Home >Technology >Amdal compatibility-mode

Amdal compatibility-mode

Date post:21-Jun-2015
Category:
View:2,607 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 1. AMDALTL 4002 Rekayasa Lingkungan 2009Program Studi Teknik Lingkungan ITB

2. Pendahuluan AMDAL/EIA : Analisis Mengenai Dampak Lingkungan / Environmental Impact Assessment AMDAL : studi lingkungan untuk melihat besar dan pentingnya dampak suatu kegiatan terhadap lingkungan : Fisik : struktur tanah, geologi, bentang lahan Kimia : pencemaran air, udara dan tanah Biologi : dampak terhadap floa dan fauna Sosial Ekonomi Budaya Kesehatan masyarakat 3. Pendahuluan AMDAL adalah sistem yang berasal dari Amerika Serikat yang diterapkan sebagai mekanisme untuk memaksakan (law enforce) implementasi Undang-Undang National Kebijakan Lingkungan (National Environmental Policy Act - NEPA) tahun 1970 Dalam UU tersebut ditetapkan bahwa setiap Tindak Federal penting harus disertai Pernyataan Dampak Lingkungan (Environmental Impact Statement atau EIS) EIS dihasilkan melalui proses Environmental Impact Assessment (EIA) Sistem ini selanjutnya digunakan oleh berbagai negara, termasuk Republik Indonesia Pada tahun 1992 diperkuat oleh Deklarasi Rio Masing-masing negara mengembangkan sistem tersebut sesuai dengan kondisi setempat 4. Ragam EIA di Berbagai NegaraMetoda kajian dapat bersifat universal, namun posisi EIAdisesuaikan dengan sistem pengendalian (development control) dimasing-masing negaraDi Kanada diterapkan dengan sangat selektif dan melalui tahapyang memfokusDi Inggris sebagai pelengkap sistem pengendalian yang telah adaDi Australia merupakan prakarsa pemrakarsa kegiatan untukmenghindari gugatan pada masa datangDi Indonesia disebut dengan Analisis Mengenai DampakLingkungan (AMDAL) sebagai syarat permohonan (bukanpemberian) ijin suatu rencana kegiatan/usaha 5. Ragam EIA di Berbagai NegaraSebelum diterbitkannya UU Nomor 4/1982 diterapkan dan dikenalsebagai : Pernyataan Dampak Lingkungan (PEDAL) Kajian Dampak Lingkungan (KADAL) Studi (dan Analisis) Dampak Lingkungan (STUDAL, SANDAL) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL atau ADL)Penetapan UU Nomor 4/1982 membakukan dengan istilah AMDAL(Analisis Mengenai Dampak Lingkungan 6. Regulasi AMDAL Kewajiban AMDAL di Indonesia diatur dalam : PP no. 27 tahun 1999 Kegiatan wajib AMDAL diatur dalam KepMenLH no.17 than 2001, misal :Bendungan : tinggi > 15 m atau luas 200 haJalan tol : wajib, jalan layang > 2 kmIrigasi : luas > 2000 haPembangunan jalan :Kota besar : > 5 kmKota sedang : > 10 kmPedesaan : > 30 km Kegiatan yang tidak wajib AMDAL (KepMenLH no. 86 tahun2002): melaksanakan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) 7. TUJUAN PENGENDALIANPEMBANGUNAN MELALUI AMDAL - MENGURANGI ATAU MENIADAKAN AKIBAT (YANG TIDAK DIRENCANAKAN)ATAS PERUBAHAN LINGKUNGAN, KHUSUSNYA AKIBATYANG MENDASAR, MELUAS, BERJANGKA PANJANG- MENGIDENTIFIKASI PEMECAHAN MASALAH YANG OPTIMAL- MENCEGAH ATAU MENGATASI KONFLIK KEPENTINGAN - MELIBATKAN PUBLIK DAN MENJAMIN KETERBUKAAN PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSANTUJUAN PENGENDALIAN DAPAT DICAPAI JIKA KEDUDUKAN AMDALDALAM PROSES PEMBANGUNAN TEPAT 8. FUNGSI