Home >Documents >1 Yahya 3 : 4 - nubuatan- Yahya 3.pdf  ^Kasih dan Kebijakan Allah _ sebagai sumber hukum dari...

1 Yahya 3 : 4 - nubuatan- Yahya 3.pdf  ^Kasih dan Kebijakan Allah _ sebagai sumber hukum dari...

Date post:26-Mar-2019
Category:
View:213 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

1

1 Yahya 3 : 4 : Dosa = Pelanggaran Hukum.

Salah satu bentuk dosa yang perlu sekali diwaspadai

**

Ellen G. Whte : Jesus menyelamatkan manusia bukan d a l a m d o s a, melainkan d a r i d o s a, maka barangsiapa yang mengasihi Dia, hendaklah menunjukkan kasihnya itu dalam k e p a t u h a n pada HUKUMNYA. Review and Herald, vol. 6, p. 45.

P e n d a h u l u a n

o s a sebagai pelanggaran hukum sesungguhnya bukan lagi hal yang baru bagi setiap orang yang mengakui dirinya Kristen. Segera setelah hukum Allah

itu dikenal di muka bumi ini, maka tak lama kemudian hukum itu telah dilanggar. Adam dan Hawa sebagai leluhur kita yang pertama telah diciptakan Tuhan dalam tahun 4004 s.TM. Dari berbagai petunjuk pelaksanaan dari Hukum yang sama itu juga, di dalam ROH NUBUATAN, dapat diketahui, bahwa Adam dan Hawa dalam kondisi kesucian mereka yang begitu mulia, mereka ternyata hanya mampu bertahan menikmati berbagai kemegahan dan keindahan dari kesucian mereka itu di Eden, di rumah tempat tinggal mereka yang permai itu, selama hanya 35 tahun saja. Hukum yang tampaknya hanya sepele oleh mereka, ternyata setelah satu kali saja dilanggar, maka akibatnya terus berkepanjangan sampai kepada akhir hayat mereka, bahkan sampai beribu-ribu tahun kemudian sampai kepada hari ini. Akibat dari pelanggaran itu, maka Adam dan Hawa sudah harus terusir keluar dari rumah Eden mereka yang mulia dan indah permai itu. Hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

D

2

Sesudah berdosa, maka Adam dan Hawa tidak lagi tinggal di Eden. Mereka dengan sungguh-sungguh memohon agar mereka dapat tetap tinggal di rumah dimana sebelumnya mereka masih gembira dan tidak berdosa. Mereka mengakui bahwa mereka telah kehilangan semua hak atas tempat kediaman yang berbahagia itu, namun bagi masa depan, mereka berjanji mereka akan benar-benar patuh pada Allah. Namun kepada mereka diberitahu, bahwa kondisi mereka sudah dirusak oleh dosa; mereka telah mengurangi kemampuan mereka untuk melawan kejahatan dan membuka jalan bagi Setan untuk lebih gampang memasuki mereka. Dalam kondisi mereka yang tidak berdosa mereka telah menyerah pada cobaan; maka kini, dalam keadaan sadar akan kesalahannya, mereka sudah tidak lagi cukup mampu untuk mempertahankan keterpaduan kekuatan mereka. (Artinya, daya tahan mereka melawan dosa telah menurun). Dalam kesederhanaan dan kesedihan yang tak terucapkan, mereka menyampaikan selamat tinggal kepada rumah mereka yang cantik itu, lalu keluar tinggal di bumi, dimana terdapat disana kutuk dosa. Suasana yang tadinya sejuk dan merata dimana-mana, kini keadaannya berubah-rubah secara mencolok, maka Tuhan dalam kemurahan-Nya telah menyediakan bagi mereka suatu baju yang terbuat daripada kulit binatang sebagai pelindung daripada suhu udara yang terlalu panas maupun dingin. Sewaktu mereka menyaksikan kembang-kembang yang layu dan daun-daunan yang gugur yang pertama sekali menandai kebusukan, Adam dan rekannya lalu menangis dan meratap sejadi-jadinya jauh lebih lagi daripada orang-orang di waktu ini meratapi rekan-rekan mereka yang meninggal dunia. Kematian dari kembang-kembang yang cantik dan indah gemulai itu benar-benar merupakan sebab daripada kesedihan; namun sewaktu pepohonan yang banyak memberikan buah mulai berguguran daun-daunnya, maka gambaran itu secara nyata masuk dalam ingatan fakta kenyataan bahwa kematian akan menjadi bagian dari setiap perkara yang hidup. Taman Eden itu berada di bumi cukup lama setelah manusia terbuang dari pada semua jalan kehidupannya yang menyenangkan. Orang-orang yang jatuh itu cukup lama diijinkan untuk memandang pada rumah dari orang-orang suci itu, jalan-jalan masuk mereka hanya dijaga oleh malaikat-malaikat pengawal. Pada pintu gerbang Firdaus yang dijaga oleh malaikat Cherubim, kemuliaan Ilahi dinyatakan. Ke sanalah datang Adam dan anak-anaknya berbakti kepada Allah. Di sinilah mereka memperbaharui janji-janji kepatuhan mereka kepada h u k u m, yang oleh pelanggaran mereka terhadapnya mereka telah diusir keluar dari Eden. Setelah gelombang kejahatan menyebar ke seluruh dunia, dan kejahatan manusia memastikan kehancuran mereka oleh air bah, maka tangan yang telah membangun Eden itu lalu menariknya kembali dari bumi. Namun dalam pemulihan kembali yang terakhir, apabila kelak akan ada sebuah langit yang baru dan sebuah bumi yang baru (Wahyu 21 : 1), Eden itu akan kembali dipulihkan lebih mulia didandani daripada pada mula pertama yang lalu. --- Patriarches and Prophets, pp. 61 62. (Tambahan di dalam kurung).

3

Kenalilah dahulu Hukum Allah itu

Sebagaimana halnya dengan berbagai negara di bumi ini, maka Kerajaan Sorga adalah sebuah negara hukum yang berbentuk kerajaan. Artinya, semua kegiatan yang berlangsung di dalam seluruh wilayah kekuasaannya di seluruh alam semesta, termasuk pula di bumi ini khususnya, semuanya itu berjalan sesuai berbagai ketentuan hukumnya yang ada. Oleh karena itu hendaklah selalu dimengerti, bahwa sekecil apapun juga kegiatan dari semua warga kerajaan di bumi ini, iaitu tidak akan lepas dari pengamatan dan pengawasan Tuhan Allah sebagai Penguasa dan Pemilik Negara. Selanjutnya perihal Hukum Allah itu sendiri hamba Tuhan menuliskannya sebagai berikut : Hukum Allah itu adalah s a m a sucinya dengan AllahNya sendiri. Iaitu merupakan ungkapan dari kehendak-Nya, suatu salinan dari tabiat-Nya, ekspresi dari k a s i h dan kebijakan Ilahi-Nya. Patriarchs and Prophets, p. 52.

Bacalah dengan saksama ucapan hamba Tuhan di atas ini, maka akan tampak jelas, bahwa : KASIH dan KEBIJAKAN ALLAH itu merupakan sumber hukum dari Undang-Undang Dasar (the Basic Law) dari Kerajaan Allah. Jadi, sebagaimana Negara kita Republik Indonesia memiliki PANCASILA sebagai sumber hukum dari Undang-Undang Dasar 1945, maka demikian itu pula Kerajaan Sorga mempunyai Kasih dan Kebijakan Allah sebagai sumber hukum dari SEPULUH PERINTAH TORAT, Undang-Undang Dasarnya itu. Dengan demikian, maka Sepuluh Perintah Torat itu sebagai Undang-Undang Dasar Kerajaan Sorga dikenal juga di dalam Firman Allah sebagai HUKUM KASIH. Undang-Undang Dasar (the Basic Law) pada dasarnya tidak dapat berdiri sendiri, maka iaitu perlu dilengkapi oleh Undang-Undang Biasa (the By-Laws) yang berisikan peraturan-peraturan pelaksanaan bagi keseluruhan sepuluh Perintah dari Undang Undang DasarTorat. Jadi, sebagaimana halnya UUD 1945 kita di Indonesia perlu dilengkapi dengan Undang-Undang Biasa, yang pada setiap tahun dipersiapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai Badan Legislatif (Badan Pembuat Undang-Undang), maka demikian itu pula Undang-Undang Dasar Torat yang bersumber dari KASIH dan KEBIJAKAN ALLAH BAPA itu perlu dilengkapi secara periodic terus menerus sampai di akhir zaman ini dengan Undang-Undang Biasa, yaitu K e s a k s i a n atau Kesaksian Jesus, yang di akhir zaman sekarang ini telah berkembang menjadi ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10. Jadi, jelaslah kiranya dimengerti, bahwa Tuhan Allah Bapa adalah Pencipta dari Undang-

