Home >Documents >ALL + nekrosis Pulpa

ALL + nekrosis Pulpa

Date post:10-Jan-2016
Category:
View:31 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
ALL dengan gigi
Transcript:

BAB IREKAM MEDIK1.1Identifikasi PasienNama:An.NASUmur:14 tahunJenis Kelamin:PerempuanStatus Perkawinan:Belum kawinAgama:IslamAlamat:Jln. Giri Mulyo RT.01 RW.03 kel.Giri Mulyo OKU Timur Kebangsaan:Indonesia

1.2Anamnesisa. Keluhan Utama : Konsul dari bagian Anak RSMH untuk perawatan gigi

b. Keluhan Tambahan : -

c. Riwayat Perjalanan Penyakit

Sejak 1 tahun yang lalu, penderita sering mengeluh nyeri pada gigi kanan atas, Nyeri dirasakan saat megunyah(+), nyeri juga dirasakan saat makan atau minum minuman yang panas atau dingin (+), nyeri dirasakan berkurang setelah makan/minum dan berhenti mengunyah. Riwayat trauma(-), Riwayat tumpatan pada gigi (-), riwayat merokok (-), riwayat konsumsi alkohol (-). Sejak 2 bulan yang lalu, penderita mengaku nyeri pada gigi kanan atas sudah berkurang, Nyeri kadang-kadang dirasakan saat megunyah(+), nyeri sudah tidak dirasakan lagi saat makan atau minum minuman yang panas atau dingin. Warna gigi dirasakan semakin kusam atau kehitaman. Riwayat trauma(-), Riwayat tumpatan pada gigi (-), riwayat merokok (-), riwayat konsumsi alkohol (-). Penderita sudah terdiagnosis ALL sejak bulan September tahun 2014. Penderita saat ini sedang menjalani kemoterapi.

d. Riwayat Penyakit atau Kelainan Sistemik

Penyakit atau Kelainan SistemikAdaDisangkal

Alergi : debu, dingin

Penyakit Jantung

Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Penyakit Diabetes Melitus

Penyakit Kelainan Darah

Penyakit Hepatitis A/B/C/D/E/F/G/H

Kelainan Hati Lainnya

HIV/ AIDS

Penyakit Pernafasan/paru

Kelainan Pencernaan

Penyakit Ginjal

Penyakit / Kelainan Kelenjar ludah

Epilepsy

e. Riwayat Penyakit Gigi dan Mulut Sebelumnya Penderita belum pernah melakukan pemerikaan gigi sebelumnya.

1.3Pemeriksaan Fisika. Status Umum Pasien1. Konsultasi:dari teman sejawat bagian Anak RSMH2. Keadaan Umum Pasien : Kompos Mentis3. Berat Badan : 34 kg4. Tinggi Badan : 150 cm5. Vital Sign Tekanan Darah : 110/80 mmHg Nadi : 82x/menit RR : 20x/menit T : 36,7 0C

b. Pemeriksaan Ekstra Oral Wajah : simetris Bibir : tidak ada kelainan KGB : kanan dan kiri tidak teraba dan tidak terasa sakit

c. Pemeriksaan Intra Oral Debris : ada, di semua regio Plak : tidak ada Kalkulus : ada, di semua regio Perdarahan Papilla Interdental : tidak ada Gingiva : gingivitis (+) Mukosa : tidak ada kelainan Palatum : tidak ada kelainan Lidah : tidak ada kelainan Dasar Mulut : tidak ada kelainan Hubungan Rahang : ortognati Kelainan Gigi Geligi : lihat status lokalis

d. Status Lokalis

GigiLesiSondasePerkusiPalpasiCEDiagnosis/ ICDTerapi

1.6-----Caries Dentin Nekrosis pulpaPro Ekstraksi

e. Temuan Masalaha. Kalkulus di semua regiob. Nekrosis pulpa 1.6c. Caries Dentin 1.6

f. Perencanaan Terapia. Kalkulus di semua regio : pro scallingb. Nekrosis pulpa 1.6 :Pro Ekstraksi

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

1. NEKROSIS PULPANekrosispulpa adalah kematian pulpagigi, bisa sebagian ( parsial ) atau keseluruhan. Patofisiologi dari gangren pulpa adalah terbentuknya eksudat inflamasi menyebabkan peningkatan tekanan intra pulpa sehingga sistem limfe dan venule terputus, mengakibatkan kematian jaringan pulpa. Jika eksudat tersebut masih dapat diabsorbsi atau terdrainase melalui karies,nekrosisterjadi bertahap. Padagigiyang mengalami benturan keras,nekrosisjuga dapat terjadi bila aliran darah di dalam pulpa terputus.1.1 Etiologi1.Microbakterial2.Trauma fisik (benturan, radiasi)3.Bahan-bahan kimia (tumpatan gigi, bahan korosif)4. Reaksi hipersensitivitas1.2 MekanismeMekanisme terjadinya nekrosis pulpa merupakan penjalaran yang membutuhkan waktu yang lama. Proses terjadi nekrosis dimulai dari :a. Karies superfacial (karies email).Dimana terjadi pembentukan plak dan penguraian karbohidrat oleh bakteri dengan menggunakan enzim Ftase dan Gtase. Bakteri yang mengurai karbohidrat (sukrosa) akan menghasilkan asam sebagai hasil akhir yang meng-etsa email gigi hingga tebentuk kavitas.b. Karies dentinMerupakan kelanjutan invasi bakteri setelah terbentuk kavitas superfacial.c. Peradangan pulpa (infeksi pulpa)Merupakan reaksi terhadap invasi bakteri yang telah mengenai pulpa.Ditandai dengan terjadinya dilatasi pembuluh darah, peningkatan volume darah dalam ruangan pulpa (kongesti)d. PulpitisDibedakan menjadi 2 : ReversibleInflamasi pulpa yang masih ringan yang disebabkan oleh stimuli tapi pulpa dapat kembali ke keadaan tidak terinflamasi bila stimuli dihilangkan.1. Kronik (tanpa gejala)/asimtomatik2. Akut (dengan gejala)/symtomatik IreversibelInflamasi pulpa yang persisten yang dapat simtomatik ataupun asimtomatik yang menyebabkan pulpa menjadi nekrosis (mati).1. Akut2. Kronik : pulpitis hiperplastikDitandai dengan berlanjutnya dilatasi pembuluh darah, akumulasi cairan udema pada jaringan penghubung yang mengelilingi pembuluh darah kecil. Cairan udema ini akan merusak kapiler yang ditandai dengan ektravasasi sel darah merah dan diapedesis sel darah putih. Ditemukan juga PMN disekitar dinding pembuluh kapiler yang aktif bergerak secara teratur. Sel-sel yang rusak, leukosit PMN, bakteri yang mati yang menyebabkan terbentuknya PUS (abses pulpa). Pus tersebut akan menyumbat jalan peredaran darah sehingga drainase terganggu akibatnya pus menjalar di seluruh bagian pulpa dan menyebabkan terjdinya nekrosis.e. Nekrosis (gangrene)Nekrosis yang terjadi dapat menyebabkan terjadinya abses periapikal.f. Abses periapikalg. Penyebaran PUS ke organ tubuh lain melalui pembuluh darah, yang bisa menyebabkan kematian.

1.3 Gejala Umum Nekrosis Pulpaa. Simptomnya sering kali hampir sama dengan pulpitis irreversibleb. Nyeri spontan atau tidak ada keluhan nyeri tapi pernah nyeri spontan.c. Sangat sedikit/ tidak ada perubahan radiografikd. Mungkin memiliki perubahan-perubahan radiografik defenitif seperti pelebaran jaringa periodontal yang sangat nyata adalah kehilangan lamina durae. Perubahan-perubahan radiografik mungkin jelas terlihatf. Lesi radiolusen yang berukuran kecil hingga besar disekitar apeks dari salah satu atau beberapa gigi, tergantung pada kelompok gigi.1.4 DiagnosisNekrosisSebagianNekrosisKeseluruhan

Menyerupai pulpitis irreversibel- Tes termal bereaksi lambat Perkusi/ tekanan bereaksi negatif Vitalitester bereaksi dalam skala besar Gambaran radiologi tidak ada kelainan Tidak memberikan gejala tes termal negatif Perkusi/ tekanan bereaksi negatif Vitalitester bereaksi negatif Terlihat penebalan ligamentum periodontal

a. Keluhan subjektif : Gigi berlubang, kadang-kadang sakit bila kena rangsangan panas Bau mulut (halitosis) Gigi berubah warna.b. Pemeriksaan objektif : Gigi berubah warna, menjadi abu-abu kehitam-hitaman Terdapat lubang gigi yang dalam Sondenasi,perkusi dan palpasi tidak sakit Biasanya tidak bereaksi terhadap tes elektrik dan termal. Kecuali pada nekrosis tipe liquifaktif. Bila sudah ada peradangan jaringan periodontium, perkusi,palpasi dan sondenasi sakit.

1.5 KlasifikasiNekrosispulpa ada 2 :1. NekrosisKoagulasiNekrosisKoagulasiadalah kematian jaringan pulpa dalam keadaan kering/padat. Jumlah kuman, virulensi dan patogenitasnya kecil. Sehingga tidak memberi respon terhadap tes dingin, panas, tes vitalitas ataupun tes kavitas. Tes membau tidak jelas.Penyebab :a. Trauma: benturan, jatuh, kena pukulb. Termis: panas yang berlebihan waktu mengeborgigi.c. Listrik: timbulnya aliran galvanis akibat dua tumpatan logam yang berbeda padagigiyang berdekatand. Chemis/kimia : asam dari tambalan silikat.Gejala-gejala :Tidak ada keluhan, kecuali dari segi estetis (terutamagigidepan) dan gigiberubah warna menjadi lebih suram

Tanda-Tanda Klinis :Inspeksi Gigiberubah warna bewarna suram Gigifraktur atau dengan tambalanSondasi : tidak memberi keluhanPerkusi : tidak memberi keluhanTermis : tidak memberi keluhanTes vitalitas : tidak beraksi

2. NekrosislikuifaksiLikuifaksi = pencairan, menjadi cairNekrosis = kematianJadiNekrosisLikuifaksiadalah kematian jaringan pulpa dalam keadaan basah. Tes membau positif. Jumlah kuman terutama bakteri anaerob cukup banyak. Memberi respon (+) terhadap tes panas atau tes vitalitas karena terjadi konduksi melalui cairan dalam pulpa menuju jaringan vital didekatnya. Padagigiutuhyang mengalaminekrosisperubahan warna biasanya merupakan petunjuk pertama bagi kematian pulpa.Penyebab:a. Kelanjutan dari pulpitisb. NekrosisKoagulasi yang telah terinfeksiGejala-gejala :c. bau yang tidak enakd. kadang-kadang sakit bila dipakai mengunyahe. bila makan panas kadang-kadang terasa sakitf. warna berubah

Tanda Klinis/pemeriksaan objektif :Inspeksi Karies profunda dengan pulpa terbuka/tumpatan terbuka Gigiberubah warna menjadi lebih suram (keabu-abuan)Sondasi : tidak beraksiPerkusi : tidak beraksiTermis panas : terasa sakitTekanan : tidak beraksiTes Vitalitas : tidak beraksiTes Membau : bau busuk (gas indol & skatol/H2S)

1.6 Rencana Perawatana. Simtomatis :Diberikan obat-obat penghilang rasa sakit/anti inflmasi (OAINS)b. Kausatif :Diberikan antibiotika (bila ada peradangan)c. Tindakan : Gigi dibersihkan dengan semprit air, lalu dikeringkan dengan kapas. Beri anagesik, bila ada peradangan bisa di tambah dengan antibiotic Sesudah peradangan reda bisa dilakukan pencabutan atau dirujuk untuk perawatan saluran akar. Biasanya perawatan saluran akar yang digunakan yaitu endodontic intrakanal.Yaitu perawatan pada bagian dalam gigi (ruang akar dan saluran akar) dan kelainan periapaikal yang disebabkan karena pulpa gigi tersebut. Untukgigisulung yang belum waktunya dicabut dirawat dengan perawatan saluran akar Untukgigitetap berakar satu dipertahankan Untukgigibelakang bila mahkota masih bagus dirawat, bila jelek dicabut.

2. ACUTE LYMPHOBLASTIC LEUKEMIA1.1 DEFINISILeukemia merupakan suatu keganasan yang menyerang sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang. Leukemia ada yang bersifat akut dan kronis

Embed Size (px)
Recommended