Home >Documents >9. Hidrolik Excavator (Blm Selesai)

9. Hidrolik Excavator (Blm Selesai)

Date post:07-Dec-2015
Category:
View:249 times
Download:25 times
Share this document with a friend
Description:
rust
Transcript:

BAHAN AJAR (HAND OUT)Matakuliah

: Teknologi Alat Berat

SKS : 3 SKS

Sub Bahasan

: Hidraulic system pada excavator

Program Studi : Pendidikan Teknik Otomotif Kode : OTO 017 Pertemuan ke

: 9Dosen

: Wagino, S. Pd

Wawan Purwanto, S. Pd, MTLearning Outcomes (Capaian Pembelajaran) Mata Kuliah terkait KKNI :

Materi :

1. Pengertian dan fungsi hidrolik pada excavator 2. Kerja sistem hidrolik pada excavator 3. Analisa circuit hidrolik pada excavator 4. Kerja komponen sistem hidrolik pada excavatorA. Hidrolik sistem pada excavator Gambar di bawah adalah menunjukkan sebuah sirkuit sistem hidrolik pada sebuah alat berat, yang terdiri dari tangki, pompa, filter (saringan oli), control valve dan hidrolik silinder. Pada prinsipnya semua sistem hidrolik memiliki kesamaan prinsip dengan gambar di atas. Pompa hidrolik akan menysuplaikan oli hidrolik menuju control valve, melalui sistem pengaturan pada control valve, hidrolik akan di salurkan menuju silinder hidrolik atau aktuator.

Tangki

Tangki hidrolik adalah komponen yang berfungsi sebagai penampung oli hidrolik. Pada komponen tangki hidrolik terdapat berbagai komponen tambahan yang dapat mendukung kerja tangki hidrolik pada sistem hidrolik. Adapun bentuk tangki hidrolik adalah sebagai berikut:

Tangki hidrolik di rancang memiliki bertekanan (pressurized) agar dapat mensirkulasikan oli melalui mekanisme hisapan pompa. Pompa hidrolik juga di lengkapi dengan sebuah vacum relief valve yang berfungsi sebagai pengatur tekanan di dalam tangki. Jika tekanan di dalam tangki terlalu besar dari pada tekanan di luar tangki maka relief valve akan terdorong untuk membuka dan mengurangi tekanan pada tangki. Sedangkan pada saat tekanan tangki hidrolik mengecil maka tekanan dari luar sistem akan mendorong relief valve untuk mengatur tekanan dalam tangki.

Tangki hidrolik juga di lengkapi dengan buffles. Buffles berfungsi sebagai pengatur ketenangan oli dalam tangki saat alat berat berjalan atau mendapatkan goncangan. Kondisi oli yang tenang akan menjamin suplai oli ke dalam sistem baik. Buffles atau sparasi di buat beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut memiliki jarak dan dimensi yang sama sehingga memiliki kinerja yang sama untuk mengatur ketenangan oli dalam tangki.

Dalam tangki hidrolik juga terdapat return screen (saringan balik). Komponen ini bertujuan untuk menyaring kotoran yang terbawa dari sistem oleh oli hidrolik yang akan kembali kedalam tangki. Saringan balik memiliki interval pergantian secara tersendiri, sehingga pada saat batas waktu service filter balik juga harus dilakukan pengantian untuk menghindari terjadinya penumpukan kotoran yang terbawa oleh oli hidrolik.

Pompa (pump)

Pompa hidrolik adalah komponen yang mengalirkan oli hidrolik dari tangki menuju semua sistem yang akan bekerja. Kinerja pompa yang baik akan menghasilkan kerja sistem yang cepat (responsive) dan memiliki daya yang besar. Jenis pompa juga dapat mempengaruhi kinerja sebuah sistem. Pompa hanya bekerja untuk menghasilkan aliran (flow) dan tidak menghasilkan tekanan. Tekanan pada sebuah sistem hidrolik terbentuk karena adanya hambatan pada rangkaian hidrolik.

Dalam upaya melakukan pemilihan jenis pompa yang sesuai untuk kerja sebuah sistem hidrolik, ada beberapa pertimbangan penting agar pompa yang digunakan dapat tergunakan sesuai dengan kebutuhan. Beberapa pertimbangan tersebut diataranya, besarnya debit aliran yang mampu dihasilkan oleh pompa, dimensi, dan mekanisme pengaturan. Pada dasarnya jenis pompa dapat di kelompokkan dalam beberapa bagian diataranya sebagai berikut:

Non positive displacement pump

Pompa jenis non positive displacement memiliki karakteristik sebagai berikut:

1) Internal leakage (kebocoran internal) besar

2) Perubahan tekanan memiliki pengaruh yang besar terhadap kapasitasnya

3) Perubahan temperatur mempunyai pengaruh besar terhadap kapasitasnya

Contoh pompa jenis ini adalah pompa impeller, pompa propeller dan pompa sentrifugal.

Positive dispacement pump

Jenis pompa positiive displacement memiliki karakteristik sebagai berikut:

1) Internal leakage (kebocoran internal) kecil (dilangkapi dengan seal atau gasket dengan presisi tinggi.

2) Perubahan tekanan berpengaruh kecil terhadap kapasitas (dilengkapi dengan seal dengan presisi tinggi dan akan melawan kebocoran pada saat tekanan meningkat).

3) Perubahan suhu berpengaruh kecil terhadap kapasitasnya

Contoh jenis pompa positive dispacement adalah gear pump, piston pump, dan vane pump.

Secara umum pompa jenis positive displacement terbagi menjadi dua bagian yaitu:

1. Fix displacement pump

Fix displacement pump adalah jenis pompa yang menghasilkan aliran tetap selama pompa tersebut bekerja. Dalam proses kerjanya, saat pompa mendapatkan putaran dari mesin atau dari sistem lain, pompa akan mengalirkan oli dan meneruskan ke semua jalur kerja sistem dengan debit tetap. Jenis pompa ini banyak diaplikasikan pada sistem pelumasan mesin dalam bentuk gear pump. Untuk menjamin keamanan pada sebuah komponen dari kelebihan aliran, sistem biasanya dilengkapi dengan sebuah komponen yang di sebut safety valve (katup pengaman). Adapun jenis pompa fix displacement adalah sebagai berikut:

a) Gear pump

Jenis gear pump adalah jenis pompa yang tersusun dari dua roda gigi yang bekerja saling bersingungan untuk menghasilkan sebuah aliran yang kostant. Sistem aliran konstant ini akan mengalamai perubahan kecepatan aliran jika kecepatan putar pompa mengalami peningkatan. Semakin besar putaran yang memutar gear maka akan semakin cepat aliran yang akan dihasilkan oleh sebuah gear pump. Jenis gear pimp di bagi menjadi dua yaitu:

1) Internal gear pump (trocoid pump)

Pompa tipe internal gear terdiri dari dua jenis gear yang tersusun di luar dan di dalam gear. Mekanisme kerja internal gear pump memiliki satu gear yang berfungsi sebagai pengerak (drive) dan memiliki gear tetap yang berfungsi sebagai pengarah aliran. Selain itu gear tetap juga disebut ring, dalam mekanisme kerjanya ring akan berfungsi sebagai penjaga terjadinya kebocoran aliran yang menyebabkan jumlah aliran oli yang akan tersuplai pada sistem menjadi berkurang. Kekurangan suplai oli menuju sistem akan merugikan sistem selama mekanisme sistem tersebut bekerja. Aplikasi jenis pompa oli internal gear pump adalah pada pompa oli pada sebuah mesin atau oli servo pada sebuah sistem hidrolik, serta sistem-sistem hidrolik lainnya.

2) Eksternal gear pump

Eksternal gear pump adalah jenis pompa roda gigi yang terdiri dari dua buah roda gigi yang bersingungan di bagian luarnya. Persingungan kedua roda gigi tersebut yang akan menyebabkan oli bersirkulasi menuju sistem. Sama dengan jenis internal gear pump, jenis eksternal gear pump juga terdiri dari roda gigi pengerak (drive) yang mendapatkan putaran dari mesin atau sistem lainnya dan satu roda gigi lagi sebagai roda gigi yang digerakkan. Kedua sistem ini memiliki presisi tinggi sehingga tidak ada kebocoran oli atau fluida yang kembali menuju tangki. Selama proses kerjanya internal gear pump menghasilkan debit yang tetap.

Internal oil leakage adalah kebocoran oli dari jalur bertekanan tinggi menuju jalur bertekanan rendah melalui gap atau clereance yang terdapat pada pompa. Pada pompa roda gigi (gear pump) terdapat clereance atara gear dengan case, antara gear dengan side plate dan antara drive gear dengan driven gear yang memungkinkan oli bocor. Oli yang bocor juga di manfaatkan untuk sistem pelumasan pada roda gigi. Gambar di bawah menunjukkan tempat yang memungkinkan terjadinya kebocoran pada roda gigi. Kebocoran tersebut menyebabkan oli yang di kirimkan menuju sistem menjadi berkurang. Semakin tinggi tekanan discharge, semakin banyak oli yang bocor. Disisi lain, semakin besar clearence juga menyebabkan juga semakin banyak oli yang bocor. Kebocoran akan semakin besar bila spesifikasi oli yang digunakan di bawah spesifikasi oli utama yang di gunakan atau terlalu encer.

Adapun sumber kebocoran tersebut adalah :

a) Antara ujung gear dengan casing disebut dengan top clereance

b) Antara sisi gigi dengan sisi plat yang disebut side clearance

c) Antara gigi yang satu dengan gigi yang lainnya disebut dengan backlesh.

Berdasarkan internal leakage tersebut dan berdasarkan kontruksinya, maka eksternal gear pump di golongkan menjadi dua, yaitu:

a) Fix side plate type

Side plate pompa tidak dapat bergeser-geser. Kontruksinya ada yang manjadi satu dengan housing dan ada pula yang terpisah, tetapi menyatu dengan housing. Pompa ini mempunyai discharge pressure antara 30 kg/cm2 sampai dengan 125 kg/cm2 dengan volume efficiency 75% - 80%. Konstuksinya yang tetap saat terjadinya kebocoran, maka akan semakin besar kebocoran bila oli yang digunakan di bawah spesifikasinya. Mengetahui pengertian dan fungsi hidrolik pada excavator

Mengidentifikasikan Kerja sistem hidrolik pada excavator

Menganalisis circuit hidrolik excavator

Membedakan kerja komponen pada sistem hidrolik excavator

Soft skill/ Karakter :

Teliti dan bekerja keras untuk memahami sistem hidrolik pada excavator, ketelitian dan kesabaran yang mereka dapatkan dapat di aplikasikan pada setiap pekerjaan yang dikerjakan.

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended