Home > Documents > 20 BAD NEWS

20 BAD NEWS

Date post: 18-Dec-2015
Category:
Author: dianeps
View: 235 times
Download: 0 times
Share this document with a friend
Description:
medical
Embed Size (px)
of 36 /36
MENYAMPAIKAN KABAR BURUK Komunikasi Efektif Dokter Pasien SRI RAMADANY
Transcript
  • MENYAMPAIKAN KABAR BURUKKomunikasi Efektif Dokter Pasien

    SRI RAMADANY

  • PENDAHULUANKomunikasi merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan dalam hubungan dokter-pasien. Meskipun teknologi di bidang kesehatan sudah sangat berkembang, komunikasi tetap menjadi penentu kepuasan pasien dan menjadi bagian dari rencana perawatan pasien di masa yang akan datang (Korsh, Gozzie et. al, 1968).

  • PENDAHULUANPenyampaian berita buruk merupakan hal tersulit yang harus dihadapi oleh dokter maupun tim kesehatan lainnya. Penyampaian berita buruk dapat mengubah cara pandang bahkan hubungan antar dokter-pasien dan keluarganya selamanya.ketidakpuasan dalam proses komunikasi merupakan hal yang umum dan persepsi yang mendominasi adalah para dokter terkesan dingin dan tidak bersahabat

  • PENDAHULUANPenyampaian berita buruk mengenai diagnosis ataupun prognosis yang fatal merupakan tugas berat yang tidak dapat dihindari Penyampaian berita buruk dapat menjadi lebih sulit karena dokter seringkali tidak mengenal pasiennya dengan baik.Menjadi penyulit adalah ketika pasien ataupun keluarga pasien memutarbalikkan pesan yang mereka dengar karena tidak dijelaskan secara komprehensif. Komunikasi yang efektif merupakan hal yang berperan penting.

  • What is Bad News? Any news that seriously and negatively alters the patients view of his or her future.

    Buckman

  • PENDAHULUANBuckman, 1992 Berita buruk adalah beritayang secara drastismengubahpandangan pasiententang masa depannya.Ptacek & Eberhardt, 1996 Berita buruk adalah berita yang menimbulkan perasaan tidak ada harapan bagi pasien.Aitini&Aleotti, 2006 Kabar burukadalah pengalamantidak nyamanuntuk pemberidan penerimaberita.

  • The GoalHelp the patient and family understand the condition Support the patient and familyMinimize the risk of overwhelming distress or prolonged denial

  • Why is it a critical skill?The Patients Perspective

    Patients often have vivid memories of receiving bad newsNegative experiences can have lasting effects on anxiety and depression Can facilitate adaptation to illness and deepen the patient-doctor relationship

  • Why is it a critical skill?The Physicians Perspective

    High degree of difficulty + Physician anxiety = High risk of performing poorly

  • What do patients want?For themselvesmore time to talk and show feelings

    From the doctormore information, caring, hopefulness, confidencea familiar face Strauss 1995

  • What do you do?

    What have you have found helpful in making bad news visits go as well as possible?

  • S etting up the interview P erception of the patient re their illness I nvitation from patient to share info K nowledge and Information conveyed E motions responded to empathically S ummary and Strategy for follow-up

  • STEP GUIDEBuckmans 6-step guideS.P.I.K.E.S.S etting, listening SkillsP atientsPerceptionI nvite patient to shareInformationK nowledge transmissionE- xploreEmotions andEmpathizeS ummarize &Strategize

  • Setting, listening SkillsSebelum menyampaikan kabar buruk kepada pasien, perlu adanya persiapan untuk menjamin kelancaran penyampaian informasi kepada pasien, sebagai berikut:Persiapkan diri sendiriDokter sebagai penyampai bad news mempersiapkan mental terlebih dahulu agar tidak ikut larut dalam emosi pasien nantinya, namun tetap berempati sebagaimana mestinya.Perkenalkan diriYang harus dihindari: tampaknervousdi hadapan pasien, bahkan sebelum menyampaikan kabar buruk.Tips: siapkan tissue di saku, untuk diberikan pada pasien bila pasien menangis

  • Setting, listening SkillsPrivasi pasienPenyampaian kabar buruk tidak boleh dilakukan di tempat yang ramai atau banyak orangHendaknya dilakukan di tempat tenang yang tertutup seperti kamar praktek ataupun dengan menutup tirai di sekeliling tempat tidur pasien

  • Setting, listening SkillsLibatkan pendampingUntuk menghindari kesan kurang baik yang dapat muncul bila pasien dan dokter berada di tempat tertutup (untuk menjaga privasi), diperlukan satu pendampingPerkenalkan pendamping kepada pasienYang dapat menjadi pendamping:Keluarga terdekat pasien satu saja, apabila terlalu banyak dapat menyulitkan dokter untuk menangani emosi dan persepsi banyak orang sekaligusPerawat atau ko ass yang ikut terlibat dalam perawatan pasien

  • Setting, listening SkillsPosisi dudukPosisi pasien dan dokter sebaiknya setara. Dokter menyampaikan kabar buruk dalam posisi dudukTujuan: untuk menghilangkan kesan bahwa dokter berkuasa atas pasien dan memojokkan pasienSebaiknya penghalang fisik seperti meja, dihindari. Duduk di tepi tempat tidur pasien jauh lebih baik.

  • Setting, listening SkillsListening mode: ONSebelum menyampaikan kabar buruk, hendaknya persiapkan kemampuan mendengar, secara prinsip meliputi:SilenceJangan memotong kata-kata pasien ataupun berbicara tumpang tindih dengan pasienRepetitionUlangi kata-kata pasien atau berikan tanggapan, untuk menunjukkan pemahaman terhadap apa yang ingin disampaikan pasien

  • Setting, listening SkillsAvailabilityDokter harus ada di tempat mulai awal hingga akhir penyampaian kabar burukJangan sampai ada gangguan berupa interupsi, sepertiAda sms, telepon, atau sekedarmissed callsaja matikan hp, atau aktifkan modesilentAda tamu minta bantuan pada perawat untuk mengatasi tamu yang mungkin datang

  • Patients PerceptionSebelum menyampaikan kabar buruk, hendaknya dokter mengetahui persepsi pasien terhadap:Kondisi medis dirinya sendiriTanyakan sejauh mana informasi yang pasien ketahui tentang penyakitnya beserta kemungkinan terburuk yang ditimbulkan oleh penyakit tersebutHarapannya terhadap hasil medikasi yang ia tempuhTanyakan perkiraan pasien terhadap hasil medikasi

  • Patients PerceptionPatients PerceptionCari tahu sejauh mana pasien/ keluarga pasien mengetahui tentang kondisi pasien. Menurut bapak/ ibu apa yang sedang terjadi? Apa yang sudah bapak/ibu ketahui tentang hal ini? Apakah anda khawatir bahwa hal ini dapat menjadi lebih serius?

  • Invitation to share InformationTanyakan apakah pasien ingin tahu perkembangan mengenai keadaannya atau tidak. Apabila pasien menyatakan diri belum siap, pertimbangkan untuk menyampaikan di waktu lain yang lebih tepat dan minta pasien untuk mempersiapkan diri terlebih dahuluApabila pasien menyatakan ingin tahu perkembangan mengenai keadaannya, tanyakan sejauh mana ia ingin tahu, secara umum ataukah mendetail

  • Knowledge transmission- Penyampaian bad newsSebelum menyampaikan kabar buruk, lakukan warning shot sebagai pembukaan atau katakan pada pasien bahwa ada kabar buruk yang akan disampaikan pada pasien

    Cara penyampaian:Gunakan bahasa yang sama dan hindari istilah medis.

  • Knowledge transmission- Penyampaian bad newsBila bahasa pasien berbeda, gunakan penerjemah yang kompeten, sebaiknya:Mengerti dan dapat menggunakan bahasa yang digunakan pasienMengerti dan dapat menggunakan bahasa yang digunakan dokterDapat mengemas istilah medis ke dalam bahasa yang dimengerti pasien , sebaiknya perawat atau ko assBukan merupakan keluarga pasien atau penerjemah dari pihak pasien dapat menyebabkan peran ganda (sebagai keluarga pasien dan sebagai penyampai kabar buruk dari pihak medis)

  • Knowledge transmission- Penyampaian bad news - Bila pasien tampak sangat tergunjang hingga tidak memungkinkan untuk menerima lebih banyak informasi lagi, pertimbangkan penyampaian ulang kabar buruk di lain waktu sambil mempersiapkan pasien. - Sampaikan dengan intonasi yang jelas namun lembut, tempo yang tidak terlalu cepat dengan jeda untuk member kesempatan pada pasien dalam mencerna kalimat yang ia terima.

  • Knowledge transmission- Penyampaian bad newsSampaikan informasi sedikit demi sedikit (bertahap)

    - Setiap menyampaikan sepenggal informasi, nilai ekspresi dan tanggapan pasien, beri waktu pasien untuk bertanya ataupun sekedar mengekspresikan emosinya.

    - Bila kondisi pasien tampak memungkinkan untuk menerima informasi tahap selanjutnya, teruskan penyampaian informasi.

  • Knowledge transmission- Penyampaian bad news Peringatan keras: o Mau tidak mau saya harus memberikan berita buruk tentang penyakit anda o Mohon maaf, saya harus memberitahukan kepada anda bahwa

    Jeda : tunggu, sampai pasien dapat menguasai diri dan bersiap untuk menerima berita burukGunakan kalimat yang singkat, mudah dan jelasHindari jargon ataupun bahasa ilmiah yang terlalu sulit untuk dimengertiAtur kecepatan bicara sehingga tidak terlalu cepat/ lambat dalam memberikan informasi kepada pasien atau keluarganya

  • Explore Emotions and Empathize Amati selalu ekspresi dan emosi pasien serta apa yang mendasari perubahan emosinya (informasi mana yang merubah emosinya), nilai sejauh mana kondisi emosi pasienTunjukkan pengertian atas kondisi emosi pasien. Dalam hal ini, menunjukkan pengertian tidak diartikan sebagai mengerti apa yang dirasakan pasien, namun lebih pada dapat memahami bahwa apa yang dirasakan pasien saat ini adalah sesuatu yang dapat dimaklumi.

  • Explore Emotions and EmpathizePercakapan yang ada harus terdokumentasi dalam rekam medis pasien. Harus tertera dengan jelas: Apa yang telah dikatakan atau disampaikan, dan kepada siapa - Terms used tumor, massa, dll - Informasi spesifik mengenai pilihan terapi dan prognosis

  • Explore Emotions and EmpathizeDiskusikan rencana untuk menindaklanjuti kabar buruk yang telah disampaikan pada pasien

    Untuk mengajak pasien ikut serta (pro aktif) dalam medikasi terhadap dirinya (both doctor and patient will play role to take next steps).

  • Explore Emotions and Empathize1. Dengarkan dan identifikasi emosi dari pasien yang muncul a. Bagaimana perasaan anda? b. Apa yang akan anda lakukan setelah hal ini saya sampaikan? 2. Identifikasi penyebab atau sumber emosi3. Tunjukkan kepada pasien/ keluarga pasien bahwa anda mampu mengidentifikasi emosi dan sumbernya a. Mengetahui hasil tesnya jelas membuat anda sedih ya b. Tentu saja, berita ini membuat sedih semua orang c. Jelas saja, hal ini menyedihkan

  • Explore Emotions and Empathize4.Empathetic silence; membiarkan pasien bernafas dalam-dalam dan memproses berita buruknya5. Jawab segala pertanyaan dengan sabar6. Sensitive dan penuh kasih saying7. Merespon pemikiran dan perasaan pasien/ keluarga pasien8. Mengidentifikasi hal-hal yang bisa menjadikan salah persepsi

  • Explore Emotions and Empathize9. Validasi : menyetabilkan perasaan pasien/ keluarga pasien Saya mengerti kenapa anda merasa seperti itu.10. Tunjukkan kepada pasien bahwa menunjukkan emosi merupakan hal yang normal agar mereka tidak malu atau terkucil11. Pastikan pada pasien bahwa anda akan selalu bersama mereka dalam proses ini

  • Summarize and StrategizeDi akhir percakapan, review kembali percakapan secara keseluruhan:simpulkan kabar buruk yang tadinya disampaikan secara bertahap (sedikit demi sedikit)Simpulkan juga tanggapan yang diberikan pasien selama kabar buruk disampaikan tunjukkan bahwa dokter mendengarkan dan mengerti apa yang disampaikan pasienBerikan pasien kesempatan bertanyaBerikan feed back

  • Summarize and StrategizeEdukasi, kesimpulan dan tindakan lanjutanPastikan bahwa pasien memahami informasi sehingga anda dan mereka memiliki pemahaman yang samaSimpulkan informasi dalam proses diskusi dan berikan kesempatan pada pasien/ keluarganya untuk bertanya atau mengungkapkan perhatian terhadap penyakit yang dihadapiBuat rencana dan jelaskan kepada pasien, kemudian tawarkan kepada pasien mengenai kapan rencana perawatan tersebut akan dilakukan sesuai dengan persetujuannya

  • TERIMA KASIH

    *(information transfer)To keep the message separate from the messenger

    *Survey of 100 parents with kids with cleft lip/palate


Recommended