4

Undang Dasar Torat itu semenjak dari mulanya, dan JESUS adalah Pembuat berbagai Peraturan Pelaksanaan bagi UUD TORAT itu sejak mulanya, secara periodik sampai kepada akhir dunia yang akan datang. Untuk itulah, maka nabi Musa sejak jauh-jauh hari sebelumnya telah mengatakan : Perkara-perkara yang rahasia itu adalah bagi Tuhan Allah kita : tetapi perkara-perkara itu yang sudah diungkapkan adalah bagi kita dan bagi semua anak-cucu kita sampai selama-lamanya, agar supaya dapat kita melakukan semua perkataan dari Hukum Dasar Torat ini. Ulangan 29 : 29.

Artinya, perkara-perkara yang sudah diungkapkan semenjak dari zaman Musa sampai di akhir zaman ini akan merupakan peraturan-peraturan pelaksanaan, agar hukum Dasar Torat itu dapat dipatuhi. Kemudian nabi Jesaya kembali menubuatkannya sbb : Akan hukum Torat dan akan kesaksian barangsiapa berbicara tidak sesuai dengan semua perkataan ini, iaitu karena sebab tidak ada terang di dalam mereka. Jesaya 8 : 20. (Terjemahan yang lebih tepat dari Alkitab versi King James).

Sementara itu nabi Daud juga mengatakan : Berbahagialah mereka yang tidak tercemar jalannya, yang berjalan sesuai h u k u m Torat Tuhan. Berbahagialah mereka yang memeliharakan k e s a k s i a n k e s a k s i a n-N y a, yang mencari Dia dengan sepenuh hati. Mazmur 119 : 1, 2.

Dan kepada kita umat akhir zaman Yahya Pewahyu mengingatkan, bahwa ucapannya yang berikut ini akan digenapi sebentar lagi : Maka naiklah amarah n a g a akan perempuan itu lalu pergi memerangi yang tersisa daripada benihnya, yaitu mereka yang memeliharakan (Sepuluh) Perintah Allah, dan memiliki Kesaksian Jesus Kristus. Wahyu 12 : 17. (Dalam kurung tambahan dari penulis). .sembahlah Allah karena Kesaksian Jesus itu ialah ROH NUBUATAN. Wahyu 19 : 10 (Bag. Akhir).

Jadi jelaslah, bahwa sebagaimana H u k u m yang dikenal di bumi ini bukan hanya terbatas pada hanya Undang-Undang Dasar, melainkan juga meliputi seluruh Peraturan Pelaksanaannya di dalam Undang-Undang Biasa dan berbagai peraturan di bawahnya yang lainnya, maka demikian itu pula halnya di dalam Kerajaan Sorga, bahwa Hukum itu akan meliputi Sepuluh Perintah Torat sebagai

5

Undang-Undang Dasar dan kesaksian Jesus atau ROH NUBUATAN yang berisikan semua Peraturan Pelaksanaannya.

Perhatian ! ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10 itu t i d a k s a m a dengan Roh Nubuatan dari Nyonya White dari pekabaran malaikat yang ke-3 dari Wahyu pasal 14. ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10 ialah gabungan pekabaran malaikat yang ketiga dengan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 yang akan menerangi bumi. Baca Early Writings, p. 277.

Hukum Kasih itu memperlihatkan tabiat Allah

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended