Home >Documents >03 - nbsp;· keberlanjutan pembangunan bidang migas di Indonesia. Geologi akan menjadi ujung...

03 - nbsp;· keberlanjutan pembangunan bidang migas di Indonesia. Geologi akan menjadi ujung...

Date post:01-Feb-2018
Category:
View:249 times
Download:9 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • W a r t a G e o l o g i . J u n i 0 0 8

    Kata Pengantar03

    Daftar IsiVolume 3 No. 2

    Juni 2008

    Penasehat Kepala Badan Geologi Penanggungjawab Sekretaris Badan Geologi Pemimpin Redaksi Eddy Mulyadi, Dewan Reda-ksi Oman Abdurahman, Priatna, Prima M. Hilman, Joko Parwata, Rudy D. Hadisantono, M. Wafid, Rita S.S., Kusdji D.Kusumah Redak-tur Pelaksana A.Gurning, M. M. Saphick Nurjaman, Eliza P. Winarno, Bunyamin Koresponden Nandang Sumarna, Evina Widyantini, Nenen Adriyani, Yusep Hidayat Sirkulasi Asep Sofyan, Dadang Suhendi Fotografer & Dokumentasi Gatot Sugiharto, Titan Roskusumah Marketing & Humas Lilies M. Maryati Tata Letak & Artistik [V]Artstudio 022-70662366 Alamat Redaksi Gedung D Lantai IV Jl. Dipone-goro No. 57 Bandung 40122 Telp. 022-7217321 Faks.022-7218154 website: http://www.bgl.esdm.go.id e-mail: warta@bgl.esdm.go.id

    [06] Memosisikan Kembali Kedudukan Geopolitik Indonesia [16] Jika Aku Mengolah Air Minumku [20] Ratu Perhiasan

    Geologi Populer06

    [24] Pulau Singkep, kembali Menghasikan Timah [30] Semeru, Gunung Api yang Tak Pernah Tidur[34] Fosil Kayu, Indikasi Kehidupan Pra-sejarah di Kubah Bayah

    Lintasan Geologi24

    [40] Mengenal Medan Magnet di AlamGeo Fakta40[52] Rudy Dalimin: Ahli Pemetaan Gunung Api Profil52[58] Penyebarluasan Informasi Geologi[60] Diskusi Meneropong Peran dan Fungsi Geologi di Masa yang Akan Datang [62] Sosialisasi Peraturan bidang Geologi[64] Jurnal Geologi Indonesia Terakreditasi[67] Temu Editor dan Reviewer JGI[70] Forum Komunikasi Pejabat Fungsional[72] Ulang Tahun ke-79 Museum Geologi

    Seputar Geologi58

    [83] Wisata ke Gua PawonGeo Foto83[78] Perpustakaan GeologiLayanan Geologi78

    [03] Kata Pengantar[04] Editorial

  • Pembaca yang budiman,Selamat bertemu kembali dengan Warta Geologi (WG) dalam penerbitan kedua Edisi III Tahun 2008. Dapat diinformasikan bahwa rubrik-rubrik WG Volume III Nomor 2, Tahun 2008 ini pada prinsipnya melanjutkan rubrik-rubrik sebagaimana pada WG Volume III nomor perdana, sebelumnya. Para pembaca akan menjumpai berturut rubrik-rubrik Pengantar Redaksi, Editorial, Geologi Populer, Lintasan Geologi, Geo Fakta, Profil, Layanan Geologi, dan Seputar Geologi.

    Editorial WG kali ini mewacanakan seputar krisis energi dan tantangannya untuk penelitian dan pelayanan bidang geologi dalam sudut pandang geopolitik. Dalam rubrik Geologi Populer para pembaca akan mendapati tiga tulisan, yaitu: Memposisikan kembali Kedudukan Geopolitik Indonesia, Jika Aku Mengolah Air Minumku, dan Ratu Perhiasan. Selanjutnya, dalam rubrik Lintasan Geologi para pembaca dapat menelusuri tulisan tentang timah di P. Singkep, Gunung api Semeru, dan fosil kayu dari daerah Bayah, Jawa Barat. Geo Fakta mengulas tentang medan magnet alami. Rubrik Layanan Geologi mengupas tentang perpustakaan geologi. Adapun Profil kali ini menampilkan Bapak Rudy Dalimin Hadisantono, salah seorang yang memiliki kepakaran langka, namun diperlukan, yaitu pemetaan gunung api. Seperti biasanya, WG kali ini pun menyampaikan sejumlah berita aktivitas penelitian dan pelayanan bidang geologi yang dikemas dalam rubrik Seputar Geologi.

    Para pembaca yang budiman,Artikel Memposisikan kembali Kedudukan Geopolitik Indonesia adalah artikel unggulan WG kali ini. Artikel karya Pak Hardoyo Rajiowiryono, salah seorang ahli geologi lingkungan freelance ini membicarakan tentang aspek strategis dari penelitian dan pelayanan bidang geologi, yaitu geopolitik Indonesia. Apa tantangan dan apa saja posisi (baru) kedudukan geopolitik Indonesia ke depan serta bagaimana cara mencapainya dikupas dalam artikel tersebut. Masih dalam rubrik yang sama, terdapat artikel tentang salah satu lingkungan geologi, salah satu sumber daya yang diperlukan oleh manusia, bahkan seluruh makhluk hidup lainnya, yaitu air: Jika Aku Mengolah Air Minumku karya Ibu Betty C. Matahelumual (PLG). Adapun artikel ketiga dalam rubrik geologi populer ini adalah Ratu Perhiasan oleh Adang Hendarsyah (PSG), sebuah artikel yang mengulas tentang batu mulia yang menjadi ratunya para batu mulia.

    Artikel Pulau Singkep Kembali menghasilkan Timah karya Sabtanto Joko Suprapto (PMG), berbicara tentang Pulau Singkep yang kembali menggeliat dengan pertambangan timahnya. Artikel lainnya dalam rubrik Lintasan Geologi adalah Semeru, Gunung Api yang Tidak Pernah Tidur oleh Kristianto dan SR Witiri (PVG). Artikel tentang Gunung Semeru tersebut mempertahankan konsistensi kehadiran tulisan-tulisan tentang gunung api atau mitigasi bencana gunung api yang selalu hadir dalam setiap penerbitan WG. Artikel terkakhir dalam rubrik yang sama adalah artikel berjudul Fosil Kayu, Indikasi Kehidupan Pra-Sejarah di Kubah Bayah karya Hamdan Z. Abidin (PSG).

    Profil kali ini menampilkan seorang peneliti senior dari PVG, Badan Geologi, yaitu Pak Rudy Dalimin Hadisantono. Beliau adalah salah seorang yang menekuni dan pemilik keahlian langka, yaitu: pemetaan gunung api. Adapun rubrik Layanan Geologi kali ini diisi dengan informsi tentang perpustakaan geologi yang sudah sangat dikenal itu. Terakhir, rubrik Seputar Geologi menyajikan berita-berita atau event-event berkaitan dengan bidang geologi atau Badan Geologi yang berlangsung diantara bulan April hingga Juni 2008. Dalam rangkaian berita event tersebut para pembaca antara lain dapat menyimak berita tentang diskusi di seputar peran dan fungsi geologi dalam RPJPN 2005-2025, Jurnal Geologi Indonesia yang kini sudah Terakreditasi, acara Temu Editor dan Reviewer Jurnal Geologi Indonesia, forum komunikasi pejabat fungsional Badan Geologi, dan berita tentang ulang tahun ke-79 Museum Geologi.

    Pembaca yang budiman,Kami senantiasa mengundang para pembaca semua, khususnya para peneliti dan pengamat bidang geologi dari dalam maupun luar lingkungan Badan Geologi untuk menulis di WG. Media cetak yang memposisikan diri sebagai majalah populer-ilmiah di bidang geologi ini sangat tepat kiranya sebagai ajang menulis dalam irama tulisan yang mengarah kepada keahlian science communicator di bidang geologi.

    Kepada para penulis yang telah menyumbangkan tulisannya di WG kali ini, tak lupa kami dari redaksi mengucapkan terimakasih atas kontribusinya.

    Akhir kata, selamat menikmati Warta Geologi Edisi III Nomor 2 Tahun 2008!nRedaksi

    P e n g a n t a r R e d a k s i

    Pengantar Redaksi

  • W a r t a G e o l o g i . J u n i 0 0 8

    E d i t o r i a l

    Apakah yang tersisa dari geopolitik Indonesia apabila Indonesia kesulitan untuk menjaga keajegan pasokan seluruh kebutuhan energinya seperti akhir-akhir ini? Bagaimana strategi dan upaya bidang geologi agar lebih berkiprah dalam mengantisipasi krisis energi? Bagaimana pula geologi dapat berperan penting dalam memposisikan kembali kedudukan geopolitik Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam situasi Indonesia menghadapi gejolak energi dunia dewasa ini dan tantangan situasi ekonomi, sosial budaya dan politik global kedepan menarik untuk diwacanakan.

    Dalam salah satu upaya menghadapi krisis energi, Presiden kita pada bulan Juli 2008 sebagaimana disiarkan antara lain dalam media televisi meng-ajak kepada seluruh stakeholder terkait untuk me-ningkatkan pencarian aspek hulu energi bahan bakar minyak (BBM) disamping mengembangkan energi baru dan terbarukan. Ajakan atau imbuan presiden ini jelas merupakan sebuah tantangan bagi bidang geologi yang berkiprah pada aspek hulu sektor energi, khususnya sektor minyak dan gas (migas). Pada saat ini perencanaan pembangunan nasional kita memang sudah tidak lagi menganut sistem GBHN (garis-garis besar haluan negara). Namun demikian, butir-butir dasar dari GBHN sebelumnya, seperti konsep geopolitik, masih berguna. Dalam GBHN 1993 dinyatakan bahwa geopolitik adalah salah satu modal dasar pembangunan bangsa Indonesia. Maka, wacana kita pada kesempatan ini adalah bagaimana melihat krisis energi dan bidang geologi dari sudut pandang yang lebih luas dan strategis, yaitu geopolitik. Krisis Energi dan Peran bidang GeologiPada saat ini dunia dapat dikatakan sedang meng-hadapi ancaman krisis energi. Dampaknya terasa juga di Indonesia. Beberapa ahli menyatakan bahwa kondisi energi di Indonesia saat ini sudah termasuk kategori krisis. Krisis energi atau kegawatan energi adalah suatu pengurangan atau peningkatan harga yang besar dalam pasokan energi ke ekonomi; suatu krisis energi dapat berupa krisis bahan bakar minyak, pengurangan energi, pengurangan ketersediaan listrik, atau krisis kelistrikan (lihat, misalnya, (http://en.wikipedia.org/wiki/Energy_crisis).Keadaan pengurangan yang besar atau peningkatan harga yang tinggi di sisi pasokan (supply) energi tersebut pada saatnya dapat menimbulkan kegawatan atau kegentingan sehingga layak disebut sebagai krisis energi. Fokus pembicaraan kita kali ini bukan tentang penyebab krisis energi, melainkan tentang arah atau tantangan yang relevan dari krisis energi itu terhadap

    Krisis Energi, Geopolitik, dan Geoinformasi penelitian dan pelayanan bidang geologi. Karena, sebagaimana imbauan Bapak Presiden kita yang dikutip di depan, apa pun penyebab krisis energi yang terjadi, salah satu solusi untuk pemulihan kondisi energi tersebut mengandung pengharapan kepada bidang geologi. Dalam sebuah pemaparan tentang bahan penyusunan road map penelitian dan pelayanan bidang geologi, Bapak Awang Harun Satyana, seorang geolog senior dan ahli geologi perminyakan di Indonesia, menyampaikan bahwa data, referensi, dan pengalaman geologi akan menjadi modal utama untuk meneruskan pembangunan dalam bidang sumber daya migas dan mineral pada Pembangunan Jangka Panjang Nasional (PJPN) 2005-2025. Hal tersebut mengingat migas masih merupakan sumber energi utama atau sekitar 80% dari komsumsi di Indonesia. Kita sadar, bahwa tidak akan ada detak kehidupan dan tak akan dijumpai derap pembangunan tanpa tersedianya energi yang cukup.

    Selanjutnya disampaikan

Embed Size (px)
Recommended