Home >Documents >3 Uji - .Secara lengkap : 4-Reproduksi ... dengan UV) hewan uji : Salmonella typhmurium ......

3 Uji - .Secara lengkap : 4-Reproduksi ... dengan UV) hewan uji : Salmonella typhmurium ......

Date post:31-Jan-2018
Category:
View:239 times
Download:7 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • UJI TOKSISITASUJI TOKSISITAS

  • Pendahuluan

    Uji toksisitas dapat dilakukan dengan 2 cara :a) Kualitatif Biasanya dilakukan atas dasar gejala

    penyakit yang timbul Akib t tid k ifik j l / kit Akibat tidak spesifiknya gejala/penyakit

    akibat keracunan (tidak ada/belum didapat gejala yang khas / pathognomonik bagi setiap keracunan

    b) K tit tifb) Kuantitatif

  • Uji t k i it Uji toksisitas

    Kuantitatif

    Uji toksisitas terhadap hewanuji

    Penelitian epidemiologi

    2 Cara

    Kualitatif Berdasar atas gejala yangKualitatif Berdasar atas gejala yang timbul

    Respon tubuh terhadap racuntidak spesifik karena belum adapyang khas (Pathognomonik)

  • Uji KualitatifGejala Keracunan & PenyebabnyaGejala Keracunan & Penyebabnya

    Gejala Penyebab

    Fibrosis SiO2, Fe, Asbest, CO, Co, dllGranuloma Be, Bakteri, Fungi,dllDemam Mn, Zn, Co, Pb, dllAlergi Ni, TDI, Cr, berbagai zat organik, dllAlergi Ni, TDI, Cr, berbagai zat organik, dll Asfiksia CO, H2S, CO2, SO2, NH3, CH4Mutagenesis Radiasi pengion, benzene, metil HgKarsinogenesis Aminodifenil Asbest benzidine vinilklorodaKarsinogenesis Aminodifenil, Asbest, benzidine, vinilklorodaTeratogenesis As, F, metil Hg, TEL, benzeneKeracunan sistemik* Pb, Cd, Hg, F, Va, P, Bo, Ti, TEL*) keracunan sistemik, dengan racun yang sengaja dibuat untuk meningkatkan ekonomi,

    disebut racun ekonomi (pestisida)

  • G l (B )Granuloma (Be)

  • Fibrosis

  • Asfiksia

  • T t iTeratogenesis

    Hewan ManusiaHewan Manusia

  • Analisis Kuantitatif

    Sebelum melakukan uji kuantitatif :

    Kenali sifat kimia fisika xenobiotikKenali sifat kimia-fisika xenobiotik

    Penting !!!

    Untuk menentukan :

    Portal entri dalam uji toksisitas Hewan uji yang akan digunakan

  • Analisis KuantitatifIstilah untuk menyatakan toksisitas suatu zat : Dosis Letal (LD)

    Jumlah zat yang betul betul masuk ke dalam tubuh organismeJumlah zat yang betul betul masuk ke dalam tubuh organismeuji yang menyebabkan respons berupa kematian organisme uji

    Untuk mencari dosis aman menggunakan LD50 (dosis yang mematikan 50% organisme

    )uji)

    Konsentrasi Letal (LC) Konsentrasi zat yang berada di luar tubuh organisme yang Konsentrasi zat yang berada di luar tubuh organisme yang

    menyebabkan respons berupa kematian organisme uji Mempermudah menentukan konsentrasi zat yang aman yang

    boleh ada di lingkungan

  • Analisis Kuantitatif

    Istilah toksisitas yang lain untuk menentukan dosis aman :

    NOEL (no observed effect level)

    NOAEL (no observed adverse effect level)

  • NOEL

    NOAEL

  • Analisis Kuantitatif

    Tujuan :

    Penting untuk mengenal rantai makanan :

    Memprediksi perginya racun apabila racun memasuki lingkungan tertentu

    Uji toksisitas dilakukan berurutan

    zat yang terakumulasi di dalam organisme tentunya akan t k l i l di

    berurutan dengan melihat

    tingkat trofis organisme uji

    terakumulasi pula di organisme dengan tingkat trofis yang lebih tinggi

  • Analisis Kuantitatif Gambar Rantai Makanan, Ukuran dan Tingkat Trofis

  • Uji T k i itUji Toksisitas Tujuan :

    Menilai efek akut sub akut & kronis Menilai efek akut, sub akut & kronis

    Uji dilakukan berdasarkan waktu Merupakan kendala utama

    3 (tiga) kelompok uji toksisitas :

    1) Uji Akut / Uji Tingkat I Uji jangka pendek1) Uji Akut / Uji Tingkat I Uji jangka pendek

    2) Uji Sub kronis / Uji Tingkat II

    3) Uji Kronis / Uji Tingkat III

  • 0 LD50, LC50, dermal dan iritasi mataUji mutagenisitas/karsinogen tk 1

    1-

    Uji mutagenisitas/karsinogen tk. 1Sensitivitas kulit

    Uji 90 hari tikus, mencit

    2-

    Metabolisma/farmakokinetika pada hewan

    TeratologiSkema Uji Toksisitas

    3-

    Uji mutagenisitas/karsinogen tk. 2

    Studi 90-180 hari pada anjing atau monyet

    jSecara lengkap :

    4-Reproduksi

    Toksisitas kronis-tikus, mencit

    5- Uji mutagenitas tk 3

    6-

  • Uji Tingkat ITerdiri atas : Uji dosis-respons untuk mencari LD/LC dan kemungkinan

    kerusakan berbagai organ Uji iritasi mata dan kulit Uji iritasi mata dan kulit Screening pertama terhadap mutagenisitu (SAL, MOLY, ABS

    dan SCE)

    SAL = Ames Salmonella/microsome mutagenesis assay ABS = Assay for chromosome abberation SCE = Sister chromated exchange induction MOLY = Mouse lymphoma L5178Y cell mutagenesis assay

  • Uji Tingkat IUji D i R k i LD/LCUji Dosis Respons untuk mencari LD/LC :

    Dilakukan sesuai : Dilakukan sesuai : sifat fisis kimiawi xenobiotik, pemilihan organisme (derajat rendah) yang paling relevan

    berdasarkan portal entri

    Lama pengujian : 24 96 jam

    T h Tahapan : Tahap I :

    untuk perkiraan kasar letak rentang dosis LD/LC 50/100 yang dicari dengan cara Least Square atau Metode Probitg q

  • Uji LD 50

  • Uji LC50Uji LC50

  • Uji Tingkat I

    Uji I i i M & K liUji Iritasi Mata & Kulit :

    Dikenal sebagai : Draize Test Dikenal sebagai : Draize Test Uji iritasi mata :

    zat yang akan diuji dimasukkan pada salah satu matanya, mata yang lain sebagai kontrolyang lain sebagai kontrol

    Jenis hewan uji : kelinci albino Waktu pemantauan : setelah 24 jam, 48 jam & 96 jam

    Hasil dinilai dari gejala yang timbul pada mata :edema, kekeruhan kornea, reaksi terhadap cahaya, pelebaran vaskuler dan kemerahan

  • Uji Tingkat IUji Tingkat I

    Uji Iritasi Kulit :Uji Iritasi Kulit :

    Bisa dilakukan langsung pada kulit Tujuan : Tujuan :

    Untuk mencari iritasi primer, sensitisasi kulit, foto-toksisitas dan foto sensitisasi

    A. Uji iritasi primer : B. Uji sensitisasi kulit :

    dilakukan pada kulit punggung, kulit telinga atau mencelupkan seluruh tubuh hewan kedalam cairan uji (2 uji terakhir sudah tidak digunakan lagi)

    untuk mengetahui apakah xenobiotik menggangu sistem imunitas

    hewan uji : mencit (guinea pig)digunakan lagi)

    hewan uji : kelinci albino

    evaluasi : setelah 24, 48 & 96 jam

    k k h ik

    hewan uji diberi xenobiotik 3 hari sekali selama 2 minggu, dengan selang istirahat 2minggu

    l i l h 24 48 & 96 j skor keparahan secara numerik evaluasi : setelah 24, 48 & 96 jam

  • Uji Tingkat IUji Tingkat I

    Uji Iritasi Kulit :Uji Iritasi Kulit :

    C. Uji Fototiksiti & Fotosensitisasi:

    D. Uji Mutagenisitas :Fotosensitisasi:

    untuk melihat efek dari kombinasi xenobiotik dengan cahaya, terutama sinar UV

    dilakukan dengan uji SAL, ABS, SCE & MOLY

    SAL (Ames test) bersifat reverse mutation test hewan uji : Salmonella typhmuriumy

    merupakan modifikasi dari uji sebelumnya (setelah aplikasi xenobiotik, dilakukan penyinaran dengan UV)

    hewan uji : Salmonella typhmurium Uji essei untuk aberasi kromosom : Uji ABS, SCE & MOLY mekanisme aberasi setiap test berbeda yang dicari : - kromosom terputus (breaks)dengan UV)

    hewan uji : mencit (guinea pig); kelinci albino

    evaluasi : setelah 24 48 & 96 jam

    yang dicari : - kromosom terputus (breaks), - terjadi pertukaran antar bagian

    kromosom (sister chromatid) hewan uji : sel hidup sel sumsum tulang tikus,

    sel limfosit tikus penderita kanker dsbevaluasi : setelah 24, 48 & 96 jam sel limfosit tikus penderita kanker,dsb

  • Uji Tingkat I

    Uji akut dan khronis telah terlaksana dalam tahun ke-1

    tidak dapat mewakili

    uji ini dilakukan pada sel derajat rendah

    tidak dapat mewakili uji jangka panjang

    PENTING !!!

    Terutama jika data ujiakan diekstrapolasikanakan diekstrapolasikan

    pada manusia

  • Mewakili uji subkronis

    Uji Tingkat II Mewakili uji subkronis Waktu essei :

    Aplikasi pada kulit : 30 hari Studi inhalasi : 30 90 hari Uji oral : 90 hari Uji oral : 90 hari

    Tujuan : mendapatkan nilai NOEL atau NOAEL, dst Dosis yang diujikan divariasikan 3-4 variasi :

    Dosis tinggi menyebabkan kematian D i i j kk NOEL Dosis ringan menunjukkan NOEL

    Hewan uji : tikus, anjing atau kera ; (jantan : 10-20 ekor & betina : 10-20 ekor pada setiap level dosis yang diberikan)

    Observasi yang dilakukan terhadap:ti t b h t lit bidit t k isetiap organ tubuh, mortalitas, morbiditas, mata, konsusmsi

    makanan, berat badan, respons neurologis, perilaku tidak normal, respirasi, elektro kardiogram (EKG), elektro-encefalogram (EEG), hematologi, biokimia darah, analisis urin & tinja, kerusakan orgnmakroskopis

  • Uji Tingkat IITujuan Observasi yang dilakukan : Skrining kedua terhadap mutagenisiti

    Uji teratologi & uji reproduktif Uji teratologi & uji reproduktif Uji farmakokinetik Uji perilakuUji perilaku Uji interaksi, seperti sinergisme, antagonisme dan

    aditivisme

    semuanya diselesaikan dalam waktu dua-setengah tahun

  • Uji Tingkat III/Uji Kronis Dilakukan dalam jangka panjang Mewakili separuh usia hidup hewan uji, bahkan lebih dari satu

    generasiY dilih t t d i b bk f k i d Yang dilihat : rentang dosis yang menyebabkan efek ringan danberat

    Bila rentang sempit zat berbahaya Bila rentang lebar zat tidak/kurang berbahaya Bila rentang lebar zat tidak/kurang berbahaya Contoh :

    - Rentang CO : (100 250) mg/m3- Rentang kafein : (100 mg 10 gr)/m3Rentang kafein : (100 mg 10 gr)/m kafein dianggap kurang berbahaya

    Uji terpenting : Uji karsinogenitas, teratogenitas & reproduksi

  • Uji Tingkat III/Uji KronisTujuannya untuk menguji :

    Mutagenisiti pada mamalia Karsinonegisiti pada tikus selama 2 tahun Karsinonegisiti pada tikus selam

Embed Size (px)
Recommended