Home >Documents >Analisis Komunikasi Verbal Dalam Film He's Just Not That Into You (Revisi)

Analisis Komunikasi Verbal Dalam Film He's Just Not That Into You (Revisi)

Date post:10-Oct-2015
Category:
View:60 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Transcript:

109

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Latin yaitu, communis yang berarti sama, communico, communicate, communication yang berarti membuat sama (to make common) (Mulyana, 2007:46). Komunikasi adalah jembatan dalam mewujudkan keinginan dan kebutuhan tiap individu sebagai mahluk sosial.Seorang ibu berbelanja ke sebuah toko kepunyaan Cina di Dumai. Ibu itu tertarik pada suatu barang baru kemudian menawar harganya. Setelah ibu menyebut harga yang ditawarkannya, pedagang lalu berkata Lugila. Ibu spontan marah namun pedagang tetap mengulangi perkataannya. Hal ini menimbulkan keramaian. Orang-orang mengerumuni ibu dan pedagang. Istri pemilik toko kemudian datang membantu suaminya. Ia terkejut suaminya dimarahi oleh si ibu. Ia lantas bertanya mengapa ibu tersebut memarahi suaminya. Ternyata si ibu tidak terima disebut gila oleh suaminya. Ia berganti menanyai suaminya tentang pokok permasalahan yang sebenarnya. Menurut sang suami, ia tidak mengatakan bahwa si ibu gila melainkan berkata Rugilah. Ini dikarenakan pemilik toko tidak dapat melafalkan huruf R dengan baik maka terdengar seperti melafalkan huruf L. Akhir dari cerita ini, kedua belah pihak saling memaafkan (Mulyana, 2007:259-260).

Dari contoh kasus di atas terlihat bahwa komunikasi verbal tidak semudah mengucapkan kata sesuai yang dikehendaki melainkan memaknai kata itu sendiri merupakan hal yang kompleks. Apalagi jika terlibat dalam komunikasi beda bahasa. Contoh di atas merupakan persoalan aksen akan tetapi efeknya bisa menimbulkan masalah. Adapun hasil penelitian oleh Ray Birdwhistell dari University of Pensyllvania yang menyatakan bahwa hanya sekitar 30-35% komunikasi manusia menggunakan pesan verbal, sisanya 65-70% menggunakan pesan atau cara-cara non verbal (Mulyana, 2007:269). Artinya, manusia berkomunikasi secara verbal sangat terbatas. Angka presentasi yang hanya 35% menyebabkan kurangnya komunikasi melalui kata-kata dibandingkan dengan berkomunikasi secara verbal. Mungkin ini pulalah yang menyebabkan seringnya terjadi miskomunikasi akibat terbatasnya komunikasi yang dilakukan secara verbal. Oleh karena itu, timbullah keinginan penulis untuk menganalisis lebih jauh mengenai komunikasi verbal.Komunikasi verbal dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut bahasa. Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat simbol dengan aturan untuk mengombinasikan simbol-simbol tersebut yang digunakan dan dipahami oleh suatu komunitas (Mulyana, 2007). Misalnya, orang Eskimo mempunyai 30 kata tentang salju sedangkan orang Indonesia cuma satu kata saja: salju. Salah satu suku di Filipina mempunyai 92 nama untuk rice dalam bahasa inggris, orang Indonesia cuma 4: padi, gabah, beras, dan nasi. Dan orang Inggris serta Amerika menyebutnya dengan satu kata: rice. Ini menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi secara verbal terdapat begitu banyak komponen bahasa yang patut dimengerti, jelas untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman.Bahasa verbal adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan maksud. Bahasa verbal menggunakan kata-kata yang merefleksikan berbagai aspek realitas individual manusia. Akan tetapi, konsekuensi atas bahasa verbal tersebut yakni, tidak totalnya sebuah penyampaian pesan dikarenakan kata-kata yang digunakan sebagai perwakilan.Bahasa membantu kita dalam proses belajar, mengingat, memecahkan soal, dan menarik kesimpulan. Dengan bahasa, manusia yang satu dapat mengomunikasikan pemikirannya dengan manusia yang lainnya. Sebetulnya, setiap kata yang diucapkan menghasilkan konotasi yang berbeda-beda bagi setiap manusia bergantung pada pengalaman hidupnya.Dalam teori Whorf dijelaskan bahwa pandangan kita tentang dunia dibentuk oleh bahasa; karena bahasa berbeda-beda, pandangan kita tentang dunia pun berbeda. Manusia menyaring data sensori yang masuk secara selektif seperti yang telah diprogram oleh bahasa yang digunakan. Dengan demikian, masyarakat yang menggunakan bahasa yang berbeda hidup dalam dunia sensori yang berbeda pula. Dalam penjelasannya, Whorf mengungkapkan bahwa kategori gramatikal suatu bahasa menunjukkan kategori kognitif dari pemakai bahasa itu. Artinya, manusia memberikan makna kepada apa yang dilihatnya, didengarnya, atau yang dirasakannya dengan kategori-kategori yang ada dalam bahasa kita. Terdapat keterkaitan antara bahasa dan realitas. Menurut teori principle of linguistic relativity, bahasa menyebabkan manusia memandang suatu realitas dengan cara tertentu.Menurut Larry L. Barker, bahasa memiliki tiga fungsi: penamaan (naming atau labeling), interaksi, dan transmisi informasi. Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengindetifikasi objek, tindakan, atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi. Fungsi interaksi menekankan berbagai gagasan dan emosi yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan. Melalui bahasa, informasi dapat disampaikan kepada orang lain. Kita pun dapat menerima informasi sejak kita bangun dari tidur hingga tidur lagi, dari orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung (media massa).

Penggunaan bahasa yang berbeda jelas berlaku pada pria dan wanita. Ada bahasa pria dan ada bahasa wanita. Hal inilah yang mengundang keingintahuan (rasa penasaran) akan perbedaan cara keduanya memaknai kata-kata yang diucapkan satu sama lain untuk dianalisis ke dalam sebuah penelitian. Objeknya bukan pada sepasang atau dua pasang pria dan wanita dalam kehidupan nyata melainkan dari tokoh-tokoh yang ada dalam sebuah film.Berangkat dari sebuah buku self-improvement berjudul Hes Just Not That Into You karya Greg Behrendt dan Liz Tuccillo, rumah produksi New Line Cinema bekerja sama dengan Flowers Film mengangkatnya ke dalam sebuah film berjudul sama yang diproduksi pada tahun 2009. Buku yang ditulis oleh dua orang di balik layar serial Sex And The City ini terinspirasi oleh dialog dari salah satu episodenya. Di mana tokoh Miranda mendapati teman kencannya menolak mampir ke apartemennya dengan alasan ia ada rapat keesokan paginya. Tokoh Miranda lantas mencurahkan isi hatinya pada sang teman, kemudian temannya tersebut mengatakan bahwa hes just that into you. Yang artinya, jika seorang pria tertarik padamu, dia akan datang dengan sendirinya.Terdapat sembilan orang dewasa yang tinggal di Baltimore dengan segala problematika romantisme mereka masing-masing. Cerita berpusat pada tokoh Gigi, wanita muda yang seringkali salah mengartikan pesan romantika yang dikirimkan teman kencannya. Kesembilan orang tersebut berada dalam empat buah kisah cinta yang saling berhubungan. Gigi yang penasaran mengapa sang teman kencan tidak pernah meneleponnya setelah kencan mereka berdua padahal Gigi merasa ia dan pria tersebut sama-sama memiliki ketertarikan kemudian mendatangi sebuah bar di mana Alex yang merupakan kawan baik teman kencannya memberitahukannya beragam alasan jika pria tersebut menyukai atau tidak menyukainya. Alex akhirnya menjalin pertemanan dengan Gigi. Seiring waktu berjalan, mulai tumbuh rasa suka di hati Gigi terhadap Alex. Akan tetapi, sama seperti pria-pria yang pernah dikencaninya, Alex tidak memiliki ketertarikan pada Gigi. Padahal sebelumnya, Gigi sudah sangat yakin pada sinyal-sinyal yang dikirimkan Alex untuknya.Ada pula Janine dan suaminya Ben yang dilihat dari luar, tampak sepasang keluarga bahagia. Seolah-olah di antara mereka tidak pernah ada masalah apapun sampai Janine memergoki sang suami menyembunyikan sisa puntung rokok yang ditemukannya di belakang rumah. Ditambah lagi dengan pengakuan Ben bahwa ia telah selingkuh dengan seorang instruktur yoga yang berobsesi menjadi penyanyi bernama Anna.Di sisi lain, ada Beth, rekan kerja Gigi dan Janine yang sudah tujuh tahun hidup bersama dengan kekasihnya. Awalnya tidak terlintas keinginan untuk meresmikan hubungannya dengan Neil, namun pikiran tersebut membayanginya tatkala sang adik akan melangsungkan pernikahan. Neil yang tidak menganut paham pernikahan tidak dapat menyanggupi permintaan Beth dan mereka pun putus.Anna memiliki pemuja yang amat menyukainya, Conor, yang tidak lain adalah teman kencan Gigi dan kawan baik Alex. Conor hanya menyukai Anna sampai pada akhirnya, Anna memperjelas bahwa hubungan mereka hanya sekadar teman biasa. Muncul tokoh Mary, teman Anna yang bekerja di sebuah surat kabar lokal gay yang menjadi tempat curhatan Anna kemudian akhirnya jatuh cinta pada Conor setelah melalui hubungan percintaan yang tak kunjung bersambut, sama seperti Gigi.

Sutradara Ken Kwapis mengemasnya ke dalam banyak kisah di mana masing-masing tokoh terkait satu dan lainnya. Dengan menampilkan deretan aktor Hollywood ternama, film yang diproduseri oleh Drew Barrymore yang juga ambil peran dalam film ini berhasil menduduki puncak Box Office dengan perolehan pemasukan senilai 180 juta dollar AS di pemutaran seluruh dunia.Bukan karena film Hes Just Not That Into You sukses di pasaran sehingga penulis tertarik untuk mengangkatnya sebagai objek penelitian melainkan karena film tersebut memuat isi cerita yang berkaitan dengan studi komunikasi. Seperti dikutip dari artikel di www.21cineplex.com, Inti ceritaHes Just Not That Into You memang simpel, tentang kehidupan beberapa wanita serta quarterlife crisis-nya. Namun, yang membuat film ini unik adalah cara untuk memahami bahasa laki-laki yang disampaikan melalui gesture dan ucapan bersayap mereka. Banyak wanita kurang bisa menangkap gesture dan pesan bersayap dari para lelaki atau bahkan pasangannya sendiri. Apakah dirinya cuma sekedar the rule or exception? Berbekal cerita yang sederhana tersebutlah penulis tertarik mengangkat pesan-pesan verbal yang terkandung dalam film Hes Just Not Into You sebagai objek penelitian dengan judul:

ANALISIS KOMUNIKASI VERBAL DALAM FILM HES JUST NOT THAT INTO YOUB. RUMUSAN MASALAHBerdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalahnya sebagai berikut:1. Bagaimanakah perbedaan ko

of 110

Embed Size (px)
Recommended