaparkan penelitian terdahulu. Bab ini juga membahas kerangka

    teori yang digunakan sebagai penguat dalam penelitian. Selanjutnya

    menyajikan kerangka berfikir dan hipotesis penelitian sebagai jawaban

    sementara atas penelitian.

  • 11

    Bab III metode penelitian, bab ini menguraikan metode penelitian

    yang meliputi jenis penelitian yang digunakan, yaitu penelitian kuantitatif,

    lokasi dan waktu penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan

    data, skala pengukuran, definisi konsep dan operasional, instrument

    penelitian, uji instrument penelitian dan alat analisis.

    Bab IV analisis data, bab ini berisi tentang diskripsi objek

    penelitian yang menggambarkan secara singkat objek yang digunakan

    sebagai penelitian, deskripsi data penelitian, uji validitas dan reliabilitas.

    Bab V penutup, menjelaskan secara singkat tentang hasil

    penelitian, sedangkan saran menjelaskan himbauan terhadap pembaca

    mauupun instansi yang terkait. Dilengkapi dengan daftar pustaka dan

    lampiran-lampiran.

  • 12

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    A. Telaah Pustaka

    Penelitian-penelitian yang meneliti tentang Pengaruh Struktur

    Modal Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan

    Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada Perusahaan

    Yang Terdaftar Di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)) yang

    dilakukan oleh peneliti terdahulu adalah sebagai berikut:

    Tabel 2.1

    Penelitian Terdahulu

    No Penulis Variabel Hasil Perbedaan

    Penelitian

    Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan

    1 Agus Defri

    Yando (2018)

    Variabel

    Independen :

    - Struktur Modal

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai Perusahaan

    Variabel

    Moderating :

    -Pertumbuhan

    perusahaan

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    variabel

    Struktur

    Modal

    berpengaruh

    signifikan

    terhadap nilai

    perusahaan

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan

    menambah size

    (ukuran

    perusahaan) sebagai

    variabel independen

    dan menggunakan

    profitabilitas

  • 13

    - Profitabilitas

    sebagai variabel

    intervening.

    2 Ni Putu Yuni

    Pratiwi dkk

    (2016)

    Variabel

    Independen :

    - Struktur Modal

    - Ukuran

    Perusahaan

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai Perusahaan

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    variabel

    struktur

    modal

    berpengaruh

    positif dan

    signifikan

    terhadap

    Nilai

    Perusahaan

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan

    menambahkan

    profitabilitas

    sebagai variabel

    intervening

    3 Vintia Ayu

    Hayuningthias

    Maramis

    Suranto dkk

    (2017)

    Variabel

    independen :

    - Struktur Modal

    - Kinerja

    Keuangan

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai Perusahaan

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    variabel

    struktur

    modal

    berpengaruh

    positif tidak

    signifikan

    terhadap nilai

    perusahaan.

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan tidak

    menggunakan

    variabel kinerja

    keuangan, tetapi

    menambahkan

    variabel size

    (ukuran

    perusahaan) sebagai

    variabel independen

    dan profitabilitas

  • 14

    sebagai variabel

    intevening.

    4 Amalia Dewi

    Rahmawati

    dkk (2015)

    Variabel

    Dependen :

    - Ukuran

    Perusahaan

    - Struktur Modal

    - Profitabilitas

    - Keputusan

    Investasi

    Variabel

    Independen :

    - Nilai Perusahaan

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    variabel

    struktur

    modal

    berpengaruh

    negatif dan

    signifikan

    terhadap nilai

    perusahaan.

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan tidak

    menggunakan

    variabel keputusan

    investasi, tetapi

    menggunakan

    variabel

    Profitabilitas

    sebagai variabel

    intervening.

    5. Julia Putri

    (2016)

    Variabel

    Independen :

    - Struktur Modal

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai Perusahaan

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    variabel

    struktur

    modal

    berpengaruh

    negatif

    signifikan

    terhadap nilai

    perusahaan.

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan

    menambahkan

    variabel size

    (ukuran

    perusahaan) sebagai

    variabel independen

    dan profitabilitas

    sebagai variabel

    intervening.

    6 Fery

    Anggriawan

    dkk (2017)

    Variabel

    Independen :

    - Struktur Modal

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

  • 15

    Variabel

    Dependen :

    -Nilai Perusahaan

    bahwa

    variabel

    struktur

    modal

    berpengaruh

    negatif dan

    signifikan

    terhadap nilai

    perusahaan.

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan

    menambahkan

    variabel size

    (ukuran

    perusahaan) sebagai

    variabel independen

    dan profitabilitas

    sebagai variabel

    intervening.

    Size ( Uuran Perusahaan) Terhadap Nilai Perusahaan

    1 Octavia

    Languju dkk

    (2016)

    Variabel

    Independen :

    - Return On

    Equity

    - Ukuran

    Perusahaan

    - Price Earning

    Ratio

    - Struktur modal

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai perusahaan

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    variabel

    ukuran

    perusahaan

    berpengaruh

    negatif

    namun tidak

    signifikan

    terhadap nilai

    perusahaan.

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan tidsk

    mrnggunsksn

    variabel Return On

    Equity, dan Price

    Earning Ratio akan

    tetapi

    menambahkan

    variabel struktur

    modal sebagai

    variabel independen

    dan profitabilitas

    sebagai variabel

    intervenimg.

    2 Lidya Nafitri

    Ayu Herawati

    Variabel

    Independen :

    Hasil

    penelitian

    Dalam penelitian

    ini untuk

  • 16

    dan Riski

    Aprillia Nita

    (2017)

    - Ukuran

    Perusahaan

    - Leverage

    - Pertumbuhan

    Penjualan

    - Profitabilitas

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai Perusahaan

    menunjukkan

    bahwa

    variabel

    ukuran

    perusahaan

    berpengaruh

    negatif

    namun tidak

    signifikan

    terhdap nilai

    perusahaan.

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan tidak

    menggunakan

    variabel leverage

    dan pertumbuhan

    penjualan, akan

    tetapi menggunakan

    struktur modal

    sebagai variabel

    independen dan

    profitabilitas

    sebagai variabel

    intervening.

    3 Eka Indriyani

    (2017)

    Variabel

    Independen :

    - Ukuran

    Perusahaan

    - Profitabilitas

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai Perusahaan

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    pengaruh

    ukuran

    perusahaan

    berpengaruh

    negatif

    namun tidak

    signifikan

    terhadap nilai

    perusahaan.

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan

    menambahkan

    variabel struktur

    modal sebagai

    variabel independen

    dan profitabilitas

    sebagai variabel

    intervening.

