Home >Education >2 mikrokontroler atmega 8535

2 mikrokontroler atmega 8535

Date post:24-Jan-2017
Category:
View:192 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Transcript:

MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

1

MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA 8535

DIPSMD

2

MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA 8535

3

MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA 8535Minimum sistem mikrokontroler adalah sebuah rangkaian paling sederhana dari sebuah mikrokontroler agar IC mikrokontroler tersebut bisa beroprasi dan deprogram. Dalam aplikasinya minimum sistem sering dihubungkan dengan rangkaian lain untuk tujuan tertentu.

4

DI SMART AVR SYSTEM

http://www.mikron123.comDapat digunakan untuk jenis AVR ATMEGA8535(L), ATMEGA16(L), ATMEGA32(L), ATMEGA163(L), ATMEGA323(L).Memiliki IC Max232 sehingga dapat langsung dihubungkan pada PORT SERIAL / COM PORT komputer.Koneksi ADC sudah disiapkan (AVCC, AGND, dan AREF) sehingga sistem sudah siap untuk menerima input ANALOG pada PORTA.Tersedia Array LED pada PORTC, dan Push-ON pada PORTD.2 dan PORTD.3 sehingga cocok untuk latihan atau pengecekkan program.

5

USB AVR ISP DownloaderFitur:Format file yang didukung adalah *.hexTarget ISP untuk semua AVRDapat digunakan sebagai USB to Serial TTLKompatibel dengan Windows XP dan Windows VistaKompatibel dengan Software CodeVision AVR 1.25.9Tidak membutuhkan catu daya tambahan dari luarTerdapat selector jumper untuk power board mikrokontroler AVR jika membutuhkan power dari USB

http://www.mikron123.com

6

SOFTWARECODEVISION C AVR V2.05.0USB-DOWNLOADER K-125

7

PORT I/O atmega8535

8

Spesifikasi port I/O AVRI/O digitalInput/output pada pin yang samaLevel I/O TTL (logika 0 0 V, logika 1 5V)

9

Spesifikasi port I/O AVR

10

Spesifikasi port I/O AVRDiakses menggunakan 3 register :DDRxPORTxPINxDDRx digunakan untuk menentukan arah I/OPORTx digunakan untuk meg-outputkan nilai ke pin ICPINx digunakan sebagai register untuk menampung nilai yang diinputkan pada pin IC

11

Spesifikasi port I/O AVRArus max (sinking):20 mA (test condition)40 mA (max)Untuk setiap port (8 line) jumlah semua arus di port tersebut max 100 mA

12

Spesifikasi port I/O AVRPada dasarnya konfigurasi I/O AVR adalah open collectorKonfigurasi open collector mempunyai tegangan 0 V pada logika 0 dan mengambang (hi-Z)pada logika 1Supaya pin tidak dalam logika mengambang dalam keadaan sebagai input, biasanya PORTx ikut diaktifkan untuk meng-enable pull up

13

Langkah pengaksesan suatu port I/OSetting register DDRx: sebagai input (0) atau output (1)Jika diset sebagai input, enable-kan pull up dengan menuliskan logika 1 pada PORTx, kemudian baru baca data dari PINxJika diset sebagai output, langsung saja kirimkan data keluar ke PORTx

14

Instruksi I/O,akses baca tulisIN : membaca data dari I/O register (8 bit) ke GP register IN R16,PinDOUT : menulis data dari GP register ke I/O register(8 bit) OUT PORTC,R17SBI : membuat logika 1 1 bit di register I/O SBI PORTC,2CBI : membuat logika 0 1 bit di register I/O CBI PORTB,1

15

Instruksi I/O,lompatan bersyaratSBIC : skip if bit I/O is clear menskip instruksi di bawahnya jika suatu bit I/O dalam logika 0SBIS : skip if bit I/O is set menskip instruksi di bawahnya jika suatu bit I/O dalam keadaan logika 1Contoh : SBIC PIND,1

16

Langkah-langkah pengaksesan portInstruksi in:LDI R16,0x00 ;insialisasi port sebagai inputOUT DDRD,R16; portD jadi input semuaLDI R16,0xFF;persiapan enable pull up di PORTDOUT PORTD,R16;enable pull up di PORTDIN R17,PIND; disinilah instruksi inputnya

17

Langkah-langkah pengaksesan portInstruksi out:LDI R16,0xFF ; persiapan insialisasi PortB sbg outOUT DDRB,R16; set portb sebagai output semuaLDI R17,0b10101010; data yang akan dikeluarkanOUT PORTB,R17;keluarkan data di sini

18

Instruksi SBI dan CBIKarena instruksi tsb hanya mengakses 1 bit saja, maka DDR yang diset juga cukup 1 bit saja :SBI DDRB,4; bit ke-4 port B dijadikan outputSBI DDRC,3; bit ke-3 port C dijadikan outputSBI PORTB,4; keluarkan logika 1 ke bit 4 portbCBI PORTC,3;logika 0 ke bit 3 portc

19

Instruksi SBIC,SBISKarena instruksi sbg input, DDR harus diset 0 pada bit-bit yg digunakanCBI DDRD,7; setting portd bit 7 sbg inputSBI PORTD,7; enable pull upSBIC PIND,7; baca portd bit 7CLR R16;instruksi sembarangLDI R16,0xAA; jika portd bit 7 logika 0,lompat ke sini

20

Operasi AritmatikaInstruksi penjumlahanADD R15,R14 R15=R15+R14ADC R15,R14 R15=R15+R14+CarryInstruksi penguranganSUB R15,R14 R15=R15-R14SUBI R16,2 R16=R16-1SBC R11,R12 R11=R11-R12-CarrySBCI R17,3 R17=R17-3-Carry

21

Operasi aritmatikaInstruksi perkalianMUL R21,R20 R1:R0=R21xR20 (R1 digunakan untuk menyimpan MSB,R0 LSB),perkalian bilangan unsigned(bulat positif)MULS R4,R5 R4 dan R5 menyimpan bilangan signed(bulat positif dan negatif)MULSU R4,R5 R4 signed,R5 unsigneddll (keluarga FMUL)

22

Operasi logikaAND Rd,Rr ; ANDI Rd,K operasi andOR Rd,Rr ; ORI Rd,K operasi OREOR Rd,Rr EXORCOM Rd komplemen 1NEG Rd komplemen 2dll (lihat datasheet)

23

Tugas 1Tugas pembuatan sistem minimum ATmega8535 mulai bisa ditunjukkan minggu depanKarya anda bisa ditunjukkan di lab elektronika dasar atau di kelasBatas akhir pelaporan : di kelas . Telat? usaha anda tetap dihargai, dengan nilai yg lebih rendah

24

Rencana ProjectRunning LEDRunning Led dengan interupsiPembangkit gelombang kotak frek tertentuDengan delayDengan timerPengukur frekuensiPWMADCProject mandiri

25

Fasilitas sistem minimalLED, untuk tampilan data dan PWMPush buttonHeader/pin untuk ekspansi portHeader untuk programmerKonektor serial portLCD (nilai tambah), karena beberapa project memerlukan tampilandsb

26

Embed Size (px)
Recommended