Home >Documents >2015 Khotbah Jangkep Okt 2015

2015 Khotbah Jangkep Okt 2015

Date post:05-Dec-2015
Category:
View:165 times
Download:9 times
Share this document with a friend
Description:
Bahan Khotbat 2015
Transcript:

Tema Pelayanan Bulan OktoberKeluarga yang Berfokus pada TuhanKembali dan bersatu dengan Tuhan merupakan tujuan setiap insan. Dalam rangka meraih masa depan bersama, pengajaran perihal ini karenanya tidak bisa diabaikan. Di sinilah pentingnya keluarga sebagai basis bagi persemaian nilai dan keutamaan hidup yang mesti diperjuangkan bersama. Keluarga-keluarga Kristen, karenanya harus berfokus pada Tuhan sebagai asal dan tujuan hidup. Selama bulan Oktober, diharapkan perayaan dan pewartaan iman Gereja memberi perhatian akan pentingnya berfokus pada Tuhan, sumber kehidupan.

Catatan:

Tema perayaan iman dengan judul khotbah bisa jadi berbeda atau pun sama. Tema perayaan iman diharapkan menjiwai keseluruhan tata perayaan karya penyelamatan Allah (ibadah), sedangkan judul khotbah kiranya memberi pemantapan pada pokok dan arah pewartaan iman yang dirayakan. Tema perayaan iman berdasarkan penanggalan liturgi sinode GKJ 2015, sedangkan judul khotbah dirumuskan oleh penulis Khotbah Jangkep.Ada beberapa keterangan terkait perayaan iman hari Minggu selama bulan Oktober. Menurut kalender Kitab Suci Perjanjian Lama, pada bulan September-Oktober dijumpai perayaan Undhuh-undhuh (Hari Raya Pondok Daun, Riaya Tanceping Tarub). Tahun ini, penutupan pesta undhuh-undhuh bila dilaksanakan pada hari Minggu jatuh pada 4 Oktober. Mengingat dalam tradisi Kekristenan belum begitu diperhatikan, maka sifat pesta ini fakultatif. Demi alasan teologi praktis, maka lebih disarankan pada Minggu penutupan Bulan Keluarga sekaligus diselenggarakan riaya undhuh-undhuh ini.Minggu, 4 Oktober 2015Minggu Biasa XXVII (Hijau)

HPKD/HPII

Tema Perayaan Iman

STOP NATO (No Action, Talk Only)

Daftar Bacaan Alkitab

Bacaaan I: Kejadian 2:18-24

Mazmur Antar Bacaan: Mazmur 8

Bacaan II: Ibrani 1:1-4;2:5-12

Bacaan Injil: Markus 10:2-16

Tujuan Perayaan Iman

Umat menyadari bahwa tindakan umat dibutuhkan dalam rumah tangga.

Pelengkap Bacaan Untuk Liturgi I

Berita Anugerah: Yohanes 3:16

Petunjuk Hidup Baru: Matius 5:13-16

Dasar Persembahan: Roma 11:36

Daftar Nyanyian Untuk Liturgi I

Bahasa Indonesia

Pujian: KJ. 4:1,5,6

Penyesalan dosa: KJ. 26:1,2

Kesanggupan: KJ. 363:1,2,3

Persembahan: KJ. 287b:1-

Akhir kebaktian: KJ. 318:1,2

Bahasa Jawa

Pamuji: BMGJ. 5:1,2,3

Panelangsaning dosa: BMGJ. 46:1,2

Kasanggeman: BMGJ. 46:3,4

Pisungsung: BMGJ. 70:1-

Pungkasaning pangabekti: BMGJ. 304:1,2

Pdt. Dian Tjahjadi Warto Hardjono (GKJ Tempurung-Gubug)

Dasar Pemikiran

Keluarga yang berbahagia adalah dambaan setiap insan, termasuk insan Kristen. Namun, fakta terkadang berbicara lain. Tidak sedikit keluarga Kristen yang kandas dalam perjalanan. Tidak sedikit pasangan suami-isteri Kristen yang kemudian memutuskan untuk bercerai. Padahal perceraian adalah hal yang tidak dikehendaki oleh Tuhan Allah yang telah menjodohkan suami-isteri menjadi satu. Dalam kenyataan kehidupan yang seperti itulah, setiap insan Kristen dalam keluarga dipanggil untuk mewujudkan kesatuan keluarga agar tercapai kebahagiaan hidup berkeluarga demi kemuliaan Tuhan Allah Bapa, pencipta langit dan bumi, Allah sejati.

Keterangan Tiap Bacaan

Kejadian 2:18-24

Menarik bahwa cerita tentang Allah yang menjadikan dan memberikan penolong yang sepadan untuk manusia karena, menurut Allah, tidak baik jika manusia itu seorang diri saja ditindaklanjutioleh Allah dengan membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Mereka lalu dibawanya kepada manusia dan Allah melihat manusia itu memberi nama pada semua binatang dan burung itu. Setelah memberi nama kepada segala ternak, burung-burung di udara, dan segala binatang hutan, manusia merasa bahwa mereka semua bukan penolong yang sepadan baginya. Karenanya, Allah membuat manusia itu tidur nyenyak. Dalam keadaan tertidur nyenyak itulah Allah mengambil salah satu tulang rusuknya dan dibangun-Nyalah seorang perempuan. Ketika Allah membawa perempuan yang dibangun dari salah satu tulang rusuk manusia itu, manusia menanggapinya dengan seruan sukacita: Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.

Jodoh, pasangan hidup, adalah pemberian Tuhan. Kalau Tuhan Allah yang memberikan jodoh, tentulah itu yang terbaik. Sejatinya, setiap pasangan suami-isteri dipertemukan dan disatukan oleh Allah. Dipertemukan, disatukan, diciptakan menjadi satu kesatuan, agar masing-masing hidup dalam kebaikan.

Mazmur 8

Mazmur Daud ini berisikan pujian akan betapa mulianya nama TUHAN. Kemuliaan dan keagungan nama TUHAN dirasakan pemazmur melalui karya-Nya pada manusia. Meskipun dibandingkan dengan langit dan bintang-bintang buatan jari TUHAN manusia tidak ada apa-apanya, tetapi TUHANtelah memahkotai dengan kemuliaan dan hormat sehingga menjadi hampir sama seperti Allah.TUHAN juga membuat manusia berkuasa atas buatan tangan TUHAN. Manusia berkuasa atas kambing domba dan binatang-binatang di padang, burung di udara dan ikan-ikan di lautan.

Mazmur ini menggemakan kemuliaan TUHAN yang menciptakan manusia dan memberikan padanya kemuliaan di atas semua makhluk ciptaan.

Ibrani 1:1-4; 2:5-12

Yesus Kristus adalah Anak Allah, penuh kemuliaan, yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia, Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Firman-Nya menopang segala yang ada. Firman-Nya penuh kekuasaan. Namun, Sang Anak berkenan untuk menjadi lebih rendah dari malaikat, menjelma menjadi manusia dan mengalami penderitaan maut. Itu semua dilakukan-Nya, supaya manusia dipimpin-Nya kepada keselamatan. Manusia dikuduskan-Nya dan dijadikan saudara-Nya.

Yesus Kristus berkenan mengurbankan diri agar manusia yang dikasihi-Nya, beroleh selamat. Yesus Kristus meninggalkan segala kemuliaan dan kuasa, menjalani penderitaan maut, agar manusia yang hina karena dosa beroleh kemuliaan dan disebut saudara-Nya.

Markus 10:2-16

Markus mencatat dua peristiwa terjadi ketika Yesus sedang mengajar orang-orang di daerah seberang sungai Yordan. Yang pertama adalah jawaban dan pengajaran Yesus atas pertanyaan orang-orang Farisi yang mencobai-Nya dengan bertanya kepada-Nya: Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?. Atas pertanyaan ini, Yesus dengan tegas mengatakan bahwa apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Meskipun pada waktu itu, sepertinya sudah umum terjadiperceraian dengan dibuatnya surat cerai, seperti ketetapan Musa. Yang kedua, Yesus memarahi murid-muridnya yang memarahi orang-orang yang membawa anak-anak kecil kepada Yesus. Biasanya kita hanya melihat pada anak. Padahal teksnya bisa juga dimengerti sebagai menekankan pada orang-orang yang membawa anak-anak kepada Yesus. Jadi, orang-orang yang membawa anak-anak kepada Yesus, adalah orang-orang yang mempunyai Kerajaan Allah. Lalu Yesus memeluk anak-anak itu dan memberkati mereka dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.Harmonisasi Bacaan

Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan kemuliaan dan kuasa atas makhluk lainnya (Mazmur). Manusia diciptakan laki-laki dan perempuan. Tuhan menjodohkan mereka menjadi pasangan suami-isteri agar kehidupan menjadi baik adanya (Kejadian). Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan bertindak menyelamatkan manusia melalui karya pengurbanan Yesus. Manusia dikembalikan kepada kemuliaan dan disebut-Nya sahabat. (Ibrani). Karya pengurbanan Tuhan Yesus menjadi inspirasi bagi suami-isteri untuk mewujudkan kesatuan dan melestarikan perjodohan, karena Tuhan Allah tidak memperbolehkan perceraian oleh manusia. Tuhan Allah juga menghendaki agar anak-anak dibawa kepada Tuhan.Renungan Atas Bacaan

Keluarga bahagia adalah idaman setiap insan. Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh. Keluarga bahagia tidak cukup menjadi suatu bahan diskusi atau gambaran ideal yang dipercakapkan. Setiap insan yang mendambakannya harus melakukan tindakan-tindakan nyata untuk mewujudkannya. Didalam perjuangan itulah seringkali dibutuhkan tindakan nyata untuk berkurban. Masing-masing tidak bisa hanya menuntut agar orang lain yang mewujudkan keluarga bahagia yang menjadi idaman bersama. Masing-masing harus berkurban, bertindak nyata agar kebahagiaan keluarga terasakan bersama oleh semua anggota keluarga.Pokok dan Arah Pewartaan

Setiap anggota keluarga harus menyadari bahwa masing-masing dipanggil Tuhan untuk mewujudkan kesatuan dan kelestarian keluarga, dengan bertindak nyata, sehingga kebahagiaan keluarga terwujud.

Khotbah Jangkep Bahasa Indonesia

Judul Khotbah:

Bertindaklah! Jangan Hanya Bicara!

Jemaat yang dikasihi Tuhan.

Dari pembacaan Kitab Mazmur 8:1-10, kita mendapat pengajaran bahwa Tuhan,Pencipta langit dan bumi, menciptakan manusia sebagai makhluk yang mulia. Manusia, yang jika dibandingkan dengan langit dan bintang-bintang ciptaan Tuhan tidak ada apa-apanya, diberi kemuliaan dan hormat. Kepada manusia juga diberikan-Nya kuasa untuk berkuasa atas kambing domba dan lembu sapi, juga binatang-binatang di padang, burung-burung di udara, ikan-ikan di laut, dan segala yang melintasi arus lautan. Dari pembacaan Kitab Kejadian 2:18-24, kita menerima berita bahwa manusia ciptaan Tuhan itu diciptakan sebagai laki-laki dan perempuan.Diciptakan laki-laki dan perempuan agar mereka menjadi suami-isteri. Berpasang-pasangan, menjadi satu, hidup bertolong-tolongan, sebagai penolong yang sepadan, menjadi baik dan merasa berbahagia.

Jemaat yang dikasihi Tuhan.

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap insan berkeluarga, pasti mendambakan keluarganya berbahagia. Begitu juga kita semua, orang-orang Kristen, tentulah kita juga mengidamkan keluarga kita berbahagia. Namun, pada kenyataan

Embed Size (px)
Recommended