Home >Education >(13)modal asing dan utang luar negeri bab 15

(13)modal asing dan utang luar negeri bab 15

Date post:14-Apr-2017
Category:
View:30 times
Download:6 times
Share this document with a friend
Transcript:

Modal asing dan utang luar negeri

Modal asing dan utang luar negeriBab 15Elisabeth marina-12140108

UTANG LUAR NEGERI (ULN)adalah seluruh pinjaman serta konsensional baik secara resmi dalam bentuk uang tunai maupun bentuk bentuk aktiva yang lainnya secara umum ditujukan untuk mengalihkan sejumlah sumber daya negara-negara maju ke negara berkembang untuk kepentingan pembangunan atau mempunyai maksud sebagai distribusi pendapatan (Todaro, 1998:163).adalah sebagai bantuan berupa program dan bantuan proyek yang diperoleh dari negara lain. Pinjaman luar negeri atau utang luar negeri merupakan salah satu alternatif pembiayaan yang diperlukan dalam pembangunan dan dapat digunakan untuk meningkatkan investasi guna menunjang pertumbuhan ekonomi (Basri, 2000:127).

Pinjaman luar negeri Indonesia dibedakan dalam 2 kelompok besar :pinjaman luar negeri yang diterima Pemerintah (public debt) Pinjaman luar negeri yang diterima swasta (private debt).Dilihat dari sumber dananya, pinjaman luar negeri dibedakan ke dalam :pinjaman multilateral, pinjaman bilateral,pinjaman dindikasi. dilihat dari segi persyaratan pinjaman, dibedakan dalam pinjaman lunak (concessional loan), pinjaman setengah lunak (semi concenssional loan)pinjaman komersial (commercial loan).

Jenis Jenis Utang Luar NegeriUtang luar negeri merupakan bantuan luar negeri (loan) yang diberikan oleh pemerintah negara-negara maju atau badan-badan internasional yang khusus dibentuk untuk memberikan pinjaman semacam itu dengan kewajiban untuk membayar kembali dan membayar bunga pinjaman tersebut (Zulkarnain,1996:19)bentuk-bentuk bantuan luar negeri dapat dibedakan atas : Pinjaman dengan syarat pengembalianHadiah/Grant: yaitu bantuan luar negeri yang tidak bersyarat pengembalian atau pelunasannya kembali. Pinjaman Lunak : yaitu pinjaman dengan syarat yang sangat ringan, dimana jangka waktu pengembaliannya antara 20 tahun sampai dengan 30 tahun dan tingkat bunga antara 0 sampai dengan 4,5 persen per tahun. Pinjaman/Kredit Ekspor : yaitu kredit yang diberikan oleh negara pengekspor dengan jaminan tertentu untuk meningkatkan ekspor. Jangka waktu pembayarannya adalah 7 tahun sampai dengan 15 tahun dan tingkat bunga antara 4 persen sampai dengan 8,5 persen per tahun. Kredit Komersial : yaitu kredit yang dipinjamkan oleh bank dengan tingkat bunga dan lain-lain sesuai perkembangan pasar internasional.

2. Pinjaman/Kredit Bilateral/MultilateralPinjaman/Kredit Bilateral: misalnya bantuan/kredit yang diperoleh dari negara CGI.Pinjaman/Kredit Multilateral: misalnya bantuan/kredit dari peserta IBRD, IDA, UNDP, ADB, dan lain-lain. Jangka waktu dan syarat pengembalian bantuan/kredit bilateral/multilateral adalah berdasarkan perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan pihak-pihak yang memberikan bantuan/kredit.

Sumber-sumber pinjaman luar negeri yang diterima pemerintah Indonesia dalam setiap tahun anggaran yang berupa pinjaman bersumber dari: Pinjaman Multilateral Pinjaman multilateral sebagian besar diberikan dalam satu paket pinjaman yang telah ditentukan, artinya satu naskah perjanjian luar negeri antara pemerintah dengan lembaga keuangan internasional untuk membina beberapa pembangunan proyek pinjaman multilateral ini kebanyakan diperoleh dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (BPD), Bank Pembangunan Islam (IDB), dan beberapa lembaga keuangan regional dan internasional. Pinjaman Bilateral Pinjaman bilateral adalah pinjaman yang berasal dari pemerintah negara negara yang tergabung dalam negara anggota Consultative Group On Indonesia (CGI) sebagai lembaga yang menggantikan kedudukan IGGI.

3. Teori Utang Luar NegeriSumber keuangan dari luar berupa pinjaman luar negeri dapat memainkan peranan penting dalam usaha melengkapi kekurangan sumber daya yang berupa devisa atau tabungan domestik. Pendekatan inilah yang disebut sebagai analisis bantuan luar negeri dua kesenjangan ( two-gapmodel) ini mengatakan bahwa negara berkembang pada umumnya menghadapi kendala keterbatasan tabungan domestik yang jauh dari mencukupi untuk menggarap segenap peluang yang investasi yang ada,serta kelangkaan devisa yang tidak memungkinkan mengimpor barang-barang modal dan antara yang penting bagi usaha pembangunannya. Secara umum model ini berasumsi bahwa kekurangan dan kesenjangan ( antara persedian dan kebutuhan) tabungan (saving gap) serta kesenjangan devisa ( foreign-exchange gap ) itu tdak sama bobotnya, dan satu sama lain berdiri sendiri. Kekurangan tabungan tidaklah dapat digantikan oleh cadangan devisi begitu juga sebaliknya, kekurangan devisa tidak pula dapat dipenuhi oleh tabungan dalam negeri.

Secara matematis, model dua kesenjangan secara sederhana dapat dirumuskan sebagai berikut :Kesenjangan TabunganDimulai dengan suatu persamaan atau identitas atas hubungan antara pemasukan modal ( misalnya, selisih antara ekspor-impor ) dan dengan sumber sumber yang dapat digunakan untuk investasi, dengan tingkat investasi, dengan tingkat investasi domestik.Kesenjangan devisaJika setiap unit investasi yang dilakukan oleh negara negara berkembang menyebabkan kenaikan impor sebesar m1, yakni pangsa impor marjinal ( marginal impor share ) di kebanyakan negara berkembang, pangsanya ini berkisar dari 30 sampai 60 persen dan kecenderungan marjnal terhadap impor ( marginal propensity to impor) akibat naiknya 1 unit PDB dengan parameter m2.

Penanaman Modal Asing (PMA)adalah terjemahan dari bahasa inggris yaitu investment. Penanaman modal asing atau investasi seringkali dipergunakan dalam artian yang berbeda beda. Perbedaan penggunaan istilah terletak pada cakupan dari makna yang dimaksudkan.Komaruddin (1983) memberikan pengertian investasi dalam 3 arti, yaitu :Suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi atau surat penyertaan lainnya;Suatu tindakan membeli barang barang modal;Pemanfaatan dana yang tersedia untuk produksi dengan pendapatan dimasa yang akan datang.

Menurut Undang-undang No.1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing yang sekarang telah di sempurnakan menjadi Undang-undang No.1 tahun 1970 pada Pasal 1 menyebutkan :Penanaman modal asing di dalam Undang-undang ini hanyalah meliputi modal asing secara langsung yang dilakukan menurut atau berdasarkan ketentuan-ketentuan Undang-undang ini dan yang digunakan untuk menjalankan perusahaan di Indonesia, dalam arti bahwa pemilik modal secara langsung menanggung risiko dari penanaman modal tersebut. Sedangkan menurut Undang Undang nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman Modal Asing pada Pasal 1 ayat 3 menyebutkan bahwa: Penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.

Ada beberapa teori yang dikemukakan oleh beberapan ahli untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Penanaman Modal Asing (PMA).Teori Alan M. RugmanAlan M. Rugman (1981) menyatakan bahwa Penanaman Modal Asing (PMA) atau Foreign Direct Investment (FDI) di pengaruhi oleh variabel lingkungan dan variabel internalisasi.Variabel lingkungan sering sekali disebut sebagai keunggulan spesifik negara (KSN) atau faktor spesifik lokasi; Kedua istilah mengacu pada gagasan yang sama. KSN adalah variabel yang mempengaruhi bangsa sebagai keseluruhan.Ada 3 jenis variabel lingkungan yang menjadi perhatian, yaitu : Ekonomi, Nonekonomi, dan Pemerintahan.

B ) Teori VernonVernon (1966) menjelaskan Penanaman Modal Asing dengan model yang disebut Model siklus Produk. Dalam model ini introduksi dan pengembangan produk baru di pasar mengikuti tiga tahap. Pendorong untuk mengembangkan produk baru diberikan oleh kebutuhan dan peluang pasar.c) Teori John DunningJohn Dunning (1977) dalam menjelaskan faktor faktor yang mempengaruhi Penanaman Modal Asing melalui teori ancangan eklektis. Teori eklektis menetapkan suatu set yang terdiri dari tiga persyaratan yang diperlukan bila sebuah perusahaan akan berkecimpung dalam Penanaman Modal Asing.Keunggulan spesifik perusahaanKeunggulan internalisasiKeunggulan spesifik negara

d) Teori David K. EitemanMenurut David K. Eiteman (1989), motif yang mendasari penanaman modal asing ada 3 yaitu : motif startegis, motif perilaku, dan motif ekonomi. Dalam motif strategis dibedakan dalam :Mencari pasar;Mencari bahan baku;Mencari efisiensi produksi;Mencari pengetahuan; danMencari keamanan politik.

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended