Home >Documents >Air Penambah pltu

Air Penambah pltu

Date post:29-Sep-2015
Category:
View:48 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
Sistem Air Penambah PLTU
Transcript:

AIR PENAMBAH

AIR PENAMBAHSUMBERAIR Secara teoritis, fluida kerja didalam sikus akan terus bersirkulasi tanpa terjadi pengurangan massa fluida kerja sehingga memerlukan penambahan dari luar siklus. Tetapi pada prakteknya, banyak terjadi kehilangan massa fluida kerja yang antara lain disebabkan oleh adanya kebocoran - kebocoran didalam sistem. Akibatnya diperlukan tambahan fluida kerja sejumlah tertentu dari luar siklus secara kontinyu.

Sistem air penambah berfungsi untuk memenuhi kebutuhan akan tambahan fluida kerja tersebut. Mengingat bahwa kualitas air penambah harus sama baiknya dengan kualitas air yang telah berada dalam siklus, maka sistem air penambah dilengkapi dengan unit pengolah air (demineralizer plant) yang berfungsi untuk mengolah air sumber (raw water) menjadi air penambah (make up water).

Raw water untuk PLTU dapat berasal dari berbagai sumber seperti air PAM (City water), air tanah (well water), air sungai atau air laut yang telah diolah melalui Desalination Plant.

Desalination Plant adalah unit untuk mengolah air laut melalui proses evaporasi / penguapan air laut. Uap air ini kemudian dikondensasikan dan akhirnya didapat air dengan kualifikasi yang memadai sebagai Raw Water. Gambar 33, merupakan contoh sistem air penambah dengan raw water yang berasal dari air tanah (well).

Gambar 33 : sistem air penambah dengan raw water yang berasal dari air tanah (well).

Pada gambar terlihat bahwa air tanah dihisap oleh pompa (Well pump) dan dialirkan ke aerator yang berfungsi membuang gas-gas terlarut untuk selanjutnya dialirkan keclarifier reactor. Komponen ini akan menyaring partikel-partikel padat yang terlarut maupun kotoran-kotoran lainnya. Dari sini air selanjutnya dialirkan ketangki penampung (clearwell storage).

Pada tahapan ini juga diinjeksikan bahan-bahan kimia baik untuk mempercepat proses pemurnian maupun untuk mengurangi potensi penyebab korosi. Jenis bahan kimia yang digunakan ada beberapa macam misalnya Hypochrorite untuk menurunkan kadar besi (iron), koagulant untuk mempercepat proses klarifikasi, caustic untuk mencegah korosi dan lain sebagainya. Bahan-bahan kimia ini dapat diinjeksikan di clarifier reactor ataupun di clearwell dan disirkulasikan kembali secara kontinyu melalui saluran resirkulasi untuk mendapatkan distribusi yang merata. Dari tangki penampung air dipompakan kesaringan (Filter) dan sebagian lagi kesaluran Backwash serta saluran Resirkulasi. Saluran Backwash berfungsi untuk membersihkan clarifier reactor dari partikel-partikel padat yang menyumbat.

Gambar 34 : Sistem Air Penambah. Filter berfungsi sebagai saringan akhir untuk menyaring partikel-partikel yang masih terlarut dalam air. Umumnya filter tersebut berupa carbon, gravel atau pasir. Filter juga dilengkapi saluran backwash. Lewat dari filter, air kemudian masuk ke tangki raw water (Service Water/Treated Water Storage Tank). Dari tangki ini, air kemudian dialirkan ke Demineralizer yaitu unit pengolah air dengan metode penukar ion ( Ion Exchanger). Keluar dari demineralizer plant, kualitas air telah menjadi air penambah (Make up water) yang ditampung dalam tangki air penambah. (Make up water / Demineralizer Water Storage Tank) dan siap untuk dimasukkan kedalam siklus bila diperlukan. Air penambah umumnya masuk kedalam siklus melalui Hotwell, seperti terlihat pada gambar 34.

1.2.Sirkit Sistem Air PenambahAliran air penambah yang masuk ke hotwell diatur oleh katup air penambah (make up valve). Pembukaan katup dikendalikan oleh level Transmitter (LT) yangg menggunakan Parameter Level Hotwell sebagai set point, karena variasi level hotwell merepresentasikan kebutuhan air penambah. Bila level hotwell turun menjadi lebih rendah dari semestinya, maka katup air penambah akan membuka sehingga air penambah dari tangki air penambah (Make up / Condensate Storage Tank) akan mengalir kedalam hotwell oleh tarikan vacum. Hal yang perlu diperhatikan oleh operator adalah bahwa jangan biarkan level tangki air penambah terlalu rendah. Kalau sampai hal ini terjadi, maka hisapan vacum akan menimbulkan pusaran air (vortex) dalam tangki air penambah sehingga memungkinkan udara dari tangki akan terhisap kedalam hotwell.

Hal ini dapat mengakibatkan turunnya vacum dan bahkan mungkin dapat mengakibatkan turunnya vacum dan bahkan mungkin dapat mnegakibatkan unit trip. Bila level hotwell tinggi, maka hotwell level transmitter (LT) akan memerintahkan katup pelimpah (Spill Valve) untuk membuka dan sebagian air hotwell akan mengalir melalui pompa kondensat dan kembali ke tangki air penambah.

1.3. Komponen Sistem Air Penambah Sirkit sistem air penambah melibatkan peralatan Tangki Make Up (CST atau RFT) sebagai peyimpan air penambah dan pompa transfer serta katup kontrol yang mengatur aliran air penambah menuju ke hotwel.

a. Tangki Make Up Tangki ini dirancang untuk menyimpan air sebagai persediaan air penambah dan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan air penambah. Biasanya setiap unit disediakan satu tangki make up. Tangki ini terbuat dari baja anti karat dan memasok air ke beberapa sistem baik dari tekanan head atau tekanan pompa transfer kondensat. Air yang meninggalkan tangki melewati suatu flow meter untuk mencatat jumlahnya. Jumlah air yang keluar dari tangki ke hotwel dikontrol dengan katup kontrol yang mendapat sinyal dari level hotwel.

Pengaliran air dari tangki dilakukan dengan pompa transfer atau berdasarkan perbedaan tekanan pada saat kondensor sudah vakum.

Tangki make up juga berfungsi untuk menampung kelebihan air dari hotwel pada saat level hotwel tinggi dan level deaerator juga tinggi melalui katup kontrol condensate spill over valve.

b. Pompa Transfer Kondensat

Pompa ini berfungsi untuk memindahkan air dari tangki make up ke hotwel kondensor pada saat start unit atau ketika tekanan kondensor sama dengan tekanan udara luar. Terdapat satu pompa yang mampu untuk memindahkan air hingga 5 % MCR. Pada sisi discharge pompa dipasang saluran resirkulasi yang akan mengembalikan air ke tangki pada saat kebutuhan air rendah atau katup pengaturmenutup. Pada sebagian unit pompa ini dapat memasok air dari tangki make up langsung ke deaerator tanpa melewati pemanas air (feed heater).

c. Katup Kontrol (CV) Katup ini berfungsi untuk mengatur aliran air penambah masuk ke hotwel. Pada operasi otomatis katup ini mendapat singal dari hotwel kondensor. Katup ini menjaga level hotwel selalu berada pada normal level NWL).

Sejajar dengan katup kontrol dipasang katup bypass untuk keperluan operasi pengaliran air penambah secara manual.

Gambar 35 : Katup Kontrol (CV)