Home >Documents >ajian wong alus

ajian wong alus

Date post:07-Jul-2015
Category:
View:1,401 times
Download:44 times
Share this document with a friend
Transcript:

KULIAH UNTUK CALON PARANORMAL: MEMANFAATKAN JEJAK REKAM METAFISISBy wongalus

1 Votes

Artikel ini saya tujukan khusus untuk mereka yang ingin menjadi paranormal dan menekuni dunia supranatural. Ini pengetahuan dasar tentang ketrampilan teknis/tata cara mengamalkan ilmu gaib. Jadi bagi yang tidak berkepentingan, kami mohon maaf karena bisa jadi mengganggu keyakinan Anda. (wongalus) Ada sebuah buku yang mengisahkan kebiasaan berbagai bangsa di dunia dalam hubungannya dengan ilmu gaib yaitu THE GOLDEN BOUGHT, A STUDY IN MAGIC AND RELIGION karya penulis Sir James George Frazer. Dalam bukunya itu, Frazer membagi prinsip-prinsip magic (sihir) menjadi dua macam. Pertama, ilmu gaib diperoleh dengan melakukan kontak atau hubungan dengan bendabenda yang terkait dengan orang yang menjadi sasaran atau sumber ilmu gaib itu. Misalnya, di suatu komunitas masyarakat kalau orang ingin agar seorang wanita jatuh hati padanya alias melakukan pelet pengasihan maka diambillah sesuatu benda yang pernah disentuh oleh wanita itu. Frazer menyebutnya LAW OF CONTACT sedangkan Ilmu Gaibnya disebut dengan CONTAGINUS MAGIC. Kedua, ilmu gaib yang berdasarkan hukum kesamaan (LAW OF SIMILARITY) dan ilmu gaibnya disebut IMITATIVE MAGIC. Jika kita menginginkan sesuatu dengan kekuatan gaib, maka kita menggunakan sesuatu yang mirip dengan apa yang kita inginkan. Kalau kita ingin menginginkan kekuatan dari angin, maka kita bisa melakukan dengan bersiul. Bersiul itu sama dengan datangnya angin. Kebiasaan ini ternyata dilakukan hampir di seluruh bangsa di dunia. Tidak hanya tradisi asli suku-suku bangda yang menggunakan dua cara magic sebagaimana yang dipaparkan Frazer, para penganut agama-agama besar di dunia pun juga menggunakan dua hukum itu yang mengakui adanya hubungan antara kekuatan gaib yang kita peroleh dari sentuhan benda dan sumber yang mempunyai kekuatan energi itu. Misalnya, para sahabat dulu mengambil berkah dari apa saja yang pernah disentuh oleh Rasulullah SAW, seakan-akan teori magic itu mendapatkan pembenaran agama. Kita ingat, bagaimana seorang paranormal dari kalangan Yahudi menyihir Rasulullah SAW. Dia menggunakan sisir rambut Rasulullah (barang yang pernah disentuh Rasulullah) untuk diserap energi gaibnya dan kemudian dilakukan upaya sihir. Secara metafisis, sebuah sentuhan tangan kita ke benda akan meninggalkan jejak gaib yang tidak pernah lagi bisa dihapuskan. Jejak gaib itu adalah laku perbuatan kita yang terus akan terhubung hubungan dengan roh kita. Jadi sangat masuk akal bila nanti di pengadilan

akhir saat diri kita diadili oleh Tuhan, maka mulut kita tidak perlu lagi berkata-kata. Sebab tangan, kaki, dan semua tubuh kita lah yang akan menjadi bukti telah meninggalkan jejak di benda-benda. Jadi laku perbuatan kita sekecil apapun yang ada hubungannya dengan menyentuh bendabenda maka di situlah kita membuat sebuah JEJAK REKAM METAFISIS yang tidak akan pernah bisa dihapus lagi untuk selama-lamanya. Di dalam jejak tersebut akan tercecer catatan baik atau buruk amal perbuatan kita. Di dalam jejak rekam metafisis itu termuat sebuah mikrochip dari roh kita yang tetap hidup. Seorang paranormal melakukan upaya sihir dengan prinsip LAW OF CONTACT. Dia mengambil benda-benda calon korban karena benda-benda yang telah disentuh korban tersebut sebenarnya sudah ada mikrochip dari roh korban. Paranormal memperlakukan benda-benda milik korban seakan-akan benda-benda itu adalah tubuh si korban. Dia menusuk-nusuk, mengikat, memutar-mutar, menyentuh dengan sentuhan lembut kepada benda-benda milik korban yang tak lain tubuh korban itu sendiri. Paranormal juga melakukan perbuatan yang berdasarkan hukum LAW OF SIMILARITY, yaitu membuat sebuah upacara ritual kecil-kecilan yaitu sebuah pesta pora yang dihadiri oleh roh-roh lainnya. Kemudian bersama-sama roh-roh yang hadir di upacara ritual itu siap untuk menyakiti, membunuh dan membingungkan roh korban. Seorang yang belajar ilmu-ilmu gaib perlu memahami HUKUM KONTAK DAN HUKUM PERSAMAAN ini. Sedangkan mantra digunakan sebagai media untuk mengumpulkan dan mengakses energi atau kekuatan yang tersembunyi di dalam sebuah ilmu gaib. Untuk memahami hal ini saya mencontohkan AJI PELET PENGASIHAN JARAN GOYANG. Suatu ketika Anda ingin memiliki ajian Pelet Pengasihan Jaran Goyang dan kemudian benar-benar menjalani laku tirakat seperti puasa mutih, puasa ngalong, puasa ngrowot dan lain-lain. Anda juga sudah membaca mantra sekian ratus kali dengan ritual yang unik dan aneh. Namun bagaimana caranya mengecek ajian tersebut, apakah Anda sudah menguasai ajian ini? Untuk mengecek penguasaan sebuah ajian, tidak bisa tidak Anda perlu mencobanya. Caranya mencoba Pelet Pengasihan Jaran Goyang sebagai berikut. Pertama, sediakan benda-benda milik seseorang yang akan Anda pelet (tentu saja secara sembunyisembunyi). Kedua, pegang benda tersebut dan mulailah matek ajian dengan membaca mantra: AJIKU SI JARAN GOYANG, CEMETIKU SODO LANANG, TAK SABETAKE SEGARA ASAT, TAK SABETAKE GUNUNG JUGRUG, TAK SABETAKE ATINE SI JABANG BAYI(nama korban) MATI TAN URIP YEN ORA INGSUN .. (nama klien yang kita bantu) KANG KARYA JAMPI Remas, goyangkan, putar-putar benda tersebut seperti anda meremas, menggoyang dan memutar hatinya korban.

Disini, hukum kontaknya adalahmemegang benda-benda milik korban karena sebenarnya benda-benda tersebut adalah bagian ROH KORBAN dan hukum persamaannya adalah menyamakan jiwa/sukma korban dengan benda yang sebenarnya bersifat gaib menjadi benda fisik yang bisa disabet dengan lidi. Ketiga, kekuatan membayangkan (visualisasi) tersebut menentukan berhasil tidaknya ajian Anda. Semakin kuat Anda mampu membayangkan fakta yang seolah-olah tersebut menjadi fakta yang sebenarnya maka disitulah ajian kita semakin kuat. Itu salah satu sebab kenapa disyaratkan agar seseorang melakukan laku prihatin seperti puasa karena sebenarnya dengan laku prihatin itu, kita akan dengan mudah melakukan visualisasi karena panca indera melemah dan diganti dengan indera yang lain yaitu indera keenam. Keempat, kita menunggu hasil pelet yang telah kita jalankan tersebut. Lamanya menunggu tidak ada jangka waktu yang pasti karena tergantung pada kekuatan energi yang Anda miliki untuk menarik roh korban. Korban akan merasa kangen yang tidak terkendali dan muncul rasa ingin bertemu yang luar biasa pada diri pemelet/klien yang minta dipeletkan. Bila energi supranatural Anda cukup besar maka hasilnya segera tampak namun bila energi Anda masih lemah maka tarikannya juga lemah dan memakan waktu yang lebih lama. Selain itu, yang menentukan berhasil tidaknya pelet Anda adalah kekuatan spiritual mental korban. Sangat cepat memelet korban yang jarang melaksanakan olah batin namun kita akan mendapatkan kesulitan bila ternyata korban sasaran kita adalah mereka yang gemar olah batin/olah rasa. Mereka akan dengan mudah mendeteksi lontaran pelet pengasihan kita waspadai serangan baliknya. Bila kita tidak waspada dan hati-hati, kita sendiri yang akan dibuat celaka oleh mereka. Terakhir, saya berpesan kepada saudara-saudara. Belajar ilmu gaib tidak seperti pertunjukan sulap. Ilmu sulap hanya mengelabui mata dan hanya digunakan untuk mengundang decak kagum penonton di panggung. Sementara bekerjanya ilmu gaib itu misterius, pelan dan sembunyi-sembunyi. Anda adalah prajurit bayangan yang duduk diam di kegelapan siap membidikkan senapan menunggu korban untuk lengah.

KULIAH UNTUK CALON PARANORMAL (2). MEMBUKA JALUR KEGAIBAN ILAHIBy wongalus

1 Votes

Jangan berharap akan mendapatkan keajaiban bila ego kita masih dominan. Pemaksaan diri dan konsentasi malah membuat jalur komunikasi kita dengan kegaiban tertutup rapat. Kondisi jiwa harus rileks dan santai saat mengamalkan ilmu gaib.

Untuk menjadi seorang paranormal, kita jelas perlu memiliki satu, beberapa atau banyak kelebihan atau kemampuan supranatural. Memang ada yang berpendapat, kita hanya perlu memiliki satu kemampuan saja namun benar-benar ahli dan mumpuni. Namun ada pula yang berpendapat, kita perlu memiliki banyak kemampuan sehingga apapun problem bisa kita pecahkan. Faktanya, sangat sedikit paranormal yang hanya memiliki satu amalan/ajian saja. Kebiasaan kaum paranormal adalah menjalani laku tirakat sehingga mereka memiliki banyak amalan/ajian yang membuat mereka dianggap sakti oleh masyarakat. Maka, langkah pertama untuk menjadi paranormal adalah memiliki kemampuan supranatural/gaib yaitu dengan cara menguasai ajian. Ini sepertinya syarat yang mutlak dimiliki oleh paranormal. Memang lebih enak bila kita memiliki guru yang bisa mengajari kita secara langsung. Guru tersebut bisa orang lain yang tidak ada hubungan keluarga dengan kita, namun banyak pula guru tersebut adalah kakek, nenek, paman, atau kerabat kita sendiri. Guru yang masih keturunan dengan kita tersebut memang biasanya lebih serius menurunkan ilmu kepada kita karena mereka biasanya lebih ikhlas daripada guru yang tidak ada hubungan keluarga dengan kita. Bagaimana kita bisa mendapatkan guru yang mengajari kita ilmu-ilmu gaib? Sekarang ini, apalagi di kota-kota besar sudah sangat jarang orang yang dengan sukarela mengajari ilmu-ilmu gaib peninggalan para leluhur. Kalaupun ada, kayaknya kita harus membayar mahar sekian rupiah untuk belajar. Proses belajar mengajarpun lebih banyak pamrihnya daripada sepi ing pamrih. Sehingga kewaskitaan seorang guru sudah sedemikian pudar dan terkena erosi materialisme dan keikhlasan menularkan kawruh ilmu-ilmu juga perlu dipertanyakan. Dulu, saya punya pengalaman bertemu banyak guru yang siap mengajari saya ilmu-ilmu gaib. Namun akhirnya, saya memutuskan untuk tidak sungguh-sungguh belajar dan mengamalkan ajaran mereka karena saya menyadari bahwa jalan hidup dan jalan spiritual saya berbeda dari para guru tersebut. Jadi akhirnya saya memutuskan untuk belajar otodidak karena bagi saya lebih memuaskan. Terus terang, hingga sekarang. usia saya saat ini hampir 40 tahun, tidak pernah sekalipun berniat total untuk belajar serius ilmuilmu gaib dari seorang gur

Embed Size (px)
Recommended