Home >Documents >6, OXYGEN, 107-121

6, OXYGEN, 107-121

Date post:13-Jul-2016
Category:
View:27 times
Download:16 times
Share this document with a friend
Description:
OXYGEN
Transcript:

OXYGEN

Oxygen

KEBUTUHAN DASAR SEMUA MAHLUK HIDUP

OKSIGEN

AIR

MAKANANKEKURANGAN OKSIGEN MENYEBABKAN KEMATIAN PALING CEPAT

TERAPI OKSIGEN

1. Pengertian

Terapi oksigen adalah suatu tindakan untuk meningkatkan tekanan parsial oksigen pada inspirasi yang dapat dilakukan dengan cara

a. Meningkatkan kadar oksigen inspirasi (FiO2).

b. Meningkatkan tekanan oksigen (Hiperbarik)

2. Indikasi

Pemberian terapi oksigen digunakan untuk

a. Mencegah terjadinya hipoksia.

b. Merupakan terapi untuk hipoksia.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipoksia.

a. Kadar oksigen rendah.

b. Gangguan jalan napas dan pernapasan.

c. Gangguan difusi.

d. Gangguan transport oksigen.

e. Gangguan penggunaan oksigen dan jaringan. 4. Tanda-tanda hipoksia.

a. Sesak napas, pernapasan > 16 / 20 x/mnt

b. Napas cuping hidung.

c. Adanya gerak napas tambahan, retraksi interkostal suprasternal.

d. Tachicardia, tekanan darah meningkat.

e. Berkeringat dingin.

f. Gelisah sampai bingung.

g. Kalau berat tampak sianosis.

5. Prinsip alat terapi oksigen.

a. FiO2 dapat diatur sesuai kebutuhan.

b. Tidak terjadi rebreathing yang menyebabkan penumpukan CO2c. Resistensi minimal.

d. Efisien dan ekonomis.

e. Nyaman untuk pasien.

6. Macam-macam alat untuk terapi oksigen.

a. Nasal kanule / nasal prong 24-54% 1-2 lpm

b. Masker

1) Masker sederhana 35-60% 6-12 lpm

2) Masker reservoar rebreathing 40-80% 6-10 lpm.

3) Masker reservoar non rebreathing 40-50% 8-12 lpm.

c. Venturi 24-50% 4-12 lpm

d. Bag valve mask

1) Tanpa oksigen 21%

2) Dengan oksigen 50-100%

e. Respirator 21-100%

f. Head box 30-50%

7. Akibat samping terapi oksigen.

a. Langsung.

1) Keracunan oksigen.

2) CO2 naskosis.

3) Atelektasis (tindakan langsung diintubasi).

4) Retrolethal fibroplasia, kebutaan.

5) Gangguan neurologis.

6) Gangguan gerakan silia dan selaput lendir

b. Tidak langsung

1) Nasokomial infection.

2) Mucous plug

3) Kembung.

4) Barotrauma paru.

5) Meledak.

8. Contoh penyakit / gangguan yang memerlukan terapi oksigen.

a. Gagal napas (lihat blood gas).

b. Shock.

c. Infark myokard acute (IMA)

d. Payah jantung.

e. Keracunan karbon mono oksida (CaCO3).

f. Fraktur multiple berat.

g. Luka bakar > 25%.

h. Pasca bedah.

i. Sepsis, dll

9. Pemberian terapi oksigen harus memenuhi kriteria 4 tepat 1 waspada.

a. Tepat indikasi.

b. Tepat dosis.

c. Tepat cara pemberian.

d. Tepat waktu pemberian.

e. Waspada terhadap efek samping.PENGARUH HIPOXIAHipoxia : kekurangan O2 pada jaringan.

Hypoxemia : kekurangan O2 pada darah.

Hipoxia

Saturasi O2 turun > 5 %.

Saturasi O2 < 90 %.

Tekanan oxygen di arteri < 60 mm hg ( Pa O2 ).

Klasifikasi hipoxia :

a. Hipoxik hipoxia.

b. Anemic hipoxia.

c. Stagnan hipoxia.

d. Histotoxik hipoxia.

Hipoxik hipoxia :

Tekanan O2 di darah berkurang. O2 di dalam darah :

Terikat pada Hb 1,34 ml O2 tiap gr Hb.

Larut di plasma. 0,3 ml O2 tiap P oxygen 100 mm hg.

Etiologi hipoxik hipoxia :

1. Fraction inspirasi (FiO2) rendah.

Sumber O2 habis.- Salah menyalurkan gas anestesi.

2. Ventilasi / pernafasan terganggu.

Pusat pernafasan terganggu : obat, penyakit, trauma.

Spinal cord : trauma, polio, tetanus.

Saraf perifer : polyneuritis.

Neuromuskuler junction : muscle relaxan.

Otot : kelainan otot (diafragma, interkostal)

Rongga thoraks : fracture costae, flail chest.

Cavum pleura : pneumothotax, pleural effusion.

Jaringan paru : kolap, pneumonia.

Obstruksi jalan nafas : jalan nafas atas / bawah.

Hipoxia selama anestesi :

Ventilasi tidak adequat

Obstruksi jalan nafas.

- Hipoventilasi.

Penderita dengan A a gradient > normal :

Penyakit paru paru.

- Aspirasi.

Odema paru.

- Atelektasis.

Anemic hypoxic :

Penurunan jumlah / kapasitas Hb. Hb : mekanisme transport O2 yang utama terutama ke jaringan. Tekanan O2 tetap normal, tapi O2 yang disalurkan ke organ kurang.Jika pasien mengalami hipoxia selama anestesi :

Naikkan fraksi inspirasi O2. Periksa apakah pasien bernafas dengan adequate. Periksa tekanan darah dan nadi. Koreksi penyebab : Fi O2 rendah, sumbatan jalan nafas, hipoventilasi, dan lain lain.Stagnan hipoxia :

Terjadi karena factor sirkulasi darah yang menurun.

Hipovolemi, syok dan gagal jantung.

Histotoxik hipoxia :

Hipoxia karena pengaruh obat / senyawa tertentu.

Overdosis obat obat anestesi.

Intoxikasi cyanide.

Bentuk hipoxia lain :

- Demand hipoxia (histotoxik hipoxia)

- Diffusion hipoxia (hipoxik hipoxia)

Demand hipoxia :

Febris : kebutuhan O2 meningkat.

Hipertiroid : kebutuhan O2 meningkat.

Kebutuhan O2 meningkat : ekstraksi O2 darah ke jaringan meningkat.

Diffusion hypoxia :

Terjadi pada saat anestesi dengan N2O dihentikan tanpa diberi oksigenasi.

N2O keluar dari sirkulasi ke alveoli lebih cepat dibanding nitrogen di udara masuk sirkulasi.

Akibatnya terjadi dilusi O2 di alveoli oleh N2O

Fi O2 < 20 % hipoxia.

Oksigenasi mutlak pada akhir anestesi dengan N2O.

Efek hipoxia :

Susunan saraf pusat.

Paling rentan terhadap hipoxia.

Oedema : gangguan kesadaran sampai dengan brain death.

Sistem respirasi.

Ventilasi meningkat. Stimulasi pusat nafas melalui chemoreseptor.

Sistem kardiovaskuler.

Denyut jantung dan tekanan darah arteri meningkat.

Hipoxia lanjut : bradikardi dan hipotensi.

Sistem lain.

Gangguan sistem / faal organ lain, misalnya : hepar dan lain lain.OLIGURI PASCA BEDAH

Produksi urine :

Indicator fungsi / perfusi ginjal.

Menggambarkan status hidrai tubuh.

Terganggu juga pada penyakit jantung / dekom.

Oliguri : < 0,5 ml / kg BB / jam.

Out put urine : 1 ml / kg BB / jam.

Minimal : 0,5 ml / kg BB / jam.

Dewasa sekitar 50 ml / jam.

Causa oliguri :

Pre renal

Renal

Post renal.

Causa pre renal :

Dehidrasi, perdarahan, sekresi ADH meningkat, obstruksi vena renalis, gagal jantung, syndrome hepatorenal.

Tanda tanda : lidah kering, turgor menurun, tachicardi sampai syok. Tanda tanda dehidrasi negative, perdarahan tidak ada, tapi oliguri.

Klasifikasi dehidrasi :

Ringan (3 5 % BB)

Mukosa kering.

Turgor menurun.

Urine pekat. Tachicardi

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended