Home >Documents >Aliran SENI LUKIS

Aliran SENI LUKIS

Date post:26-Oct-2015
Category:
View:410 times
Download:19 times
Share this document with a friend
Description:
makalah
Transcript:

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar belakang

Kata "seni" adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kabarnya kata seni berasal dari kata "SANI" yang kurang lebih artinya "Jiwa Yang Luhur / Ketulusan jiwa". Namun menurut kajian ilimu di eropa mengatakan "ART" (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang atau karya dari sebuah kegiatan.

Berdasarkan penelitian para ahli menyatakan seni atau karya seni sudah ada kurang lebih sejak 60.000 tahun yang lampau. Buktinya berupa lukisan yang berupa torehan-torehan pada dinding gua dengan menggunakan warna yang menggambarkan kehidupan manusia purba. Satu hal yang membedakan antara karya seni manusia Purba dengan manusia Modern adalah terletak pada tujuan penciptaannya. Kalau manusia purba membuat karya seni sebagai penanda kebudayaan pada massanya. Sedangkan manusia modern membuat karya seni digunakan untuk kepuasan pribadinya dan menggambarkan kondisi lingkungannya. Dengan kata lain manusia modern adalah figur yang ingin menemukan hal-hal yang baru dan mempunyai cakrawala berfikir yang lebih luas. Semua bentuk kesenian pada jaman dahulu selalu ditandai dengan kesadaran magis, karena memang demikian awal kebudayaan manusia. Dari kehidupan yang sederhana yang memuja alam sampai pada kesadaran terhadap keberadaan Tuhan.

Pada awalnya seni diciptakan untuk kepentingan bersama. Karya- karya seni yang ditinggalkan pada masa pra-sejarah di gua-gua tidak pernah menunjukan identitas pembuatnya. Demikian pula peninggalan-peninggalan dari masa lalu seperti bangunan atau artefak di Mesir kuno, Romawi, India, atau bahkan di Indonesia sendiri. Kalaupun ada penjelasan tertentu pada artefak tersebut, hanya penjelasan yang menyatakan artefak tersebut di buat untuk siapa.

Dalam sejarah seni terjadi banyak pergeseran. Sejak jaman purba, basis-basis ritual dan kultis dari karya seni mulai terancam akibat sekularisasi masyarakat. Situasi keterancaman itu mendorong seni akhirnya mulai mencari otonomi dan mulai bangkit pemujaan sekular atas keindahan itu sendiri. Dengan kata lain fungsi seni menjadi media ekspresi, dan setiap kegiatan kesenian adalah berupa kegiatan ekspresi kreatif, dan setiap karya seni merupakan bentuk yang baru, yang unik dan orisinil. Karena sifatnya yang bebas dan orisinal akhirnya posisi karya seni menjadi individualistis.

Di era Kontemporer aturan-aturan yang telah ada seolah-olah dihancurkan, yang dulunya karya seni itu harus menyenangkan, sekarang malah bisa sebaliknya. Yang dulunya karya seni itu setidaknya masih mempertimbangkan etika sosial, etika agama atau etika-etika yang lain, namun sekarang mungkin semuanya itu bisa jadi hanya sebagai aturan usang. Kondisi ini terjadi karena seniman sudah berada pada titik jenuh. Jenuh pada lingkungannya atau pada sesutau yang telah ada, jenuh pada perlakuan pasar kapitalisme yang menurutnya terlalu radikal terhadap karya seni, yang sedikit-sedikit karya seni itu dinilai dengan nominal. Padahal karya seni itu sebelum dinilai adalah "nol". Selebihnya adalah makna, ide, representasi, rekreasi, acuan etik, dokumentasi "politik" dan "sejarah", perlawanan, luka, kekecewaan, paradigma, atau sekedar main-main belaka. Atau para seniman jenuh pada kritikus yang dalam kritiknya memberikan pemaknaan yang terlalu seenaknya sehingga esensi pesan dari karyanya menjadi tidak-karuan.B. Rumusan MasalahBerdasakan latar balakang makalah, rumusan masalah pada makalah ini adalah?1. Apasajakah jenis-jenis aliran seni rupa? 2. Sebutkan tokoh tokohn aliran seni rupa?3. Bagaimanakan perkembangan seni rupa menurut jenis-jenis aliran seni rupa ?C. Tujuan PenulisanAdapun tujuan makalah ini adalah:1. Untuk mengetahui jenis-jenis aliran seni rupa.2. Untuk mengetahui tokoh tokohn aliran seni rupa.3. Untuk mengetahui bagaimanakan perkembangan seni rupa menurut jenis-jenis aliran seni rupa.BAB II

PEMBASAHAN

1. Ekspresionisme

INCLUDEPICTURE "http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/bb/Egon_Schiele_061.jpg/220px-Egon_Schiele_061.jpg" \* MERGEFORMATINET

Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitetur, dan musik. Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia. Pelukis Matthias Grnewald dan El Greco bisa disebut ekspresionis.Ekspresionisme Merupakan Aliran Yang Melukiskan Aktualitas Yang Sudah Didistorsikan Ke Arah Suasana Kesedihan, Kekerasan Ataupun Tekanan Batin. Pada tahun 1990-an, para pelukis mulai tidak puas dengan karya yang hanya menonjolkan bentuk-bentuk objek. Mereka mulai menggali hal-hal yang berhubungan dengan batin, sehingga muncullah aliran ekspresionisme. Vincent Van Gogh (1850) adalah tokoh yang menjadi tonggak kemunculan aliran ekspresionisme dan tokoh lain yang mengikuti adalah Paul Cezanne, Paul Gauguin, Emil Nolde dan di Indonesia yaitu Affandi. Ekspresionisme merupakan aliran yang melukiskan aktualitas yang sudah didistorsikan ke arah suasana kesedihan, kekerasan ataupun tekanan batin.Pelopornya Adalah Vincent Van Gogh, Paul Klee, Emile Nolde, W . Kandinsky, Dan Edvard Munch. Dari Indonesia Affandi, Rusli, Srihadi Sudarsono.2. Surrealisme

Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya.Gerakan budaya yang bermula pada pertengahan tahun 1920-an. anyak seniman dan penulis surealis yang memandang karya mereka sebagai ungkapan gerakan filosofis yang pertama dan paling maju. Karya tersebut merupakan artefak, dan Andr Breton mengatakan bahwa surealisme berada di atas segala gerakan revolusi. Dari aktivitas Dadaisme, surealisme dibentuk dengan pusat gerakan terpentingnya di Paris. Dari tahun 1920-an aliran ini menyebar ke seluruh dunia. Surealisme memengaruhi film seperti Angel's Egg dan El Topo.istilah surealisme di ciptakan tahun 1917 oleh Guillaume Apollinaire yang mengomentari tampilan balet parade, sebuah karya kolaborasi. Karena di anggap super-realisme (sur-realisme).

Surealisme dinilai sebagai salah satu dari gerakan gerakan seni yang paling penting dan berpengaruh di eropa pada paruh pertama abad ke20.Aliran Surealis Banyak Di Pengaruhi Oleh Teori Analisis Psikologis. Sigmund Freud Mengenai Ketidak Sadaran Dalam Anatomisme Dan Impian. Surealisme Sering Tampil Tidak Logis Dan Penuh Fantasi, Seakan-Akan Melukis Dalam Mimpi. Tokoh Surealis Yaitu :Salvador Dali, Maxt Ernest, Jona Mirod

3. Kubisme

Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Aliran Kubisme Dilatar Belakangi Oleh Konsep Paul Cezanne Yang Mengatakanbahwa Bentuk Dasar Dari Segala Bentuk Adalah Silinder , Bola, Balok Dan Semua Bentuk Yang Ada Di Dalam Di Pengaruhi Oleh Perspektif, Sehingga Bidang Tertuju Pada Satu Titik Tengah. Karya Picasso Menjadi Insfirasi Kemunculan Karya- Karya Kubisme, Karena Motif Geometris Digunakan Oleh Picasso.Dalam tahap perkembangan awal pada tahun 1908-1909 kubisme segerah mengarah lebih kompleks dalam corak kemudian lebih sistematis berkisar antara tahun 1910-1912. Fase awal ini sering di beri istilah kubisme Analitis karena objek lukisan harus di pecah pecah yang terdiri atas faset fasetnya atau dalam bentuk kubus.

Objek lukisan kadang kandang setengah tampak digambar dari depan persis sedangkan setengahnya lagi dilihat dari belakang atau samping. Wajah manusia atau kepala binatang yang di ekspos sedemikian rupa, sepintas terlihat dari samping dengan matanya yang seharusnya tampak dari depaSalah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.

4. Romantisme

Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan. Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Aliran romantisme ini bermula pada akhir abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19. Nuansa ini telah mempengaruhi karakteristik budaya dan banyak karya seni dalam peradaban Barat.

Dimulai dengan gerakan kesenian dan intelektual yang kemudian berimbas pada terjadinya suatu revolusi kemapanan nilai nilai sosial dan keagamaan. Akibat lain yang di bawa aliran romantisme ini meninggalkan individualisme, subjektivitas, irasionalisme imajinasi, emosi, dan emosi alami melebihi alasan dan rasa intelektual.

Romantisisme muncul sebagai sebuah gerakan seni, sastra dan intelektual dariEropa Barat di abad ke-18. Gerakan ini juga muncul sebagai salah satu reaksi terhadap revolusi industri. Romantisme adalah gerakan yang ingin melepaskan diri dari norma norma kebangsawanan yang mengekang kebebasan berekspresi. Demikian juga reaksi sosial terhadap periode pencerahan dan rasionalisasi terhadap alam, dalam seni dan sastra.Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Salehdari Indonesia dan Leonardo Da Vinci dari luar negeri.

Raden Saleh Leonardo Da Vinci 5. Impresionisme Karakteristik utama lukisan impresionisme adalah kuatnya goresan kuas, warna-warna cerah (bahkan banyak sekali pelukis impresionis yang mengharamkan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya), komposisi terbuka, penekanan pada kualitas pencahayaan, subjek-subjek lukisan yang tidak terlalu menonjol, dan sudut pandang yang tidak biasa. Pada awalnya tidak hanya lukisan still life dan potret saja yang d

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended