Home >Education >Aids dan flu burung

Aids dan flu burung

Date post:13-Jan-2015
Category:
View:537 times
Download:8 times
Share this document with a friend
Description:
 
Transcript:
  • 1. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah penyebab rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini berada dalam cairan tubuh manusia seperti darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu.Namun tidak semua cairan dalam tubuh manusia memiliki HIV. Ada juga yang tidak berpotensial yaitu cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. Lalu apa penyebab HIV-AIDS dapat sangat membahayakan bagi manusia. Setiap sel memiliki CD4 di permukaannya berfungsi untuk melawan berbagai macam infeksi yang ada. Jadi walau banyak infeksi dari berbagai sumber, kita tidak setiap saat menjadi sakit, ini dikarenakan CD4 masih bisa berfungsi dengan semestinya untuk melawan berbagai infeksi ini. Namun jika CD4 berkurang, mikroorganisme yang patogen di sekitar kita akan dengan mudah masuk dalam tubuh manusia dan menimbulkan penyakit. Gejala dan Ciri-ciri Untuk Penyakit HIV dan AIDS Gejala dan ciri-ciri Mayor (Umum Terjadi) Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan Demensia/ HIV ensefalopati Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis Gejala dan ciri-ciri Minor (tidak umum terjadi) Limfadenopati generalisata Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita Retinitis virus sitomegalo Herpes simpleks kronis progresif Batuk menetap lebih dari 1 bulan Dermatitis generalisata Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang Kandidias orofaringeal Sekarang anda sudah tahu apa saja gejala dan ciri-ciri, sekarang yang paling penting Penyebab Terjadinya Penyakit HIV dan AIDS Transfusi darah Antara ibu dan bayinya selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui Hubungan seks, terutama melalui anus (anal) Penggunaan bersama jarum suntik yang terkontaminasi oleh pemakai narkoba atau perawatan kesehatan Terjadinya luka akibat pemakaian benda yang bersamaan seperti silet, pisau cukur juga bisa menularkan HIV Pengobatan

2. Sayang sekali saat ini belum ditemukan obat yang dapat benar-benar menyembuhkan penyakit HIV dan AIDS secara sempurna. Jadi lebih baik menghindari penyebab terjadinya, dan bagi merasa memiliki ciri-ciri dari HIV lebih baik sekarang juga pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih baik. BACA ARTIKEL YANG LAIN 1. Penyakit Gagal Ginjal Salah satu macam penyakit ginjal adalah gagal ginjal. Lalu apa saja ciri-ciri, gejala dan yang paling penting penyebab dari penyakit... 2. Penyakit Lupus | Gejala, Ciri dan Penyebab Sekarang kita akan berbicara tentang penyakit lupus, hal ini dimakudkan untuk orang lebih mengenal tentangnya. Materi yang akan dibahas disini... 3. Penyakit Jantung Koroner Penyebab, Ciri-ciri, dan Gejala Info tentang penyakit jantung, terutama koroner tentang apa saja penyebab terjadinya, ciri ciri, gejala yang ditimbulkannya. Dan yang terakhir dan paling... 4. Ciri-Ciri kanker serviks Serviks adalah kanker yang paling menakutkan bagi kaum wanita, untuk itu akan lebih baik jika anda mengetahui ciri-ciri dan gejala... 5. Gejala dan Penyebab Penyakit Hepatitis Sejujurnya dari lubuk hati yang terdalam, bintang sendiri belum pernah mengalami penyakit hepatitis. Bahkan melihat gejala hepatitis pun belum pernah!... 6. Penyakit Herpes Ada dua macam penyakit herpes, yaitu herpes zoster dan herpes simpleks. Herpes zoster disebabkan oleh virus Varicella zoster, yaitu virus... 7. Kanker Payudara Gejala dan ciri-ciri Kanker payudara biasanya menyerang wanita, tapi tidak menutup kemungkinan pria juga bisa terkena. Bagi wanita memang sebaiknya mengetahui gejala maupun... 8. Tips mengatasi dan penyebab penyakit insomnia Penyakit insomnia adalah dimana seseorang mengalami susah tidur ataupun kalau tidur maka tidak nyenyak. Dan hal ini terjadi secara terus... Cari Apapun Yang Anda Mau di Bawah ini Merasa pernah menulis : penyakit aids, PENYAKIT HIV, penyakit hiv aids, penyakit hiv dan aids, artikel hiv aids, penyakit hiv/aids, ARTIKEL HIV, artikel penyakit aids, penyakit aids dan hiv, artikel tentang hiv dan aids, makalah aids, artikel tentang penyakit aids, makalah hiv aids, penyakit aids hiv, virus hiv aids, artikel hiv/aids, artikel tentang hiv aids, tentang penyakit aids, penyebab penyakit hiv, Penyakit AIDS/HIV, makalah tentang hiv aids, artikel tentang penyakit hiv aids, artikel tentang hiv, materi hiv aids, Tentang Penyakit HIV Penting dari Bintang!! 3. Influenza A (H5N1) adalah bagian dari jenis virus influenza tipe A. Burung-burung liar adalah tempat tinggal alami dari virus ini, maka dinamakan flu burung atau avian influenza. Virus ini beredar diantara burung-burung di seluruh dunia. Virus ini sangat mudah berjangkit dan dapat menjadi sangat mematikan bagi mereka, terutama pada unggas jinak misalnya ayam. Virus ini disebarkan oleh unggas liar, karena itulah dinamakan flu avian atau flu burung. Virus tersebut menyebar pada unggas hampir diseluruh dunia, sangat menular terhadap sesama unggas dan mematikan, terutama jenis unggas seperti ayam. 2. Siapa yang terinfeksi? Virus ini tidak menulari manusia pada khususnya. Namun pada tahun 1997, kejadian pertama penularan langsung virus influenza A (H5N1) dari burung ke manusia telah dibuktikan saat terjadi serangan penyakit flu burung diantara unggas di Hong Kong; virus tersebut telah menyebabkan sakit pernafasan yang parah pada 18 orang, 6 diantaranya meninggal. Sejak saat itu, terdapat kejadian penularan H5N1 pada manusia. Namun sejauh ini virus H5N1 tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Petugas-petugas kesehatan terus memantau keadaan ini secara teliti untuk mendapatkan petunjuk adanya penularan H5N1 antar manusia. Sampai dengan tanggal 17 Oktober 2007, Indonesia telah melaporkan 109 kasus flu burung H5N1 pada manusia. 88 diantaranya mematikan. 3 kasus mematikan dilaporkan telah terjadi di Bali sejak bulan Agustus 2007. 3. Bagaimana penyebarannya? Burung-burung yang terinfeksi menyebarkan virusnya di air liur, cairan saluran pernafasan, dan kotorannya. Virus flu burung menyebar diantara burung-burung yang rentan saat mereka terkena kotoran yang telah terkontaminasi. Diyakini bahwa sebagian besar kasus infeksi H5N1 pada manusia disebabkan oleh kontak dengan unggas yang telah terinfeksi atau lingkungan yang telah terkontaminasi. 4. Apakah ada obat untuk pencegahan dan pengobatan? Ya. Tamiflu yang mengandung oseltamivir adalah suatu cara pengobatan antiviral, yang terbukti dapat menekan kemampuan virus untuk menyebar dari sel yang terinfeksi ke sel yang sehat. Sampai dengan 7 Oktober 2005, Indonesia telah mendapatkan 60.000 tablet Tamiflu. Saat ini antiviral tersebut hanya bisa didapatkan di 44 rumah sakit penerima Tamiflu. Di Bali bisa didapatkan di Rumah Sakit Sanglah. 5. Siapa yang harus meminum obat? Petunjuk pengelolaan flu burung saat ini menyarankan bahwa oseltamivir dianjurkan bagi orang dengan: 4. Demam tinggi (>38C) Batuk Kesulitan bernafas Memiliki latar belakang kemungkinan terkena yang mungkin akan membuat orang tersebut beresiko menjadi terinfeksi oleh flu burung, antara lain: Selama 7 hari sebelum terkena, telah mengalami salah satu atau lebih dari keadaan berikut ini: Kontak (dalam jarak 1 meter atau kurang) dengan dengan ternak unggas atau burung liar baik hidup atau mati Berada pada tempat dimana ternak unggas pernah atau sedang dikandangkan selama 6 minggu sebelumnya Berhubungan (dalam jarak jangkauan sentuhan atau percakapan) dengan orang yang didiagnosa menderita influenza A (H5N1) Berhubungan (dalam jarak jangkauan sentuhan atau percakapan) dengan orang yang menderita penyakit pernafasan akut yang tidak dapat dijelaskan yang kemudian berakhir pada kematian (atau) Selama 7 hari sebelum terkena, pernah bekerja dalam suatu laboratorium dimana ada pengolahan contoh dari orang atau binatang yang dicurigai menderita penyakit flu burung. (Patokan di atas hanya berlaku di negara-negara atau daerah-daerah dimana flu burung telah dikenali sebagai penyebab penyakit pada manusia atau populasi hewan). Sejauh ini, tamiflu hanya diberikan pada orang yang mengalami gejala terinfeksi flu burung. Tamiflu belum disarankan sebagai pencegah penyakit sebelum terinfeksi dan tidak ada penelitian yang memperlihatkan bahwa tamiflu memberikan kekebalan terhadap virus H5N1. 6. Apabila saya sudah divaksinasi untuk mencegah influenza, apakah saya tetap akan dapat tertular Flu Burung? Ya. Vaksin yang ada saat ini belum melindungi diri anda dari penyakit yang disebabkan oleh H5N1. Vaksin yang ada saat ini melindungi anda dari influenza musiman tipe A dan B. Vaksin untuk H5N1 sedang dalam tahap pengembangan di beberapa negara. 5. Influenza A (H5N1) adalah bagian dari jenis virus influenza tipe A. Burung-burung liar adalah tempat tinggal alami dari virus ini, maka dinamakan flu burung atau avian influenza. Virus ini beredar diantara burung-burung di seluruh dunia. Virus ini sangat mudah berjangkit dan dapat menjadi sangat mematikan bagi mereka, terutama pada unggas jinak misalnya ayam. Virus ini disebarkan oleh unggas liar, karena itulah dinamakan flu avian atau flu burung. Virus tersebut menyebar pada unggas hampir diseluruh dunia, sangat menular terhadap sesama unggas dan mematikan, terutama jenis unggas seperti ayam. 2. Siapa yang terinfeksi? Virus ini tidak menulari manusia pada khususnya. Namun pada tahun 1997, kejadian pertama penularan langsung virus influenza A (H5N1) dari burung ke manusia telah dibuktikan saat terjadi serangan penyakit flu burung diantara unggas di Hong Kong; virus tersebut telah menyebabkan sakit pernafasan yang parah pada 18 orang, 6 diantaranya meninggal. Sejak saat itu, terdapat kejadian penularan H5N1 pada manusia. Namun sejauh ini virus H5N1 tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Petugas-petugas kesehatan terus memantau keadaan ini secara teliti untuk mendapatkan petunjuk adanya penularan H5N1 antar manusia. Sampai dengan tanggal 17 Oktober 2007, Indonesia telah melaporkan 109 kasus flu burung H5N1 pada manusia. 88 diantaranya mematikan. 3 kasus mematikan