    4 Bhekti Fitri

    Prasetyorini

    (2013)

    Variabel

    Independen :

    - Ukuran

    Perusahaan

    - Leverage

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    variabel

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

  • 17

    - Price Earning

    Ratio

    - Profitabilitas

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai Perusahaan

    ukuran

    perusahaan

    berpengaruh

    positif

    terhadap nilai

    perusahaan.

    perusahaan tidak

    menggunakan

    variabel leverage

    dan price earning

    ratio tetapi

    menambahkan

    struktur modal

    sebagai variabel

    independen dan

    profitabilitas

    sebagai variabel

    intervening.

    5 Made

    Sumartini dkk

    (2016)

    Variabel

    Independen :

    - Ukuran

    Perusahaan

    - Struktur Modal

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai Perusahaan

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    variabel

    ukuran

    perusahaan

    berpengaruh

    positif dan

    signifikan

    terhadap nilai

    perusahaan.

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan

    menambahkan

    variabel

    profitabilitas

    sebagai variabel

    intervening.

    6 Maryati

    Rahayu dan

    Bida Sari

    (2018)

    Variabel

    Independen :

    - Leverage

    - Profitabilitas

    - Kualitas Laba

    Variabel

    Dependen :

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    variabel

    ukuran

    perusahaan

    berpengaruh

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan tidak

    menggunakan

    variabel leverage

  • 18

    - Nilai Perusahaan

    positif dan

    signifikan

    terhadap nilai

    perusahaan.

    dan kualitas laba,

    tetapi

    menambahkan

    variabel struktur

    modal sebagai

    variabel independen

    dan profitabilitas

    sebagai variabel

    intervening.

    7 Nanang Ari

    Utomo (2015)

    Variabel

    Independen :

    - Profitabilitas

    - Size (ukuran

    Perusahaan)

    - Leverage

    -Corporate social

    rensponsibility

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai Perusahaan

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    variabel

    ukuran

    perusahaan

    berpengaruh

    positif dan

    signifikan

    terhadap nilai

    perusahaan.

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan tidak

    menggunakan

    variabel leverege

    dan corporate

    social

    rensposibility,

    tetapi

    menambahkan

    struktur modal

    sebagai variabel

    independen dan

    profitabilitas

    sebagai variabel

    intervening.

    Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening

    1 Jun Andrian

    (2012)

    Variabel

    Independen :

    - Struktur Modal

    - Pertumbuhan

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

  • 19

    Perusahaan

    - Capital

    Expenditure

    - Insentif Manajer

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai Perusahaan

    Variabel

    Intervening :

    - Profitabilitas

    profitabilitas

    mampu

    memediasi

    pengaruh

    struktur

    modal

    terhadap nilai

    perusahaan.

    mempengaruhi nilai

    perusahaan tidak

    menggunakan

    variabel

    Pertumbuhan

    Perusahaan, Capital

    Expenditure,

    Insentif Manajer

    tetapi

    menambahkan

    struktur modal

    sebagai variabel

    independen.

    2 Rahman

    Rusdi Hamidy

    dkk (2015)

    Variabel

    Independen :

    -Struktur Modal

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai Perusahaan

    Variabel

    Intervening :

    - Profitabilitas

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    profitabilitas

    mampu

    memediasi

    pengaruh

    struktur

    modal

    terhadap nilai

    perusahaan.

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan

    menambahkan

    variabel size

    (ukuran

    perusahaan) sebagai

    variabel

    independen.

    3 Makkulau dkk

    (2018)

    Variabel

    Independen :

    - Struktur modal

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai perusahaan

    Hasil

    penelitian

    menunjukan

    bahwa

    profitabilitas

    (return on

    equity)

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan

    menambahkan

  • 20

    Variabel

    Intervening :

    -Profitabilitas

    mampu

    memediasi

    hubungan

    antara

    struktur

    modal

    dengan nilai

    perusahaan

    variabel size

    (ukuran

    perusahaan) sebagai

    variabel

    independen.

    Ayu

    Octaviany

    dkk (2019)

    Variabel

    Independen :

    - Ukuran

    perusahaan

    - Leverage

    Variabel

    Dependen :

    - Nilai Perusahaan

    Variabel

    Intervening :

    -Profitabilitas

    Hasil

    penelitian

    menunjukkan

    bahwa

    profitabilitas

    mampu

    memediasi

    pengaruh

    ukuran

    perusahaan

    dan leverage

    terhadap nilai

    perusahaan.

    Dalam penelitian

    ini untuk

    mengetahui faktor

    yang

    mempengaruhi nilai

    perusahaan tidak

    menggunakan

    variabel leverage

    dan menambahkan

    variabel struktur

    modal sebagai

    variabel

    independen.

    B. Kerangka Teori

    Signaling Theory (Teori Sinyal) mengemukakan tentang

    bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada

    pengguna laporan keuangan, berupa informasi mengenai kondisi

    perusahaan kepada pemilik ataupun pihak yang berkepentingan. Sinyal

    yang diberikan dapat juga dilakukan melalui pengungkapan informasi

    akuntansi seperti laporan keuangan, laporan apa yang sudah dilakukan

  • 21

    oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik, atau bahkan

    dapat berupa promosi serta informasi lain yang menyatakan bahwa

    perusahaan tersebut lebih baik dari pada perusahaan lain. Informasi

    tersebut dijadikan sebagai sinyal yang diumumkan pihak manajemen

    kepada publik bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik dimasa

    depan (Ranitasari, 2017).

    Signaling Theory (Teori Sinyal) merupakan teori yang menyatakan

    adanya dorongan yang dimiliki oleh para manajer perusahaan yang

    memiliki informasi yang baik mengenai perusahaan, sehingga para

    manajer akan terdorong untuk dapat menyampaikan informasi mengenai

    perusahaan tersebut kepada para calon investor, yang bertujuan agar

    perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan (Ranitasari, 2017).

    1. Nilai Perusahaan

    a. Pengertian nilai perusahaan

    Yang dimaksud nilai perusahaan adalah nilai pasar dari

    hutang dan ekuitas perusahaan (Keown dkk, 2010). Menurut Ismail

    (2015) nilai perusahaan dapat didefinisikan sebagai cerminan nilai

    aset yang dimiliki perusahaan ketika akan dijual. Nilai perusahaan

    itu merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan

    perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Harga

    saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. Nilai

    perusahaan yang tinggi akan membuat pasar percaya tidak hanya

  • 22

    pada kinerja perusahaan saat ini namun juga pada prospek

    perusahaan (Yando, 2018).

    Prasetyowati dalam Utomo (2016) menyebutkan bahwa

    dalam teori stakeholder perusahaan bukanlah entitas yang hanya

    beroperasi untuk kepentingan sendiri namun harus memberikan

    manfaat bagi stakeholder. Dengan demikian, keberadaan suatu

    perusahaan sangat di pengaruhi oleh dukungan yang diberikan oleh

    stakeholder kepada perusahaan tersebut.

    Bagi perusahaan yang telah go public, nilai prusahaan dapat

    mengambarkan keadaan perusahaan, hal ini menjadikan nilai

    perusahaan menjadi sangat penting. Calon investor akan

    memandang baik perusahaan dengan baiknya nilai perusahan

    tersebut, karena nilai perusahaan yang tinggi mencerminkan

    kinerja perusahaan yang baik. Selain itu prospek serta harapan

    akan kemampuan dalam meningkatkan kekayaan perusahaan di

    masa mendatang dapat digambarkan melalui nilai perusahaan

    (Wahyudi dkk, 2016).

    Terdapat tiga jenis penilaian yang berhubungan dengan

    saham yaitu nilai buku (book value), nilai pasar (market value) dan

    nilai intrinsik (intrinsic value). Nilai buku merupakan nilai saham

    menurut pembukuan emiten. Nilai pasar merupakan pembukuan

    nilai saham di pasar saham dan nilai intrinsik merupakan nilai

    sebenarnya dari saham. Investor perlu mengetahui dan memahami

  • 23

    ketiga nilai tersebut sebagai informasi penting dalam pengambilan

    keputusan investasi saham karena dapat membantu investor untuk

    mengetahui saham yang mana yang bertumbuh dan murah.

    (Pratiwi dkk 2016).

    Nilai perusahaan dapat diukur melalui nilai harga saham di

    pasar yang merupakan refleksi penilaian oleh publik terhadap

    kinerja perusahaan secara riil. Dikatakan secara riil karena

    terbentuknya harga di pasar merupakan bertemunya titik-titik

    kestabilan kekuatan permintaan dan penawaran harga yang secara

    riil terjadi transaksi jual beli surat berharga di pasar modal anatara

    para penjual (emiten) dan para investor atau sering disebut juga

    ekuilibrium pasar (Harmono, 2009). Peluang-peluang investasi

    sangat mempengaruhi nilai perusahaan yang dibentuk melalui

    indikator nilai pasar saham. Adanya peluang investasi dapat

    memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan,

    sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan (Hermuningsih,

    2012).

    Dalam kegiatan untuk mencapai tujuan perusahaan

    seringkali terjadi konflik antara manajer dan pemilik perusahaan.

    Teori keagenan (agency theory) menunjukan bahwa kondisi

    informasi yang tidak lengkap dan penuh ketidakpastian akan

    memunculkan masalah keagenan. Para pemegang saham atau

    pemilik perusahaan tidak mendapatkan informasi lengkap tentang

  • 24

    laporan perusahaan. Dari permasalahan tersebut membutuhkan

    adanya penengah guna menyelesaikan masalah keagenan. Dalam

    hal ini yang dapat menjadi penengah dan mengatasi masalah

    adalah auditor independen yang menegakan format pelaporan

    keuangan standar berbasis nilai akuntansi (Harmono, 2009).

    b. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan

    Menurut Rinnaya dkk (2016), terdapat banyak faktor yang

    dapat mempengaruhi nilai perusahaan, baik faktor internal maupun

    faktor eksternal.

    1) Faktor internal bersifat controllable artinya dapat dikendalikan

    oleh perusahaan

    a) Kinerja perusahaan

    Kinerja perusahaan memperlihatkan kemampuan

    perusahaan untuk memberikan keuntungan dari aset,

    ekuitas, maupun hutang. Kinerja perusahaan merupakan

    prestasi kerja perusahaan (Fachrudin, 2011).

    b) Keputusan keuangan

    Keputusan pendanaan adalah pemilihan struktur

    keuangan, yang menyangkut bauran pendanaan yang

    berasal dari modal sendiri dan utang yang akan digunakan

    oleh perusahaan. Pemilihan struktur keuangan ini pada

    akhirnya menyangkut penentuan banyaknya utang

  • 25

    (leverage keuangan) yang akan digunakan oleh perusahaan

    untuk mendanai aktivanya (Hasnawati dan Sawir, 2015).

    c) Struktur modal

    Struktur modal adalah proporsi pendanaan dengan

    hutang (debt financing) perusahaan, yaitu rasio leverage

    (pengungkit) perusahaan. Dengan demikian, hutang adalah

    unsur dari struktur modal perusahaan. Struktur modal

    merupakan kunci perbaikan produktivitas dan kinerja

    perusahaan (Hermuningsih, 2012).

    d) Biaya ekuitas

    Biaya ekuitas (cost of equity) dapat didefinisikan

    sebagai rate of return minimum yang disyaratkan oleh

    pengguna modal sendiri atas suatu investasi agar harga

    saham tidak berubah. Biaya ekuitas merupakan tingkat

    pengembalian yang harus dicapai oleh perusahaan untuk

    memenuhi tingkat pengembalian harapan (expected return)

    para pemegang saham ( Nurjanati dan Rodoni, 2015).

    2) Faktor eksternal

    a) Tingkat suku bunga

    Aryaningsih dalam Rompas (2018) menjelaskan

    bahwa suku bunga merupakan sejumlah rupiah yang

    dibayar akibat telah mempergunakan dana sebagai balas

    jasa. Kenaikan suku bunga mengakibatkan penurunan

  • 26

    permintaan agregat/pengeluaran investasi. Sebaliknya,

    peningkatan suku bunga akan mengakibatkan peningkatan

    permintaan agregat.

    b) Fluktuasi nilai valas

    Pada SFAS No. 52 dijelaskan bahwa tujuan dasar

    pertukaran mata uang asing adalah untuk memberikan

    informasi yang secara umum sesuai dengan pengaruh

    ekonomi yang diharapkan dari suatu perubahan nilai dalam

    arus kas dan ekuitas perusahaan. Berdasarkan pernyataan

    ini berarti pertukaran mata uang asing berpengaruh pada

    nilai perusahaan yang bisa diukur melalui arus kas dan

    return saham perusahaan (Suciwati dan Machfoedz, 2002).

    c) Keadaan pasar modal

    Kondisi suatu pasar modal yang sedang

    menguntungkan atau tidak merupakan hal yang penting

    untuk diketahui oleh investor dalam melakukan analisis

    ekonomi dan pasar modal. Kondisi pasar modal menjadi

    acuan bagi investor dalam melakukan keputusan investasi.

    Kondisi pasar modal salah satunya dapat dilihat melalui

    pertumbuhan indeks harga saham (Hendra dan

    Purbawangsa, 2017).

  • 27

    c. Rasio nilai perusahaan

    Ada beberapa rasio yang dapat digunakan untuk

    mengetahui nilai dari perusahaan yang tercermin dari harga saham

    perusahaaan.

    1) Pendekatan PER

    PER adalah nilai harga per lembar saham, indikator ini

    secara praktis telah dipublikasikan dalam laporan keuangan

    laba rugi bagian akhir dan menjadi bentuk standar pelaporan

    keuangan bagi perusahaan publik di Indonesia. PER disebut

    juga sebagai pendekatan earning multiplier, yang menunjukan

    rasio harga pasar saham terhadap earning (Harmono, 2009).

    𝐏𝟎 = 𝐏𝟎/(𝐄𝟏

    𝐣)

    PER = Market Price/Earning Per Share

    Keterangan :

    P0 = harga pasar suatu sekuritas

    E1 = laba (earning)

    j = jumlah lembar saham beredar

    EPS = laba / jumlah saham beredar (Harmono,

    2009).

    2) Price Book Value (PBV)

    Dalam Nilai Perusahaan menggunakan pengukuran

    Price Book Value (PBV). Rasio ini mengukur nilai yang

  • 28

    diberikan pasar keuangan pada manajemen dan organisasi

    perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh.

    Dalam rasio ini bisa digunakan rumus sebagai berikut :

    𝐏𝐁𝐕 =𝐡𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐥𝐞𝐦𝐛𝐚𝐫 𝐬𝐚𝐡𝐚𝐦

    𝐧𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐛𝐮𝐤𝐮 𝐥𝐞𝐦𝐛𝐚𝐫 𝐬𝐚𝐡𝐚𝐦

    2. Struktur Modal

    a. Pengertian struktur modal

    Struktur modal merupakan perimbangan antara hutang

    jangka panjang daengan modal sendiri. Orang yang pertama kali

    memperkenalkan teori struktur modal adalah Franco Modigliani

    dan Merton Miller (biasa disingkat MM) pada tahun 1985.

    Modigliani dan Miller memperkenalkan teori struktur modal dalam

    hubungannya dengan kemampuan perusahaan menghasilkan laba

    dimasa yang akan datang (future earning). Mereka mengemukakan

    bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dimasa

    yang akan datang tidak dipengaruhi oleh besarnya struktur modal

    (asumsi tidak ada pajak) akan tetapi dipengaruhi oleh besarnya

    deviden yang akan dibagikan kepada pemegang saham. (Yudiana,

    2012).

    Selanjutnya pada tahun 1963 Modigliani - Miller

    mempublikasikan teori struktur modal kedua yang memperhatikan

    pajak. Adanya pajak maka nilai perusahaan yang tercermin pada

    harga saham akan dipengaruhi oleh struktur modal. Sehingga

    menurut teori ini semakin besar hutang yang digunakan maka

  • 29

    semakin tinggi nilai perusahaan yang tercermin dengan semakin

    tinggi harga sahamnya. Argumentasinya adalah bunga hutang yang

    dibayarkan dapat mengurangi pajak sehingga penghematan pajak

    ini menguntungkan pemegang saham, sehingga akan meningkatkan

    harga sahamnya (Yudiana, 2012).

    Dalam trade-off theory telah mempertimbangkan berbagai

    faktor seperti corporate tax, biaya kebangkrutan, dan personal tax

    dalam menjelaskan mengapa suatu perusahaan memilih struktur

    modal tertentu. Model trade-off mengasumsikan bahwa struktur

    modal perusahaan merupakan hasil trade-off dari keuntungan pajak

    dengan menggunakan hutang dengan biaya yang akan timbul

    sebagai akibat penggunaan hutang tersebut. (Hermuningsih, 2012).

    Sejalan dengan teori balancing yang menjelaskan bahwa sejauh

    manfaat masih lebih besar dari hutang, maka hutang akan

    ditambah. Tetapi apabila pengorbanan hutang sudah lebih besar,

    maka hutang tidak boleh lagi ditambah karena akan menyebabkan

    kesulitan keuangan (Wahyuni, 2012).

    Menurut Riyanto (1990) struktur modal dapat diartikan

    sebagai perimbangan atau perbandingan antara jumlah hutang

    jangka panjang dengan modal sendiri. Struktur modal merupakan

    masalah yang penting bagi perusahaan kerena baik buruknya

    struktur modal akan mempunyai efek langsung terhadap posisi

    finansial perusahaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi nilai

  • 30

    perusahaan. Kesalahan dalam menentukan struktur modal akan

    mempunyai dampak yang luas terutama apabila perusahaan terlalu

    besar dalam menggunakan hutang, maka beban tetap yang harus

    ditanggung perusahaan semakin besar pula (Kesuma, 2009).

    Perbandingan antara jumlah modal dari dalam perusahaan

    dengan modal pinjaman mencerminkan komposisi sumber modal.

    Komposisi pembelanjaan yang tepat akan membentuk struktur

    modal yang optimal (Putri, 2016). Menurut Rodoni dan Ali dalam

    Lestari (2017) tujuan dari manajemen struktur modal adalah

    menggabungkan sumber-sumber dana yang digunakan perusahaan

    untuk membiayai operasi. Tujuan ini dilihat sebagai pencapaian

    gabungan dana yang akan meminimumkan biaya modal dan dapat

    memaksimalkan harga saham.

    b. Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal

    Menurut Brigham dan Houston (2013) perusahaan pada

    umumnya akan mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini ketika

    melakukan keputusan struktur modal :

    1) Stabilitas penjualan

    Suatu perusahaan yang penjualannya relatif stabil dapat

    secara aman mengambil utang dalam jumlah yang lebih besar

    dan mengeluarkan beban yang lebih tinggi.

  • 31

    2) Struktur aset

    Jika hal yang lain dianggap sama, maka perusahaan

    yang asetnya memadai untuk dijadikan jaminan pinjaman

    cenderung akan cukup banyak menggunakan utang. Aset

    umum dapat menjadikan jaminan yang baik, sementara tidak

    untuk aset dengan tujuan khusus.

    3) Leverage operasi

    Perusahaan dengan leverage operasi yang lebih rendah

    akan lebih mampu menerapkan leverage keuangan karena

    perusahaan tersebut memiliki risiko usaha yang lebih rendah.

    4) Tingkat pertumbuhan

    Jika hal yang lain dianggap sama, maka perusahaan

    yang memiliki pertumbuhan yang lebih cepat harus lebih

    mengendalikan diri pada modal eksternal. Selain itu biaya

    emisi yang berkaitan dengan penjualan saham biasa akan

    melebihi biaya emisi yang terjadi ketika perusahaan menjual

    utang mendorong perusahaan yang mengalami pertumbuhan

    pesat untuk lebih mengendalikan diri pada utang.

    5) Profitabilitas

    Seringkali diamati bahwa perusahaan dengan tingkat

    pengembalian investasi yang sngat tinggi ternyata

  • 32

    menggunakan utang dalam jumlah yang sedikit. Tingkat

    pengembalian yang tinggi memungkinkan pendanaan

    perusahaan sebagian besar berasal dari internal.

    6) Pajak

    Bunga merupakan suatu beban pengurang pajak, jadi

    makin tinggi tarif pajak perusahaan, maka makin besar

    keunggulan dari utang.

    7) Kendali

    Pengaruh utang dibandingkan saham pada posisi

    kendali perusahaan dapat mempengaruhi struktur modal.

    Pertimbangan kendali dapat mengarah pada pertimbangan

    penggunakan utang maupun ekuitas karena jenis modal yang

    memberikan perlindungan terbaik kepada manajemen

    beravariasi.

    8) Sikap manajemen

    Manajemen dapat melaksanakan pertimbangannya

    sendiri tentang struktur modal yang tepat. Manajemen yang

    konservatif menggunakan utang yang lebih sedikit, sedangkan

    manajemen yang agresif menggunakan lebih banyak utang

    dalam usaha mereka mendapatkan laba.

  • 33

    9) Sikap pemberi pinjaman dan lembaga pemeringkat

    Sikap pemberi pinjaman dan lembaga pemeringkat

    seringkali mempengaruhi keputusan struktur modal.

    Perusahaan seringkali mmembahas struktur modal dan

    memperhatikan saran dari pemberi pinjaman dan lembaga

    pemeringkat.

    10) Kondisi pasar

    Saat terjadi kebijakan uang ketat, perusahaan

    berperingkat rendah yang membutuhkan modal terpaksa pergi

    ke pasar saham atau pasar utang jangka pendek. Namun saat

    kondisi melonggar, perusahaan menjual obligas jangka

    panjang untuk mengembalikan struktur modalnya kembali

    pada sasaran.

    11) Kondisi internal perusahaan

    Internernal perusahaaan juga dapat mempengaruhi

    keputusan struktur modal melalui kebijakan yang diambil oleh

    manajen perusahaan.

    12) Fleksibilitas keuangan

    Keputusan struktur modal dapat juga dipengaruhi oleh

    kecukupan kapasitas pinjaman cadangan, dimana hal itu dapat

    dilakukan dengan penganggaran modal dan operasi yang baik.

  • 34

    c. Rasio struktur modal

    1) Debt to Equity Ratio (DER)

    Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan hubungan

    antara jumlah pinjaman jangka panjang yang diberikan oleh

    para kreditur dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh

    pemilik perusahaan (Alima, 2015).

    𝐃𝐄𝐑 =𝐭𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐡𝐮𝐭𝐚𝐧𝐠

    𝐭𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐚𝐤𝐭𝐢𝐯𝐚

    2) Total debt to equity ratio ( rasio total hutang terhadap modal

    sendiri)

    Total debt to equity ratio merupakan perbandingan

    anatara total hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal

    sendiri (equitas) (Yudiana, 2012).

    Total debt to equity ratio = (total hutang / modal

    sendiri)

    3. Ukuran perusahaan

    a. Pengertian ukuran perusahaan

    Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya aktiva

    yang dimiliki suatu perusahaan. Ukuran perusahaan dapat

    dikatakan sebagai kemampuan perusahaan dalam menyediakan

    jumlah dan berbagai kapasitas produksi atau jasa (Rahmawati dkk,

    2015). Menurut Herawati (2017) ukuran perusahaan didefinisikan

    besar kecil suatu perusahaan dengan berbagai cara, seperti: ukuran

    pendapatan, jumlah karyawan, total aktiva, nilai pasar saham, dan

  • 35

    total modal. Ukuran perusahaan merupakan suatu penetapan besar

    kecilnya perusahaan. Semakin tinggi total aset yang menunjukkan

    harta yang dimiliki perusahaan mengindikasikan bahwa besar pula

    harta yang dimiliki perusahaan (Meidiyustiani, 2016).

    Dalam UU RI No. 20 Tahun 2008, menjelaskan 4

    jenis ukuran perusahaan yang dapat dinilai dari jumlah penjualan

    dan aset yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Keempat jenis

    ukuran tersebut antara lain:

    a. Perusahaan dengan usaha ukuran mikro, yaitu memiliki

    kekayaan bersih Rp 50.000.000,- (tidak termasuk tanah dan

    bangunan) dan memiliki jumlah penjualan Rp

    300.000.000,-.

    b. Perusahaan dengan usaha ukuran kecil, yaitu memiliki

    kekayaan bersih Rp 50.000.000,- sampai Rp 500.000.000,-

    (tidak termasuk tanah dan bangunan) serta memiliki

    jumlah penjualan Rp.300.000.000,- sampai dengan Rp

    2.500.000.000,-.

    c. Perusahaan dengan usaha ukuran menengah, yaitu

    memiliki kekayaan bersih Rp 500.000.000,- sampai Rp

    10.000.000.000,- (tidak termasuk tanah dan bangunan)

    serta memiliki jumlah penjualan Rp.2.500.000.000,-

    sampai dengan Rp 50.000.000.000,-.

  • 36

    d. Perusahaan dengan usaha ukuran besar, yaitu memiliki

    kekayaan bersih Rp 10.000.000.000,- (tidak termasuk

    tanah dan bangunan) serta memiliki jumlah penjualan Rp

    50.000.000.000,- (ww.bi.go.id).

    Perusahaan dengan ukuran yang lebih besar memiliki akses

    yang lebih besar untuk mendapat sumber pendanaan dari berbagai

    sumber. Dengan ukuran perusahaan yang besar memiliki

    probabilitas lebih besar untuk memenangkan persaingan atau

    bertahan dalam industri sehingga untuk memperoleh pinjaman dari

    krediturpun akan lebih mudah. Pada sisi lain, perusahaan dengan

    skala kecil lebih fleksibel dalam menghadapi ketidakpastian,

    karena perusahaan kecil lebih cepat bereaksi terhadap perubahan

    yang mendadak (Hermuningsih, 2012).

    b. Faktor-faktor yang mempengaruhi ukuran perusahaan

    Menurut Herawati (2017) ukuran perusahaan dapat

    dipengaruhi oleh :

    1) Ukuran pendapatan

    Perusahaan yang menghasilkan laba lebih besar

    cenderung mempunyai laba ditahan lebih besar sehingga dapat

    memenuhi kebutuhan dananya untuk melakukan perluasan

    usaha atau penciptaan produk baru dari sumber pendanaan

    internal (Indriyani, 2017).

  • 37

    2) Jumlah karyawan

    Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1969

    tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga

    Kerja dalam pasal 1 bahwa tenaga kerja adalah tiap orang

    yang mampu melakukan pekerjaan baik di dalam maupun di

    luar hubungan keja guna menghasilkan jasa atau barang

    untuk memenuh ikebutuhan masyarakat

    (https://jdih.kemenkeu.go.id).

    3) Total aktiva

    Dalam PSAK No 16 Revisi Tahun 2011 disebutkan

    bahwa aset merupakan semua kekayaan yang dimiliki oleh

    seseorang atau perusahaan baik berwujud maupun tak

    berwujud yang berharga atau bernilai yang akan mendatangkan

    manfaat bagi seseorang atau perusahaan tersebut.

    4) Nilai pasar saham

    Menurut Pratiwi dkk (2016) Nilai pasar merupakan

    pembukuan nilai saham di pasar saham. Nilai pasar

    didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat

    diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau lia-bilitas pada

    tanggal penilaian, antara pem-beli yang berminat membeli

    dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu tran-saksi

    bebas ikatan (Khoirudin dan kusuma, 2016).

    https://jdih.kemenkeu.go.id/

  • 38

    5) Total modal

    Menurut Kasmir dalam Prayogo dan Maqsudi (2016)

    modal kerja diidentifikasikan sebagai modal yang digunakan

    untuk membiayai operasional perusahaan sehari-hari, teru-

    tama yang memiliki jangka waktu pendek.

    c. Rasio ukuran perusahaan

    Dalam penelitian Meidiyustiani (2016) dalam menentukan

    ukuran perusahaan dapat dilihat dari total asset perusahaan, dengan

    rumus sebagai berikut:

    Ukuran perusahaan (size) = Ln(total assets)

    4. Profitabilitas

    a. Pengertian profitabilitas

    Meurut Hermuningsih (2012) profitabilitas adalah rasio dari

    efektifitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian yang

    dihasilkan dari penjualan dan investasi. Perusahaan-perusahaan

    dengan profit yang tinggi cenderung menggunakan lebih banyak

    pinjaman untuk memperoleh manfaat pajak. Profitabilias

    perusahaan merupakan indikator kemampuan perusahaan dalam

    memenuhi harapan para pemilik dan merupakan elemen dalam

    penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek

    perusahaan di masa yang akan datang (Alamsyah, 2017).

    Menurut Sartono dalam Alima (2015) profitabilitas adalah

    kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya

  • 39

    dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. tingkat

    profitabilitas memberikan gambaran seberapa efektif perusahaan

    beroperasi sehingga mampu memberikan keuntungan. Untuk dapat

    melangsungkan hidupnya, suatu perusahaan harus berada dalam

    keadaan yang menguntungkan (profitable). Tanpa adanya

    keuntungan (profit), maka akan sangat sulit bagi perusahaan untuk

    menarik modal dari luar. Hal ini membuat tingkat profitabilitas

    menjadi sangat penting bagi perusahaan (Rahayu dan Sari, 2015).

    b. Faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas

    Mnururt Lestari (2017) Faktor-faktor yang mempengaruhi

    profitabilitas adalah :

    1) Rasio Likuiditas

    Rasio ini membandingkan kewajiban jangka pendek

    dengan sumber daya jangka pendek (lancar) yang tersedia

    untuk memenuhi kewajiban tersebut.

    2) Rasio Aktivitas

    Disebut juga sebagai rasio efisiensi atau perputaran

    mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan berbagai

    aktivanya. semakin

    c. Rasio profitabilitas

    Menurut Alima (2015) beberapa rasio yang digunakan

    untuk mengukur profitabilitas adalah sebagai berikut:

  • 40

    1. Gross Profit Margin

    Untuk mengetahui keuntungan kotor perusahaan dari

    setiap barang yang dijual. Gross profit margin sangat

    dipengaruhi oleh harga pokok penjualan.

    2. Net Profit Margin

    Net Profit Margin (NPM) menggambarkan besarnya

    laba bersih yang diperoleh perusahaan pada setiap penjualan

    yang dilakukan. Dengan kata lain rasio ini mengukur laba

    bersih setelah pajak terhadap penjualan.

    3. Return On Investment (ROI)

    Return On Investment (ROI) merupakan rasio yang

    digunakan untuk mengukur laba bersih setelah pajak dengan

    modal sendiri. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan

    menghasilkan laba dari aktiva yang dipergunakan.

    4. Return On Equity (ROE)

    Return on Equity (ROE) adalah rasio yang mengukur

    kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba yang tersedia

    bagi pemegang saham perusahaan atau untuk mengetahui

    besarnya kembalian yang diberikan oleh perusahaan untuk

    setiap rupiah modal dari pemilik.

  • 41

    C. Kerangka Penelitian

    Kerangka penelitian ini akan menjelaskan pengaruh variabel

    Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan yang

    dimediasi oleh variabel Profitabilitas. Berikut ini adalah gambar dari

    kerangka penelitian:

    Gambar 2.1

    Kerangka penelitian

    Maka peenelitian diatas dapat dibuat persamaan matematis

    sebagai berikut:

    a. Y = a + b1X1 + b2X2 + b3Z

    b. Z = a + b1X1 + b2X2

    Keterangan :

    Y = variabel nilai perusahaan

    A = konstanta

    b1-3 = koefisien regresi

    Struktur Modal

    (X1)

    Ukuran

    Perusahaan (X2)

    profitabilitas

    (Z)

    Nilai

    Perusahaan

    (Y)

    P1

    P2

    P3

    P4

    P5

  • 42

    X1 = struktur modal

    X2 = ukuran perusahaan

    Z = profitabilitas

    D. Hipotesis

    Hipotesis adalah suatu jawaban permasalahan sementara yang

    bersifat dugaan dari suatu penelitian. Dugaan ini harus dibuktikan

    kebenarannya melalui data empiris (fakta lapangan). Hipotesis dapat benar

    atau terbukti dan tidak terbukti setelah didukung oleh fakta-fakta dari hasil

    penelitian lapangan (Supardi, 2005). Hipotesis yang dibentuk dalam

    penelitian ini didasarkan pada beberapa penelitian sebelumnya, sehingga

    diharapkan hipotesis tersebut cukup valid untuk diuji. Adapun hipotesis

    yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

    1. Pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan.

    Struktur modal merupakan peimbangan antara hutang jangka

    panjang daengan modal sendiri. Dalam teori struktur modal kedua

    dipublikasikan Modigliani - Miller pada tahun 1963, pajak menjadi

    faktor yang diperhatikan. Argumentasinya adalah bunga hutang yang

    dibayarkan dapat mengurangi pajak sehingga penghematan pajak ini

    menguntungkan pemegang saham, sehingga akan meningkatkan harga

    sahamnya (Yudiana, 2012). Bertambahnya proporsi hutang akan

    menaikan biaya keagenan sehingga dapat menurunkan nilai

    perusahaan (Rahmawati dkk, 2015). Menurut Kashmir dalam Putri

    (2016) semakin tinggi rasio struktur modal menunjukkan kinerja yang

  • 43

    buruk bagi perusahaan. Maka perusahaan harus berusaha agar struktur

    modal bernilai rendah atau berada dibawah standar industri yaitu 90%.

    Penelitian yang meneliti tentang pengaruh struktur modal

    terhadap nilai perusahaan yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu

    yaitu Rahmawati, dkk (2015) dan Putri (2016) Hasil penelitian

    menunjukkan bahwa variabel struktur modal berpengaruh negatif dan

    signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut,

    maka hipotesis pertama (H1) yang diajukan dalam penelitian ini

    adalah sebagai berikut :

    H1 = Struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap

    nilai perusahaan.

    2. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.

    Menurut Herawati (2017) ukuran perusahaan didefinisikan

    sebagai besar kecil suatu perusahaan dengan berbagai cara, seperti:

    ukuran pendapatan, jumlah karyawan, total aktiva, nilai pasar saham,

    dan total modal. Ukuran perusahaan dianggap mampu mempengaruhi

    nilai perusahaan, karena semakin besar ukuran atau skala perusahaan

    maka akan semakin mudah pula perusahaan memperoleh sumber

    pendanaan baik yang bersifat internal maupun eksternal. Ukuran

    perusahaan merupakan cerminan dari asset yang dimiliki suatu

    perusahaan. Perusahaan besar mempunyai lebih banyak sumber untuk

    meningkatkan nilai perusahaan karena memiliki akses yang lebih baik

    terhadap sumber-sumber pendanaan (Octaviany dkk, 2019).

  • 44

    Penelitian yang meneliti tentang pengaruh ukuran perusahaan

    terhadap nilai perusahaan yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu

    yaitu Prasetyorini (2013) dan Sumartini dkk (2016) hasil penelitian

    menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan berpengaruh positif

    terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut, maka

    hipotesis kedua (H2) yang diajukan dalam penelitian ini adalah

    sebagai berikut :

    H2 = Ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan

    terhadap nilai perusahaan.

    3. Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.

    Menurut Harahap dalam Makkulau (2018), profitabilitas

    menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui

    semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan,

    kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya.

    Profitabilias perusahaan merupakan indikator kemampuan perusahaan

    dalam memenuhi harapan para pemilik dan merupakan elemen dalam

    penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan di

    masa yang akan datang (Alamsyah, 2017).

    Penelitian yang meneliti tentang pengaruh profitabilitas

    terhadap nilai perusahaan yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu

    yaitu Ismail (2013) dan Nurminda dkk (2017), hasil penelitian

    menunjukkan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh positif dan

    signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut,

  • 45

    maka hipotesis ketiga (H3) yang diajukan dalam penelitian ini adalah

    sebagai berikut :

    H3 = Profitablitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap

    nilai perusahaan.

    4. Pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas.

    Struktur modal adalah perimbangan seluruh sumber

    pembiayaan jangka panjang yang digunakan untuk seluruh kegiatan

    perusahaan. Penggunaan hutang dalam sumber pendanaan diharapkan

    mampu menekan biaya modal yang pada akhirnya meningkatkan

    kinerja keuangan perusahaan (Alima, 2015). Sesuai dengan teori

    Brigham dan Houston (2001), semakin tinggi nilai struktur modal

    menunjukkan semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar,

    hal ini sangat memungkinkan menurunkan kinerja perusahaan, karena

    tingkat ketergantungan dengan pihak luar semakin tinggi. Apabila

    rasio utang meninggi, maka tingkat beban bunga juga akan meningkat,

    hal ini akan mengurangi keuntungan yang diperoleh perusahaan

    (Marusnya dan Mangantar, 2016).

    Penelitian yang meneliti tentang pengaruh struktur modal

    terhadap profitabilitas yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu

    yaitu Alima (2015) dan Lestari (2017), hasil penelitian menunjukkan

    bahwa variabel struktur modal berpengaruh negatif terhadap

    profitabilitas. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis ke-empat

    (H4) yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  • 46

    H4 = Struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap

    profitabilitas.

    5. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap profitabilitas.

    Ukuran perusahaan mempengaruhi kemampuan perusahaan

    untuk memperoleh tambahan modal eksternal untuk membiayai

    aktivitas operasional perusahaan. Perusahaan yang lebih besar akan

    semakin mudah untuk mendapatkan dana eksternal berupa hutang

    dalam jumlah yang besar sehingga akan membantu kegiatan

    operasional perusahaan (Putra dan Bajra, 2015). Semakin besar firm

    size maka semakin besar jumlah kekayaan perusahaan yang dapat

    digunakan untuk menunjang kegiatan operasionalnya. Apabila

    kegiatan operasional perusahaan berjalan dengan lebih baik maka

    produk yang dihasilkan akan lebih banyak sehingga mampu

    menghasilkan penjualan tinggi dan profitabilitas yang lebih tinggi pula

    (Nursatyani, 2014).

    Penelitian yang meneliti tentang pengaruh ukuran perusahaan

    terhadap profitabilitas yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu

    yaitu Purba dan Yadnya (2015) dan Ardiansyah (2017), hasil

    penelitian menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan

    berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Berdasarkan uraian

    tersebut, maka hipotesis kelima (H5) yang diajukan dalam penelitian

    ini adalah sebagai berikut:

  • 47

    H5 = Ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan

    terhadap profitabilitas.

    6. Pengaruh strukur modal terhadap nilai perusahaan yang

    dimediasi oleh profitabilitas.

    Nilai perusahaan dapat didefinisikan sebagai cerminan nilai

    aset yang dimiliki perusahaan ketika akan dijual (Ismail 2015).

    Menurut Brigham dan Daves (2010) dalam Makkulau (2018)

    memaksimalkan nilai perusahaan sangat penting bagi perusahaan,

    karena dengan memaksimalkan nilai perusahaan berarti juga

    memaksimalkan kemakmuran pemegang saham yang merupakan hal

    penting yang harus dicapai oleh manajemen perusahaan.

    Teori balancing mengemukakan penyeimbangan komposisi

    hutang dan modal sendiri dalam struktur modal, dimana perusahaan

    harus menyeimbangkan penggunaan hutang jangka panjang dan

    hutang jangka pendek dengan modal sendiri sehingga dapat

    menghasilkan profit yang di inginkan perusahaan (Wahyuni, 2012).

    Berdasarkan trade-off theory, profitabilitas dipengaruhi struktur

    modal, dimana kenaikkan utang dapat mengurangi beban pajak dan

    biaya agensi sehingga pendapatan bersih menjadi lebih tinggi

    (Hamidy dkk, 2015).

    Penelitian terdahulu yang meneliti tentang pengaruh struktur

    modal terhadap nilai perusahaan yang dimediasi profitabiltas yaitu

    Makkulau (2018), penelitian tersebut menunjukkan hasil bahwa

  • 48

    profitabilitas mampu memediasi pengaruh struktur modal terhadap

    nilai perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis ke-

    enam (H6) yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

    H6 = Pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan yang

    dimediasi oleh profitabilitas.

    7. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan yang

    dimediasi oleh profitabilitas.

    Ukuran perusahaan merupakan suatu penetapan besar kecilnya

    perusahaan. Semakin tinggi total aset yang menunjukkan harta yang

    dimiliki perusahaan mengindikasikan bahwa besar pula harta yang

    dimiliki perusahaan (Meidiyustiani, 2016). Dengan total aset yang

    besar, perusahaan memiliki sumber daya yang besar juga dalam

    kegiatan oprasionalnya sehingga perusahaan dianggap memiliki

    stabilitas kinerja baik dan dipercaya mampu menghasilkan profit yang

    lebih tinggi. Sejalan dengan teori critical resources yang menyatakan

    bahwa semakin besar skala suatu perusahaan maka profitabilitas yang

    dihasilkan juga semakin tinggi.

    Penelitian terdahulu yang meneliti tentang pengaruh ukuran

    perusahaan terhadap nilai perusahaan yang dimediasi profitabiltas

    yaitu Ardiana dan Chabachib (2018). Hasil penelitian menunjukkan

    bahwa profitabilitas mampu memediasi pengaruh ukuran perusahaan

    terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut, maka

  • 49

    hipotesis ketujuh (H7) yang diajukan dalam penelitian ini adalah

    sebagai berikut :

    H7 = Pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan

    yang dimediasi oleh profitabilitas

  • 50

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A. Jenis penelitian

    Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

    penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2015) metode kuantitatif

    disebut juga metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat

    positivisme. Metode ini telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu

    konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis sehingga

    metode ini disebut sebagai metode ilmiah/scientific. Analisis data bersifat

    kuantitatif/statistik yang berupa angka-angka dengan tujuan menguji

    hipotesis yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini peneliti berusaha

    untuk menemukan pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari

    variabel bebas yaitu pengaruh struktur modal dan ukuran perusahaan

    terhadap nilai perusahaan melalui profitabilitas.

    B. Lokasi dan waktu penelitian

    Penelitian ini mengambil objek penelitian pada perusahaan yang

    secara tetap terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dalam

    kurun waktu tahun 2016 - 2018 dengan indeks saham LQ45. Penelitian ini

    dilakukan pada bulan Mei tahun 2019.

  • 51

    C. Populasi dan sampel

    1. Populasi

    Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas

    obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu

    yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

    kesimpulannya (Sugiyono, 2014). Populasi dari penelitian ini adalah

    seluruh perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia

    (ISSI) dengan indeks saham LQ45. Jumlah perusahaan yang terdaftar

    dalam indeks saham LQ45 yaitu 45 perusahaan.

    2. Sampel

    Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

    oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2015). Berdasarkan sifat datanya,

    maka dalam penelitian ini menggunakan purposive sampel. Menururt

    Sugiyono (2014) sampling purposive adalah teknik penentuan sampel

    dengan pertimbangan tertentu. Sampel yang digunakan dalam

    penelitian ini adalah data struktur modal, ukuran perusahaan,

    perofitabilitas, dan nilai perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di

    Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tahun 2016 - 2018.

    Pertimbangan yang digunakan dalam penentuan sampel adalah:

    a. Perusahaan yang secara rutin terdaftar di indeks LQ45 selama

    periode tahun 2016-2018.

    b. Perusahaan yang secara rutin melaporkan laporan keuangan di

    Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2016-2018.

  • 52

    Setelah diseleksi terdapat 34 perusahaan yang secara rutin terdaftar di

    indeks LQ45 dari kurun waktu 2016-2018 yang kemudian dijadikan

    sampel dalam penelitian ini.

    D. Teknik pengumpulan data

    Teknik pengambilan data adalah teknik atau cara yang dilakukan

    oleh peneliti untuk mendapatkan data yang akan dianalisis atau diolah

    untuk menghasilkan kesimpulan (Bawono, 2006). Seperti penelitian yang

    dilakukan Utomo (2016), metode pengumpulan data yang digunakan

    dalam penelitian ini dengan cara studi dokumentasi yaitu teknik

    pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subjek penelitian

    namun melalui dokumen. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data

    panel. Peneliti mendapatkan data dari laporan tahunan perusahaan terkait

    yang telah di publikasikan oleh BEI di laman website www.idx.co.id.

    E. Definisi Konsep dan Operasional

    1) Struktur Modal

    Struktur modal merupakan kombinasi hutang dengan modal

    sendiri. Struktur modal merupakan bagian dari struktur keuangan yang

    digunakan untuk menentukan berapa banyak utang yang akan

    digunakan oleh perusahaan untuk mendanai aktivanya (Pratiwi dkk,

    2016). Pada penelitian ini peneliti menggunakan ukuran Debt to

    Equity Ratio dalam menghitung struktur modal. Peneliti dalam

    menentukan Debt to Equity Ratio mengacu pada penelitian yang

    dilakukan Yando (2018) deengan menggunakan rumus :

    http://www.idx.co.id/

  • 53

    𝐃𝐄𝐑 =𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐡𝐮𝐭𝐚𝐧𝐠

    𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐞𝐤𝐮𝐢𝐭𝐚𝐬

    2) Ukuran perusahaan

    Ukuran perusahaan dapat diartikan besar kecil suatu

    perusahaan dengan berbagai cara, seperti: ukuran pendapatan, jumlah

    karyawan, total aktiva, nilai pasar saham, dan total modal (Herawati

    2017). Pengkuran perusahaan dengan asset perusahaan menunjukkan

    seberapa besar harta yang dimiliki perusahaan. Perusahaan dengan

    aset yang besar maka akan menggunakan sumber daya yang ada

    semaksimal mungkin untuk menghasilkan keuntungan usaha

    (Meidiyustiani, 2016). Peneliti menghitung ukuran perusahaan yang

    mengacu pada penelitian yang dilakukan Rahmawati dkk (2016)

    dengan nilai logaritma natural dari total aset (natural logaritm of

    asset).

    Ukuran perusahaan (size) = Ln(total assets)

    3) Profitabilitas

    Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan mendapatkan

    laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan

    penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan

    sebagainya (Herawati, 2017). Profitabilias perusahaan merupakan

    indikator kemampuan perusahaan dalam memenuhi harapan para

    pemilik dan merupakan elemen dalam penciptaan nilai perusahaan

    yang menunjukkan prospek perusahaan di masa yang akan datang

    (Alamsyah, 2017). Dalam penelitian ini rasio yang digunakan untuk

  • 54

    menetahui profitabilitas adalah Return On Equity (ROE). Peneliti

    menghitung Return On Equity (ROE) mengacu pada penelitian yang

    dilakukan Astuti dkk (2015) dengan rumus sebagai berikut:

    𝑹𝒆𝒕𝒖𝒓𝒏 𝑶𝒏 𝑬𝒒𝒖𝒊𝒕𝒚 (𝐑𝐎𝐄) =𝐋𝐚𝐛𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐢𝐡 𝐬𝐞𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐣𝐚𝐤

    𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝑬𝒒𝒖𝒊𝒕�

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended