Home >Documents >6. PAM-T-MUX

6. PAM-T-MUX

Date post:26-Dec-2015
Category:
View:410 times
Download:46 times
Share this document with a friend
Description:
Laporan Lab Sistel Pulse Amplitude Modulation - Time - Multiplexing
Transcript:

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM SISTEM TELEKOMUNIKASISEMESTER III TH 2014/2015

JUDUL

.PAM-TIME-MULTIPLEX (PAM-T-MUX)

GRUP

5

3CPROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASIJURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA2014

PEMBUAT LAPORAN: Kelompok 5NAMA PRAKTIKAN :1. Nindya Isdiarti2. Prizenda Afif Rukmana3. Satrio Budi Pratomo4. Tasya Febriani PutriTGL. SELESAI PRAKTIKUM : 3 September 2014TGL. PENYERAHAN LAPORAN: 10 September 2014N I L A I : . . . . . . . . . .KETERANGAN : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

PAM-TIME-MULTIPLEX (PAM-T-MUX)I. TUJUAN

1. Mengerti fungsi dan prinsip kerja dari PAM time multiplex system. 2. Memperbaiki kesalahan kesalahan yang diakibatkan kesalahan pengaturan dari posisi pulsa sampling.3. Menunjukkan cross talk yang diakibatkan oleh kanal yang berdekatan. 4. Menentukan kelebihan & kekurangan dari sistem PAM time multiplex.

II. DIAGRAM RANGKAIAN

Gambar II.1

III. ALAT DAN KOMPONEN

No.AlatJumlah

1.DC Power Supply 15 V SO 3538-8D1

2.Clock Generator SO 3537-8C1

3.Pulse Amplitude Modulator SO 3537-7G2

4.Pulse Amplitude Demodulator SO 3537-7H2

5.Universal Counter HP-5314 A1

6.Function Generator GW-INSTEK GFG-92102

7.Oscilloscope GW-INSTEK GOS-653G1

8.BNC to Banana Cable4

9.Banana to Banana Cable4

10.Jumper plug-in besar15

IV. DASAR TEORI

Agar lebih efisien dalam mentransmisikan beberapa sinyal secara serempak dalam satu saluran transmisi maka kita kenal metoda atau sistem multiplex. System multiplex dapat menggunakan multiplex frekuensi atau waktu. Multiplex waktu digunakan pada apa yang kita kenal dengan transmisi digital.

Fungsi waktu Sn(t), untuk sampling transmisi ditentukan oleh internal waktu p. Menurut teorema sampling. Sebagai contoh dapat digambarkan bentuk rangkaian Switch Electronic dengan frekuensi Clock fp. Sampling Amplitudo dari sumber sinyal, secara berturut-turut dihubungkan ke saluran transmisi. Pada penerimaan akhir switch distribusi tadi secara terus menerus disinkronisasi dengan frekuensi clock fp (keduanya pada waktu dan phase). Selanjutnya sinyal multiplex disambungkan pada masing-masing kanal (bermultiplexen). Sistem ini merupakan gambaran secara sederhana dari bentuk transimisi multiplex waktu, pengertian ini dikenal sebagai PAM time Multiplex (PAM T MUX).

Gambar 2.

Karakteristik transmisi dari saluran PAM ditentukan oleh faktor kualitas dari band filter maupun efisiensi dari sampling dan multiplexing. Komponen komponen frekuensi yang berada di luar band bandwidth pemancar dan tidak mengalami penekanan (suppressed), menghasilkan intermodulasi di mana tidak dihilangkan oleh band filter. Pada penerima akan terdeteksi sebagai noise interference. Kerusakan ini terutama disebabkan dari sampling dan multiplexen akibat crosstalk antara kanal-kanal.

Gambar 3.

Kualitas transmisi menjadi berkurang sesuai dengan panjang saluran di PAM. Untuk mengurangi hal hal ini, maka diperlukan repeater, untuk memperbaiki signal to noise ratio dan pengaruh interferensi sepanjang saluran.

Pada percobaan ini dibuat saluran PAM dengan menggunakan 2 kanal pembicaraan. Pada output PAM dapat dihubungkan bersama dengan clock generator yang berbeda, seakan berfungsi sebagai multiplexen. Clock generator dengan perubahan P, dimana posisi pulsa sampling dapat digeser antara kanal yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dimungkinkan untuk memperbaiki kesalahan yang diakibatkan oleh sampling yang dibuat.

V. LANGKAH PERCOBAAN

1. Menyusun rangkaian seperti pada diagram rangkaian. Menghubungkan function generator ke masing-masing PAM modulator.Kanal A : menggunakan gelombang segitiga 2 Vpp, pada 300 Hz.Kanal B : menggunakan gelombang sinusoida 2 Vpp, pada 150 HzMenggambar kedua kanal input pada TP1 dan TP22. Mengatur frekuensi sampling dari clock generator A1 dan B1 pada 8 kHz. Mengatur pergeseran pulsa sampling (dengan memutar tp), sehingga didapatkan posisi kedua pulsa hingga paling jauh. Menggambarkan hasilnya pada output clock generator (TP A1) dan (TP B1)3. Menunjukan sinyal dalam saluran transmisi (3) dan sinyal input kanal (1). Menggambarkan hasilnya pada TP (1) dan TP (3)4. Menunjukkan sinyal input kanal 1 (1) dan output kanal 1 (4). Menggambarkan hasilnya pada TP (1) dan TP (4)Mengatur tp dari minimum dan maksimum. Apa yang terjadi? Distorsikah?5. Kualitas tramsmisi dalam sistem multiplex adalah diukur seberapa besar crosstalk. Dalam pengukuran, Mematikan salah satu kanal. Sebagai contoh lepas input kanal 2 (2). Menggambarkan output kanal 1 (4) dan output kanal 2 (5). Memberikan keterangan.6. Menghubungkan input kanal 2 ke Ground. Menggambarkan output kanal 2 (5) dan memberikan keterangan.

VI. DATA HASIL PERCOBAANGambar SinyalKeterangan

Sinyal input kanal 1

Sinyal input kanal 2

Sinyal Output A1

Sinyal Output B1

Sinyal transmisi

Sinyal ouput kanal 1

Sinyal saat tp minimum

Sinyal saat tp maksimum

Sinyal output kanal 1 saat kanal 2 dimatikan

Sinyal output kanal 2 saat kanal 2 dimatikan

Sinyal output kanal 2 saat input kanal 2 dihubung ke ground

VII. ANALISA DATAPercobaan kali ini merupakan percobaan mengenai cara kerja PAM (Pulse Amplitude Modulation) Time Multiplexing. Dengan percobaan sebelumnya adalah pengenalan cara kerja PAM. PAM merupakan salah satu teknik modulasi dalam telekomunikasi dimana sinyal input analog (AC) dikodekan dalam amplitudo dari serangkaian sinyal pulsa (digital). Dalam aplikasi lebih lanjut, jika terdapat lebih dari 1 kanal dalam komunikasi, penggunaan PAM secara pair per pair merupakan hal yang terlalu rumit serta membuang banyak biaya. Salah satu solusi untuk dapat mengefisienkan hal tersebut adalah penggunaan Multiplexing pada sistem PAM ini. Sinyal carrier pada PAM merupakan sinyal pulsa digital yang mempunyai periode waktu yang tetap. Jadi, penggunaan multiplexing pada sistem PAM ini merupakan multiplex sinyal terhadap waktu atau disebut PAM TIME MULTIPLEX.Percobaan pertama, Satu kanal terdapat dua input dengan dibedakan berdasarkan waktu . Osiloskop akan menampilkan 2 saluran kanal (gelombang sinus dan gelombang segitiga) dengan masing- masing frekuensinya yaitu 300 Hz dan 150 Hz.Percobaan kedua, frekuensi sampling diatur dari clock generator A1 dan B1 pada 8 kHz dan pergeseran pulsa sampling . Maka didapatkan kedua pulsa sampling berjauhan dibedakan berdasarkan waktu.Percobaan ketiga, didapatkan gelombang pada channel 1 berupa gelombang segitiga dan gambar yang kedua yaitu pada channel 2 berupa pulsa yang menggambarkan percakapan pada dua kanal yang via pulsanya berbeda waktu pengiriman pulsanya.Percobaan keempat, pada output kanal 1 dan kanal 2 terdapat noise noise yang berasal dari frekuensi tinggi yang terbawa. Untuk menghilangkan noise noise tersebut dapat menggunakan Low Pass Filter. Clock generator diatur pada frekuensi 8 kHz, kedua sinyal diatur hingga didapatkan jarak antara kedua sinyal yang paling jauh. Hal ini dapat dimungkinkan dengan memutar tp pada posisi maksimum. Pada data hasil percobaan didapatkan masing masing sinyal mempunyai besar tegangan yang berbeda dikarenakan pada sinyal kedua terdapat noise yang tidak diinginkanPercobaan kelima, mengukur seberapa besar crosstalk untuk mengetahui kualitas transmisi dalam system multiplex dengan mematikan salah satu kanal yaitu melepas input kanal 2 maka didapatkan gelombang segitiga tidak sempurna pada output kanal 1 dan garis lurus pada output kanal 2. Jika dilogikakan jika salah satu kanal dimatikan, maka kanal tersebut tidak aktif dan pasti tidak ada output yang keluar karena tidak ada informasi. Kemudian input kanal dua dihubung ke ground maka pada osiloskop terbentuk gambar garis lurus tidak ada tegangan atau tegangan sama dengan nol.

VIII. Kesimpulan1. Multiplexing adalah penggabungan beberapa kanal menjadi satu kanal.2. Sistem PAM T MUX sendiri adalah sinkronisasi amplitudo sinyal di penerimaan akhir switch distribusi oleh frekuensi clock secara terus menerus. Kemudian sinyal miltiplex disambungkan pada masing-masing kanal.3. Pembagian kanal-kanal menjadi sebuah keseluruhan output berdasarkan waktu.4. Kualitas transmisi dalam sistem multiplexing diukur berdasarkan seberapa besar crosstalk yang terjadi. Crosstalk dapat terjadi karena dua atau lebih kanal aktif bersamaan dalam satu waktu dengan jarak yang terlalu dekat.5. Fungsi dan cara kerja dari PAM time multiplexing adalah menyatukan beberapa kanal dari PAM menjadi 1 saluran dengan multiplex fungsi waktu guna mengefisiensikan jumlah saluran yang tersedia serta waktu yang digunakan dalam mentransmisikan suatu sinyal.6. Untuk mengurangi kesalahan kesalahan pada sistem multiplex ini maka jarak periode waktu antara sinyal - sinyal sampling diatur hingga mencapai titik terjauhnya.

IX. REFERENSIPAM T - MUXPulse Amplitudo Modulation (PAM) adalah bentuk sederhana dari modulasi pulsa. Teknik ini mengirimkan data dengan memvariasikan tegangan atau kekuatan amplitudo pulsa individu dalam urutan waktunya pulsa elektromagnetik. Dengan kata lain, data yang akan dikirim dikodekan dalam amplitudo dari serangkaian pulsa sinyal. PAM dapat juga digunakan untuk menghasilkan modulasi pulsa tambahan.

Amplitudo pulsa mungkin dalam modulasi pulsa amplitudo dapat tak terbatas. Ini adalah kasus dengan modulasi amplitudo pulsa analog. Sebuah modulasi pulsa amplitudo 2 tingkat menyebabkan sinyal yang dihasilkan menjadi didigitalkan sementara modulasi pulsa amplitudo 4 level memiliki 22 kemungkinan amplitudo pulsa diskret. Sebuah modulasi pulsa amplitud

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended