Home >Documents >12. Obat Hormonal

12. Obat Hormonal

Date post:13-Aug-2015
Category:
View:758 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Transcript:

INTERAKSI OBAT HORMONALDisusun Oleh : 1. 2. 3. 4. Purnama Sari Mustika Agustin Selfiyana Hidayat Hati Solehati

Kelas 5 S

Pengertian HormonHormon adalah senyawa yang secara normal dikeluarkan oleh kelenjar endokrin atau jaringan tubuh dan dilepaskan ke peredaran darah , menuju jaringan sasaran, berinteraksi secara selektif dengan reseptor khas dan menunjukkan efek biologis. Sistem kerja hormon berdasarkan mekanisme umpan balik. Artinya, kekurangan atau kelebihan hormon tertentu dapat mempengaruhi produksi hormon yang lain. Hal ini disebut homeostasis, yang berarti seimbang.

Kelompok HormonPada dasarnya hormon bisa dibagi menurut komposisi kandungannya yang berbeda-beda sebagai berikut. 1. Hormon yang mengandung asam amino (epinefrin, norepinefrin, tiroksin dan triodtironin). 2. Hormon yang mengandung lipid (testosteron, progesteron, estrogen, aldosteron, dan kortisol). 3. Hormon yang mengandung protein (insulin, prolaktin, vasopresin, oksitosin, hormone pertumbuhan (growth hormone), FSH, LH, TSH).

Obat-Obat HormonalA. Obat Anti Tiroid Mekanisme Kerja : Obat antitiroid bekerja dengan cara menghambat pengikatan (inkorporasi) yodium pada TBG (thyroxine binding globulin) sehingga akan menghambat sekresi TSH (Thyreoid Stimulating Hormone) sehingga mengakibatkan berkurang produksi atau sekresi hormon tiroid. Adapun obat-obat yang temasuk obat antitiroid adalah Propiltiourasil, Methimazole, Karbimazol.

B. Obat Diabetes Melitus 1. Insulin Insulin adalah senyawa yang dapat menyebabkan efek hipoglikemik dengan cara menaikkan penggunaan karbohidrat dan lemak dalam jaringan perifer. Insulin bekerja dengan memudahkan pemasukan glukosa, asam amino, dan ion-ion, terutama Ca2+, dengan mempengaruhi proses di dalam sel. Mekanisme kerjanya masih belum begitu jelas meskipun diketahui bahwa insulin pada tingkat molekul dapat berinteraksi dengan reseptor khas pada permukaan membran sel, mengatur sintesis dan aktivitas beberapa enzim dan merangsang sintesis protein dan ARN pada beberapa jaringan.

2. Obat Hipoglikemik Oral (OHO)OHO adalah obat penurun kadar glukosa pada darah, bukan hormon insulin yang diberikan secara oral. Jenis OHO, terbagi dalam 3 kelompok: 1. Obat yang meningkatkan produksi insulin. Sulfonilurea, Repaglinid, Nateglinid Bekerja pada sel beta pancreas 2. Obat yang memperbaiki kerja insulin Biguanid (metformin) Tiazolinedion (glitazone), memperbaiki kadar glukosa darah, juga menurunkan kadar trigliserida dan asam lemak bebas. 3. Penghambat enzim alfa glukosidase Contoh : akarbose, menghambat penyerapan karbohidrat dengan menghambat enzim disakarida di usus, menurunkan kadar glukosa darah setelah makan. ESO : kembung, buang angin dan diare. Efektif dikonsumsi bersama dengan makanan

C. Obat Hormon Estrogen dan Progesteron1. Estrogen Mekanisme Kerja Estrogen : Hormon steroid berdifusi melalui membran sel dan terikat dengan afinitas tinggi pada reseptor protein sitoplasmik spesifik. Afinitas terhadap reseptor bervariasi dengan estrogen spesifik aktivasi kompleks steroid-reseptor memasuki nukleus dan berinteraksi dengan kromatin inti untuk memulai sintesa RNA hormon spesifik yang memerantarai sejumlah fungsi fisiologis. contoh preparat estrogen : dietilstilbestrol, Estradiol, Etinil estradiol 2. Progesteron Mekanisme Kerja Progesteron sebagai Kontrasepsi : Menghambat pergerakan sperma dengan meningkatkan kekentalan mukus pada serviks, menghambat aktivasi enzim penghidrolisa sperma sehingga ovulasi terhambat dan pembuahan tidak tercapai. contoh preparat progesteron : didrogesteron, Mestranol, Noretindron, Etinodiol

D. Obat Hormon Kortikosteroid

Hormon kortikosteroid merupakan hormon steroid yang disintesis dari kolesterol dan diproduksi oleh kelenjar adrenalis bagian korteks. Obat-obat golongan kortikosteroid banyak digunakan dalam penatalaksanaan persalinan yang prematur. Untuk bayi-bayi prematur yang lahir dalam waktu tujuh hari sesudah pemberian obat tokolitik, preparat kortikosteroid dapat mengurangi insidens sindrom gawat napas neonatus, perdarahan intraventikuler dan kematian neonatus. Baik deksametason maupun betametason diresepkan untuk keperluan tersebut.

Interaksi Obat

Jenis Obat Hormonal

Obat / golongan obat yang berinteraksi

Mekanisme interaksi

Jenis innteraksi (FK/FD)

Tingkat Keamanan Klinis (1,2,3,4/5)

Rekomendasi

Obat anti thyroid 1. Prophylthio uracil Prophylthio uracil mengurang i efek bethameta son

Bethametason

PTU dapat meningkatkan laju penghapusan glukokortikoid

FK

4

1. Gunakan kombinasi dengan hati-hati. 2. Memantau pasien secara klinis. 3. Sesuaikan dosis obat. Gunakan kombinasi dengan hatihati

2. Carbimazole carbimazole menyebabka n toksisitas aditif dengan eritromisin

Erythromycin

carbimazole menghambat metabolisme CYP3A4dimediasi eritromisin, sehingga efek samping peningkatan

FK

5

Jenis Obat Hormonal

Obat / golongan obat yang berinteraksi

Mekanisme interaksi

Jenis innteraksi (FK/FD)

Tingkat Keamanan Klinis (1,2,3,4/5)

Rekomendasi

Obat Insulin 1.Insulin Efek insulin ditingka tkan oleh aspirin 2. Insulin

Aspirin

Salisilat dapat menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan rangsangan sekresi insulin melalui penghambatan sintesis prostaglandin Beta-blocker, terutama agen nonselektif , dapat meningkatkan penurunan glukosa darah, menyebabkan hipoglikemia.

FD

4

Gunakan kombinasi dengan hatihati dan pantau kadar glukosa darah

Bisoprolol

FD

4

Efek insulin ditingkatka n oleh bisoprolol

1. Gunakan kombinasi dengan hatihati. 2. Memonitor glukosa darah. 3. Memantau pasien secara klinis.

Jenis Obat Hormonal

Obat / golongan obat yang berinteraksi

Mekanisme interaksi

Jenis innteraksi (FK/FD)

Tingkat Keamanan Klinis (1,2,3,4/5)

Rekomendasi

Obat hormonal Estrogen dan Progesteron 1. Norethisteron e

teofilin

Kontrasepsi oral kombinasi dapat menghambat metabolisme teofilin

FK

4

1. Pantau tanda-tanda keracunan obat. 2. Memonitor kadar obat. 3. Gunakan kombinasi dengan hatihati. 1. Pantau kombinasi 2. memonitor toksisitas obat

2. Norgestrel

Euphyllium Dapat meningkatkan konsentrasi serum euphyllium

FK

4

Jenis Obat Hormonal

Obat / golongan obat yang berinteraksi

Mekanisme interaksi

Jenis innteraksi (FK/FD)

Tingkat Keamanan Klinis (1,2,3,4/5)

Rekomendasi

Obat Aminophyllin Kortikosteroid 1. Methyl prednisolonMethylpredni solon menyebabka n toksisitas aditif dengan aminofilin

Penggunaan bersamaan dapat menyebabkan kehilangan kalium aditif mengakibatkan hipokalemia.

FD

3

1. Gunakan kombinasi dengan hati-hati. 2. Memanta u kalium serum.

2. BetamethasonBetamethason mengurangi efek acarbose

Acarbose

Meningkatkan glukoneogenesi s,menurunkan penyerapan glukosa yang mengarah pada peningkatan konsentrasi glukosa darah

FK

4

1. Memanta u kadar glukosa darah 2. Perlu dilakukan penyesuai an dosis

ResepR/ Levemir fl. No.1Suc R/ Bisoprolol No. XXX S1dd1 R/ Furosemid No. XV S1dd1/2 R/ Glibenclamide No. XXX S1dd1

Pro : Tn Andi Prawira Umur : Dewasa

Interaksi Obat1. Glibenclamide VS Bisoprolol Efek samping: Efek glibenklamid berkurang dengan adanya bisoprolol Tingkat Keparahan: Sedang - Obat-obat ini dapat berinteraksi mengakibatkan Kerusakan potensial dari kondisi pasien. Pasien harus dipantau untuk manifestasi kemungkinan interaksi. Intervensi medis atau perubahan dalam terapi mungkin diperlukan.

Dokumentasi Level: Baik - Meskipun studi terkontrol belum dilakukan, beberapa data laporan kasus telah didokumentasikan dan menunjukkan interaksi ini ada.

Mekanisme Kerja: Beta-blocker menghambat induksi pelepasan insulin oleh sulfonilurea, yang menyebabkan konsentrasi glukosa darah tinggi. Acebutolol dan propranolol dilaporkan menghambat efek glibenklamid.Tindakan yang harus Diambil: 1. Memantau pasien secara klinis. 2. Memonitor glukosa darah. 3. Gunakan kombinasi dengan hati-hati.

2. Levemir VS BisoprololEfek samping: Insulin detemir efeknya ditingkatkan oleh bisoprolol Tingkat Keparahan: Sedang - Obat-obat ini dapat berinteraksi mengakibatkan kerusakan potensial dari kondisi pasien. Pasien harus dipantau untuk manifestasi kemungkinan interaksi. Intervensi medis atau perubahan dalam terapi mungkin diperlukan.

Dokumentasi Level: Baik - Meskipun studi terkontrol mungkin tidak dilakukan, beberapa laporan kasus telah didokumentasikan dan data lainnya menujukan terjadinya interaksi.

Mekanisme Kerja: Beta-blocker, terutama non-selektif agen, dapat meningkatkan penurunan glukosa darah, menyebabkan hipoglikemia. Hipoglikemia dan hipoglikemia fatal yang dilaporkan dari pasien diabetes dependent yang menggunakan insulin bersamaan timolol atau propranolol. Pemulihan dari hipoglikemia terbukti diperpanjang secara signifikan oleh beta-blocker non- selectife. Selain itu, mereka dapat menyebabkan hipertensi selama hipoglikemia.

Tindakan yang harus Diambil: 1. Gunakan kombinasi dengan hati-hati. 2. Memonitor glukosa darah. 3. Memantau pasien secara klinis.

3. Levemir VS FurosemidEfek samping: insulin determir efeknya sedikit berkurang oleh furosemide Tingkat Keparahan: Minor - efek interaksi klinis yang terbatas dan mungkin mengganggu, tapi biasanya tidak memerlukan perubahan besar terhadap terapi. Pasien harus dipantau untuk manifestasi kemungkinan interaksi.

Dokumentasi Level: Terbatas - Laporan Beberapa interaksi ini ada. Laporan-laporan biasanya terdiri dari beberapa laporan kasus terbatas di mana pembenaran klinis interaksi ditemukan. Mekanisme Kerja