AMDALAMDAL : SALAH SATU UPAYA PREVENTIF PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN OLEH KEGIATAN PEMBANGUNAN (SELAIN TATA RUANG, TATA GUNA LAHAN, AUDIT LINGKUNGAN, PLCA, DSB)UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSANKELAYAKAN LINGKUNGANPERIJINANBAGIAN PERENCANAAN STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN WILAYAHPERENCANAAN TEKNOLOGIDAN PERANCANGAN PROSES 9. EIA Stakeholders AMDALToR, EIA, RKL and RPL LOCAL OR CENTRAL Documents CommissionGOVERMENT Owner of PUBLICThe project NGO ConsultantTechnicalOwnerTeamEXPERTAPPROVAL :Bupati ACTIVITY IMPLEMENTATION : OWNER 10. Dokumen AMDAL Terdiri dari 5 dokumen penting :Kerangka Acuan (KA) : sebagai dasar pelaksanaan studi AMDAL(disusun sebelum kegiatan AMDAL dilaksanakan)Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) : dokumen yang memuatstudi dampak lingkunganRencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) : upaya-upayapengelolaan lingkungan untuk mengurangi dampak negatif danmeningkatkan dampak positif, misal : pengelolaan limbahRencana Pemantauan Lingkungan (RPL) : upaya pemantauanuntuk melihat kinerja upaya pengelolaan yang dilakukan, misal :pengukuran kualitas air dan udara di titik-titik tertentuExecutive summary : memuat ringkasan dokumen ANDAL, RKLdan RPL Hasil utama studi AMDAL adalah dokumen RKL dan RPL 11. Tahapan Studi AMDAL Penyusunan Kerangka Acuan Uraian Rencana Kegiatan (alam feasibility study) Identifikasi dampak Rona Lingkungan Awal (Environmetal Setting) Prediksi Dampak Assessment dan Mitigasi dampak 12. Tahapan Studi AMDAL 13. Kerangka AcuanTerms of Reference (TOR)Dibuat berdasarkan studi kelayakan (feasibility study)suatu aktivitasMerupakan dasar dalam pelaksanaan studi AMDAL,misal : Daerah studi Jumlah dan lokasi sampel Isu utama yang akan timbul, misal : masalah kualitas udara yang akan berdampak ke kondisi sosial dan kesehatan masyarakatHarus melalui persetujuan Tim Teknis AMDAL di daerahtingkat II/ propinsi/ pusat 14. Kerangka AcuanTerms of Reference (TOR)Kerangka Acuan dapat disusun dalam 3 cara :KA telah disusun oleh komisi yang bertanggung jawabatau bersama-sama dengan pemrakarsa proyek(sesuai dengan Peraturan Pemerintah)KA disusun bersama antara komisi yang bertanggungjawab, pemrakarsa proyek dan pelaksana AMDALatau konsultan AMDAL.KA disusun oleh pelaksana AMDAL kemudiandiajukan kepada pemrakarsa proyek. 15. Kerangka AcuanTerms of Reference (TOR)Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalampenyusunan KA antara lain :Judul, latar belakang studi AMDAL dan tujuan daristudi AMDALDasar pendekatan studi AMDAL dan analisisnyaMetodologi penelitianJadwal penelitianOrganisasi timBiaya penelitian 16. Identifikasi Dampak PentingBerdasarkan komponen kegiatan dan komponen lingkungan yang terkenadampak Komponen kegiatan dibagi berdasarkan tahap : Prakonstruksi : pembebasan lahan, pematangan lahan, dll Konstruksi : pemasangan tiang pancang, pembetonan, dll Pasca konstruksi : pengoperasian jalan tolKomponen lingkungan : aspek fisik, kimia, biologi, sosekbud dan kesmasDibuat matriks antara komponen kegiatan dan komponen lingkunganUkuran besar dan pentingnya dampak : Jumlah manusia yang terkena dampak Luas wilayah sebaran Intensitas dan lamanya dampak Banyaknya komponen lingkungan yang terkena dampak Sifat kumulatif dampak Berbalik atau tidak berbaliknya dampak 17. Rona Lingkungan Awal Tinjauan lapangan untuk menganalisis kondisi lingkungan sebelum ada kegiatan Tinjauan lapangan dapat berupa :Pengukuran langsung dan wawancara (data primer) :pengukuran kualitas udara, air, interview denganmasyarakat setempat, dllPengumpulan data sekunder dari instansi terkait Data dasar untuk mengkaji besar dan pentingnya dampak 18. Prediksi DampakBerdasarkan besaran dari komponen kegiatanPerkiraan besarnya dampak terhadap lingkungan secarakualitatif dan kuantitatif, misal : besarnya peningkayankonsentrasi pencemar udara dan luas sebarannyaPrediksi menggunakan metodologi yang secara ilmiahdapat diterima. Contohnya menggunakan model-modelmatematis ataupun software yang sudah ada di pasaran,misalnya untuk melihat dispersi udara menggunakanmodel Dispersi Gauss 19. Assessment Dampak Berdasarkan rona awal dan prediksi dampak Mengacu kepada standar/baku mutu yang berlaku, misalnya baku mutu air limbah, kebisingan, dll Rona awal + prediksi = > < baku mutu ? Ukuran dampak : Jumlah manusia yang terkena dampak Luas wilayah sebaran Intensitas dan lamanya dampak Banyaknya komponen lingkungan yang terkena dampak Sifat kumulatif dampak Berbalik atau tidak berbaliknya dampak 20. Mitigasi DampakUpaya Pengelolaan yang harus dilakukan :Penggunaan sarana WWTPAlat pengendali pencemaran udaraPenggunaan peredam suara, dllDituangkan dalam dokumen RKL (Rencana PengelolaanLingkungan) untuk seluruh komponen kegiatan yangmemberikan dampak penting terhadap komponenlingkunganTingkat keberhasilan upaya mitigasi dampak diukurdengan pemantauan yang dituangkan dalam dokumenRPL (Rencana Pemantauan Lingkungan)Pelaksanaan RKL dan RPL harus dilaporkan secaraperiodik ke instansi terkait 21. Metodologi ANDAL Warner & Bromley (1974) membuat klasifikasi metode ANDAL, yaitu:Metode Ad Hoc : sangat sedikit memberikan pedoman caramelakukan pendugaan, relatif mudah, singkat, tetapi kurangketerpaduan dari disiplin-disiplin ilmu yang terlibat. Metode Overlays : menggunakan sejumlah peta di lokasi yang akan dibangun proyek dan daerah sekitarnya, tiap peta menggambarkan komponen-komponen lingkungan yang lengkap (meliputi aspek fisik-kimia, biologi, sosial-ekonomi, dan sosial- budaya).Kelebihan : dalam melakukan evaluasi, pemilihan alternatifdan mengidentifikasi dampak tertentu.Kekurangan : tidak dapat menyajikan dampak kuantitatif 22. Metode Ad Hoc 23. Metodologi ANDAL(2) Metode Matrices : merupakan bentuk checklist dalam dua dimensi, dengan bentuk matriks tersebut dapat ditetapkan interaksi antara aktivitas proyek dengan komponen lingkungan. Kelemahannya adalah tidak dapat menggambarkan dampak tidak langsung. Metode ini dikenal juga dengan Metode Leopold. Metode Network : metode yang disusun berdasarkan suatu daftar aktivitas proyek yang saling berhubungan dengan komponen-komponen lingkungan yang terkena dampak.Kelebihan : dapat menggambarkan adanya dampak langsungdan tidak langsung serta hubungan antar komponenlingkungan.Kekurangan : setiap orang dapat meyusun bentuk alirandampak yang berbeda tergantung tingkt keahlian danpengalamannya. 24. Metodologi ANDAL(3) Metode Checklist : berbentuk daftar komponen lingkungan yang kemudian digunakan untuk menentukan komponen mana yang terkena dampak. Berdasarkan perkembangannya, metode Checklist dibagi menjadi :Checklist sederhana (simple checklist)Checklist dengan uraian (descriptive checklist)Checklist berskala(scaling checklist)Checklist berskala dengan pembobotan (scale weightchecklist) 25. Checklist berskala(scaling checklist) 26. Checklist berskala dengan pembobotan (scaleweight checklist) 27. Metodologi ANDAL Metode lainnya yang juga sering digunakan antara lain : a. Metode Leopold atau Matriks Interaksi Leopold (1971) :terdiri dari 100 macam aktivitas dengan 88 komponenlingkungan. Identifikasi dampak lingkungan dari proyek ditulisdalam interaksi antara aktivitas dan komponen lingkungan. Langkah pertama : setelah matriks dibuat kemudian menentukan dampak dari tiap aktivitas proyek pada komponen lingkungan. Langkah kedua : menentukan besaran (magnitude) dan tingkat kepentingan (importance) dampak. Penilaian berskala 1 (nilai paling rendah) sampai 10 (nilai paling tinggi) dan diberi tanda + atau untuk masing-masing dampak. 28. Metode Leopold (Matriks Interaksi Leopold) 29. Metodologi ANDAL b. Metode Matriks Dampak dari Moore (1973) : matriks Mooredibagi menjadi 6 kategori yang berbeda, yaitu :Pembentuk timbulnya aktivitas dan aktivitas lain yangberhubunganPotensi perubahan lingkunganPengaruh pada lingkungan yang utamaPemanfaatan pada manusia yang terkenaPotensi kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitasBesaran umum dari potensi pengurangan dari pemanfaatanmanusia 30. Metode MatriksDampak dari Moore 31. Metodologi ANDAL c. Metode Sorensen (1971) : merupakan Network Analysis yangpertama, disusun untuk digunakan pada proyek pengerukan dasar laut(dredging). Dalam metode ini diidentifikasi berbagai hubungan timbalbalik atau sebab akibat adanya aktivitas proyek. c. Metode MacHarg (1968) : dikenal juga sebagai Metode Overlays d. Metode Fisher dan Davies (1973) : terdiri atas 3 matriks yang disusunsecara bertahap, yaitu :Tahap pertama : matriks mengenai evaluasi lingkungan sebelumproyek dibangun (Environmental Baseline)Tahap kedua : matriks dampak lingkungan (EnvironmentalCompatibility Matriks)Tahap ketiga : matriks keputusan (Decision Matriks) 32. Metode Sorensen 33. Metode Fisher dan DaviesTahap 1 Environmental Baseline 34. Metode Fisher dan DaviesTahap 2 Environmental Compatibility Matrix 35. Metode Fisher dan DaviesTahap 3 Decision Matrix 36. Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) RKL : merupkan bagian dari AMDAL suatu proyek, RKL disusun berdasarkan hasil dari studi ANDAL. Kedudukan RKL dalam AMDAL dapat dilihat pada gambar berikut : A N RPL (RencanaHasil PendugaanRKL D Pemantauan Lingkungan)Dampak Suatu Proyek A L Aktivitas Aktivitas UsulanProyek dibangun Pengelolaan Pemantauan Proyekdan berjalanLingkunganLingkungan Keadaan Kualitas Hasil Pemantauan Dampak Lingkungan LingkunganKulaitas Lingkungan 37. Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) Pemantauan Lingkungan (Duinker, 1983) : pengukuran berdasarkan waktu atau pengulangan pengukuran pada komponen atau parameter lingkungan pada waktu-waktu tertentu. Kegunaan pemantauan : Untuk menguji pendugaan dampak Untuk mendapatkan efektivitas dari aktivitas atau teknologi yang digunakan untuk mengendalikan dampak negatif Untuk mendapatkan tanda peringatan sedini mungkin mengenai perubahan lingkungan Untuk mengumpulkan bukti-bukti untuk menunjang tuntutan-tuntutan ganti rugi. 38. PROSEDUR PELIBATAN MASYARAKATDALAM AMDALMASYARAKAT INSTANSI YANG PEMRAKARSABERKEPENTINGANBERTANGGUNGJAWABPengumuman Rencana Usaha/Kegiatan Pengumuman PersiapanPenyusunan AMDAL Saran, pendapat, dantanggapan Penyusunan KA ANDALKonsultasi Publik Saran, pendapat, dan PENILAIAN KA ANDALtanggapan oleh Komisi AMDAL (Maks.75 hari) Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL Saran, pendapat, dan PENILAIAN ANDAL, RKL,tanggapan DAN RPL oleh Komisi AMDAL (Maks. 75 hari)KEPUTUSAN KELAYAKAN LINGKUNGANMenteri, Gubernur, Bupati/Walikota 39. KONDISI PENYELENGGARAAN AMDAL SAAT INIPANDANGAN DAN KOMITMEN PEMRAKARSA AMDAL DIPANDANG SEBAGAI COST CENTER BELUM TERDAPAT INSENTIF BAGI PEMRAKARSA YANG MENYELENGGARAKAN AMDALKOMITMEN APARATUR PEMERINTAH AMDAL DIPANDANG SEBAGAI INSTRUMEN PERIJINAN DIBANDING SEBAGAI INSTRUMEN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN DOKUMEN AMDAL DISYARATKAN MENCANTUMKAN SERINCI MUNGKIN UPAYA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN AMDAL BELUM DIPOSISIKAN SEBAGAI KELENGKAPAN INFORMASI BAGI STUDI KELAYAKAN 40. KONDISI PENYELENGGARAAN AMDAL SAAT INI...(2)PANDANGAN PENGKAJI AMDALAMDAL MENSYARATKAN DATA/INFORMASI RENCANA KEGIATANYANG LENGKAP DAN RINCIRENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGANDITUJUKAN BAGI SELURUH DAMPAK PENTING DAN TIDAKBERORIENTASI PADA LANGKAH REDUCE COSTRENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGANCENDERUNG TIDAK DAPAT DIUBAHKEBIJAKAN, PERATURAN-PERUNDANGAN, DAN PENEGAKANNYAPENEGAKAN HUKUM LEMAHKETIDAKJELASAN KONSEP DAMPAK PENTING MENURUNKANAKUNTABILITAS KAJIAN AMDALPERATURAN YANG ADA BELUM MENGAKOMODASIKANPERUBAHAN RKL DAN RPL SESUAI KONDISI INTERNAL DANEKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI RKL DAN RPL 41. EVALUASI PENYELENGGARAAN AMDALTIDAK EFISIENTIDAK COST EFFECTIVEPROSES PANJANG DAN BIROKRATISMETODOLOGI AMDAL BERSIFAT KAKUAMDAL TIDAK TERINTEGRASI DALAM STUDI KELAYAKAN TEKNISDAN EKONOMISMITIGASI CENDERUNG BERORIENTASI KEPADA END OF PIPEAPPROACHBERSIFAT STATIS DAN TIDAK DAPAT MENGAKOMODASIKANKOMPLEKSITAS DAN DINAMIKA (KETIDAKPASTIAN)TIDAK TERKAIT DENGAN SISTEM PENGELOLAAN LINGKUNGANLAINNYAPENGAWASAN PENYELENGGARAAN AMDAL LEMAHPERANSERTA MASYARAKAT RENDAH 42. AMDAL PARADIGMA BARUFOKUS KAJIAN AMDALDARI PENANGGULANGAN DAN PENGENDALIAN DAMPAK NEGATIFMENUJU PENCEGAHAN SEKALIGUS MENURUNKAN BIAYA OPERASI(REDUCE COST) DAN MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF(COMPETITIVE ADVENTAGE)RKL DAN RPLDARI YANG BERSIFAT KAKU DAN TIDAK DAPAT DIUBAH MENUJUSIFAT LUWES. PERUBAHAN SEHARUSNYA TIDAK MEMBUTUHKANPERSETUJUAN INSTANSI BERWENANGPERANSERTA PUBLIKDARI MILIK PEMRAKARSA DAN INSTANSI YANG BERWENANGMENUJU MILIK PEMRAKARSA, INSTANSI YANG BERWENANG, DANWARGA MASYARAKAT YANG TERKENA DAMPAK