Home >Documents >(01) Analisis - dinus.ac.iddinus.ac.id/...10-20...Analisis_dan_Sistematika.pdfAnalisis SWOT Terutama...

(01) Analisis - dinus.ac.iddinus.ac.id/...10-20...Analisis_dan_Sistematika.pdfAnalisis SWOT Terutama...

Date post:16-Jul-2019
Category:
View:218 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • (01) AnalisisSebenarnya ada beberapa metode analisis yang bisa dipakai untuk mengeksporasi

    persoalan-persoalan dalam desain. Pilihan metode mana yang akan kita pakai tergantung

    dari skala persoalan yang dihadapi. Pada kasus-kasus tertentu dimungkinkan juga

    penggunaan beberapa merode secara bersamaan untuk lebih mempertajam analisa.

    Beberapa Metode Analisis untuk eksplorasi dan evaluasi :

    BrainstormingUntuk melaksanakan brainstorming ditempuh langkah-langkah sebagai berikut :

    - Memilih sekelompok indifidu yang dianggap berkompeten dan menguasai masalah.

    - Menetapkan aturan bahwa tidak diizinkan mengkritik gagasan yang dikemukakan orang lain, dan

    gagasan yang paling extrem pun bisa diterima.

    - Secara kuantitas gagasan dibuat sebanyak mungkin dan kemudian seluruh anggota tim diarahkan

    agar berusaha menggabungkan gagasanyang layak.

    - Seluruh gagasan dirangkum untuk dijadikan kesimpulan

    Metode brainstorming bisa diaplikasikan pada semua level perancangan, termasuk pembuatan

    pertanyaan-pertanyaan angket.

  • SynecticsPada intinya sama dengan metode brainstorming, tetapi melibatkan pihak-pihak dalam kompetensi yang

    lebih luas (termasuk individu diluar disiplin desain).

    Analisis SWOTTerutama digunakan untuk menilai dan menilai ulang (re-evaluasi) suatu hal yang telah ada dan telah

    diputuskan sebelumnya dengan tujuan meminimalkan resiko yang timbul. Langkah-langkahnya

    adalah mengkaji hal-hal yang akan dinilai berdasarkan Kekuatan (Strength), Kelemahan (weakness),

    Peluang (opportunity), dan ancaman (threat).

    Cost benefit AnalysisPrinsipnya hampir sama dengan SWOT, yaitu mengevaluasi dan re-evaluasi beberapa produk desain,

    tetapi analisa dilakukan dengan membandingkan harga (termasuk juga pengorbanan) dengan dampak / keuntungan yang didapat.

    (02) Generator BentukDalam metodologi desain dinyatakan ada hal yang secara signifikan menjadi panduan dalam

    penciptaan desain untuk objek, antara lain constraint dan analogy. Kedua hal tersebut

    dikenal juga sebagai generator bentuk.

  • 1. Constraint

    Dalam Bahasa Inggris, constraint berarti paksaan atau tidak bebas. Dalam metodologi

    desain, constraint diartikan sebagai kondisi spesifik yang menjadi arahan atau alasan

    terciptanya bentuk tertentu pada objek yang diinginkan. Ada 4 kategori constraint, yaitu :

    a) Radical Constraint; Penciptaan bentuk yang dikaitkan dengan tujuan utama / mendasar -

    diciptakannya suatu objek (bersifat internal).

    b) Practical Constraint; Penciptaan bentuk yang dikaitkan dengan segala kondisi dan permasalahan

    yang dihadapi dalam proses penciptaan objek (lebih mengarah kepada teknologi)

    c) Formal Constraint; Penciptaan bentuk yang dikaitkan dengan keinginan dan kepatutan untuk

    menciptakan bentuk tertentu pada objek yang ingin diciptakan, yang antara lain misalnya mengacu

    kepada bentuk dasar geometris, proporsi, skala, ukuran.

    d) Symbolic Constraint; Penciptaan bentuk yang dikaitkan dengan tujuan atau tuntutan agar bentuk

    yang diciptakan mempu melambangkan sesuatu. Misalnya sebuah bangunan berbentuk binatang

    atau kapal.

    Dalam proses perancangan objek, keempat kategori constraint ini dapat dipakai bersamaan dalam kadar

    yang berbeda-beda.

  • 2. Analogy

    Analogi berarti adanya penyejajaran / persamaan prinsip atau persamaan sebagian

    komponen yang dikandung oleh dua (atau lebih) hal yang berbeda. Analogi juga

    mengenal empat kategori pendekatan :

    a) Personal analogy; Penyejajaran / persamaan yang dirasakan / ditemukan secara pribadi oleh

    individu, setelah mengalami sendiri situasi atau kondisi yang dihadapi dalam perancangan.

    b) Direct Analogy; Penyejajaran / persamaan yang dilakukan dengan pemanfaatan fakta atau konsep

    yang sama (paralel) untuk menjawab masalah yang berbeda.

    c) Symbolic Analogi; Penyejajaran / persamaan yang dilakukan dengan mengidentifikasi hal lain dalam

    merespon situasi yang dihadapi.

    d) Fantasy Analogi; Penyejajaran / persamaan yang memungkinkan desainer untuk menangguhkan

    sementara pertimbangan logis serta mengexplorasi suatu gagasan bebas dan fantastis, bahkan yang

    belum pernah ada sekalipun.

  • Sistematika Laporan

  • Contoh Pertanyaan Angket

  • Contoh Tabulasi Data

of 10/10
Embed Size (px)
Recommended