Home >Documents >80423890 Penyakit Vena Perifer

80423890 Penyakit Vena Perifer

Date post:14-Aug-2015
Category:
View:53 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Transcript:

Kata Pengantar

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Yang Maha Kuasa, atas rahmat Nya , sehingga penulis dapat menyelesaikan referat ini . Melalui kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dr. Harinto Sp.B selaku pembimbing dalam penyusunan referat ini. Tujuan dari pembuatan referat ini selain untuk menambah wawasan bagi penulis dan oembacanya, juga ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas kepanitraan klinik bagian ilmu penyakit bedah Fakultas kedokteran Universitas Trisakti di Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih. Penulis sangat berharap bahwa referat ini dapat menambah ilmu pengetahuan tentang Penyakit Vena Perifer. Dan diharapkan , bagi para pembacanya dapat meningkatkan kewaspadaan mengenai penyakit ini. Penulis menyadari bahwa referat ni masih jauh dari sempurna dan tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu penulis sangat berharap adanya masukan, kritik maupun saran yang membangun. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,semoga tugas referat ini memberikan tambahan informasi untuk kita semua. Jakarta , Agustus 2011

Maydina Putri Anggita

PENDAHULUAN

Penyakit vaskular perifer istilah ini mengacu pada penyumbatan parsial atau lengkap dari pembuluh darah besar di luar jantung yang mensuplai darah ke daerah penting lainnya dari tubuh, seperti otak, ginjal, lengan dan kaki. Ada dua jenis: Penyakit arteri perifer dan gangguan vena perifer. Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang gangguan/ penyakit vena perifer. Gangguan vena perifer, mengacu pada masalah dalam vena perifer seperti: 1. Thrombophlebitis suatu penyakit yang menghalangi bekuan darah (yang merupakan trombus) jika terbentuk maka akan menyebabkan pembuluh darah sekitarnya menjadi meradang (flebitis). 2. Penyakit Buerger - (Tromboangitis Obliterans) merupakan penyakit oklusi pembuluh darah perifer kemungkinan merupakan kelainan pembuluh darah karena autoimmune, panangitis yang hasil akhirnya menyebabkan stenosis dan oklusi pada pembuluh darah. 3. Varises gambaran vena abnormal yang melebar ,membengkak, berwarna lebih gelap dan berkelok-kelok.. Biasanya terjadi di kaki, dan dapat menyebabkan pembengkakan (edema), rasa sakit dan warna gelap di sekitar pergelangan kaki. 4. Insufisiensi vena kronis - Sebuah tahap lanjut penyakit kaki vena di mana pembuluh darah menyebabkan tidak kompetennya darah untuk daerah tangan dan kaki. Darah tidak kembali ke jantung dengan benar, mengakibatkan bengkak dan ulkus pada kaki.

ANATOMI PEMBULUH DARAH VENA Vena Vena merupakan pembuluh yang mengalirkan darah dari sistemik kembali ke jantung (atrium dextra), kecuali v.pulmonalis yang berasal dari paru menuju atrium sinistra. Semua venavena sistemik akan bermuara pada vena cava superior dan vena cava inferior. Pendarahan vena kepala Vena yang ada di kepala seperti v.emisaria dan v.fasialis sebagian akan bermuara pada v.jugularis interna, sebagian lagi pada v.jugularis eksterna. Nantinya v.jugularis eksterna akan bermuara pada v.subclavia, di mana v.subclavia akan beranastomosis dengan v.jugularis interna membentuk v.brachiocephalica. Terdapat dua v.brachiocephalica, masing-masing dextra dan sinistra. Keduanya akan menyatu sebagai v.cava superior. Pendarahan vena ekstremitas atas Vena-vena yang ada di tangan, seperti v.intercapitular, v.digiti palmaris dan v.metacarpal dorsalis akan bermuara pada v.cephalica dan v.basilica di lengan bawah. Dari distal ke proksimal, kedua vena ini akan mengalami percabangan dan penyatuan membentuk v.mediana cephalica, v.mediana basilica, v.mediana cubiti, v.mediana profunda dan v. mediana antebrachii sebelum mencapai regio cubiti. Setelah regio cubiti, vena-vena tersebut kembali membentuk v.cephalica dan v.basilica. V.basilica akan bersatu dengan v.brachialis (yang merupakan pertemuan v.radialis dan v.ulnaris) membentuk v.aksilaris di mana nantinya v.cephalica juga akan menyatu dengannya (v.aksilaris). V.aksilaris akan terus berjalan menuju jantung sebagai v.subclavia lalu beranastomosis dengan v.jugularis interna dan eksterna (dari kepala) membentuk v.brachiocephalica untuk selanjutnya masuk ke atrium dextra sebagai vena cava superior.

Pendarahan vena ekstremitas atas Pendarahan vena ekstremitas bawah Arcus vena dorsalis yang berada di daerah dorsum pedis akan naik melalui v.saphena magna di bagian anterior medial tungkai bawah. V.saphena magna tersebut akan bermuara di v.femoralis. Sedangkan v.saphena parva yang berasal dari bagian posterior tungkai bawah akan bermuara pada v.poplitea dan berakhir di v.femoralis. V.tibialis anterior dan v.tibialis posterior juga bermuara pada v.poplitea. Dari v.femoralis, akan berlanjut ke v.iliaca externa lalu menuju v.iliaca communis dan selanjutnya v.cava inferior. Selain itu terdapat juga v.glutea superior, v.glutea inferior dan v.pudenda interna di daerah gluteus, yang bermuara ke v.iliaca interna.

Pendarahan vena organ-organ visera Vena-vena yang keluar dari organ visera, seperti v.hepatica (organ lambung, pankreas, usus halus dan kolon) , v.suprarenal, v.renalis (ginjal), v.lumbar dan v.testicular akan bermuara ke v.cava inferior. Dibandingkan dengan arteri,dinding vena lebih tipis dan mudah terdistensi. Kira-kira 70 % volume darah terkandung dalam sirkuit vena dengan tekanan yang relatif rendah. Sirkuit vena yang bevolume tinggi dan bertekanan rendah ini berfungsi sebagai sirkuit kapasistensi, berbeda dengan sirkuit arteri yang bertekanan tinggi dan bervolume rendah. Kapasitas dan volume sirkuit vena merupakan faktor penting curah jantung karena volume darah yang diejeksi oleh jantung bergantung pada aliran balik vena. Sistem vena pada ekstremitas bawah terbagi menjadi 3 subsistensi : (1) subsistem vena superficial, (2) subsistem vena profunda dan (3) subsistem penghubung ( saling berhubungan). Vena superficial terletak di jaringan subkutan anggota gerak dan menerima aliran vena dari pembuluh-pembuluh darah yang lebih kecil di dalam kulit, jaringan subkutan dan kaki. Sistem superficial terdiri dari vena safena magna dan vena safena parva. Vena safena magna adalah vena terpanjang di tubuh; berjalan dari maleolus di mata kaki, naik ke

bagian medial betis dan paha, bermuara ke vena femoralis tepat dibawah selangkangan. Titik persambungan antara kedua vena tersebut, persambungan safena, merupakan patokan anatomi yang penting. Vena safena magna mengalirkan darah dari bagian antero-medial betis dan paha. Vena safena parva berjalan di sepanjang sisi lateral dari mata kaki melalui betis menuju ke lutut, mendapatkan darah dari bagian postero-lateral betis dan mengalirkan darah ke vena poplitea. Titik pertemuan antara vena safena dan poplitea disebut sebagai persambungan safeno-poplitea. Diantara vena safena magna dan parva ini terdapat banyak anastomosis : anastomosis ini merupakan rute aliran kolateral yang memiliki potensi penting, bila terjadi obstruksi vena. Sistem vena profunda membawa sebagian besar darah vena dari ektremitas bawah dan terletak didalam kompartemen otot. Vena-vena profunda menerima aliran dari venula-venula kecil dan pembuluh darah intramuskular. Sistem vena profunda cenderung berjalan paralel dengan pembuluh arteri anggota gerak bawah, dan diberi nama yang sama dengan arteri tersebut. Sebagai akibtanya, yang termasuk dalam sistem vena ini adalah vena tibialis anterior dan posterior, vena peroneus, vena poplitea, vena femoralis, vena femoralis profunda, dan pembuluh pembuluh darah betis yang tidak diberi nama. Vena iliaka juga termasuk dalam sistem vena profunda ekstremitas bawah karena aliran vena dari anggota gerak ke vena kava bergantung pada patensi dan integritas pembuluh-pembuluh ini. Vena iliaka komunis kiri melewati bawah arteria iliaka komunis pada jalurnya menuju vena kava,sehingga vena tersebut berpotensi tertekan arteri. Jumlah persilangan ini memiliki perbandingan 2:1 dalam menyebabkan trombosis vena profunda kiri daripada yang kanan. Subsistem vena-vena profunda dan superfisialis dihubungkan oleh saluran-saluran pembuluh darah yang disebut vena penghubung. Vena-vena penghubung menyusun subsistem penghubung ektremitas bawah. Aliran biasanya di pirau dari vena superfisialis ke vena profunda dan selanjutnya ke vana kava inferior. Katup-katup semilunaris satu arah menyebar ke seluruh sistem vena ektremitas bawah .Katup-katup vena ini adalah lipatan tunika intima yang terdiri dari endotel dan kolagen. Katupkatup vena ini mencegah terjadinya aliran balik dan mengarahkan aliran ke proksimal mulai dari ekstremitas bawah ke vana kava, dan dari sistem superfisial ke sistem profunda melalui penghubung. Kemampuan katup-katup ini untuk menjalankan fungsinya sangat penting sebab aliran darah dari ektremitas ke jantung berjalan melawan grafitasi.

Fisiologi aliran vena yang melawan kekuatan grafitasi ini melibatkan berbagai faktor yang dikenal sebagai pompa vena. Pompa vena terdiri dari komponen perifer dan sentral. Pompa vena perifer bergantung pada kompresi saluran vena selama kontraksi otot. Kontraksi otot mendorong aliran untuk maju di dalam sistem vena profunda: katup-katup vena mencegah aliran retrograde atau refluks darah selama relaksasi otot. Selain itu, sinus-sinus vena yang kecil tidak berkatup atau venula yang terletak dalam otot soleus dan gastrocnemius berfungsi sebagai penampung darah dan mengosongkan darahnya ke vena-vena profunda selama kontraksi otot. Kontribusi saluran intramuskular ini sangat penting untuk aliran balik vena. Kekuatan-kekuatan sentral yang mendorong aliran balik vena adalah pengurangan tekanan intratoraks sewaktu inspirasi dan penurunan tekanan atrium kanan dan partikel kanan setelah ejeksi ventrikel. Histologi Struktur Pembuluh Darah secara umum Tunica intima. merupakan lapisan yang kontak langsung dengan darah. Lapisan ini dibentuk terutama oleh sel endothel. Tunica media. Lapisan yang berada diantara tunika media dan adventitia, disebut juga lapisan media. Lapisan ini terutama dibentuk ole

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended