Home >Internet >3 silabussmptik

3 silabussmptik

Date post:12-Dec-2014
Category:
View:102 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
umum
Transcript:
  • 1. KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)PERANGKAT PPEEMMBBEELLAAJJAARRAANNPPAANNDDUUAANN PPEENNGGEEMMBBAANNGGAANNSSIILLAABBUUSS PPEEMMBBEELLAAJJAARRAANNMata Pelajaran : Teknologi Informasi danKomunikasiSatuan Pendidikan : SMP/MTs.Kelas/Semester : VII s/d IX /1-2Nama Guru : ...........................NIP/NIK : ...........................Sekolah : ...........................KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN(KTSP)Panduan Pengembangan Silabus Pembelajaran Mapel: Teknologi Informasi dan Komunikasi 33

2. KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)34 Panduan Pengembangan Silabus Pembelajaran Mapel: Teknologi Informasi dan Komunikasi 3. KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)I. PENDAHULUANA. Latar BelakangUndang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 10menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan, membimbing, danmengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yangberlaku. Selanjutnya, Pasal 11 Ayat (1) juga menyatakan bahwa Pemerintah dan PemerintahDaerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranyapendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Dengan lahirnyaUndang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, wewenang PemerintahDaerah dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah menjadi semakin besar. Lahirnya keduaundang-undang tersebut menandai sistem baru dalam penyelenggaraan pendidikan dari sistemyang cenderung sentralistik menjadi lebih desentralistik.Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalampengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa,keadaan sekolah, dan kondisi sekolah atau daerah. Dengan demikian, sekolah atau daerahmemiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi ajar, kegiatanpembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.Untuk itu, banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh daerah karena sebagian besar kebijakanyang berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilaksanakan oleh sekolahatau daerah. Sekolah harus menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) atausilabusnya dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi dan StandarKompentensi Lulusan yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 23 Tahun 2006.Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikandijelaskan: Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A, atau bentuk lain yang sederajat menekankanpentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis, kecakapan berhitung sertakemampuan berkomunikasi (Pasal 6 Ayat 6) Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkankurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulumdan standar kompetensi lulusan di bawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yangbertangung jawab terhadap pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, serta Departemenyang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK( Pasal 17 Ayat 2) Perencanan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanan pembelajaranyang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran,sumber belajar, dan penilaian hasil belajar (Pasal 20)Berdasarkan ketentuan di atas, daerah atau sekolah memiliki ruang gerak yang seluas- luasnyauntuk melakukan modifikasi dan mengembangkan variasi-variasi penyelengaraan pendidikansesuai dengan keadaan, potensi, dan kebutuhan daerah, serta kondisi siswa. Untuk keperluan diatas, perlu adanya panduan pengembangan silabus untuk setiap mata pelajaran, agar daerah atausekolah tidak mengalami kesulitan.Panduan Pengembangan Silabus Pembelajaran Mapel: Teknologi Informasi dan Komunikasi 35 4. KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)B. Karakteristik Mata PelajaranSetiap mata pelajaran mempunyai karakteristik yang khas. Adapun karakteristik masing-masingmata pelajaran dapat dilihat pada Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22 Tahun 2006)C. Karakteristik Peserta DidikPeserta didik adalah manusia dengan segala fitrahnya. Mereka mempunyai perasaan dan pikiranserta keinginan atau aspirasi. Mereka mempunyai kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi(pangan, sandang, papan), kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan untuk mendapatkanpengakuan, dan kebutuhan untuk mengaktualisasi dirinya (menjadi dirinya sendiri sesuaidengan potensinya).Dalam tahap perkembangannya, siswa SMP berada pada tahap periode perkembangan yangsangat pesat, dari segala aspek. Berikut ini disajikan perkembangan yang sangat erat kaitannyadengan pembelajaran, yaitu perkembangan aspek kognitif, psikomotor, dan afektif.1. Perkembangan Aspek KognitifMenurut Piaget (1970), periode yang dimulai pada usia 12 tahun, yaitu yang lebih kurang samadengan usia siswa SMP, merupakan period of formal operation. Pada usia ini, yangberkembang pada siswa adalah kemampuan berfikir secara simbolis dan bisa memahamisesuatu secara bermakna (meaningfully) tanpa memerlukan objek yang konkrit atau bahkanobjek yang visual. Siswa telah memahami hal-hal yang bersifat imajinatif.Implikasinya dalam pengajaran Teknologi informasi dan komunikasi adalah bahwa belajar akanbermakna kalau input (materi pelajaran) sesuai dengan minat dan bakat siswa. PengajaranTeknologi informasi dan komunikasi akan berhasil kalau penyusun silabus dan guru mampumenyesuaikan tingkat kesulitan dan variasi input dengan harapan serta karakteristik siswasehingga motivasi belajar mereka berada pada tingkat maksimal.Pada tahap perkembangan ini juga berkembang ketujuh kecerdasan dalam MultipleIntelligences yang dikemukakan oleh Gardner (1993), yaitu: (1) kecerdasan linguistik(kemampuan berbahasa yang fungsional), (2) kecerdasan logis-matematis (kemampuan berfikirruntut), (3) kecerdasan musikal (kemampuan menangkap dan menciptakan pola nada danirama), (4) kecerdasan spasial (kemampuan membentuk imaji mentaltentang realitas), (5)kecerdasan kinestetik-ragawi (kemampuan menghasilkan gerakan motorik yang halus), (6)kecerdasan intra-pribadi (kemampuan untuk mengenal diri sendiri dan mengembangkan rasajati diri), kecerdasan antarpribadi (kemampuan memahami orang lain). Ketujuh macamkecerdasan ini berkembang pesat dan bila dapat dimanfaatkan oleh guru Teknologi informasidan komunikasi, akan sangat membantu siswa dalam menguasai kemampuan berteknologiinformasi dan komunikasi.2. Perkembangan Aspek PsikomotorAspek psikomotor merupakan salah satu aspek yang penting untuk diketahui oleh guru.Perkembangan aspek psikomotor juga melalui beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut antara lain:a. Tahap kognitifTahap ini ditandai dengan adanya gerakan-gerakan yang kaku dan lambat. Ini terjadi karenasiswa masih dalam taraf belajar untuk mengendalikan gerakan-gerakannya. Dia harusberpikir sebelum melakukan suatu gerakan. Pada tahap ini siswa sering membuat kesalahandan kadang-kadang terjadi tingkat frustasi yang tinggi.b. Tahap asosiatifPada tahap ini, seorang siswa membutuhkan waktu yang lebih pendek untuk memikirkantentang gerakan-gerakannya. Dia mulai dapat mengasosiasikan gerakan yang sedangdipelajarinya dengan gerakan yang sudah dikenal. Tahap ini masih dalam tahappertengahan dalam perkembangan psikomotor. Oleh karena itu, gerakan-gerakan pada36 Panduan Pengembangan Silabus Pembelajaran Mapel: Teknologi Informasi dan Komunikasi 5. KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)tahap ini belum merupakan gerakan-gerakan yang sifatnya otomatis. Pada tahap ini,seorang siswa masih menggunakan pikirannya untuk melakukan suatu gerakan tetapi waktuyang diperlukan untuk berpikir lebih sedikit dibanding pada waktu dia berada pada tahapkognitif. Dan karena waktu yang diperlukan untuk berpikir lebih pendek, gerakan-gerakannyasudah mulai tidak kaku.c. Tahap otonomiPada tahap ini, seorang siswa telah mencapai tingkat autonomi yang tinggi. Prosesbelajarnya sudah hampir lengkap meskipun dia tetap dapat memperbaiki gerakan-gerakanyang dipelajarinya. Tahap ini disebut tahap autonomi karena siswa sudah tidak memerlukankehadiran instruktur untuk melakukan gerakan-gerakan. Pada tahap ini, gerakan-gerakantelah dilakukan secara spontan dan oleh karenanya gerakan-gerakan yang dilakukan jugatidak mengharuskan pembelajar untuk memikirkan tentang gerakannya.3. Perkembangan Aspek AfektifKeberhasilan proses pengajaran Teknologi informasi dan komunikasi juga ditentukan olehpemahaman tentang perkembangan aspek afektif siswa. Ranah afektif tersebut mencakupemosi atau perasaan yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Bloom (Brown, 2000)memberikan definisi tentang ranah afektif yang terbagi atas lima tataran afektif yangimplikasinya dalam siswa SMP lebih kurang sebagai berikut: (1) sadar akan situasi,fenomena, masyarakat, dan objek di sekitar; (2) responsif terhadap stimulus-stimulus yangada di lingkungan mereka; (3) bisa menilai; (4) sudah mulai bisa mengorganisir nilai-nilaidalam suatu sistem, dan menentukan hubungan di antara nilai-nilai yang ada; (5) sudahmulai memiliki karakteristik dan mengetahui karakteristik tersebut dalam bentuk sistemnilai.Pemahaman terhadap apa yang dirasakan dan direspon, dan apa yang diyakini dandiapresiasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam teori pemerolehan bahasa keduaatau bahasa asing. Faktor pribadi yang lebih spesifik dalam tingkah laku siswa yang sangatpenting dalam penguasaan berbagai materi pembelajaran, yang meliputi:1. Self-esteem, yaitu penghargaan yang diberikan seseorang kepada dirinya sendiri.2. Inhibition, yaitu sikap mempertahankan diri atau melindungi ego.3. Anxiety (kecemasan), yang meliputi rasa frustrasi, khawatir, tegang, dsbnya.4. Motivasi, yaitu dorongan untuk melakukan suatu kegiatan.5. Risk-taking, yaitu keberanian mengambil risiko.6. Empati, yaitu sifat yang berka

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended